Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Bertemu Fleira II


__ADS_3

Esok harinya, Vino melaksanakan ibadah pada saat subuh. Ia melaksanakan ibadahnya ditengah hutan. Tak disangka, Arisa juga mengikutinya melaksanakan ibadah.


Setelah mereka selesai beribadah, mereka pergi sebuah jurang tempat pemimpin pasukan sebelumnya terjatuh. Vino perlahan turun ke jurang tersebut, diikuti dengan Arisa yang berada di belakang Vino.


Vino melihat sesosok wanita cantik terbaring tidur di sebuah gua yang berada di jurang tersebut dengan beralaskan daun pisang. Ia tertidur sangat lelap.


Yaps, wanita tersebut adalah pemimpin pasukan yang menyerang Vino dan Arisa. Vino hanya tersenyum melihat wanita tersebut tertidur pulas.


"Sepertinya ia masih tidur. Sebaiknya kita jangan bangunkan di dulu." ucap Vino.


"Baik Tuan." balas Arisa sembari meregangkan tubuhnya yang lelah.


Tak lama kemudian, wanita tersebut bangun. Vino dan Arisa langsung masuk ke gua tersebut untuk menemui wanita itu. Namun saat mereka masuk ke gua itu, wanita tersebut menatap Vino dengan tatapan berbahaya. Seperti ingin menerkam Vino.


"Oi, kenapa mukamu kayak gitu? Kamu mikirin hal aneh ya?!" kata Vino.


Sentak wanita tersebut menjawab "Ya Tuan, tolong nikahi aku." ucap wanita tersebut dengan wajah memerah.


Vino yang mendengar itu, mulai menatap wanita tersebut dengan tatapan jijik. Namun, tatapan jijik itu disingkirkan oleh luka wanita itu. Luka wanita tersebut membuat Vino merasa kasihan dan ingin menyembuhkan luka-luka sisa pertarungan kemarin malam.


"Oi, boleh aku menyembuhkan lukamu?" tanya Vino secara lembut.


"Baik Tuan. Silahkan." jawab wanita itu.


Akan tetapi, yang menyembuhkan wanita itu bukanlah Vino melainkan Arisa. Wanita tersebut mengubah raut wajahnya menjadi sebal (kesal) karena yang menyembuhkan lukanya adalah Arisa dan bukan Vino.


●●●


Setelah wanita tersebut disembuhkan, Vino dan Arisa mulai berbincang-bincang dengan wanita itu. Diakhir perbincangan, Vino bertanya tentang penyebab wanita tersebut menyerang Vino dan Arisa.


"Oi, kamu kenapa menyerangku dan partnerku kemarin malam?" tanya Vino.


"Mohon maaf Tuan, kemarin malam saya mendapatkan perintah untuk membasmi manusia yang datang ke kerajaan ini. Akan tetapi setelah saya mengetahui bahwa Anda sangat kuat dan tampan, saya mulai menyukai Anda." balasnya.


Dan Vino pun hanya menjawab dengan muka datar seakan ia tidak peduli dengan apa yang ia katakan.


"Owh. Gitu." ucap Vino dengan muka datar.


Setelah itu, Vino bertanya nama wanita tersebut.


"Ngomong-ngomong siapa namamu?" tanya Vino.


"Saya adalah Fleira. Putri ke-3 dari Kerajaan Qovulkh sekaligus anak dari Raja Frathman." jelas wanita itu.


Vino pun menganggukkan kepalanya. Ia akhirnya mengerti siapa nama wanita itu. Tiba-tiba, Fleira bertanya kembali tentang siapa nama Vino.

__ADS_1


"Tuan, nama Tuan siapa?" tanya Fleira.


"Aku Aoyama Fueshi." jawab Vino secara singkat.


Tak berlangsung lama, Vino bertanya kembali kepada Fleira. Ia bertanya tentang bahasa apa yang ia gunakan pada saat pertarungan kemarin malam.


"Oh iya, kamu pakai bahasa apa kemarin malam?" tanya Vino.


Fleira menjawab "Saya menggunakan bahasa Hewan, Tuan. Saya juga bisa menggunakan bahasa Manusia, akan tetapi saya lebih terbiasa menggunakan bahasa Hewan." jelas Fleira.


"Oh pantesan kayak kenal bahasa itu, ternyata bahasa Jawa toh. Aku sih nggak terlalu bisa bahasa Jawa. Heh." ucap Vino dalam hati.


Setelah itu, Vino mengajak Fleira untuk pergi keluar dari gua itu.


●●●


Sebuah kapal besar sedang terbang diatas langit tempat Vino, Arisa, dan Fleira berada. Mereka mendengar suara keras yang berada di atas mereka. Tiba-tiba Fleira keluar dari gua tersebut dan melambaikan tangannya.


"Rama!!!" teriaknya sembari melambaikan tangannya menuju ke arah kapal terbang tersebut.


Note: "Rama" itu artinya ayah yah, tapi menggunakan bahasa Jawa halus.


Vino dan Arisa terkejut melihat Fleira melambaikan tangannya ke kapal terbang itu. Vino pun akhirnya bertanya kepada Fleira tentang apa yang ia lakukan.


"Fleira, apa yang kamu lakukan?" tanya Vino.


"Apaaaa???!!!!!" ucap Vino dengan rasa gelisah.


Sontak Vino langsung mempersiapkan diri untuk bertemu dengan ayah Fleira.


Lambat laun, kapal terbang itu turun ke dasar jurang dan berhenti di dasar jurang tersebut. Dan keluarlah seorang ksatria gagah yang besar dengan menggunakan armor berat.


Ia bertanya kepada Fleira, siapa yang membuatnya jatuh ke dasar jurang itu dan membuatnya kalah dalam pertempuran.


"Putri, sinten sing ndamel panjenengan kalah wonten pertempuran? (Putri, siapa yang membuat Anda kalah dalam pertempuran?)" tanya ksatria itu.


Fleira pun menjawab "Aku ora kalah, tapi aku ngalah. (Aku tidak kalah, tapi aku hanya mengalah.)" balas Fleira.


Dan tiba-tiba saja, ksatria tersebut menatap Vino. Ia merasa benci dengan kehadiran Vino. Karena merasa kesal dengan kehadiran Vino, ia mencoba membunuh Vino.


Ksatria itu berlari untuk menyerang Vino. Sedangkan Vino yang melihat itu, mulai mempersiapkan kekuatan dan beladirinya untuk melawan ksatria tersebut.


●●●


Ksatria itu mengacungkan pedang kepada Vino, ia berniat menantang Vino. Akan tetapi hal tersebut justru dilarang oleh Putri Fleira.

__ADS_1


"Ojok! (Jangan!)" perintah Putri Fleira.


Namun Ksatria tersebut tidak mendengarkan perintah Fleira, dan ia langsung menyerang Vino.


Vino langsung menahan serangan dari ksatria itu. Ia melawan dengan penuh kepercayaan.


"Top Kick, Under Kick, Left Kick, Right Kick." teriak ksatria itu sembari melancarkan serangan tanpa henti-henti ke Vino.


Vino yang merasakan serangan itu, tidak bisa menyerang balik. Ia sudah kelelahan karena pertarungan kemarin malam, ia juga belum makan, dan sekarang ia harus bertarung dengan ksatria yang sangat kuat.


●●●


Arisa yang melihat Vino bertarung, ingin menyerang ksatria breng*ek itu. Tetapi ia dihentikan oleh Vino menggunakan kekuatan telepati.


"Dasar breng*ek! Beraninya kau menyerang Tuan?!" ucapnya dalam hati.


"Hentikan!" terdengar suara Vino di telinga Arisa.


Vino menggunakan kekuatan telepati untuk memperingatkan Arisa agar tidak membantunya.


●●●


Sudah sangat lama Vino menahan serangan ksatria itu, ia sudah merasa kesakitan. Ia bahkan mengeluarkan darah dari mulutnya. Akan tetapi, itu tidak membuat sang ksatria berhenti menyerang Vino.


Sedangkan Fleira yang ingin menghentikan pertarungan itu, sedang ditahan oleh para prajurit agar tidak ikut campur.


"Ojok! (Jangan!)" perintah Fleira dari kejauhan.


Dan tetap saja, Ksatria itu tidak mendegarkan ucapan Fleira. Itu membuat Fleira merasa kesal, tetapi ia bisa apa? Fleira sudah ditahan oleh para prajuri untuk tidak ikut campur, sehingga ia tidak bisa membantu.


Sementara itu, Vino yang sedang menahan serangan mencoba menguatkan tubuhnya menggunakan kekuatan kegelapan.


"Aku harus menggunakan kekuatan kegelapan! Akan tetapi, aku harus menggunakannya sedikit saja!" batin Vino.


"Buakhh" hanya menggunakan kekuatan kegelapan sedikit saja, Vino sudah mengeluarkan darah yang begitu banyak. Jika terus seperti ini, Vino akan kehabisan darah dan mati.


Tapi tenang, Author pasti tidak akan membiarkan Vino mati.


Vino sudah mulai kehilangan kesadarannya, ia sudah tidak bisa menahan serangan sang ksatria. Dan tiba-tiba saja langit berubah menjadi merah darah, membuat suasana disana menjadi mencekam.


Tak disangka, tiba-tiba sebuah batu kristal yang sangat besar jatuh mengarah ke Vino dan Ksatria itu.


Apakah yang terjadi? Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●

__ADS_1


Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya...


__ADS_2