Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Lanjutan: Ancaman Baru II


__ADS_3

Setelah Raja Zoro memerintahkan untuk tidak menyebarkan kanar tentang penyegelan Xzavierus, pertanyaan-pertanyaan akan misteri tersegelnya Xzaverius pun bermunculan. Sekonyong-konyong pertanyaan-pertanyaan itu ingin menguak apa yang terjadi dengan Xzavierus, bagaimana terjadinya penyegelan Xzaverius, dan bagaimanakah pertarungannya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus bermunculan hingga sampailah pertanyaan-pertanyaan ke telinga Raja Zoro.


***


"Apa katamu?! Mereka menanyakan hal seperti itu kepadaku?!" ujar Raja Zoro marah sembari memukul kursi tahtanya diiringi dengan ia yang beranjak dari tempatnya duduk. Secara spontan, prajurit yang membawakan surat tersebut mulai ketakutan hingga bulu kuduknya berdiri. Bagaimana tidak? Suara Raja Zoro sangatlah lantang bahkan dapat membuat gendang telinga menjadi sakit sekali. Wuishh, mengerikan...


"Buk..." Raja Zoro kembali memukul kursi tahtanya dan berkata "Cepat katakan kepada orang yang menanyakan pertanyaan itu, bahwa aku tidak akan menerima pertanyaan seperti itu lagi!" ujar Raja Zoro berteriak menolak. Dan tentu saja, teriakan Raja Zoro membuat gendang telinga sang prajurit terasa sakit namun beruntungnya, ia memiliki armor dikepalanya dan itu membuat teriakan Raja Zoro sedikit lebih kecil. Yah walaupun tetap keras, sih.


Setelah mendengar perintah Raja Zoro, prajurit itupun berdiri dan membungkuk sembari berjalan mundur. "Baik, Raja." begitulah ucap sang prajurit yang terus menerus menunjukkan rasa kehormatannya kepada Sang raja. Tak berselang lama, ia pun keluar dari ruangan Raja dan segera berlari menuju ke orang yang menuliskan surat tersebut.


...****************...


"Hah..Hah...Hah..." seseorang sedang berlari terengah-engah seperti menghindari sesuatu. Ia bersandar disebuah pohon yang rindang sambil menutup luka ditangannya. "Groaarrr....!" suara seekor monster beruang besar setinggi 3 meter menggelegar. Ia berteriak mencari mangsa, diikuti dengan rasa kesal jika dilihat dari wajahnya. "Brukkk...." sebuah pohon rindang roboh. Sontak orang yang bersandar itupun terkejut. Seketika ia pun berlari menjauh dari beruang besar itu.


"Dasar beruang sial!" ujarnya. Sang beruang yang mendengar perkataannya langsung marah, matanya pun menkadi merah merona. Dan secara tiba-tiba ia langsung menyerang orang yang mengejeknya. "Bruakk..." armor serta pedang orang itu hancur karena pukulan sang beruang. Terlihat dari dekat ada sebuah dua gunung di bagian dada orang itu. Yap, dia cewek pastinya akan tetapi mengapa jika ia memakai armor, gunung-gunungnya tak terlihat? Yah tentu saja hal tersebut tertutupi dengan armor besi tebal yang ia kenakan.

__ADS_1


Wanita itu sudah tak berdaya, armornya sudah hilang, begitu pula dengan pedangnya. Dan kini ia hanya mengenakan pakaian dalam milikinya yang berwarna pinky (merah muda). Beh seger...


Disaat wanita itu dilanda keputusasaan, secara tiba-tiba takdir berubah. Terlihat dari kejauhan nampak dua orang sedang menuju ke arahnya. Wanita itu tak mengetahui jika kedua orang tersebut berada disampingnya. "Bukk...Groaarrr...Hiat..." suara serangan dari kedua orang tersebut diiringi dengan jeritan sang beruang karena kesakitan setelah menerima serangan mereka. Sentak sang wanita yang telah kehilangan semangatnya itupun bangun, ia beranjak dari tempatnya jatuh dan bangkit untuk melihat keadaan sekitar. "Suara apakah itu? Apakah ada yang menyelamatkan aku?" begitulah ucapnya didalam hati sembari mengeluarkan air mata. Dan ternyata benar saja, ada dua orang yang sedang bertarung didepan wanita itu untuk menyelamatkan nyawanya. Hal ini membuat hati wanita itu sedikit terbuka.


"Oi kalian, mengapa kalian menolongku?!" ujar wanita itu yang masih belum percaya bahwa ada orang yang menolongnya. Kedua orang yang sedang bertarung itupun menoleh. Yaps, dua orang itu adalah Vino dan Arisa yang sedang berpatroli di hutan sekitar kerajaan. Sepertinya keberuntunan sedang berada di tangan wania itu, sampai-sampai ia dapat bertemu dengan Vino dan Arisa.


"Ini, pakailah ini!" ujar Arisa yang tiba-tiba saja berada disamping wanita itu. Sementara Vino, trus bertarung melawan beruang besar itu. "Sepertinya aku tak perlu bermain-main lagi." ucap Vino. Seketika, "Bumm!" ledakan muncul dari bawah kaki beruang itu, spontan beruang tersebut pun musnah hingga tak menyisakan sehelai bulu pun. Kekuatan Vino ternyata sudah meningkat pesat. Namun kekuatan itu masih belum bisa dibandingkan dengan kekuatan Xzaverius.


Setelah beruang besar itu dikalahkan, secara tiba-tiba wanita yang hanya memakai pakaian dalam itupun pingsan. Ia terkejut setelah melihat kekuatan Vino yang sangat besar. Ia bahkan tak bisa mengeluarkan sihir tanpa rapalan. Arisa yang mengetahui bahwa wanita disampingnya pingsan, langsung membawa wanita itu ke Kerajaan Qovulkh. Bersama Vino, Arisa terus berjalan sembari menggendong wanita itu dipunggungnya.


...****************...


Disisi lain, Raja Zoro yang tengah marah mulai meredakan kemarahannya iti dengan meminum secangkir teh. "Cupapi munyenyo (secangkir teh)" begitulah yang dirasakan Raja Zoro dipagi hari yang cerah ini. "Ah... secangkir teh memanglah nikmat." ujarnya sembari menatap matahari terbit. "Hahh...Susananya sangat pas sekali..." ucap Raja Zoro yang mulai bersantai.


Disaat Raja Zoro sedang bersantai, tiba-tiba saja ada sebuah gangguan yang melanda pikirannya. "Hah...Aku lupa!" ia berteriak. "Aku belum mandi!" Yap, begitulah ucap Raja Zoro. Sepertinya Raja Zoro tidak bisa menikmati pagi hari dengan tidak mandi.

__ADS_1


Dan secara cekatan, Raja Ziro berlari ke kamar mandi lalu mandi. Tak membutuhkan waktu lama, Raja Zoro telah selesai mandi dan kini ia sudah berpakaian seperti semula. Ia pun mulai menikmati kembali teh yang ada disampingnya. Dan kali ini, sebuah bencana akan datang kepadanya. Bukan hanya kepaa Raja Zoro, melainkan kepada seluruh dunia.


"Raja! Raja!" teriak salah seorang prajurit sembari membawakan sebuah surat keterangan. Raja Zoro yang tengah menikmati harinya itupun terkejut. "Ada apa?!" ujarnya sembari meletakkan cangkir teh miliknya. Sang prajurit yang mendengar itupun segera memberi hormat kepada Raja Zoro lalu menyeahkan surat yang ia bawa. Raja Zoro secara cepat langsung membuka surat itu dan membacanya. Seketika ia pun membeku. Apakah isi surat yang diantarkan oleh prajurit tersebut hingga membuat Raja Zoro membeku seperti ini? Isi dari surat tersebut berbunyi bahwa segel dari Xzaverius mengalami retakan.


"Apa? Retakan?! bagaimana bisa?!" ucap Raja Zoro terkejut dengan isi surat tersebut. "Padahal aku sudah menahannya sekuat tenaga? Akan tetapi mengapa ia masih bisa membuat retakan pada segel tersebut?!" lanjut Raja Zoro yang masih tidak percaya akan isi dari surat itu. Sang prajurit yang aa didepan Raja Zoro hanya terdiam. Ia tak mengatakan sepatah kata pun didepan Raja Zoro.


"Padahal lima tahun lalu aku sudah menyegelnya, tapi mengapa ia masih bisa bertahan?! Bukankah seharusnya ia mati?!" ucap Raja Zoro yang kini mulai panik. Tanpa pikir panjang, Raja Zoro segera bersiap dan memerintahkan semua prajurit untuk bersiap.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●


Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.

__ADS_1


__ADS_2