
Sebuah kristal besar mengarah ke Vino dan ksatria itu. Spontan ksatria itu menghindar dengan membanting Vino, lalu ia menjauh dan pergi ke arah Putri Fleira.
Vino yang sudah terbanting ke tanah, mulai beranjak dari tanah dan mencoba untuk berlari. Akan tetapi Vino sudah tidak memiliki waktu, ia harus menahan hantaman dari kristal di langit itu.
Nampak dari kejauhan bahwa sang ksatria sedang melindungi Putri Fleira. Sedangkan Vino hanya melihat Arisa dan Putri Fleira dengan tatapan sedih diiringi rasa senang juga (karena dapat bertemu dengan mereka).
Jika dilihat baik-baik, Vino seperti mengatakan "Selamat Tinggal" kepada mereka. Dan tiba-tiba....
"Boooommm..." suara ledakan sebuah benda yang menghantam sesuatu.
Vino yang terhantam kristal itu, pasti sudah rata dengan tanah. Namun takdir berkata lain, ia malah membuat kristal yang sudah menimpa tubuhnya itu terbang. Dan ia juga menyerap inti kekuatan yang ada di dalam kristal itu.
"Woosshh..." suara serapan kekuatan, beserta angin kuat yang sedang berputar di jurang itu karena pengaruh Vino.
Tak lama kemudian, kristal itu mulai mengecil dan dari kejauhan sudah nampak seorang pemuda berdiri dengan keaadaan tegak dan gagah.
Vino seperti tidak mengalami hal apapun, jadi Arisa dan Fleira berpikir bahwa Vino baik-baik saja.
Akan tetapi, ada yang aneh dengan mata Vino. Mata Vino seperti berubah warna. Pupilnya berwarna merah dan cornea matanya berwarna ungu seperti kristal yang menimpanya.
Tak berlangsung lama, Vino menatap ke arah ksatria yang menyeranganya. Ia mengangkat tangannya menunjuk ke arah ksatria itu.
"Kau! Siapa namamu?!" tanya Vino sembari menunjuk ke arah sang ksatria.
"Grace John. Pasukan Raja pertama dan Ksatria paling setia." ucap ksatria itu dengan rasa sombong.
Vino kembali menurunkan tangannya. Dan...
"Buakhh...Buakhh...Buakh...Buakhh..." terdengar suara pukulan sebanyak 4 kali.
Ternyata ksatria tersebut sedang kesakitan karena dihantam oleh Vino. Hanya dalam 1 detik, Vino bisa memukul sesorang dan membuatnya kewalahan.
Sementara itu, Arisa yang sedang melihat pertarungan Vino hanya terdiam seperti batu. Ia sudah mengetahui bahwa Vino akan memiliki kekuatan yang sangat besar nantinya. Akan tetapi, ia tidak menyangka Vino akan mendapatkan kekuatan itu secepat ini.
●●●
Beberapa menit telah berlalu, ksatria yang telah dipukul Vino hanya tergeletak ditanah dan mengeluarkan darah 1 ml (mili liter).
__ADS_1
"Cuih..Begitu saja sudah pingsan." kata Vino sembari meludah ke ksatria itu.
Fleira yang melihat itu hanya diam, ia takut bahwa ia akan dibunuh oleh Vino. Akan tetapi ia masih tetap yakin bahwa Vino tidak akan menyakitinya. Tetapi ia masih takut saja.
●●●
Setelah Vino mendapatkan kekuatan dari kristal itu, Vino berubah total. Ia menjadi orang yang kuat, berani, dan lebih percaya diri dibanding Vino yang sebelumnya.
Namun saat Vino akan menyakiti sang ksatria, Vino lagi-lagi dihentikan oleh Arisa dengan menggunakan kekuatan kegelapannya.
"Duak..." suara Vino terjatuh.
Arisa, Fleira, dan semua pasukan kerajaan merasa lega dengan pingsannya Vino.
Saat Arisa ingin menghampiri Vino, pasukan Kerajaan Qovulkh memborgol Vino dan membawanya ke kapal terbang.
Fleira tidak bisa berbuat apa-apa. Ia masih di tahan oleh para pasukan untuk tidak ikut campur masalah kerajaan.
Sedangkan Arisa tiba-tiba diserang oleh salah satu pasukan. Pada saat itu ia memang lengah, dan hal itu membuatnya kalah melawan salah satu pasukan kerajaan.
Setelah kalah, ia diminumkan sebuah ramuan yang dapat membuat seseorang terkena racun mematikan. Ia juga dibawa oleh para pasukan untuk dibawa ke Kerajaan Qovulkh.
●●●
Note: "Dungeon" adalah sebuah tempat untuk berburu monster. Akan tetapi, Dungeon tersebut dapat menggolongkan tingkat atau level para monster. Misalnya, monster level paling rendah berada di lantai pertama Dungeon. Sedangkan level tertinggi berada di puncak Dungeon tersebut.
Pada suatu hari, muncullah sebuah pecahan dimensi di puncak Dungeon tersebut. Pecahan dimensi itu dapat mengantarkan seseorang ke alam lain yang berbeda.
Semakin lama, semakin banyak pecahan dimensi yang ada, dan pecahan dimensi tersebut harus segera ditutup. Jika tidak, maka para monster akan semakin banyak dan bertambah banyak. Akan tetapi, itu hanya berada di Dungeon tersebut. Sedangkan, tidak ada orang yang berani masuk ke dalam Dungeon karena Dungeon tidak memiliki cahaya dan terlalu berbahaya jika dimasuki.
Dan pada suatu saat, ada seorang petualang dengan ras Elf datang ke Dungeon itu untuk menaklukkannya (Dungeon). Ia berinisiatif untuk menghancurkan semua monster yang ada di dalam Dungeon tersebut, dan menutup pecahan dimensi.
Pada saat ia masuk, tak disangka ia langsung bertemu dengan segerombolan monster yang lapar.
Semua orang pasti akan kewalahan jika melawan segerombolan monster hanya sendiri saja.
Di dalam Dungeon tersebut, Elf itu dipukul, di tendang, disiksa, dibunuh, dan dimakan oleh segerombol monster.
__ADS_1
■■■
Saat bertemu para monster, pertama-tama ia ditusuk menggunakan salah satu tanduk monster dan dilanjutkan dengan menyayat kulit Elf tersebut.
Elf itu terus disiksa, ditusuk dimana-mana. Bahkan, tusukan tersebut sangat banyak hingga tidak bisa dihitung dan membuat Elf itu mati ditempat.
Lalu, para monster memakan dagingnya dengan brutal dan sangat tidak beraturan. Darah yang berceceran sudah seperti air dalam bak mandi.
Tubuh Elf tersebut dimakan tidak bersisa. Betapa menakutkannya Dungeon jika hanya pergi sendiri untuk menaklukkan Dungeon itu.
●●●
Seorang wanita dengan ras Hewan disiksa di sebuah penjara bawah tanah. Ia dicekik hingga sekarat.
"Tuan, tolong ampuni saya." teriaknya memohon kepada majikannya.
"Hahaha, memohonlah lagi! Wajahmu itu membuatku jijik jika kamu tidak memohon seperti binatang!" perintah sang majikan.
Lantas, wanita dengan ras Hewan itu terus memohon kepada majikannya agar diampuni. Namun malangnya, ia tetap disiksa bagaikan kecoa yang sering kalian pukulin waktu di kamar mandi.
Sang majikan terus menerus menyiksa wanita dengan ras Hewan itu. Tanpa belas kasihan, ia memerintahkan kepada wanita dengan ras Hewan itu untuk membunuh sesorang.
Setelah selesai membunuh wanita itu tidak diperbolehkan makan, bahkan tidur dengan nyenyak pun tidak diperbolehkan. Bagaimana jika dia tidak bisa membunuh orang dan tidak sesuai dengan keinginan majikannya? Mungkin dia akan disiksa kembali dan parahnya lagi, ia juga bisa dibunuh oleh sang majikan.
Dengan keadaan seperti itu, ia mungkin sudah setengah mati agar bisa menjalani kehidupannya.
Betapa kerasnya dunia yang Vino tinggali. Perjalanan Vino baru saja dimulai. Ia harus banyak berlatih untuk mengasah kekuatannya, agar dapat melawan musuh yang kuat.
●●●
----------------------Pecahan dimensi-------------------------
Pecahan dimensi bisa membuat sesorang berpindah ke alam lain. Akan tetapi, tidak ada yang tahu kita akan dibawa kemana nantinya.
Di balik dimensi itu, ada dimensi yang baik dan ada pula yang jahat. Sedangkan Vino akan menemukan sebuah pecahan dimensi yang baik diantara dimensi yang jahat itu.
●●●●●●●●●●
__ADS_1
Note: Mohon maaf kalau pertarungannya masih sedikit, ini soalnya masih awal dari petualangan Vino. Sekarang cerita di awal ini masih bercerita tentang dunia yang Vino tinggali. Jadi, ditunggu aja pertarungannya. Kalo bisa, episode selanjutnya bakalan ada pertarungan. Stay tune buat next episode. Makasih semuanya...