
Hawa membunuh dimana-mana, Vino bahkan merasakan kekuatan yang sangat besar dan akan menghancurkan mereka jika tidak hati-hati.
Vino dan Arisa mulai mempersiapkan mata dan mental mereka untuk berhati-hati. Mereka mempersiapkan kuda-kuda dan teknik beladiri mereka, baik itu kultivasi, kekuatan spirit, skill, dan pertahanan.
"Tuan, sepertinya disini banyak yang membenci kita." ucap Arisa.
"Ya. Sepertinya memang banyak yang membenci kita." balas Vino.
Tiba-tiba saja, ada seseorang yang menunggangi harimau putih menyerang mereka.
Vino dan Arisa secara mendadak langsung menghindar agar tidak terluka.
"Grrrr..." harimau tersebut menggeram yang menandakan, ia ingin menerkam Vino dan Arisa.
"Sopo kowe?! (siapa kamu ?!)" kata sesorang yang menaiki harimau tersebut.
Vino dan Arisa tidak mengerti dengan apa yang ia ucapkan. Akan tetapi, Vino dan Arisa mengerti bahwa yang ia ucapkan pasti bertanya tentang siapa mereka.
"Aku adalah Vino." jawab Vino yang bahkan tidak mengetahui apa yang ditanyakan orang tersebut.
"Aku adalah Arisa. Aku disini sebagai pelayan Tuan." lanjut Arisa.
Orang yang sedang menaiki harimau tersebut, menjentikkan jarinya. Tiba-tiba dari segala arah keluar sebuah pasukan kuat bersenjata tombak dan panah. Ternyata Vino dan Arisa sudah terkepung dari awal.
Mereka mulai mempersiapkan diri untuk serangan yang akan datang. Tetapi, tidak ada satupun yang menyerang mereka. Namun, hal tersebut membuat orang yang menaiki harimau itu, menanyakan satu pertanyaan lagi.
"Ono urusan opo awakmu nang kene?! (ada urusan apa kamu disini?!)" ucapnya.
Vino dan Arisa tidak mengerti dengan apa yang ia ucapkan. Pada akhirnya mereka kebingungan dan tidak menjawab pertanyaannya.
Hal itu membuat ia marah dan mulai memerintahkan pasukannya untuk menyerang Vino dan Arisa.
"Maju!" perintahnya.
Sentak, semua pasukan mulai berlari dan menyerang Vino dan Arisa. Pasukan tombak akan menghampiri Vino dan Arisa untuk menyerang. Sedangkan pasukan panah, mereka akan menyerang diatas pohon.
Vino dan Arisa mulai bersiaga dan menyerang juga.
"Boom....Wushh...Duarr..." suara ledakan beruntun.
Ledakan tersebut tidak lain adalah kekuatan peledak milik Vino. Arisa juga menggunakan kekuatan dan skillnya untuk menciptakan serangan yang lumayan kuat.
●●●
Pertarungan tak henti-henti, Vino dan Arisa mulai kelelahan dengan pertarungan tersebut. Akan tetapi, Vino pergi untuk menyerang pemimpin pasukan yang tidak lain adalah orang yang menaiki harimau.
"Arisa, kamu serang dulu. Aku mau menyerang sang pemimpin." kata Vino.
"Baik Tuan." balas Arisa.
__ADS_1
Arisa, mencoba melawan sisa pasukan untuk memperlambat waktu dan memberi kesempatan untuk Vino agar bisa menyerang pemimpin pasukan tersebut.
"Kai penyembuh." ucap Vino.
Tiba-tiba, disekitar Vino terdapat sebuah penghalang yang bisa ia gunakan untuk menyembuhkan dirinya. Ia juga menggunakan kekuatan tersebut untuk menyembuhkan Arisa.
Vino yang mencoba menyerang pemimpin pasukan, mulai kelelahan lagi karena sering terhalang pasukan yang melindungi sang pemimpin.
Pada akhirnya, Vino dapat menerobos pasukan yang melindungi sang pemimpin. Tetapi, kekuatan Vino hampir habis.
"Gimana nih? Aku harus apa?" ucap Vino dalam hati.
"Minta senjata Ak47 ke Author boleh nggak ya?" hayalnya.
Penulis: "Jelas kagak boleh lah weh!" kata sang penulis.
Vino pun menggunakan emot batunya untuk mengejek sang penulis.
Vino: "🗿" kata Vino.
Penulis: "Dahlah 🗿."
Dan Vino pun akhirnya melanjutkan pertarungan.
"Aku udah hampir kehabisan kekuatan. Aku juga nggak dikasih Ak47 sama Author. Harus gimana nih?" ucap Vino dalam hati.
Sementara itu, pemimpin pasukan tersebut mulai menyerang Vino.
Spontan, Vino langsung menghindar dan melawan serangan dari pemimpin pasukan. Ia mengeluarkan skill pendeteksinya untuk mendeteksi serang apa yang akan dilancarkan oleh pemimpin tersebut.
Dan ternyata, serangan yang akan datang adalah serangan pedang Bumi. Serangan ini harus memasukkan pedang ke tanah agar bisa menggetarkan tanah. Akan tetapi terdapat batasan, jadi hanya bisa menyerang sebesar tubuh mobil.
Disisi lain, Arisa yang sedang melawan pasukan mulai kehabisan tenaganya. Ia menggunakan telepati untuk berbicara dengan Vino.
"Tuan, saya tidak bisa menahan mereka lebih lama lagi." kata Arisa
"Tunggu sebentar lagi." kata Vino.
Arisa menggunakan sisa energinya untuk melawan mereka.
Vino tiba-tiba mengeluarkan kekuatan tersembunyinya. Seketika aura yang berada di sekitar Vino berubah menjadi aura yang sangat kejam.
"Opo iku?! (apa itu?!)" kata sang pemimpin ketakutan.
Tiba-tiba, Vino menyerang menggunakan kekuatan kegelapannya. Ia tiba didepan sang pemimpin hanya dalam 1 detik.
Seketika Vino menghilang, dan menyerang sang pemimpin dari belakang dan ia pun terhempas.
Sang pemimpin merasa punggungnya sangat sakit seperti ditindih batu. Tak berselang lama, Vino menyerang kepala sang pemimpin yang membuat ia terpental jauh dan menabrak pohon hingga tembus.
__ADS_1
"Dakkk..." suara pohon tumbang.
Tak disangka Vino memiliki kekuatan yang sangat hebat. Akan tetapi itu memiliki kekurangan yaitu, setelah digunakan penggunanya akan tidak sadarkan diri selama 1 hari.
Setelah pemimpin terhempas, Vino menghampirinya dan mencekiknya.
Sang pemimpin yang merasakan itu pun merasa seperti nyawanya akan dicabut. Ia merasa sangat kesakitan, bahkan ia sudah hampir mati. Namun, Vino menendang ia kembali dan terhempaslah ia ke sebuah jurang.
Pasukan sang pemimpin yang melihat itu merasa ketakutan. Mereka langsung lari terbirit-birit dan kembali ke Kerajaan Qovulkh mereka.
Sedangkan Vino yang telah menghabiskan energinya untuk kekuatan kegelapan, mulai hilang kesadaran dan pingsan.
Arisa yang melihat itu langsung menemani Vino dengan duduk di sebelahnya.
"Tuan, Tuan sangat keren hari ini." puji Arisa.
●●●
Pada malam harinya, Vino pun terbangun. Ia merasa kesakitan akan tubuhnya setelah bertarung.
"A-Aduh...Kok sakit bet yak? Kenapa bisa gini?" tanya Vino.
Vino yang terbangun mencoba melihat ke sekitarnya dan melihat bahwa Arisa sedang tidur di sebelahnya.
"Loh, Arisa tidur. Yaudah deh. Ngomong-ngomong ini dimana?" ucap Vino sembari mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
"Oh iya, tadi aku habis ngelawan pasukan Kerajaan Qovulkh. Terus aku pingsan. Ngomong-ngomong, dimana sang pemimpin pasukan? Bagaimana keadaannya sekarang?"
"Ah sudahlah. Aku ibadah dulu. Udah seharian nggak ibadah." kata Vino.
Vino pun mencari tempat yang cocok agar bisa dijadikan tempat ibadah. Ia juga mencari kolam dan sungai untuk tempat mensucikan diri.
Beberapa saat sudah berlalu. Vino yang telah selesai beribadah, mulai pergi berjalan-jalan untuk mencari sang pemimpin pasukan.
Pada saat mencari pemimpin pasukan, ia mencium bau daging dari jurang tempat ia melempar sang pemimpjn pasukan.
Ia pun turun ke dasar jurang tersebut dan menemukan bahwa sang pemimpin pasukan masih hidup.
Vino ingin berbicara dengan pemimpin pasukan itu, akan tetapi ia merasa sungkan dengannya. Jadi, Vino memutuskan untuk berbicara dengannya esok hari.
Vino pun kembali ke tempat Arisa tidur.
"Aduhhh....Aku mau tidur." ucap Vino.
Vino menguap, ia mencoba meregangkan dirinya dan tidur kembali.
Penulis: "Padahal udah tidur seharian, masih aja tidur lagi. Tapi itu buat balikin energinya Vino sih. Yasudahlah."
●●●●●●●●●●
__ADS_1
Note: stay tune buat next episode. Maap telat yah. Tadi masih rebahan soalnya. Wkwkwk
Makasih udah baca, semoga kalian sehat yah. Terima kasih :)