
Vino dan Arisa yang sedang melanjutkan perjalanan mulai kelelahan, dan mereka mampir ke sebuah bar.
Disana mereka disambut dengan hangat dan ramah. Keramahan di bar tersebut membuat Vino mendapatkan teman baru yaitu Syilvi.
Akan tetapi pada saat Syilvi memegang tangan Vino, raut wajah Arisa berubah dan terdapat aura membunuh yang sangat kuat.
"Arisa, kamu kenapa sih? Kok kayak mau ngebunuh orang?" tanya Vino.
"Itu semua karena ada yang menyentuh tangan Tuan, saya bahkan tidak menyentuh tangan Tuan." kata Arisa sembari menunjukkan wajah kesal.
"Hanya karena itu?....Hahhh, baiklah. Ini!!" ucap Vino sembari mengarahkan tangannya ke arah Arisa.
Arisa langsung senang hanya karena ia diperbolehkan menyentuh tangan Vino. Tanpa pikir panjang, ia langsung menyentuh tangan Vino dan merabanya.
"Jadi inikah tangan Tuan? Wahhh....Sangat gagah sekali.." ucap Arisa.
Reaksi Arisa yang menyentuh tangan Vino, seperti orang mesum. Ia menyentuh tangan Vino dengan penuh hasrat dan seperti ingin menyentuh tangan Vino selamanya.
Vino yang melihat rekasi Arisa, mencoba untuk menghentikan Arisa agar berhenti menraba tangannya.
"Arisa, udah yak. Aku mau makan soalnya." ucap Vino dengan halus.
Mendengar perkataan Vino, Arisa mulai mengendalikan diri agar bisa berhenti menyentuh tangan Vino.
"B-baiklah Tuan, tapi apakah saya boleh menyentuh tangan Anda lagi?" kata Arisa.
Vino menganggukkan kepalanya, yang menandakan bahwa ia memperbolehkan Arisa untuk menyentuh tangannya lagi.
Setelah selesai makan, mereka membayar makanan mereka dan kembali melanjutkan perjalanan.
●●●
Akhirnya mereka sampai di Kerajaan Berlyoncana. Mereka pun bergegas menuju ke kota tempat Guild Petualang berada.
Setelah sampai, mereka masuk ke Guild Petualang dan pergi menuju ke ruang VIP untuk bertemu dengan pemilik guild dan sang resepsionis.
Pada saat di ruang VIP, mereka menantikan kedatangan pemilik guild dan resepsionis. Akan tetapi, mereka belum juga datang.
Semakin lama menanti, mereka juga tidak datang. Vino merasa khawatir dengan mereka.
"Apa yang terjadi? Kenapa mereka lama sekali?! Apa terjadi sesuatu dengan mereka?" ucap Vino diselimuti rasa khawatir.
"Tenang Tuan, saya pasti akan mencari mereka!" kata Arisa yang mencoba menenangkan Vino.
"Okay, kalo gitu kita cari sekarang!" perintah Vino.
__ADS_1
"Baik Tuan." balas Arisa yang tiba-tiba menghilang untuk mencari pemiliki guild dan resepsionis.
Tidak hanya Arisa, Vino juga pergi mencari mereka. Akan tetapi, kekuatan Vino masih belum cukup untuk menggunakan skill pencari seseorang.
Vino pun akhirnya menggunakan akalnya agar bisa menemukan pemilik guild dan resepsionis. Ia mencoba mencari di semua tempat dan pergi ke daerah terdekat serta rumah kecil yang ada.
●●●
Sementara itu, Arisa sedang terbang di langit dan menggunakan skill penglihatan elangnya untuk mencari mereka. Akan tetapi ia masih tidak menemukan mereka. Namun, Arisa masih memiliki skill pendeteksi seseorang. Skill tersebut membutuhkan ingatan aura seseorang untuk menemukan orang yang ingin dicari. Beruntungnya, Arisa bisa membuka ingatan Vino dan mempelajarinya.
"Dimana mereka ya? Oh aku tau, aku bisa pakai skill pendeteksi aja. Nah, sekarang aku tinggal liat ingatan Tuan deh buat cari aura pemilik guild sama si resepsionis." ujar Arisa.
Setelah Arisa menggunakan skill tersebut, Arisa menemukan aura mereka dengan keadaan yang sangat lemah, bahkan mereka hampir dalam keadaan sekarat.
Tanpa pikir panjang, Arisa menghampiri aura mereka. Saat Arisa menghampiri aura mereka, Arisa terkejut saat menemukan mereka dalam keadaan diikat terbalik dan berada diatas kuali.
"Waduh, sepertinya mereka akan dijadikan bahan makanan." kata Arisa.
Tak lama kemudian, muncul Orc yang membawa kapak besar. Spontan Arisa langsung menyembunyikan auranya dan bersembunyi di semak-semak.
"Hahaha, kalian akan aku makan." ucap Orc tersebut.
Arisa yang melihat itu langsung memunculkan portal teleportasi yang kecil (seukuran pintu). Portal tersebut bisa membawa seseorang ke tempat orang yang memunculkan portal tersebut.
●●●
Vino yang sedang mencari berada di gua yang sangat gelap dan sunyi, merasa khawatir tentang aoa yang terjadi. Pada saat mauk ke dalam gua, ia membawa obor untuk masuk ke dalam gua tersebut.
Saat sedang mencari, Vino tiba-tiba melihat portal yang seukuran pintu. Vino penasaran dengan apa yang ada di dalam portal tersebut.
Dengan hati-hati, Vino memasuki portal tersebut. Vino yang masuk ke dalam portal tersebut, serasa rohnya di tarik keluar dari tubuh Vino. Dan "Wusshhh..." Vino sampai di sebuah hutan yang sangat lebat dan ia berdiri tepat di sebelah Arisa.
"Tuan, sembunyikan aurah Anda. Anda harus bersembunyi dari Orc itu." ucap Arisa memperingatkan Vino.
Vino pun mengangguk dan mulai menyembunyikan auranya. Dan setelah itu, ia bersembunyi di semak-semak bersama Arisa.
Sedangkan Orc menakutkan itu, sedang mempersiapkan hal-hal untuk memasak pemilik guild dan resepsionis.
Vino yang melihat itu merasa geram dengan apa yang Orc itu lakukan. Ia sudah tidak tahan untuk menyerang Orc tersebut.
Arisa yang mengetahui hal tersebut mencoba menenangkan Vino dan mengatakan sesuatu kepadanya.
"Tuan, tenang!" ucap Arisa.
"Bagaimana aku bisa tenang kalau Orc itu akan memakan mereka?!" kata Vino.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, Vino langsung berlari menuju ke Orc tersebut. Sedangkan Orc yang melihat Vino merasa senang.
"Waah, ada makanan tambahan." ucap Orc tersebut.
Orc tersebut mulai menghentakkan tanah menggunakan kakinya dan terjadilah guncangan yang sangat kuat. Vino pun merasa seperti sedang gempa, sehingga ia tidak bisa berjalan dengan normal.
Tak berselang lama, Orc tersebut menggunakan kapaknya untuk membunuh Vino. Sentak, Vino langsung menghindar. Akan tetapi hal tersebut tidak mengubah fakta jika dia akan terluka.
"Aaahhhh...."jerit Vino kesakitan
Ternyata, kapak tersebut mengenai kaki Vino. Kaki Vino yang terkena kapak tersebut terputus dari tubuhnya. Darah pun bercucuran keluar dari tubuhnya. Vino yang merasakan hal tersebut merasa kesakitan setengah mati.
"Aaaaggghhhhh....Aaaghhhh..Sakiittt....Sakittt sekaliii!!" jeritnya.
Arisa yang melihat kejadian tersebut, langsung menghampiri Vino dan mengatakan sesuatu kepadanya.
"Tuan, Anda terluka sangat parah. Jika Anda menginginkan kekuatan, Anda bisa menggunakan saya. Caranya adalah dengan membuat kontrak darah." ujar Arisa.
Vino pun menganggukkan kepalanya dan berkata "Aku ingin kekuatan!!!".
Arisa menganggukkan kepalanya dan mulai membuat simbol kontrak serta meletakkan darah Vino ke dalam simbol tersebut.
Sementara itu, Orc tersebut hanya tertawa melihat Vino kesakitan.
●●●
Simbol merah sudah terbentuk. Arisa menambahkan sisa darah Vino ke dalam simbol tersebut dan memulai kontrak darah.
Saat memulai kontrak darah, Arisa tidak bisa membandingi Vino. Ternyata kekuatan dalam diri Vino sangat kuat dan tidak bisa dibandingkan dengan Arisa.
"Apa ini?! Kenapa kontraknya seperti ini? Aku tau kalau aku pasti akan menjadi pelayan Tuan, tapi tidak sejauh ini. Kenapa kontraknya bisa 95:5?" ucap Arisa dalam hati.
"Ah sudahlah, yang penting bisa menyelamatkan Tuan." lanjut Arisa dalam hati.
Arisa pun melanjutkan kontrak darah tersebut. Tak berselang lama, kontrak tersebut pun selesai.
Karena kontrak tersebut, Vino mulai mengalami perubahan besar dalam tubuhnya. Kakinya yang terpotong tiba-tiba tumbuh kembali. Tubuh Vino yang lemas, kini sudah berotot dan sixpack. Serta, kekuatan Vino meningkat pesat. Vino yang sebelumnya berada di Alam Tanah tahap 2, meningkat pesat ke Alam Tanah tahap 5.
Setelah kekuatan Vino meningkat pesat, kini ia mendapatkan skill dan kekuatan baru. Yaitu skill pembelah tanah dan kekuatan Bumi (pengendali tanah).
Vino yang dulunya tidak terlalu kuat, sekarang sudah berubah menjadi seorang pemuda yang kuat dan badass.
●●●●●●●●●●
Note: Stay tune buat next episode yah. Oh iya, maksudnya "95:5" itu nilai kontraknya. Jadi nilai kontrak Vino itu 95, sedangkan Arisa itu hanya 5.
__ADS_1