
Vino sudah ketakutan untuk menghadapi Xzaverius yang kuat itu. Ia tak bisa melakukan apapun, Vino hanya dapat diam dan melihat Xzaverius yang memegang senjatanya. "Tak ada yang bisa kulakukan! Kalau begini, aku akan mati..." ujar Vino dalam hatinya yang putus asa. Saat Xzaverius mengangkat senjatanya, disaat yang sama tiba-tiba muncul 5 orang wania yang sedang menuju ke arah Xzaverius.
Sebuah sihir api terbang melesat ke arah Xzaverius, spontan Xzaverius segera melompat ke belakang (salto) agar sihir tersebut tak mengenai tubuhnya. "Booommm!" ledakan terjadi dan menghempaskan Vino layaknya seekor kecoa yang dimainkan oleh kucing. "Bukk!" Vino menghantam sebuah tebing yang tak jauh dari tempatnya berada. Vino terhempas dan menghantam bagian tebing tersebut hingga membuat tanah di tebing itu berjatuhan dan roboh. "Brrrrruuuuuuggggg..." tebing tersebut longsor dan membuat Vino menjadi rata dengan tanah.
"Tuan!" ucap Arisa, Diana, dan Tiana secara bersamaan, diikuti dengan Miyuki yang berteriak "Fueshi" jua. Arisa segera berlari menghampiri tanah yang longsor itu untuk mencari Vino dan meastikannya baik-baik saja. Sementara yang lain, menyerang Xzaverius secara bersamaan dengan kombinasi kekuatan yang mereka punya.
*Beberapa saat sebelumnya
"Diana, bagaimana cara kita untuk sampai di kerajaan dengan sangat cepat?" ujar Tiana bertanya kepada Diana. Seketika, Diana memikirkan sebuah rencana dan kekuatan yang bisa membuat mereka terbang lebih cepat dan dapat membuat mereka cepat sampai di kerajaan Qovulkh. Tak lama kemudian, Diana menjawab pertanyaan Tiana "Sepertinya kita harus menggunakan cara itu." ujar Diana. Secara spontan, Tiana langsung kebingungan akan perkataan Diana. "Cara itu?" Tiana tak mengerti apa yang dimaksud oleh Diana. Diana pun membisikkan rencananya ke telingan Tiana. Tiba-tiba saja Tiana berteriak "Oooooohhhhh!!! Gitu toh!!" ujarnya sembari berteriak dengan kencang.
"Kalau begitu, ayo kita lakukan!" Tiana menggenggam tangan Diana. Segera setelah itu, mereka berdua mengucapkan mantra sihir "Matahari yang berkilau secepat cahaya, dengan cahaya api yang berasal dari Bumi, jadilah kekuatan yang tak tertandingi!" ujar mereka secara bersamaan sembari menggabungkan sihir cahaya dan api mereka. Seketika, "Wush" mereka melaju dengan cepat layaknya seekor cheetah dengan kecepatan 55× lebih cepat. Bahkan kecepatan mereka saat ini ak daoat dilihat dengan mata biasa.
__ADS_1
Hanya dalam beberapa menit, Diana dan Tiana telah sampai di kerejaa. Qovulkh. Segera setelah itu, mereka pun masuk ke dalam istana dan menemui Arisa. Disana mereka terkejut saat menemui seorang wanita cantik nan sexy yang tidak lain adalah QinQin. "Oi, siapa wanita ini?" tanya Diana kepada Arisa dengan rasa penasaran yang tinggi. Sementara Tiana, mengendus-endus bau QinQin karena rasa penasarannya juga. QinQin merasa tak nyaman dengan kelakuan Tiana, dan lagi ia tak mengenal siapa Tiana itu (wanita yang mengendus-endus QinQin). Segera setelah itu, Arisa berteriak. "Tiana!! Diana!!! Dengarkan aku!!" ujar Arisa berteriak. Seketika mereka berdua terdiam seperti batu dengan sikap siap seperti pada saat upacara bendera di lapangan sekolah Vino. "Siap, Kakak Arisa!" ujar mereka berdua dengan spontan dan tanpa keraguan. "Huh!!!" Aris menghela nafasnya dan menundukkan kepalanya ke bawah.
"Aku perkenalkan kepada kalian, dia adalah QinQin. QinQin adalah wanita yang pernah diserang oleh Miyuki. Miyuki sepertinya mbgalami stress dan pada akhirnya ia menjahili QinQin. Akan tetapi Tuan sudah menyelamatkannya. Kalian harus tenang." jelas Arisa dengan detail. Diana dan Tiana lega mendengar hal tersebut, sepertinya mereka salah mengira bahwa Arisa akan menegur mereka berdua terlebih dahulu.
Penulis: "Heheheeh...Ini masih belum berakhir loh!"
"Bukk.." Arisa memukul meja didepannya dan berdiri dengan menunjukkan wajah menyeramkannya. Sepertinya masalah besar akan menimpa Diana juga Tiana. "Sekarang...Kemana saja kalian?!!! Ini sudah lebih dari 3 hari!!! Apa kalian tak bisa menghitung?!! Haaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh?!!!!! Jawab!!" Arisa berteriak sekeras-kerasnya hingga membuat telinga QinQin seperti disusupi seekor hewan kecil (seperti semut dan lainnya). "Telingaku sakit." ujar QinQin dalam hatinya. Setelah mendengar teriakan Arisa, QinQin menjadi takut dan trauma untuk menghadapi Arisa.
Sementara itu, Diana dan Tiana masih terdiam seperti batu. "Jawab!!" Arisa kembali berteriak, seketika mereka pun menjawab. "Maaf kakak! Kami sudah berusaha, namun ada sebuah masalah kecil terjadi di desa kami. Jadi mau tak mau kami harus menyelesaikan masalah tersebut terlebih dahulu." ujar Tiana diikuti dengan Diana yang menganggukkan kepala seperti anak kecil. Seketika, Arisa menolehkan kepalanya kebelakang lalu berteriak kembali. "Keluar Miyuki! Aku tahu kau disana!" teriak Arisa dengan keyakinannya yang kuat. Tak lama kemudian, Miyuki keluar dari sebuah tiang besar yang menjadi pilar bangunan istana itu.
Penulis: "Contohnya kayak gini. (💢)" jelas Author yang tiba-tiba saja muncul.
__ADS_1
"Sialan! Akan kihajar kau!" Miyuki melancarkan serangan ke arah Arisa namun denganudah serangan tersebut dihalau oleh Arisa dengan cara menahan kepala Miyuki. Serangan Miyuki pun berantakan, dan ia hanya bisa memutar tangannya namun serangannya itu tetap tidak bisa mengenai Arisa. "Sudah, sudah. Aku hanya bercanda." ujar Arisa. Sentak, Miyuki kebingungan dengan apa yang terjadi. "Heh?!" Miyuki memiringkan kepalanya ke kanan. Dan hal itu membuat Miyuki lucu sekali. Yah walaupun nggak sesuai sama akhlaknya sih.
Seketika, Arisa kembali ke tempat duduknya dan berkata "Sepertinya Tuan mengalami masalah." ujarnya dengan muka yang sangt serius sekali. Sontak, semua orang kecuali Arisa sendii terkejut.
"Apa maksudmu Arisa?" tanya Miyuki sembari duduk disebelahnya. Setelah mendengar pertanyaan itu, Arisa tak bisa menjawab dan hanya bisa terdiam. Namun dalam beberapa saat setelahnya, Arisa kembali mengucapkan kalimat dari mulutnya. " Aku merasakan perasaan yang tak normal didalam diri Tuan kita. Dan aku berasumsi bahwa hal tersebut terjadi karena Tuan kita sedang mengalami masalah." jelas Arisa sembari mengusap dahinya.
"Benar juga, dimana Tuan kita?" tanya Diana dengan heran. Arisa pun menjawab "Aku tak tahu Tuan kemana, tapi yang pasti Tuan kita sedang mengalami masalah. Dan kita harus bekerja sama untuk membantu Tuan." ujar Arisa dengan keadaan sedang mengangkat wajahnya. Dan dengan begitulah, mereka berlima pergi ketempat Vino berada dengan menggunakan sihir teleportasi milik Arisa. Pada awalnya Arisa menggunakan pendeteksi lokasi sesuai dengan kontrak darah yang Vino dan Arisa lakukan 1,5 tahun yang lalu.
●●●●●●●●●●
Bagaimanakah kelanjutannya?
__ADS_1
Saksikan episode selanjutnya!
Note: Maaf temen-temen, saya udah lama banget nggak update. Ini dikarenakan akan ada proyek collab novel, jadi saya sama temen masih menulis garis besar dari proyek collab novel ini hehe. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.