Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Kematian Si Tua Xiao Zan


__ADS_3

Usaha Xiao Zan menghibur Arisa sia-sia saja, Arisa tak mendengarkan sepatah katapun yang keluar dari mulut Xiao Zan. "Guru! Bagaimana bisa guru masih tertawa disaat guru akan mati?! Guru akan mati, lho! Bagaimana guru bisa setenang ini?!" ujar Arisa berteriak sembari berdiri menghadap Xiao Zan.


Sontak Xiao Zan pun berdiri dari tempat ia duduk. Padahal keadaan Xiao Zan sangatlah lemah, bahkan jika Xiao Zan ingin duduk ia harus dibantu agar ia tak roboh.


"Sudahlah, Arisa. Aku memang sudah akan mati, dan ini adalah takdirku. Kau tak perlu bersedih hati. Yah walaupun aku baru mengajar Fueshi selama beberapa bulan saja, akan tetapi aku sudah memiliki kenangan indah yang bisa aku ingat selama-lamanya bahkan hingga aku mati sekalipun." balas Xiao Zan menanggapi perkataan Arisa sembari mengusap-usap kepala Arisa. Sontak air mata keluar membasahi pipi merah Arisa, ia tak menyangka bahwa guru yang telah mengajari Arisa dan Vino segalanya akan pergi secepat ini.


...****************...


Disisi lain Vino sedang terbang kesana-kemari menari petunjuk untuk menemukan bukti siapa yang menyerang Kerajaan Qovulkh. Setelah cukup lama mencari, akhirnya Vino menemukan petunjuk lagi. Petunjuk tersebut adalah kristal kecil yang berada di pedang besar yang menyebabkan ledakan tersebut. Pada awalnya, Vino hanya melihat-lihat kembali bola-bola kecil yang bisa mengeluarkan ledakan kecil itu, namun tiba-tiba saja ia menemukan pecahan kristal hijau kecil disekitar bola-bola itu. Spontan Vino pun bergegas mencari pecahan kristal lain disekitarnya. Tak lama kemudian pecahan kristal telah terkumpul, seketika Vino langsung berkeliling pedang yang besar itu dan menemukan sebuah kristal yang pecah digagang pedang.


"Apa ini? Ini pecahan kristal?!" ucap Vino terkejut. Vino yang melihat hal itupun secara cekatan langsung meletakkan pecahan kristal yang ia temukan untuk digabungkan dengan kristal yang pecah itu. Dan ternyata pecahan kristal yang digabungkan tersebut membentuk sebuah pola yang memberi Vino sebuah petunjuk lagi. "Hah?! Ini membentuk sebuah pola! Pola ini...." Vino kembali mengingat-ingat pola yang berada dihadapannya itu. "Hoh...Aku ingat! Ini adalah pola dri lambang Kerajaan Tyelors." ujar Vino menjentikkan jarinya karena telah berhasil mengingat bentuk pola tersebut.


Ya benar sekali, pola tersebut membentuk kepala tengkorak seperti lambang milik Kerajaan Tyelors. Lambang Kerajaan Tyelors berbentuk seekor hewan seperti elang dengan kepala tengkorak, tubuh burung (elang), dan ekor seperti sapi. Lambang tersebut merupakan lambang iblis maut jika menurut para ahli kimia dan ahli sejarah kuno. Menurut mereka, lambang yang menggunakan pola tengkorak dan bagian ekor hewan merupakan lambang iblis maut yang suka membunuh para manusia.

__ADS_1


"Apa?! Sialan kau Raja Brengsek! Beraninya kau menghancurkan kerajaanku! Mentang-mentang kerajaanku adalah kerajaan paling tertindas, kau jadi menghancurkan kerajaanku! Awas saja kau, aku akan membalasmu 100 kali lipat lebih menyakitkan!" ucap Vino. Tiba-tiba Vino yang sedang marah mulai mengeluarkan kekuatannya dan mengarahkan kekuatan tersebut kearah pedang besar dihadapannya. Dan "Duar!" ledakan terjadi dan mengakibatkan pedang besar tersebut hancur seketika.


Penulis: "Eh busettt...Kekuatan apaan tu dah?"


Pedang tersebut hancur seketika dan hanya menyisakan pecahan-pecahan pedang. Pedang tersebut hancur karena kekuatan Vino yang sedang diselimuti emosinya. "Hmm...Sepertinya untuk membalas mereka, aku harus menghancurkan Kerajaan Tyelors." ucap Vino yang seketika terbang melesat pergi menuju ke Kerajaan Tyelors.


Sementara itu, keadaan Xiao Zan semakin parah setiap detiknya. Arisa dan Woshu sudah sangat panik akan keadaan Xiao Zan, namun Xiao Zan tetap sok kuat dihadapan mereka. Tangisan Arisa membuat seluruh rakyat Kerajaan Qovulkh yang sedang berada diistana panik. Mereka digegerkan dengan tangisan Arisa yang nampaknya sangat sedih, hingga tak kuasa menahan air matanya. Melihat hal tersebut, Woshu menepuk punggung Arisa. "Sudahlah, Nona. Ikhlaskan saja." ujar Woshu berusaha menenangkan Arisa akan takdirnya.


"Heheh...Tenanglah...Jika aku mati, aku ingin kau menyampaikan hal ini kepada Fueshi. 'Jadilah orang terkuat di seluruh Alam Semesta ini!'. Begitulah pesanku untuknya. Tolong sampaikanlah." ucap Xiao Zan sembari kembali tidur terlentang untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sedang sekarat. Arisa yang mendengar perkataan Xiao Zan seketika membalas perkataannya. "Tidak! Aku tak ingin guru mati! Aku ingin guru hidup sampai aku dan Tuan mati!" balas Arisa egois. Tiba-tiba Xiao Zan tersenyum tipis, ia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan 'berwarna' lagi seperti dahulu kala. Bahkan ia sangat tak menyangka bahwa ia akan bertemu dengan murid yang setia dan tidak menginginkannya untuk mati, hal ini sangat berbeda dengan murid pertama Xiao Zan itu.


Setelah drama yang cukup lama, tiba-tiba saja Xiao Zan menunjukkan ekspresi kesakitan seakan nyawanya akan dicabut. "Uh..." Xiao Zan kesakitan. Hal ini membuat Arisa dan Woshu semakin panik dan pada akhirnya mereka tak tahu harus berbuat apa. Mereka sudah tak mengetahui hal apa lagi yang bisa mereka lakukan. Sepertinya hal ini memanglah takdir dari Tuhan, dan Xiao Zan sangat menerima keadaan tersebut. Disaat kesedihan melanda hati semua orang, mata Xiao Zan seketika memutih. Nyawa Xiao Zan akan dicabut sebentar lagi, namun na'asnya Arisa tak mengetahui hal tersebut karena tangisan dan kesedihannya itu. Dan tiba-tiba, "Tuk..." Xiao Zan tergeletak tak bernyawa. Woshu yang melihat itupun berteriak "Nona! Tuan...Tuan...Sudah tak bernyawa lagi.....!!!" Woshu berteriak menghadap kearah Arisa.


Seketika Arisa menengok Xiao Zan, dan ia pun menangis histeris bahkan ia juga menjerit karena gurunya telah tiada. "Tidak...Tidak....Mengapa seperti ini?! Tidak...! Aku tak menginginkan ini!..." Arisa berteriak, ia menangis histeris didepan semua orang. Sentak seluruh rakyat Kerajaan Qovulkh yang melihat itu juga menangis, mereka tak kuasa melihat keadaan Arisa yang menangis itu.

__ADS_1


...****************...


Vino terbang tepat di atas Kerajaan Tyelors, pada saat ia akan turun menyerang Kerajaan Tyelors Vino merasakan firasat buruk di dalam hatinya. "Duh...Kenapa ini?! Ah sudahlah..!" ucap Vino cuek. Dan Vino langsung melesat meluncur kearah Kerajaan Tyelors itu. "Boom!" kaki Vino menghantam tanah Kerajaan Tyelors dan membuat ledakan serta menghancurkan beberapa rumah disekitarnya.


Spontan sang Raja yang sedang berada diistananya pun langsung beranjak berlari menuju ke sumber suara ledakan tersebut. Tentu saja ledakan yang Vino buat terdengar hingga ke istana sang raja, karena istana kerajaan tak jauh dari tempat Vino berada.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●


Note: Mohon maaf yah teman-teman, saya updatenya telat. Hihi...Mohon dimaafkan. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.

__ADS_1


__ADS_2