
Dahulu kala, Xiao Zan merupakan seorang alkemis yang dipekerjakan oleh Raja Kerajaan Goldenforth. Kehidupannya berlalu dengan santai, akan tetapi ia memiliki kehormatan yang sangat tinggi walaupun hanya menjadi seorang alkemis. Ia memiliki kenalan dimana-mana. Tidak ada seorangpun yang tak mengenal namanya itu. Namun setelah murid pertamanya muncul dan menjadi raja alkemis, Xiao Zan dikhianati oleh murid pertamanya itu...
Pada suatu hari, Xiao Zan sedang mencari sebuah ginseng yang dapat menyembuhkan penyakit berat, akan tetapi ia ingin menggunakan ginseng tersebut sebagai obat penawar untuk racun mematikan. Ia mencari ginseng tersebut disebuah hutan. Pada saat di hutan, ia mendengar suara-suara hewan hutan seperti pada umumnya. Xiao Zan terus berjalan dan berjalan hingga ia melihat sebuah ginseng murni yang berumur panjang dan setara dengan 365 tahun.
"Wah ada ginseng!" ucap Xiao Zan sembari merendahkan tubuhnya melihat ginseng yang ia temui.
"Waw, ginseng ini sangat murni dan kualitasnya sangat bagus. Jika dijual, aku bisa mendapatkan koin emas yang banyak! Hahahah." Xiao Zan mulai kegirangan.
Saat ia merasa senang dengan hasil temuannya, tanpa disadari terdapat suara lirih seorang anak kecil dari semak belukar di dekatnya. Suara merintih kesakitan karena kelaparan, membuat suara itu semakin mengecil setiap waktunya.
"To...long..!" lirihan suara dari semak belukar itu.
Lantas kegirangan Xiao Zan pun menghilang dan membuatnya penasaran akan lirihan suara yang ia dengar.
"Suara apa itu?" tanya Xiao Zan dalam hatinya.
Seketika Xiao Zan pun mengambil ginseng yang ia temui dan meletakkannya di saku baju alkemis yang ia pakai. Segera Xiao Zan mencari sumber suara yang lirih tersebut. Ia mencari kesana kemari dan menemukan sumber suara tersebut. Xiao Zan spontan menarik semak belukar tersebut dan melihat seorang anak kecil laki-laki sedang tergeletak di atas tanah dengan keadaan yang sangat tidak baik.
Pakaian anak tersebut compang-camping layaknya pengemis jalanan, dan tubuhnya dipenuhi luka bekas cakaran hewan buas. Belum lagi anak itu sedang kelaparan, dan badannya kurus kering tak berdaya. Xiao Zan yang melihat anak itu, spontan langsung membawanya ke Kerajaan Goldenforth dan merawat anak yang sedang terluka itu.
Dan tak lama kemudian Xiao Zan sampai di Kerajaan Goldenforth. Ia bergegas membawa anak tersebut ke klinik miliknya dan merawatnya disana. Orang-orang yang melihat Xiao Zan sedang lari terbirit-birit, sembari membawa anak kecil itu merasa kebingungan sekaligus terkejut. Dikarenakan Xiao Zan tidak pernah membawa 1 orang pun ke kliniknya, menggunakan tangannya sendiri.
__ADS_1
Note: Jadi Xiao Zan selalu meminta tolong kepada orang-orang sekitar untuk membantunya membawa sang pasien ke klinik. Xiao Zan tidak pernah menggunakan tangannya sendiri untuk membawa sang pasien menuju ke kliniknya. Wajar saja jika semua orang merasa kebingungan dan terkejut, melihat Xiao Zan sedang membawa anak kecil tersebut menggunakan kedua tangan miliknya.
Tak berselang lama, Xiao Zan pun sampai di klinik sederhana miliknya itu. Xiao Zan lebih menyukai hidup sederhana namun memiliki uang yang cukup untuk kehidupannya.
Xiao Zan meletakkan anak kecil tersebut diatas kasur dengan lemah lembut, sehingga tidak membangunkannya. Lalu Xiao Zan mengeluarkan kotak peralatannya dan mengambil alat-alat yang dibutuhkan. Ia menjahit kulit yang sudah terkoyak dan memberi obat luka kepada anak tersebut. Ia juga memberi pil kultivasi agar bisa membuat anak tersebut merasa baikan.
Xiao Zan memberikan obat luka yang mengandung alkohol untuk luka yang sudah cukup parah.
"Nah, dikasih obat yang mengandung alkohol. Terus aku harus meleburkan ginseng dan menjadikannya obat juga!" ucap Xiao Zan dengan keyakinannya.
Ia tak memikirkan kerugian yang akan ia alami. Bahkan ia merelakan ginseng dengan umur 365 tahun tersebut, hanya untuk menyelamatkan anak yang tak ia kenali. Setelah luka anak tersebut sudah ia sembuhkan, Xiao Zan pun lekas pergi ke dapur dan memasak makanan enak untuk anak yang sedang terbaring diatas kasur itu.
...****************...
Anak itu pun makan dengan lahapnya. Bahkan serigala sekalipun kalah dengan kerakusannya itu. Ia makan sangat rakus, dan tidak membiarkan secuil makanannya itu tersisa. Tak lama setelah itu, anak tersebut telah menghabiskan 7 piring dalam sekali makan. Dan itu masih belum membuatnya kenyang maksimal, namun anak itu tak mengatakan yang sebenarnya kepada Xiao Zan.
Xiao Zan yang melihat anak tersebut telah selesai makan langsung membawa anak tersebut pergi ke kasur kembali, dan menanyakan beberapa pertanyaan kepada anak tersebut. "Hei, nak! Siapa namamu?" tanya Xiao Zan. Lantas anak itu menjawab dengan suara lirih, "Namaku Tieyang, paman. Terima kasih telah menolongku." balas anak itu.
"Hahaha sama-sama. Oh iya nak, kamu tinggal dimana? Kenapa kamu bisa berada di hutan? Dimana orang tuamu?" tanya Xiao Zan mencari alasan dibalik keberadaan anak itu.
Tieyang yang mendengar pertanyaan Xiao Zan hanya terdiam, namun tak lama kemudian ia menjawab bahwa ia sudah tak memiliki keluarga. Dan rumahnya telah digusur, serta ia sudah diusir dari desa kelahirannya.
__ADS_1
"Orang tuaku sudah tiada, paman. Aku juga sudah tak memiliki rumah. Dan aku telah diusir dari desa." jawab Tieyang.
Mendengar perkataan Tieyang, Xiao Zan pun merasa simpati dan bertekad ingin merawat anak tak dikenal itu. Ia sudah membulatkan tekadnya untuk merawat anak itu sampai dewasa dan membuatnya menjadi muridnya.
"Tieyang! Aku akan merawatmu hingga kau dewasa! Dan tentunya kau harus belajar beladiri untuk melindungi dirimu sendiri." ucap Xiao Zan tanpa keraguan sedikitpun.
Mendengar hal itu, Tieyang nerasa senang. "Hore, terima kasih paman." ucap Tieyang senang. Namun siapa sangka, dibalik kesenangannya itu ada sebuah kegelapan hati yang hanya memikirkan kekuasaan, derajat, kekuatan, dan harta saja.
Setelah Tieyang mengungkapkan kesenangannya, Xiao zan pun berkata kepadanya untuk memanggil Xiao Zan dengan sebutan "guru".
"Tieyang, kau sekarang harus memanggilku 'guru' ya!" ucap Xiao Zan kepada Tieyang.
Tieyang pun menganggukkan kepalanya yang menandakan ia mengerti dengan perkataan Xiao Zan. Setelah Tieyang sembuh total, Xiao Zan mengajarkannya beladiri, alkemis, cara membuat obat ramuan, dan lain-lain. Xiao Zan memberikan semua ilmu yang ia ketahui, akan tetapi tak disangka-sangka Tieyang malah menyalahgunakan ilmu yang diberikan gurunya itu. Setiap malam Tieyang bereksperimen dengan makhluk hidup seperti binatang dan tumbuhan ditempat rahasia miliknya.
Note: Tempat rahasia itu adalah tempat bertemunya Xiao Zan dan Tieyang. Di dekat sana ada sebuah pohon yang cukup besar untuk ditempati dan batang pohon tersebut terdapat sebuah lubang yang cukup besar untuk ditinggali.
Bagaimanakah kelanjutannya?
Saksikan episode selanjutnya!
●●●●●●●●●●
__ADS_1
Note: Maaf telat, tadi kelupaan temen-temen. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.