
Dunia menjadi aman dan tentram setelah Xzaverius tersegel. Dan kini semua orang merasa tenang karena hal tersebut. Keseharian mereka pun terus berlanjut dengan tenang dan tentaram. Kabar burung mengatakan bahwa tersegelnya Xzaverius diakibatkan dari kekuatannya sendiri dan ada pula yang mengatakan bahwa ada seseorang yang mengalahkan Xzaverius. Mengapa mereka tak mengetahui hal yang sebenarnya? Hal tersebut dikarenakan Raja Zoro melarang untuk menyebarkan kabar tentangnya yang mengalahkan Xzaverius.
*Beberapa bulan sebelumnya
Raja Zoro tengah pingsan disebuah rumah sakit utama kerajaan. Ia pingsan selayaknya orang yang hampir sekarat, dan hal tersebut tidak bisa kita pungkiri karena memang Raja Zoro sudah menerima luka yang sangat fatal ditubuhnya. Pada akhirnya, Raja Zoro harus menerima perawatan selama beberapa hari dan tidak boleh beranjak dari tempat tidurnya. Hal itu membuat Raja Zoro geram akan keadaannya hingga membuatnya merasa dipermalukan walaupun tidak ada yang meledeknya. "Kalau begini terus, aku pasti akan terledek! Laki-laki sejati itu pasti akan bangkit dari tempat tidurnya dan pergi melawan kesakitan ya! Itulah laki-laki sejati." ujar Raja Zoro yang berbicara didalam pikirannya. Seketika setelah ia memikirkan hal tersebut, Raja Zoro pun perlahan-lahan berdiri dari tempat tidurnya dan berjalan keluar dari kamar.
Namun belum saja sampai di pintu kamar, Raja Zoro sudah merasakan kesakitan yang membuatnya pusing seperti sebelumnya. Tiba-tiba ia pun terjatuh sembari terus berpegang teguh pada tembok di sampingnya. "Hahhh...Hahhhh..." nafas Raja Zoro terengah-engah. Ia mulai kehilangan kesadarannya akibt dari lukanya yang mulai terbuka kembali itu. Ya, luka Raja Zoro bukanlah sekedar luka goresan semata akan tetapi luka goresan sebuah pedang tajam yang hampir membuat setengah perutnya hilang dan mengeluarkan organ-organ didalamnya. Mungkin bagi sebagian orang yang ada di kerajaan miliknya, tidak ada orang sekuat Raja Zoro yang akan nekat melawan seseorang yang bahkan tidak dapat dibandingkan dengan kekuatannya.
Raja Zoro yang tengah duduk di lantai, terus menahan rasa sakit akan lukanya itu dan sembari terus mengatur pernafasannya agar bisa menutup kembali luka tersebut. "Hufff...." tarikan nafas Raja Zoro sangat mendalam diikuti dengan tangannya yang mengarah ke atas lalu ke bawah. Tak hanya itu, ia mengeluarkan nafasnya "Haahhh..." nafas Raja Zoro keluar perlahan dengan nada lembut namun kuat.
__ADS_1
"Sepertinya, lukaku sudah tertutup kembali. Dan rasa sakit dan pusing kepalaku juga sudah mulai menghilang." ucap Raja Zoro mengatakan apa yang ia rasakan terhadap tubuhnya. Segera setelah mengetahui hal tersebut, Raja Zoro pun berdiri kembali dan berjalan keluar dari kamar tempat ia dirawat. Selangkah demi selangkah terus ia lewati agar membuat dirinya belajar untuk menjadi lebih kuat. Selayaknya seorang ibu yang tak kenal lelah untuk mencari nafkah bagi anaknya, begiti pula dengan Raja Zoro. Ia tak berhenti melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah sakit itu, karena ia merasa bahwa ada hal yang lebih penting dan harus dilakukan olehnya. Dan hal tersebut adalah membahagiakan dan mensejahterakan rekyatnya. Selama beberapa hari ini, Raja Zoro harus dirawat dirumah sakit dan ia tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengan rakyat-rakyatnya hingga membuat Raja Zoro seperti tidak berguna.
"Hahhh...Selama beberapa hari ini aku sudah tidak bertemu dengan rakyatku. Jika aku terus-terusan begini maka aku pasti akan menjadi seorang raja yang tidak berguna bagi rakyat. Dan oleh karena itu, aku sudah bertekad untuk meninggalkan rumah sakit ini dan membahagiakan rakyatku!" ujar Raja Zoro sembari terus melangkah.
Tak terasa, saat ini Raja Zoro telah keluar dari rumah sakit dan berada di sebuah kota yang sangat ia cintai. Yap, kota itu adalah kota kelahiran Raja Zoro dan merupakan kota utama yang berada di Kerajaan Goldenforth. Melihat kota kesayangannya masih aman dan tentram, ia pun bahagia sampai meneteskan air matanya. "Aahh...Kota kelahiranku masih aman. Ibu, apa aku sudah berjuang keras untuk memenuhi harapanmu?" tanya Raja Zoro yang menanyakan sebuah pertanyaan kepada ibunya. Akan tetapi Ibu Raja Zoro telah tiada untuk selama-lamanya, namun Raja Zoro masih tetap menanyakan pertanyaannya itu? Ada apakah dengan Raja Zoro hingga membuatnya berkhayal tentang ibunya? Pertanyaan tersebut sangatlah membuat kita penasaran akan apa yang terjadi. Lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya? Saksikan terus novel ini!
...****************...
Pada saat Raja Zoro masuk ke istana, dari kejauhan seorang prajurit berteriak dan berlari menghampirinya. "Para penjaga, tolong bantu aku! Para penjaga, tolong bantu aku!" ujarnya yang terus berteriak memanggil penjaga lain sembari berlari menghampiri Raja Zoro. Tak membutuhkan waktu lama, penjaga tersebut sampai disamping Raja Zoro. Spontan ia pun segera menopang tubuh Raja Zoro dan membawanya ke kamar pribadi Raja Zoro. Seketika, beberapa penjaga berdatangan menghampiri penjaga tersebut dan mereka juga ikut menopang tubuh Raja Zoro.
__ADS_1
Raja Zoro yang melihat penjaga-penjaganya sangat mengkhawatirkan keadaan dirinya itu pun merasa seperti orang yang memiliki keluarga. Namun bedanya adalah mereka hanya menghormati Raja Zoro dan tidak lain mereka hanyalah bawahan Raja Zoro yang hanya bisa diperintah untuk menjalankan tugas. Akan tetapi Raja Zoro tetaplah menganggap hal itu seperti sebuah keluarga yang mengkhawatirkan keadaan dirinya layaknya ibu Raja Zoro dahulu kala.
***
Esoknya, Raja Zoro sudah mulai baikan dan kini ia sudah bisa pula berjalan sendiri. Karena hal membahagiakan itu, semua penjaga dan pelayan kerajaan segara menyebarluaskan kabar baik tersebut kepaa seluruh orang di Kerajaan Goldenforth. Dalam jangka waktu beberapa jam, kabar tersebut telah menyebar luas sampai ke daerah pelosok di Kerajaan. Dan tentu saja, mereka bahagia mendengar kabar baik tersebut. Sebagian orang yang yang mendengar kabar tersebut, berdoa untuk keselamatan Raja Zoro agar cepat sembuh seperti sedia kala. Dan ada juga sebagian orang yang menjenguk keadaan sang raja. Karena merasa senang, sang raja pun memerintahkan untuk tidak menyebarluaskan informasi tentang penyegelan Xzaverius. "Aku perinahkan kepada semua orang di kerajaan ini, untuk tidak menyebabkan kabar tentang pengelan seorang pengganggu biadab di kerajaan kita yaitu Xzaverius! Aku hanya ingin dunia ini damai dan tak mengetahui dasar dari sebuah kengereian yang terjadi tempo hari." ujar Raja Zoro memerintahkan kepada semua orang untuk tidak menyebarkan kabar terkait penyegelan Xzaverius ini. Semua rakyat yang mendengarkan perintah tersebut pun melaksanakan perintah yang ada dan tidak menyebarkan kabar-kabar itu.
Bagaimanakah kelanjutannya?
Saksikan episode selanjutnya!
__ADS_1
●●●●●●●●●●
Note: Maaf yak teman-teman, selama seminggu lebih satu hari saya sudah tidak update novel ini karena ada ujian PAS. Yah biasa lah, mau belajar dulu ye kan. Walaupun nggak pinter sih. Hihi. Jadi saya berharap kepada semua pembaca untuk memadukan keslahan saya ini. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.