Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
[Special Edition] Asal Muasal Berdirinya Kerajaan Qovulkh II


__ADS_3

Penyihir wanita itupun menggambar sebuah lambang yang membentuk seperti tempat ritual. Selama kurang lebih 20 menit wanita itu menggambar, keadaan sang budah itupun bertambah parah di setiap detiknya. Tubuh budah itu mulai dingin, sel-selnya mulai mati, uratnya membiru, dan lain sebagainya. Hingga pada akhirnya, saat penyihir itu selesai menggambar keaadaab budak itu sangat parah dan seharusnya sudah dikubur. "Apa?! Keadaannya sudah sangat buruk sekali. Sial! Jika saja aku lebih cepat!" ujar penyihir wanita itu sambil menggigit bibir lembutnya.


Seketika, secara spontan ia pun membawa anak tersebut ke tengah gambar ritual yang sudah ia gambar sebelumnya dan meletakkan tubuh budah itu di tengah-tengah gambar tersebut. Setelah itu, penyihir wanita itu menyingkir dan duduk didekat gambarannya, sembari mengucapkan sebuah mantra penyihir wanita itu juga menyayat kulitnya sekecil pisau (bukan memotong, tapi hanya menyayat dan tujuannya untuk mengeluarkan darah aja).


"Uhhh...Rasanya cukup perih, karena aku merasa gugup." ujarnya sembari gemetar takut karena harus merasakan rasa sakit yang amat menyakitkan. Segera setelah itu, wanita itu mulai meletakkan beberapa tetes darahna ke gambar tersebut dan juga memberikan beberapa tetes darahnya kepada budah itu (tepatnya di dahi).


"Wahai dunia kegelapan yang mengerikan, aku meminta bantuanmu untuk menghidupkan kembali tubuh anak ini dan mengembalikan jiwanya. Terwujudlah keinginanku!" ucap wanita itu membacakan sebuah mantra yang meminta bantuan kepada iblis. Dan seketika..."Wushh..." Angin berhembus kencang, langit mulai berwarna merah, awan menjadi hitam pekat dan lebat. Sontak kejadian itu membuat bulu kuduk Sanga wania penyihir berdiri, ia tak kuat menahan perasaan gelisah yang ada di hatinya itu. Dan ia merasa bahwa akan ada sesuatu yang keluar.


"Aku merasakan ada sesuatu yang keluar dari dunia bawah. Sepertinya mantraku bekerja." ujarnya. Namun hal tersebut tak membuat wanita penyihir itu merasa senang, karena setelah ini ia harus merasakan rasa sakit yang amat menyakitkan bagi tubuh dan jiwanya.


"Wushh..." keluarlah 1 iblis dari dunia bawah. Ia memiliki kulit hitam pekat, mata merah seperti darah, telinga panjang, tanduk seperti kerbau, gigi runcing memanjang seperti harimau, sayap lebar sepanjang 10 meter, dan sebuah tongkat sihir panjang berada di tangannya dengan sebuah permata berwarna merah berada di ujung tongkat itu.


Seketika, penyihir wanita itupun merasa sangat takut karena melihat hal itu. Ia tak pernah mengetahui bahwa iblis benar-benar ada di dunia ini. Karena sebelumnya, ia tak pernah sekalipun melihat iblis dan hanya menganggap itu hanya mitos saja. "Makhluk apa ini?! Dia sangat menyeramkan. Bagaikan monster yang ada di dunia ini, hal yang disebut 'iblis' juga sama seperti monster bahkan iblis ini lebih kuat berkali-kali lipat daripada monster. Aku harus berhati-hati agar tidak dibunuh olehnya." ucap penyihir wanita itu didalam lubuk hatinya.


Tiba-tiba, "Kau mengatakan itu setelah kau memanggilku? Cih, merepotkan saja." ujarnya.

__ADS_1


Note: Kata-katanya kayak wibu "cih mendokusei na..." awokawokawok.


Mata wanita itu pun terlihat ketakutan sekaligus terkejut, "Apa?! Kau bisa mengetahui isi pikiranku?" tanya penyihir wanita itu sembari gemetaran. Dan sentak iblis itu menjawab pertanyaannya "Tentu saja." sembari mengorek kotoran telinganya menggunakan kuku di tangan kiri miliknya.


"Kau kira aku tak bisa mengetahui apa isi pikiranmu? Hal itu sangatlah mudah bagiku." lanjut sang iblis sembari kembali mengorek kotoran dan kali ini berasal dari hidung bagian kirinya. Melihat hal tersebut, muka penyihir wanita tersebut seperti emot legend yang sering dipakai anak meme. Yaps, muka wanita penyihir itu terlihat seperti ini "(-_-)" atau iniπŸ—Ώ.


"Apa maksudmu berekspresi seperti itu, kau menganggapku remeh ya?" ujar Iblis itu yang terus mengorek upil hidungnya. "Tidak, aku hanya berpikir bahwa kamu itu tidak meyakinkan (-_-)." balas sang penyihir wanita. Mendengar hal tersebut, sang iblis pun langsung terkejut dan seketika semua upil yang ada di hidungnya keluar sampai-sampai ia merasa bahwa hidungnya sudah bersih (suci) dari kotoran πŸ—Ώ.


"Ah....." ujar Iblis tersebut yang masih terkejut karena upil hidungnya keluar semua. "Astaga, kau jorok sekali!! Apa kau tidak pernah membersihkan hidungnya?!" ucap penyihir wanita itu terheran-heran sekaligus marah karena upil yang dikeluarkan sang iblis tidak main-main. Upil yang dikeluarkan sebesar dan sebanyak t41 sapi, dan itu untuk satu hidung. Sedangkan untuk hidung yang lain, ia juga mengeluarkan upil yang sama, besarnya sama; dan banyaknya juga sama. "Yah...Maaf..Maaf, aku tadi cukup terkejut ketika kau meledekku begitu. Jadi yah, beginilah hasilnya." ucap Iblis membalas pertanyaan sang wanita penyihir.


"Namaku...Liza El Nix." ucap sang Iblis sembari malu-malu. Namun setelah menyadarinya ia langsung terkejut bahwa ia telah memberitahukan namanya kepada manusia. "Heh...Nama yang cukup unik untuk seorang iblis." balas sang penyihir wanita sembari tersenyum tipis. Mukanya yang mulus dan lembut seperti kain sutera itu membuat hati Iblis gempar seperti dilanda gempa dan tsunami. Tak kuat menahan perasaan tersebut, ia pun mengalihkan pandangannya ke arah jendela yang ada, dan disana ia samar-samar melihat cerminan wajahnya yang sedang memerah karena tersipu malu. Sontak, wajahnya pun bertambah merah dan ia juga bertambah malu.


"Eh, kamu kenapa? Apa aku mengatakan hal yang salah?" tanya sang penyihir wanita sembari memiringkan kepalanya yang menambah keimutan dalam dirinya itu. "Ah...Sial!!! Dia terlalu imut!!! Selama ini aku hanya diremehkan dan dihina saja, tapi kenapa? Kenapa wanita ini sangat....Ahhhh Sudahlah!!! Ini bukan apa-apa. Mungkin ini hanya perasaan sementara saja karena bertemu dengannya. Yap, hm hm..." batin Iblis berkata begitu yang membuat wanita itu semakin penasaran akan apa yang dipikirkan oleh sang Iblis.


"Apa kau memikirkanku?" tanya wanita penyihir itu. Seketika iblis itu langsung terjatuh dan tersungkur ke tanah. "A-A-Ap-Apa yang kau katakan? Aku tidak memikirkanmu!" balas sang iblis dengan muka yang makin memerah setiap detiknya. "Heh? Aku hana mengiranya saja. Dasar tidak seru." ucap sang penyihir sembari memoncongkan bibirnya kedepan.

__ADS_1


"P-Pokoknya, kita urus dulu anak ini!" sang Iblis mencoba mengalihkan perhatian. "Ah, aku lupa. Kalu begitu tolong urus ini. Aku serahkan masalah ini kepadamu :)" Begitulah ucap penyihir wanita itu sembari tersenyum kembali. Tanpa ia sadari, ia telah membangkitkan sesuatu yang tidak boleh dibangkitkan.


Wushh....Angin berhembus kencang disekitar rumah penyihir itu dan ia pun terkejut akan apa yang terjadi. "Apa yang terjadi?" tanya wanita itu. "Aku sedang menyembuhkan anak ini!" balasnya.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●


Note: Hihihi. Lama nggak update yah :D


Maaf banget temen-temen, selama 2 bulan kemarin banyak urusan, bulan april ada urusan persiapan nikahnya kakakku dan masih belum belajar buat persiapan ujian, ditambah lagi lagi puasa woi jadi capek kalau update novel. Nah, bulan Mei ini aku ada ujian ngab. Jadi yah, tau sendiri lah yah. Semoga kalian yang setia membaca novel ini diberi keberkahan, rezekinya banyak, dan semoga juga dimudahkan dalam berbagai urusan. Oh iya, jangan lupa mampir ke novel kedua ku yak. Judulnya: Corpse Party: Mass Murder. Ini cerita horor cuyy. Jadi jangan lupa dibaca ya. Makasih temen-temen.


Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.

__ADS_1


__ADS_2