
Mereka sudah beriaga untuk menyerang apabila terjadi sesuatu. "Bersiap siaga semua! Kita tak tahu apa yang akan terjadi." ujar Raja Zoro memerintah, Vino yang mendengar perkataan Raja Zoro sama sekali tak gentar untuk menghadapi Xzaverius akan tetapi ia memiliki insting jika akan terjadi sesuatu karena Xzaverius dan Vino memiliki kekuatan yang sama.
"Sepertinya aku tahu apa yang akan terjadi, dan kemungkinan itu adalah ledakan. Tapi aku tak bisa memberitahu mereka semua, atau mereka akan mengira aku sebagai monster." pikir Vino didalam otaknya. Tak lama kemudian, segel Xzaverius mulai retak parah. "Kratak...kratak...kratak..." retakan yang terkadi sangatlah parah. Seketika setelah itu, "Boomm...!" terjadi ledakan yang menghempaskan semua orang termasuk Vino. Dugaan Vino ternyata benar, setelah segel Xzaverius terlepas maka akan terkadi ledakan yang dapat menghempaskan semua orang. Dan karena Vino sudah mengetahui apa yang akan terjadi, pada saat sebelum terjadi ledakan ia sudah memasang pelindung kecil di bagian dadanya. Namun siapa sangka pelindung itu dapat dihancurkan dengan mudah oleh ledakan yang terjadi.
Dan pada akhirnya, Vino terhempas cukup jauh dari tempatnya berada. Hal ini membuat Vino penasaran, mengapa ledakan yang dihasilkan sangtalha besar? begitulah pikir Vino dalam batinnya.
"Wushh..." sesosok manusia setengah iblis keluar dari segel yang hancur itu dengan mengenakan pakaian selayaknya seorang raja kerajaan. Wajah pria itu memiliki luka setengah hitam seperti luka iblis, dengan rambut yang setengah putih seperti uban namun rambut itu bukanlah uban, melainkan rambut alami setelah menerima kekuatan besar itu. Spontan Xzaverius berlari kencang dan memukul wajah Raja Zoro. Ia tak segan-segan menghantam wajah tampan Raja Zoro dengan pukulan tangannya.
"Bukk..." Raja Zoro terpental hingga ke belakang barisannya. Tak mau kalah, Raka Zoro pun bangkit dan menyerang balik Xzaverius. Diikuti dengan seleuruh prajurit yang ada, Raja Zoro terus menyerang Xzaverius terus menerus. Bunyi alunan pedang dan pukulan berada dimana-mana. Seolah-olah, pertarungan itu seperti perang abadi. Vino yang melihat hal itu tak tahu harus berkata apa. Mulutnya yang berwarna merah terang itu tak bisa melontarkan sepatah kata pun. Vino bergetar melihat keadaan sekitarnya.
"Inikah yang namanya kekuatan setengah iblis?" ujar Vino didalam hatinya menanyakan pertanyaan akan kekuatan Xzaverius. Sementara itu, Xzavierus yang sedang bertarung terus menghajar semua orang secara brutal. Bahkan hampir dari setenah prajurit kerajaan itu gugur karena seranan Xzaverius. Tak berpikir lama lagi, Vino segera bergabung ke dalam pertarungan itu dan menyerang Xzaverius.
__ADS_1
Merasakan ada sesuatu yang membuatnya khawatir, Xzaverius segera waspada dan secara cekatan ia pun mengeluarkan 2% dari kekuatannya hingga menciptakan ledakan. "Boom!" ledakan terjadi dan membuat sebuah bekas lubang sebesar 30 cm kedalamannya. Sentak, Vino tiba-tiba menyerang punggung Xzaverius. "Pokk..." pukulan Vino terdengar tak cukup keras, namun anehnya Vino dapat menghempaskan tubuh Xzaverius sampai beberapa meter dari tempatnya berdiri.
"Sial! Siapa yang berani menghajarku?!" teriak Xzaverius yang seketika langsung menoleh ke belakang nya. Ia pun mendapati bahwa Vino lah yang menjadi penyebab dirinya terhempas itu. "Sbelumnya tak ada satupun orang yang dapat menghempaskan tubuhku. Taoi mengapa ia bisa menghempaskan diriku yang perkasa ini?!" seketika Xzaverius kembali mentap Vino dengan tatapan yang ganas seperti ingin menerkamnya. "Oh, jadi begitu ya? Heh...hehe...hehehehe....hahahhahhahahah! Xzaverius tertawa dengan lantang setelah melihat Vino menggunakan kekuatannya.
"Jadi begitu, ya? Kau sama denganku, kan?" lanjut Xzaverius sembari tersenyum melihat Vino. Mendengar perkataan Xzaverius, Vino langsung memperlihatkan wajah kemarahannya. Sontak, Vino pun menyerang Xzaverius secara tiba-tiba. Akan tetapi, bukannya malah melawan balik, Xzaverius hanya berdiam diri dan menerima serangan dari Vino. "Bukkk....tssstt.." tangan Vino memukul perut Xzaverius hingga berlubang dan mengeluarkan banyak sekali darah. Merasakan hal itu, Xzaverius tertawa terbahak-bahak "Hahahaha!" Xzaverius tertawa sembari mengusap wajahnya.
Seketika..."Bummmm!" ledakan terjadi seketika. Asap putih menyebar kemana-mana hingga membuat pandangan semua orang kabur. Tak ada satu orang pun yang dapat meliat kejadian itu. Baik itu prajurit atau Raja Zoro, tak ada salahsatu dianara mereka yang melihat kejadian sebelum ledakan itu. Mereka hanya mengetahui bahwa ledakan tersebut terjadi begitu saja. Serangan Xzaverius sangatlah cepat hingga tak bisa diikuti oleh maa manusia biasa. "Apa yang terjadi?!" ujar Raja Zoro yang mulai kebingungan dengan apa yang terjadi. Tak lama kemudian, asap putih itu mulaih hilang secara perlahan dan membuat pandangan semua orang kembali seperti semula. Seelah asap itu hilang total, Raja Zoro serta prajuritnya dikejutkan dengan Vino yang terhempas puluhan kilometer jauhnya dari tempat ia berdiri sebelumnya.
"Apa itu?" ucap Vino didalam hatinya. Perasaan Vino mulai tak enak dengan senjata yang dibawa Xzaverius itu. Ia merasakan hawa membunuh yang sangat kuat dari pedang itu. "Bukk...!" Xzaverius memukul punggung Vino dengan senjata miliknya. Seketika Vino pun terjatuh tengkurap dengan keadaan punggung yang penuh darah dan luka. Darah terus mengucur dari punggungnya, tak bisa dihentikan!. Xzaverius sangatlah kuat, bahkan Vino yang memiliki kekuatan sama tak bisa mengalahkan Xzaverius.
Penulis: "Tapi tenang saja, Karakter utama pasti akan menang. (Namanya juga Main Character). Oh iya, senjata yang dibawa Xzaverius itu senjata gabungan dari sabit dan tombak yah." ucap sang penulis yang tiba-tiba muncul.
__ADS_1
***
Disisi lain planet, terdapat sebuah cahaya seperi komet melintas dengan cepat menuju ke planet yang Vino tempati. Cahaya itu adalah dua ras yang berubah bentuk menjadi manusia, mereka sedang terbang menuju ke Planet yang Vino tempati. Yap, mereka adalah Diana dan Tiana yang sedang terbang. Mereka ingin kembali kepada Vino karena Vino lah yang manusia pertama yang menjadi teman mereka, disisi lain Vino juga lah penyelamat mereka.
"Diana, kita sudah terlambat. Kali ini pasti Tuan akan marah kepada kita." ucap Tiana kepada Diana. Mendengar hal tersebut, Diana hanya menggelengkan kepalanya dan berkata "Tuan tidak akan marah kepada kita, tapi pasti kita akan ditegur oleh Arisa." balas Diana dengan wajah seperti ketakutan. Sepertinya, mereka akan mendapatkan masalah yang cukup sulit diatasi untuk kali ini.
Bagaimanakah kelanjutannya?
Saksikan episode selanjutnya!
●●●●●●●●●●
__ADS_1
Note: Maaf teman-teman. Selama seminggu lebih ini, nggak upate novel. Masih istirahat, dan lagi cari referensi. H3h3. Mohon dimaafin yak. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.