
Vino yang telah berevolusi, mulai menunjukkan raut muka yang sangat mengerikan. Ia serasa ingin membuat Orc tersebut menyesal seumur hidup.
"Orc sialan! Aku akan membuatmu merasakan hal yang lebih sakit daripada mati!" ucap Vino.
"Hahaha, kamu?! Memangnya kamu bisa apa?!" balas Orc tersebut dengan wajah menjijikkan serta mengejek Vino.
Sentak, Vino langsung berlari sekuat tenaga mengelilingi Orc tersebut. Tak disangka, kecepatan Vino sangat cepat. Bahkan Orc tersebut harus menggunakan skill "percepat penglihatan" agar bisa melihat Vino.
Vino yang berlari dengan cepat itu, membuat Orc tersebut merasa kesal dan ingin memukul Vino.
Ia melemparkan kapak besarnya kepada Vino, lantas Vino malah menambah kecepatan larinya. Vino akhirnya bisa membuat Orc tersebut melepaskan kapak besarnya.
Kesempatan tersebut, Vino gunakan sebaik mungkin.
"Aku harus menggunakan kecepatan lari maksimum dan menggunakan kekuatan kegelapan agar bisa melompat!" ucap Vino dalam hati.
Setelah itu, Vino memperkirakan timing yang tepat agar bisa melompat dan menggunakan kekuatan kegelapannya untuk menghancurkan Orc tersebut.
"Belum...Belum...Belum.....Sekarang!"
Sentak Vino langsung mengeluarkan kekuatan kegelapannya agar bisa melompat, dan pada saat melompat ia akan mengubah posisi kakinya agar mengarah ke kepala Orc tersebut dan bisa membuat kepalanya hancur.
"Hiyaaattt...." jerit Vino saat berada di udara.
"Crackkk...." terdengar suara terlepasnya sesuatu.
Ternyata, kepala Orc tersebut sudah lepas dari tubuhnya. Vino yang sedang berada di udara, menendang kepala tersebut hingga hancur berkeping-keping.
Tak henti-henti, Vino menghancurkan kepala Orc tersebut. Setelah kepala Orc tersebut hancur, kini ia menggunakan kekuatan apinya untuk menghanguskan tubuh Orc tersebut.
"Wushhh" suara api besar terdengar.
Namun hal tersebut, malah membuat hutan hampir terbakar. Beruntungnya, Arisa menggunakan sisa kekuatannya untuk menghentikan Vino agar tidak membakar hutan.
Lambat laun, penglihatan Vino semakin buram dan tiba-tiba ia pingsan tergelatak ditanah. Arisa yang telah menggunakan kekuatannya, mencoba berdiri kembali. Akan tetapi, ia tidak bisa karena ia telah mentransfer semua kekuatannya kepada Vino.
"Uhh....Aku tidak bisa beridiri. Aku seharusnya tidak mentransfer semua kekuatanku kepada Tuan. Tapi anehnya saat aku ingin menarik kekuatanku kembali, aku merasa bahwa kekuatanku semakin diserap." ucap Arisa.
"Huhhh..Sepertinya Tuan akan menjadi orang yang kuat suatu hari nanti." ujarnya
Beberapa saat kemudian, kekuatan Arisa kembali pulih. Ia pun mulai berdiri dan mencoba melepaskan tali yang mengikat pemilik guild dan resepsionis.
Akan tetapi setelah mereka dilepaskan dari ikatan, sang resepsionis bertanya kepada Arisa.
"Siapa kamu?! Ada hubungan apa kamu dengan Tuan?!" tanya resepsionis dengan nada yang tidak mengenakkan.
"Aku adalah pelayan Tuan. Memangnya kamu siapa?" balas Arisa.
__ADS_1
"Aku adalah calon istrinya." kata resepsionis.
Arisa pun terkejut dengan apa yang dikatakan resepsionis, ia serasa ingin memukulnya. Akan tetapi, ia lebih mementingkan Vino agar bisa diselamatkan.
●●●
Vino terbangun di sebuah rumah klinik tempat orang-orang berobat. Ia ingin bangun untuk mengecek apa yang terjadi dengan pemilik guild dan resepsionis.
Akan tetapi, ia tidak bisa bangun dikarenakan energinya yang sudah habis. Vino butuh asupan gizi agar bisa mendapatkan energi kembali.
Tak lama kemudian, Arisa datang dengan membawa obat untuk diminum Vino.
"Oh Tuan sudah bangun? Syukurlah!" ucap Arisa.
"Saya sangat khawatir." lanjut Arisa.
Arisa pun meminumkan obat kepada Vino agar Vino mendapatkan energi agar ia bisa sembuh.
Tak berlangsung lama, resepsionis datang dan membawakan obat juga. Dan pada saat membuka pintu tempat Vino dirawat, ia terkejut bahwa Arisa telah meminumkan obat terlebih dahulu daripada dirinya.
"Dasar wanita jal*ng! Kenapa kau meminumkan obatnya lebih dulu daripada aku?! Seharusnya aku yang meminumkannya!! Tapi mengapa?! Mengapa?!!!" ucap resepsionis kesal.
Arisa yang melihat itu hanya tersenyum. Ia merasa bahwa dirinya sudah melebihi sang resepsionis.
●●●
Mengetahui keadaan Vino yang sekarang Arisa dan sang resepsionis bergegas menuju ke tempat Vino dirawat.
"Tuan, apakah Anda baik-baik saja?"
"Tuan, apakah Anda baik-baik saja?"
ucap Arisa dan resepsionis secara bersamaan.
Vino pun hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu, mereka berbincang-bincang dengan Vino.
Pada saat akhir perbincangan, tiba-tiba Arisa bertanya siapakah nama Vino sebenarnya.
"Tuan, saya ingin bertanya. Siapakah nama Anda?! Tolong beritahu saya siapa nama Anda." ucap Arisa.
Resepsionis juga penasaran dengan nama Vino, jadi ia juga memohon kepada Vino untuk memberitahu mereka namanya.
"B-baiklah. Kalian tidak perlu memohon seperti itu." kata Vino.
Vino yang berada di dunia lain tersebut, tidak ingin nama lamanya digunakan. Jadi, ia menggunakan nama yang keren dan sesuai dengan Vino.
"Namaku adalah...." ucapan Vino terpotong.
__ADS_1
"Namaku adalah...."
"Namaku adalah Aoyama Fueshi." kata Vino.
Arisa dan resepsionis pun senang dan mulai memuji nama Vino.
"Tuan nama Anda sangat indah." ucap Arisa.
"Bahkan lebih indah dari nama saya" lanjut resepsionis.
"Ngomong-ngomong. Resepsionis, kamu juga belum pernah memberitahuku namamu. Jadi, siapa namamu?" tanya Vino.
Mendengar kata-kata Vino, wajah resepsionis berubah menjadi merah merona seperti bunga mawar.
"T-Tuan ingin mengetahui namaku?" kata resepsionis.
Vino pun mengangguk. Melihat Vino yang ingin mengetahui namanya, resepsionis pun mengatakan namanya dengan terbatah-batah.
"Namaku adalah F-Fasthila." kata resepsionis.
"Waah. Nama yang sangat bagus." kata Vino sembari menepukkan tangannya.
Mendengar Vino yang memuji namanya, Fasthila langsung salah tingkah. Ia tidak tahan dengan pujian Vino dan ia pun pergi meninggalkan ruangan Vino.
●●●
Esok harinya. Setelah Vino sembuh, Vino pergi dari klinik tersebut dan pergi ke sebuah guild pendaftaran di Kerajaan Berlyoncana. Ia berencana ingin pergi meninggalkan kerajaan tersebut dan pergi menjelajah.
Resepsionis tidak mengetahui bahwa Vino akan pergi meninggalkan kerajaan tersebut tanpa membawa dirinya.
Sedangkan Vino, masih mempersiapkan hal-hal yang akan ia bawa untuk pergi menjelajah. Tapi, ia tidak membutuhkan perlengkapan apapun karena ia memiliki keterampilan hidup di hutan. Dengan kata lain, itu adalah skill "Pramuka" yang ia dapatkan saat berada di Bumi.
Setelah semua siap, ia pergi meninggalkan Kerajaan Berlyoncana. Ia juga mengirimi pesan untuk pemilik guild dan resepsionis.
Di sisi lain, resepsionis yang telah membaca surat dari Vino merasa sangat sedih. Ia seperti kehilangan separuh hatinya. Akan tetapi, ia mencoba untuk kuat agar bisa menunggu kepulangan Vino ke Kerajaan Berlyoncana.
●●●
Vino pergi menjelajah ke Kerajaan Qovulkh
Disana memang ada banyak ras Hewan yang sangat membenci manusia, akan tetapi jika Vino menjelaskan yang sebenarnya mereka pasti akan mengerti.
Namun, tidak semudah yang dipikirkan Vino. Ternyata baru sampai di Kerajaan Qovulkh saja, Vino sudah merasakan aura membunuh yang sangat kuat di sekitarnya.
●●●●●●●●●●
Note: Stay tune buat next episode.
__ADS_1