Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Kehancuran Kerajaan Tyelors I


__ADS_3

Vino membuat kerusuhan di Kerajaan Tyelors. Ia menghentakkan kakinya sehingga membuat ledakan yang dapat menghancurkan beberapa rumah dalam sekali hentakan. Jika kita pikirkan secara logika, maka hal tersebut sangatlah tidak mungkin akan tetapi di dunia Vino tidak ada hal yang tidak mungkin. Dan ledakan yang Vino buat menggegerkan warga Kerajaan Tyelors sekaligus raja mereka. Sentak sang raja turun dari kursi takhtanya dan pergi keluar istana, lalu menuju ke sumber suara ledakan.


"Hmm...Hehehehe... Sudah datang!" ucap Raja Tieyang. Benar sekali, Raja Tieyang bukannya marah ia malah sangat senang sekali dengan kedatangan Vino untuk membalas perbuatannya itu. "Hmm... Sekarang aku tak perlu lagi datang untuk menghancurkanmu. Karena kau telah datang sendiri, maka aku akan menyambutmi dengan 'ramah'... Hahahaha!" Raja Tieyang tertawa keras hingga suaranya mencapai ruangan utama istana kerajaan. Setelah Raja Tieyang berkata seperti itu, Tiba-tiba Raja Tieyang turun dari takhtanya untuk pergi menemui Vino yang membuat keributan.


Tak lama kemudian, Raja Tieyang telah sampai di tempat Vino membuat ledakan. Seketika Vino pun menoleh untuk menengok ke arah Raja Tieyang sialan nan brengsek itu. "Kau sudah muncul ya?! Kalau begitu, ayo kita mulai!" ujar Vino menantang sembari menengok ke arah Tieyang. Spontan Raja Tieyang yang mendengar hal tersebut langsung menentang perkataan Vino, "Eits...Jangan terburu-buru, kita baru saja bertemu jadi mengapa kita tidak minum teh dan bersantai terlebih dahulu?" ucap Tieyang sembari menyilangkan tangannya. "Minum teh? Bersantai? Gundul bapakmu itu yang ada! Apa kau ingin menghinaku?!" Vino mengucapkan perkataannya dengan nada marah membalas perkataan Tieyang itu.


Note: 'Gundul' berarti kepala dalam bahasa Indonesia. Bahasa ini sering digunakan oleh orang-orang Jawa di Indonesia, akan tetapi baasa seperti ini biasanya digunakan untuk bercanda layaknya perkataan "Pala Kau!" seperti itu.


Karena perkataan basa-basi Tieyang, Vino pun sudah sangat marah karena hal itu. Ia sanat ingin menghajar wajah Tieyang yang sombong itu. Ia sangat membenci sikap Tieyang yang dapat membuatnya kesal hanya dalam sekejap mata. Hal ini tidak bisa kita pungkiri, karena perkataan Tieyang terlalu menghina Vino dan lagi Tieyang telah menghancurkan kerajaan milik Vino. Tentu saja hal tersebut membuat kemarahan Vino naik.


Penulis: "Kayaknya Vino kena kolesterol dan darah tinggi."

__ADS_1


Seketika "Wush" Vino sampai dihadapan Tieyang dalam sekedip mata. Kebanyakan orang pasti akan terkejut akan hal tersebut, namun Tieyang tak menunjukkan ekspresi wajah terkejut maupun ketakutan karena kemunculan Vino yang secara tiba-tiba. "Rasakan ini!" ucap Vino mengarahkan tinjuan tangannya ke wajah Tieyang. "Puk.." tinjuan Vino ditahan oleh Tieyang, bahkan Tieyang tak perlu mengeluarkan kekuatannya untuk menahan tinjuan milik Vino. "Tenanglah, kita bisa selesaikan masalah ini baik-baik." ujar Tieyang sembari terus menahan tinjuan Vino.


"Setelah kau menghancurkan kerajaanku, apa kau pikir bisa menyelesaikan masalh ini baik-baik?! Jangan bermimpi!" ucap Vino sambil mengarahkan tinjuan dari tangan kirinya ke arah Tieyang. Dan lagi-lagi tinjuan Vino ditahan dengan mudah oleh Tieyang, ia bahkan tak menggunakan satu persen pun dari kekuatan miliknya untuk menahan tinjuan Vino itu. "Baiklah. Jika kau tak ingin menyelesaikan masalah ini baik-baik, maka aku harus menyelesaikan masalah ini secara kasar!" ucap Tieyang sembari memejamkan matanya. Dan tiba-tiba Tieyang membuka matanya kembali dan menampakkan matanya yang berwarna merah dengan pupil berwarna hitam. Seketika, aura dan suasana disekitarnya berubah menjadi mencekam.


Vino yang melihat hal tersebut mencoba untuk melepaskan kedua tangannya dari genggaman Tieyang, akan tetapi ia tak dapat melepaskan diri dari genggaman Tieyang itu. "Sial! Seberapa kuatnya dia sampai bisa menahan tangaku ini?!" ucap Vino dalam hati dengan perasaan gelisah. Mengetahui Vino ingin melarikan diri, Tieyang pun mendengus "Heh...Mau kabur?! Jangan mimpi kau!" sontak Tieyang menyentuh kepala Vino lalu menghantamkannya ke tanah. Dan "boom" ledakan terjadi lagi dan membuat lubang dan retakan di tanah tepat dibawah kaki Tieyang. Tak disangka Tieyang dapat membuat Vino kewalahan, bahkan Vino tak dapat melawan balik kekuatan Tieyang itu.


Vino yang terhantam ke tanah itupun mengalami luka dibagian belakang kepalanya hingga membuat Vino pingsan ditempat. "Hehh.. Begini saja sudah pingsan, apalagi nanti. Akan kubuat kau menjadi daging cincang!" ucap Tieyang meremehkan Vino. Karena Tieyang telah meremehkan Vino, pertahanan Tieyang pun menjadi rapuh dan ia mudah sekali diserang secara mendadak. Karena hal tersebut, Vino secara mendadak menggenggam tangan Tieyang dan membuatnya kesakitan.


Vino sudah pingsan, lalu bagaimana ia bisa menggenggam tangan Tieyang hingga membuatnya kesakitan? Jawabannya adalah karena Vino memiliki insting beladiri sejak ia masuk ke dunia ini. Dan hal tersebut selalu Vino manfaatkan setiap waktunya, sehingga ia bisa bergerak walaupun dalam keadaan tak sadar. Contohnya adalah pada saat Vino tidur, pada saat tidur Vino bahkan diam-diam melatih tubuhnya dan masih dalam keadaan tidur. Hal ini karena ia selalu melatih kekuatan instingnya itu dengan berburu dan terus melatih tubuh serta teknik beladirinya itu.


"Sialan kau! Padahal kau sudah pingsan, lalu kenapa kau masih bisa menggenggam erat tanganku?!" ujar Tieyang terkejut diselimuti rasa bingung atas kelakukan Vino. Ia tak mengerti apa yang terjadi dengan Vino hingga membuat Vino dapat menggenggam tangannya dengan erat. Setelah membuat Tieyang kesakitan dan kehilangan pertahanannya, sentak Vino langsung mengeluarkan kekuatan kegalapannya dan menggabungkan kekuatan kegelapan tersebut dengan kekuatan kristal miliknya. Seketika, bola berwarna hitam bergradasi ungu muncul ditangan Vino dan tiba-tiba saja bola yang berada di tangan Vino itu menyerap energi spiritual milik Tieyang.

__ADS_1


Sontak Tieyang yang mengetahui kekuatan spiritualnya diserap, secara cekatan langsung menjauhi Vino. "Sialan!" ucap Tieyang menjauhi Vino untuk membatasi dirinya dari Vino, agar energi spiritualnya tak diserap. "Kurang ajar! Mengapa ini bisa terjadi, jika tersu seperti ini maka energi spiritualku akan habis diserap olehnya dan aku akan mati." ucap Tieyang dalam hati. "Sial! Sial! Sial! Sial Sial! Sial Sial! Sialan!" Tieyang berkata kasar di dalam hatinya. Namun kekesalan Tieyang tak akan memperbaiki keadaannya, dan karena hal tersebut Tieyang mulai mewaspadai Vino. Ia bertekad untuk melawan Vino dengan kekuatan penuhnya. " Sepertinya, orang sialan ini tak bisa diremehkan! Aku harus waspada dan mengeluarkan kekuatan penuhku untuk menahannya!" Tieyang menanamkan dalam-dalam niat tersebut di hatinya. Ia berniat untuk melawan Vino segenap kekuatannya agar ia tak mengalami hal serupa seperti sebelumnya, karena jika terjadi kesalahan yang sama maka Tieyang akan habis dibunuh Vino dalam sekejap.


Sementara itu, Vino yang sedang pingsan tiba-tiba saja terbangun dari pingsannya. Pada saat bangun Vino merasakan sakit di bagian belakang kepalanya. "Aduh...Sakit!" ucap Vino sembari menyentuh bagian belakang kepalanya. Seketika Vino pun terkejut, ia tak menyangka bahwa bagian belakang kepalanya akan mengeluarkan darah. "Apa?! Kepalaku berdarah?! Tidak mungkin...Padahal kepalaku skeras batu, mengapa aku bisa berdarah begini? Ah sudahlah...Sekarang aku harus menyembuhkan diriku dulu." seketika Vino pun mengeluarkan kekuatan penyembuhnya dan menyembuhkan bagian belakang kepalnya itu.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●


Note: Ehmmm....Maaf teman-teman. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.

__ADS_1


__ADS_2