Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Xiao Zan Mengalami Luka Yang Sangat Fatal


__ADS_3

Kekuatan pendeteksi milik Vino mulai mendeteksi keadaan Xiao Zan yabg tergeletak itu. Setelah selesai mendeteksi, Vino melihat keadaan gurunya sudah cukup baik. Luka dalam dan luka luar Xiao Zan telah tertutup dan hanya menyisakan luka inti kultivasi saja.


Vino yang telah mengetahui keadaan Xiao Zan, langsung masuk dan meletakkan Diana juga Tiana yang tengah pingsan. Setelah ia meletakkan mereka, Vino pun pergi keluar istana dan meneruskan pencarian informasi. Sementara itu, Arisa dan orang yang sedang menyembuhkan Xiao Zan masih tak merasakan keberadaan Vino karena kefokusan mereka. Melihat hal tersebut, Vino tersenyum tipis dan seketika ia terbang melesat seperti burung elang. "Wush..." Vino terbang dengan kecepatan penuh miliknya hingga mengeluarkan asap putih selayaknya sepeda motor yang rusak.


Tak lama kemudian, Vino yang sedang terbang menemukan sebuah kejanggalan diatas lapangan luas tempat pedang besar itu membuat ledakan. Vino melihat sebuah bola-bola kecil yang berbentuk seperti bom atau peledak. Sontak Vino turun dari atas langit dan mendarat di dekat pedang besar tersebut. Setelah mendarat Vino pun berjalan mendekati pedang dihadapannya dengan perasaan yang kurang mengenakkan. "Apakah ini bom?" tanya Vino sembari menyentuh bola kecil disekitar pedang besar yang menghasilkan ledakan itu. "Tidak mungkin, didunia ini belum ada bom dan bahan peledak lainnya. Kalau begitu, benda apa ini?" ucap Vino yang terheran-heran.


Karena rasa penasaran Vino, ia pun mengumpulkan bola-bola kecil yang berada disekitar pedang besar itu untuk diteliti. Tak berselang lama, Vino telah mengumpulkan bola-bola kecil tersebut dan sedang Vino teliti. Pada saat meneliti, awalnya tak terjadi apa-apa dengan Vino. Akan tetapi setelah beberapa detik berlalu, "Boom..." ledakan mengenai Vino. Sentak Vino yang terkena ledakan itupun terguling-guling kesakitan. "Aaaaahhhh...Apa yang terjadi?! Sakit! Sakit sekali!" ujar Vino kesakitan sembari berguling-guling di atas tanah.


Ternyata bola-bola kecil tersebut masihlah berfungsi dan dapat membuat ledakan seketika dimanapun itu. Vino yang tak mengetahui hal tersebut malah kehilangan kewaspadaannya dan lagi ia malah mendekati bola-bola kecil tersebut tanpa pertahanan. Waktu sudah berlalu, Vino masih terguling-guling di atas tanah dan kesakitan. Namun, hal tersebut tak menghalangi Vino untuk bangun dan kembali meneliti bola-bola itu lagi.


"Aaahhh...Mataku...." ucap Vino sembari berdiri dan mendekati bola-bola kecil itu lagi.


Penulis: "Bagaimana Vino dapat bertahan? Seharusnya Vino sudah sekarat sekarang karena terkena ledakan itu. Akan tetapi Vino dapat bertahan walaupun terkena ledakan tersebut. Bagaiman Vino dapat bertahan? Vino dapat bertahan karena pengaruh kekuatannya dan tingkatan Vino yang sudah memasuki Alam Petarung tahap 5. Hal ini tidak bisa dipungkiri bagi semua kalangan di dunia Vino, karena kekuatan adalah hal pertama dalam hidup semua orang. Bahkan rakyat jelata sekalipun memiliki tingkatan Alam Bawah tahap 5. Namun untuk kalangan bangsawan, mereka memiliki kekuatan diatas rata-rata yaitu Alam Bawah tahap 12. Ada juga beberapa bangsawan yang memiliki tingkatan Alam Tanah tahap 1-8. Hal ini merupakan hal langka dalam kehidupan manusia karena manusia merupakan makhluk terlemah di dunia Vino."

__ADS_1


...****************...


Disisi lain, Arisa dan orang yang berada didepannya sedang sibuk menyembuhkan Xiao Zan. Saat ini keadaan Xiao Zan sudah lebih baik daripada sebelumnya. Itu dikarenakan usaha mereka yang terus menerus menyembuhkan Xiao Zan. Ditengah-tengah penyembuhan tersebut, tiba-tiba saja Xiao Zan terbangun sembari terbatuk-batuk. "Huh...Uhuk...Uhuk..." Xiao Zan tiba-tiba terbangun dan terbatuk-batuk. Spontan Arisa dan orang yang menyembuhkan Xiao Zan pun terkejut dan langsung menopang Xiao Zan agar ia bisa duduk.


"Guru, apakah Anda baik-baik saja?" tanya Arisa.


Mendengar pertanyaan Arisa, Xiao Zan pun menjawab "Tentu saja aku kesakitan. Tapi jangan khawatir, aku sangat kuat." ucap Xiao Zan diiringi dengusan dan tertawa kecil mendengar pertanyaan Arisa.


Arisa pun mulai khawatir dengan keadaan Xiao Zan. Ia tak tahu harus bagaimana untuk selanjutnya, beruntungnya ia memiliki salah seorang rakyat Vino yang mengetahui hal medis. Sentak Arisa pun bertanya kepada orang tersebut, "Tuan. Apakah Anda bisa menyembuhkan guru?" tanya Arisa dengan rasa khawatir.


"Tidak bisa, aku tak bisa menyelamatkan Tuan ini. Lukanya sudah menyebar ke seluruh tubuhnya, jika aku menyembuhkan Tuan ini maka akan menyebabkan kesalahan fatal dan akan membuat Tuan ini mati dalam sekejap." ujar salah seorang rakyat Vino yang mengetahui hal medis.


Pernyataan orang tersebut menusuk hati Arisa, ia tak menangka bahwa ia akan mendengar perkataan seperti itu. Seketika, Xiao Zan tertawa lantang "Hahahah...Kau hebat sekali! Bahkan dapat mengetahui luka yang aku alami. Jika boleh, aku ingin mengetahui namamu." ucap Xiao Zan sembari mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.

__ADS_1


"Nama saya adalah Woshu Xing. Saya berasal adalah keturunan dari keluarga ras hewan yang mengetahui hal medis, panggil saja saya denan sebutan 'Woshu'." balas Woshu yang terus menopang tubuh Xiao Zan. Tiba-tiba Xiao Zan tertawa mendengar perkataan Woshu. "Hahahah...Tak kusangka, pembeli setiaku telah mempunyai seorang cucu yang bahkan juga mengetahui hal medis." ucap Xiao Zan.


Sontak Woshu terkejut dengan perkataan Xiao Zan itu. Tak disangkanya bahwa Xiao Zan pernah bertemu dengan kakek buyut Woshu. Entah sudah berapa lama kakek buyut Woshu hidup, menurut ingatan Woshu kakek buyutnya itu telah hidup selama 137 tahun lamanya. Hal tersebut sangatlah mengejutkan, akan tetapi hal tersebut tak bisa dibandingkan dengan umur Xiao Zan yang bahkan melebihi hidup kakek buyut Woshu.


Mendengar perkataan yang berbelit-belit tersebut, Arisa langsung berteriak karena kesedihan dan emosinya itu. "Diamlah! Yang sekarang harus dipikirkan bukanlah hal itu, akan tetapi yang harus kita lakukan untuk saat ini adalah menyelamatkan guru!" ucap Arisa berteriak hingga memekakkan telingan Xiao Zan dan telinga Woshu.


Dan setelah perkataan egois Arisa, tiba-tiba saja Xiao Zan menyentuh kepala Arisa dan berkata "Sudahlah nona kecil. Ini sudah takdirku, jika Tuhan memberikanku kesempatan untuk kedua kalinya maka aku akan menjalani hidupku sebahagia mungkin. Yah walaupun itu tidak mungkin terjadi sih. Hehe.." ucap Xiao Zan menenangkan Arisa. Namun usaha Xiao Zan untuk menenangkan Arisa sia-sia. Arisa bahkan tak mendengarkan sepatah kata pun dari perkataan Xiao Zan.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●

__ADS_1


Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.


__ADS_2