
Menjelang satu minggu setelah pembangunan awal, Vino dan para pekerja lainnya masih terus bekerja dan diiringi dengan istirahat yang cukup di malam hari. Bagi para pekerja, mereka diberi jamuan yang khas untuk mereka. Jamuan tersebut diadakan secara besar-besaran. Para wanita menyiapkan jamuan tersebut secara sukarela, sedangkan para pria ikut memeriahkan jamuan tersebut dengan mengadakan permainan dan sebagainya.
Setiap diadakan jamuan, Arisa, Diana, Tiana, Miyuki, dan QinQin selalu berkumpul dan ghibah-in orang. Dengan kata lain, mereka ngerumpi. Selalunya, mereka membicarakan tentang Vino, wanita lain, dan mewaspadai beberapa wanita yang dekat dengan Vino kecuali mereka.
Penulis: "Macam tak betul."
***
Pembangunan pun terus berlanjut hingga berbulan-bulan lamanya. Setelah 1 tahun lamanya mereka bekerja, proyek pembangunan besar-besaran itupun selesai juga. Kini kerajaan Qovulkh menjadi salah satu kerajaan megah nan maju yang pastinya para manusia biadab tidak akan bisa menindas mereka.
Bangunan yang didirikan setelah proyek besar-besaran tersebut yakni:
● Benteng berlapis baja setinggi 60 meter dan dilapisi lagi hingga 3 kali (jadi ada 3 benteng yang sama dalam 1 benteng ini atau bisa kita sebut benteng berlapis tiga) dan benteng ini ada di sekeliling kerajaan
● Menara tinggi
● Istana mewah
● Penginapan
● Tempat perdagangan (pasar)
● Rumah penduduk yang diperbagus
● Kincir angin
__ADS_1
● Kincir air
● Parit di sepanjang jalan
● Jalanan yang di paving menggunakan batu pahatan
● Lentera di sepanjang jalan
● Tempat bermain anak-anak
● Wahana seperti di pasar malam
● Dan bangunan-bangunan lainnya
Pembangunan besar-besaran itu menghabiskan banyak wilayah kerajaan Qovulkh. Dengan terpaksa, Vino dan yang lainnya pergi untuk mencari wilayah baru.
"Ya Tuan" "Ya Fueshi" ujar mereka secara bersamaan walaupun tak sama.
"Kerajaan kita sudah menghabiskan banyak sekali wilayah setelah proyek besar-besaran itu, dan harta yang kupunya sudah tak sebanyak sebelumnya. Aku ingin bertanya kepada kalian, apakah kalian setuju jika kita mencari wilayah baru?" jelas Vino dengan lantang dan tegas.
Sekonyong-konyong Arisa pun menjawab pertanyaan dari Vino itu. "Saya setuju Tuan, apapun yang ingin Tuan lakukan, saya akan menyetujuinya." ujar Arisa tanpa ragu sedikitpun. Diikuti dengan Miyuki yang mengatakan hal yang serupa, namun ia menambahkan kata bahwa ia tak akan setuju jika Vino bertindak semena-mena terhadap seseorang di wilayah tersebut (jika memang ada orang disana). Vino pun mengangguk seolah-olah ia menyetujui perkataan Miyuki.
Selanjutnya Diana dan Tian berseru kepada Vino. Mereka mengatakan "setuju" secara spontan, namun mereka tak mengatakan alasan mereka setuju. Sementara itu, QinQin masih terus berpikir akan pertanyaan VIno. "Sebentar Tuan, Saya masih berpikir." ucapnya dengan keraguan yang tampak pada raut wajahnya. Vino pun dengan santainya menunggu QInQin selesai berpikir. Tiba-tiba MIyuki berbisik kepada QinQin. Seketika, QinQin langsung bersemangat dan ia juga secara spontan mengatakan setuju tanpa menjelaskan alasannya.
Tanpa berpikir panjang, Vino pun mengajak mereka semua untuk pergi menjelajah. Mereka terbang ke langit dan mulai mencari wilayah baru untuk kerajaan mereka.
__ADS_1
***
Mereka terus mencari, terbang kesana-kemari, namun mereka masih belum menemukan satu wilayah pun yang layak huni. Yang mereka temukan hanya wilayah dengan monster dan hewan-hewan buas. Tak ada wilayah yang kosong seperti yang mereka pikirkan. Setelah lama menari, akhirnya mereka pun memutuskan untuk beritirahat. Mereka tiba di sebuah gua yang cukup besar. "Bagaimana menurut kalian?" ujar Vino sembari menunjuk ke arah gua itu. "Menurutku gua ini pas jika dijadikan tempat istirahat sementara." balas Miyuki. Vino pun bertanya kepada yang lainnya, apakah mereka sependapata atau tidak, dan ternayata mereka sependapat dengan MIyuki. Kemudian, mereka masuk ke dalam gua tersebut. Sebelum masuk ke gua, wajah QinQin terlihat pucat dan saat masuk ia mulai mendekat ke Vino.
Tanpa disengaja, enginjak sebuah ranting hingga patah. Bunyinya pun nyaring, dan menghasilkan suara yang keras sampai terdengar hingga ke luar gua. Lantas, QinQin pun terkejut hingga ia secara tak sadar memeluk tubuh Vino. Vino pun kian terkejut hingga akhirnya ia tak kuasa menopang tubuhnya sendiri karena keterkejutannya itu. "Bruak..." suara Vino terjatuh, QinQin yang memeluk tubuh Vino juga ikut terjatuh. Diana, Tiana, Miyuki, dan Arisa yang ada dibelakang Vino tak mengetahui jika Vino terjatuh karena keadaan gua cukup gelap. Mereka semua pun ikut terjatuh dan menimpa Vino.
***
Beberapa saat kemudian, Vino bangun dan menyalakan api di tangannya. Gua tersebut pun menjadi sedikit lebih terang karena cahaya yang dihasilkan dari api. Seketika, Vino melihat ke arah ia jatuh dan disana ia melihat teman-temannya sedang membuang muka. Vino pun mendekat, ia pun melihat muka mereka satu per satu. Wajah mereka terlihat berwarna merah. Secara spontan Vino pun tertawa melihat hal tersebut, sebelum akhirnya ia berakhir dengan tamparan 5 piring di wajjjahnya.
Beberapa saat kemudian, mereka kembali menjelajah. Vino mengajak teman-temannya pergi keluar dari gua. Ajakan tersebut pun diterima oleh mereka, namun sebelum keluar Miyuki meminta izin kepada Vino untuk melihat keadaan gua. Vino pun mengizinkannya. Tak lama setelah itu, Miyuki kembali dengan berlari sekaligus dengan nafas yang terengah-engah. Sontak hal tersebut menuai perhatian semua orang, termasuk Vino. Mereka menanyakan apa yang terjadi kepada MIyuki.
"Apa yang terjadi Miyuki?" ujar Vino bertanya
"A-ada...wilayah...tersembunyi.." balas Miyuki dengan nafas yang masih terengah-engah. Sembari mengatur nafasnya, Miyuki memberitahukan letak wilayah tersembunyi tersebut.
Kemudian, mereka menuju ke tempat yang telah Miyuki tunjukkan. Seketika mereka pun dikejutkan dengan keindahan alam wilayah tersebut, beserta para penghuninya. Penghuni wilayah tersebut merupakan hewan fantasy yang sulit ditemukan, contohnya seperti peri. Semua orang termasuk Vino tak mempercayai apa yang dilihat oleh mata mereka. Dibutakan oleh keindahan alam yang tak bisa diucapkan denga kata-kata, Vino dan teman-temannya pun mencoba untuk tinggal disana. Dan ternyata mereka disambut dengan baik oleh para hewan disana, termasuk para peri.
Lantas, mereka pun meneliti wilayah tersebut, beserta hewan fantasy yang tinggal disana. Mereka meneliti secara keseluruhan baik wilayah, tempat tinggal, keadaan alam, dan lain sebagainya.
Bagaimana kelanjutannya?!
Saksikan episode selanjutnya!
●●●●●●●●●●
__ADS_1
Note: Lama nggak up yah, hehe...