
Setelah mengalami pertarungan yang sangat mengerikan itu, Raja Zoro berdiskusi dengan Vino dan mengajaknya untuk menghadiri jamuan di istana Kerajaan Goldenforth. "Hei anak muda, siapa namamu?" tanya Raja Zoro. Seketika, Vino pun tersenyum dan membalas pertanyaannya itu. "Namaku adalah Fueshi, salam kenal Raja." ujar Vino membalas.
Sentak, salah seorang prajurit berteriak dan mencoba untuk protes akan perkataan Vino. "Dasar manusia rendahan, beraninya kau berbicara tidak sopan seperti itu kepada sang Raja. Seharusnya kau..." ucapan salah seorang prajurit terhenti karena Raja Zoro mengangkat tangan kirinya yang menandakan 'Sudah cukup bicaranya'. Tanpa pikir panjang, Arisa pun marah dan mengatakan hal yang sama kepa sang prajurit. "Memangnya kau tahu apa tentang Tuan Fueshi? Apakah kau tak tahu bahwa dia juga seorang Raja?" ujar Arisa sembari menunjukkan wajahnya yang kesal kepada sang prajurit. Raut wajah Arisa seperti mengatakan "Cih, dasar manusia rendahan. Jijik!" kepada sang prajurit. Lantas, semua orang pun tercengang mendengar perkataan Arisa.
"Eeeeeeeeeeehhhhh???" ucap mereka secara bersamaan. Tak disangka, Raja Zoro pun ikut terkejut akan perkataan Arisa yang secara tiba-tiba itu. Ia tak tahu bahwa Vino juga merupakan seorang pemimpin baru yang berada di Kerajaan Qovulkh. "Anak muda, kau juga Raja kerajaan?" tanya Raja Zoro dengan heran. Dan tentu saja, Vino menanggapi hal tersebut. "Iya." balas Vino dengan santainya.
"Ah, kalau begitu aku minta maaf atas ketidaksopanan salah satu prajuritku ini." ucap Raja Zoro meminta maaf. "Tidak apa. Aku juga meminta maaf atas kelancangan salah satu pengikutku ini." Vinoembungkukkan badannya seakan memberi permohonan maaf paa Raka Zoro. Raja Zoro pun kian membungkukkan badannya, pada akhirnya dua orang itu saling berbicara dan memperkenalkan diri mereka masing-masing.
*Setelah beberapa saat
"Oh iya, ngomong-ngomong kau menjadi raja kerajaan mana?" ujar Raja Zoro bertanya kepada Vino. Ia tak mengetahui apapun soal dimanakah Vino memimpin sebuah kerajaan itu. Seketika Vino pun menjawab, "Aku memimpin Kerajaan Qovulkh. Aku adalah pemimpin baru mereka setelah pemimpin terakhir mereka dikalahkan oleh Demon Lord." jelas Vino. Mendengar hal tersebu, Raja Zoro pun terkejut tak kepalang. Mulutnya terbuka lebar yang menunjukkan bahwa ia sangat terkejut akan perkataan Vino. "Kau kenapa?" tanya Vino dengan polosnya. Tak lama kemudian, Raja Zoro pun menjawab pertanyaan Vino.
__ADS_1
"Jangan malah tanya kenapa, Kerajaan Qovulkh itu kerajaana ras hewan kan?" Raja Zoro bertanya kembali.
"Iya." balas Vino dengan singkat, padat, dan jelas. Setelah mendengar balasan dari Vino, Raja Zoro pun berkata "Lalu mengapa kau bisa menjadi pemimpin kerajaan mereka? Bukankah kau manusia?" pertanyaan Raja Zoro muncul kembali. Vino pun menjawab dengan santainya bahwa kerajaan yang ia pimpin saat ini merupakan kerajaan yang memang sudah mau menerima adanya Vino, dan pada akhirnya para ras hewan menjadikan Vino sebagai pemimpin mereka.
"Yah, kira-kira begitulah ceritanya." ujar Vino setelah menceritakan kisah panjangnya kepada Raja Zoro. "Oh begitu toh." Raja Zoro menganggukkan kepalanya yangenanakan bahwa ia memahami apa gang Vino ceritakan padanya. Pada awalnya Raja Zoro mendeteksi perkataan Vino dengan sihir pendeteksi wajah yang bisa menunjukkan bahwa orang tersebut berkata bohong atau tidak sesuai dengan raut wajahnya. Akan tetapi, sedikitpun Raja Zoro tak merasakan ada kebohongan apapun didalam perkataan Vino, yang ia rasakan hanyalah kebenaran yang sangat besar dan 100% tidak dibuat-buat seperti cerita novel ini.
***
Setelah beberapa saat berlalu, Vino dan yang lainnya pun mencoba untuk berpamitan kepada Raja Zoro dan pasukannya. Akan tetapi, Raja Zoro melarang Vino dan yang lainnya untuk pulang karena Raja Zoro inginenjamu mereka semua. "Eh?! Kau akan pulang? Tidak, tidak! Kau harus ikut ke kerajaanku terlebih dahulu, karena aku akan menjamu kedatanganmu sebagai bentuk rasa hormatku pada sang pemimpin baru Kerajaan Qovulkh. Yah walaupun sebelumnya aku akan tetap menjamu-mu walau kau bukan seorang raja. Akan tetapi, setelah mengetahui identitasmu aku tak bisa membiarkan hal ini terjadi begitu saja. Jadi, kau dan para pengikutmu ini harus mendatangi acara perjamuan di kerajaanku." ujar Raja Zoro berbicara panjang lebar. Vino dan yang lainnya tak merasa senang sedikitpu karena mereka harus membantu warga Kerajaan Qovulkh untuk membangun beberapa bangunan agar bisa meningkatkan kinerja kerajaan.
***
__ADS_1
Pada saat ditengah perjalanan pulang, Arisa tiba-tiba saja menanyaka. suatu hal kepada Vino. "Tuan, mengapa Tuan tidak menerima saja tawaran dari Raja itu?" tanya Arisa. Sentak, Vino pun berhenti terbang dan berdiri iatas langit. Vino pun menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. Lalu ia berkata "Aku males 🗿" ujar Vino membalas pertanyaan Arisa dengan wajah membentuk seperti emot batu. Seketika smeua orang yang mendengar perkataan Vino tercengang sampai-sampai mulut mereka terbuka seperti bemper mobil yang rusak sebelah. "Tuang" mulut mereka terbuka secara bersamaan setelah mendengar balasan dari Vino itu. Tak disangka-sangka Vino menolak tawaran Raja Zoro karena malas.
Penulis: "Ya gimana yah? Kan Vino dulu kerjanya cuma rebahan doang (nolep)." jelas penulis akan perilaku Vino dimasa lalunya.
"Tu...Tuan...Jadi, Tuan menolak tawaran Raja Zoro karena malas?" tanya Arisa balik. "Ya" seketika jawaban Vino keluar dari mulutnya dengan rasa percaa diri dan seperti tak memiliki salah. "Aku kira Fueshi menolaknya karena benar-benar ingin membangun kerajaan, akan tetapi sepertinya itu tidak berlaku bagi Fueshi." ujar Miyuki didalam hatinya sembari menggelengkan kepalanya. Tak lama kemudian, mereka semua pun melanjutkan perjalanan.
Penulis: "Oh iya, QinQin itu masih belum bisa terbang yah. Jadi QinQin terbang menggunakan bantuan dari Arisa, yakni menggunakan kekuatan telekinesis seperti seorang Esper. Tadi lupa nggak ngejelasin, dan waktu mau nulis lagi malah males. Jadi yah...Gitu lah." begitulah katanya.
Beberapa menit kemudian, mereka smeua smapai di Kerajaan Qovulkh. Sontak semua orang pun melihat ke atas langit dan mencoba untuk melihat siapa orang-orang yang sedang berada di atas langit itu. "Hei, ada orang sedang melayang diatas langit. Selain itu, mereka ada 6 orang. Siapa mereka?" ujar salah seorang pedagang yang melihat kedatangan Vino dan yang lainnya. Setelah beberapa detik melihat, semua rakyat Kerajaan Qovulkh pun sadar siapa saja yang sedang berdiri di langit itu. "Oh itu Raja kita dan pengikutnya! Hore!!!" mereka semua bergembira karena Raja yang mereka hormati telah kembali ke kerajaan mereka.
Dan begitulah kisah Vino yang telah pulang dari pertarungan sengit. Untuk episode selanjutnya, bakal berfokus pada pembangunan selagi nunggu waktu pelaksanaan proyek Collab Novel. Hehe
__ADS_1
●●●●●●●●●●
Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya. Maaf ya teman-teman, udah 2 hari nggak update. Lagian sih, masih puasa saya ha-ha-ha.