
Ibu Xzavierus telah menemui ajalnya dan pergi meninggalkan sang suami beserta anak tunggalnya itu. Xzavierus bersama ayahnya merasa sedih, marah, dan kesal. Semua perasaan itu bercampur aduk menjadi satu. "Istriku, kenapa kau meninggalkan aku. Jika kau pergi, aku harus bagaimana?" ujar Swandy Yao yang terus-menerus mengeluarkan air matanya, sembari mengelus-elus makam sang istri. Sementara Xzavierus yang melihat itupun tak tahu harus apa, sehingga ia pun hanya duduk terdiam menunggu ayahnya sambil menangis.
Tak lama kemudian, ayah Xzaverius pun berdiri beranjak dari tempatnya duduk dan berjalan keluar dari makam istrinya itu. Melihat hal tersebut Xzaverius langsung berdiri kian dari tempat duduknya dan mengikuti ayahnya yang berjalan keluar dari tempat pemakaman. "Ayah, tunggu aku." ucap Xzaverius memberitahu ayahnya untuk menunggu Xzaverius. Namun, tak disangka ayah Xzaverius sama sekali tak memedulikan perkataan anaknya dan terus berjalan meninggalkan Xzavierus. Xzaverius berlari mengejar ketertinggalannya itu agar bisa berada didekat ayahnya. Tak berselang lama, Xzaverius pun akhirnya bisa mengejar langkah kaki ayahnya itu dan seketika ia pun berkata "Ayah, mengapa ayah tak menungguku?" ujar Xzaverius bertanya. Sontak sanga ayah langsung terdiam dan tak berjalan lagi. Ia hanya berdiri tegak didepan anaknya. Sementara Xzavierus yang berada dibelakang Swandy Yao itupun bertabrakan dengan punggung ayahnya. "Aduh..." Xzavierus bertabrakan dengan punggung sang ayah.
"Ayah, ayah kenapa?" tanya Xzaverius penasaran dengan kelakuan ayahnya yang sangat aneh itu. Tentu saja kelakuan ayah Xzaverius sangat aneh, alsannya adalah karena ia telah ditinggal oleh istri tercintanya secara tiba-tiba. Hal tersebut saja sudah membuat hati Swandy Yao hancur berkeping-keping. Oleh karena itu, hatinya kosong layaknya seseorang yang tidak dicintai.
Beberapa waktu telah berlalu, akan tetapi Swandy Yao masihlah belum bergerak dan mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya itu. Bahkan tatapan yang dikeluarkan matanya memiliki sorot tatapan yang kosong. Hati Swandy Yao hancur berkeping-keping dan membuatnya sangat kesal juga sedih dengan apa yang terjadi, bahkan hingga membuatnya sangat galau.
"Ayah, ayah kenapa?" ujar Xzaverius bertanya untuk yang kedua kalinya. Mendengar pertanyaan kedua kalinya dari sang anak, Swandy Yao pun secara tiba-tiba menampar pipi anaknya itu dengan kekuatan yang tidak sedikit. "Pakk..." bunyi tampar yang keras terdengar hingga gerbang pemakaman. Penjaga pemakaman yang melihat itupun merasa terkejut dengan apa yang terjadi. "Apa yang terjadi? Apa mereka bertengkar?" ucap penjaga makam dengan herannya. Ia pun menghampiri kedua orang yang sedang bermasalah tersebut dan lalu menanyakan apa yang terjadi dengan keduanya. "Tuan, Nak. Apa yang terjadi?" tanya sang penjaga dengan lemah lembut. Setelah menanyakan hal tersebut, sang penjaga berharap bahwa pertanyaannya tak menaykiti kedua orang itu namun setelah menanyakan hal tersebut keduanya tak menjawab pertanyaan sang penjaga.
Tak berselang lama, akhirnya sang anak menjawab pertanyaan penjaga pemakaman itu. "Tidak ada apa-apa Pak, kami hanya bersedih saja atas kematian ibu." balas Xzaverius dengan tersenyum, menyembunyikan kesediahnnya. Sang penjaga yang melihat itu pun menganggukkan kepalanya dan berpamitan untuk pergi kepada mereka berdua. "Oh baiklah, kalau begitu saya permisi dulu karena saya membersihkan halaman-halaman disini." ujar sang penjaga berpamitan dengan Xzaverius dan ayahnya itu.
__ADS_1
Segera setelah berpamitan, sang penjaga pun pergi meninggalkan mereka berdua. Kepergian sang penjaga membuat keadaan Xzaverius dan ayahnya menjadi lebih buruk dari sebelumnya, mereka tak beranjak dari tempat mereka berada, bahkan mereka tak dapat mengeluarkan sepatah kata pun dari mulut dan bibir mereka itu. Xzavierus dan ayahnya merasa canggung satu sama lain, keduanya sama-sama merasa tak ingin berbaikan walaupun mereka adalah keluarga. Pada saat itu, menit itu, dan detik itu juga hubungan keluarga ayah dan anak, antara Xzaverius dan ayahnya menjadi kacau balau. Hubungan keluarga mereka menjadi berantakan seketika hanya karena masalah sepele yang dilakukan oleh keduanya. Bukan karena kematian Fei Hung, melainkan karena perbuatan dari Xzaverius juga Swandy Yao yang seperti anak-anak TK jika bertengkar.
...****************...
Waktu telah menunjukkan pukul 12.00 siang di dunia itu, sontak Xzaverius langsung berjalan keluar untuk pulang kerumahnya. Begitu pula sang ayah, ia juga beranjak dari tempatnya berdiri dan berjalan menuju ke rumah mikinya yang telah ia bangun bersama sang istri tercintanya dahulu kala.
Setelah mereka sampai dirumah kesayangan mereka itu, hubungan mereka tak menjadi lebih baik dan malah menjadi lebih buruk lagi. Baik itu Xzaverius maupun ayahnya, keduanya tak pernah berbicara lagi setelah kejadian di pemakaman itu. Tak terasa hal tersebut sudah mereka lakukan selama beberapa tahun dan hanya menyisakan kenangan pahit di kepala mereka berdua.
Penulis: "Mohon maaf, ini bukan sindiran bagi kalian yak. Tapi ini memang benar adanya dan hal tersebut benar-benar terjadi di keluarga yang Xzavierus miliki."
Xzavierus berjalan masuk ke dalam guild petualang yang berada tidak jauh dari rumahnya berada. Lantas, ia pun segera menuju ke tempat pendaftaran petualang baru di guild tersebut. Tak berlangsung lama, ja pun sampai di tempat pendaftaran dan langsung mendaftarkan dirinya sebagai petualang tingkat A yang berarti tingkat awal. Tingkatan dalam guild sama halnya dengan urutan huruf dalam bahasa Indonesia. Jadi tingkat petualang A adalah petualang yang memiliki kekuatan pemula atau awal, petualang tingkat B adalah petualang yang memiliki kekuatan lebih besar dari kekuatan tingkat pemula contohnya seperti kekuatan sihir kecil-kecilan dan lainnya, begitu pula seterusnya. Dan setelahselesai mendaftarkan dirina sebagai petualang, Xzavierus pun langsung membunuh para monster-monster yang ada di hutan agar tingkatannya terus meningkat hingga membuat dirinya menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya. Awalnya Xzaverius hanya mencari uang untuk kehidupannya sehari-hari, namun siapa sangka ia malah ketagihan untuk membunuh dan ia juga terobsesi dengan kekuatannya. Xzavierus pun berusaha untuk meningkatkan kekuatan miliknya itu agar bisa menjadi yang terkuat diseluruh dunia.
__ADS_1
...****************...
Beberapa tahun kemudian, Xzavierus telah menjadi seorang master beladiri pedang dan sihir, kini tak ada seorang pun yang berani melawannya dengan tangan kosong. Bahkan tak ada yang berani melawan Xzaverius hanya dengan satu kekuatan saja. Walaupun dengan beberapa kekuatan sekalipun, hal tersebut tidak bisa membuat Xzaverius kalah dengan mudah. Ia juga tak pernah kalah dalam beberapa tahun ini. Hal itu membuat Xzaverius merasa sombong dan membuat dirinya menjadi seorang penindas bagi orang-orang.
Bagaimanakah kelanjutannya?
Saksikan episode selanjutnya!
●●●●●●●●●●
Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.
__ADS_1