
Serangan pedang api sedang mengarah ke salah satu pedagang, serangan itu hampir mengenainya. Tiba-tiba Vino muncul dari rumah yang hancur, ia menerobos sebuah tembok kayu didepannya dan pergi menghalang serangan dari sang Raja.
"Tuang.." Vino menangkis serangan tersebut dan menyelamatkan pedagang itu.
"Huff...Hampir saja. Kalau aku tidak cepat, bisa-bisa pedagang ini mati. Hanya terlewat beberapa detik saja, pedagang ini mungkin sudah ada di alam lain." ucap Vino dalam pikirannya.
Note: Maksudnya "Alam Lain" itu alam buat orang-orang yang telah mati yah.
Pedagang yang berada di belakang Vino, gemetaran seperti mandi es dipagi hari. Vino yang melihat itu merasa kesal dengan Raja Arshiviste.
"Raja sialan! Beraninya kau melukai penduduk di sini!" ucap Vino kesal.
Melihat Vino memberontak, para kstaria tidak terima dengan kelakuan Vino. "Beraninya makhluk rendahan sepertimu tidak menghormati sang Raja?!" Sepertinya kau harus mati untuk diberi pelajaran." teriak salah satu ksatria.
Sentak, ksatria itu langsung menarik pedangnya dan mengacungkan pedang tersebut ke arah Vino. Ia berlari menuju ke arah Vino untuk menusuknya. Akan tetapi, pada saat kstaria tersebut melancarkan serangan kepada Vino, serangan itu langsung dihempaskan dengan mudah oleh Vino.
Ksatria yang melihat serangannya dihempas dengan mudah, merasa bahwa dirinya telah direndahkan oleh Vino. Ia pun melancarkan beberapa serangan seperti sebelumnya, namun lebih kuat. Dan tetap saja, serangan ksatria tersebut dihempaskan oleh Vino dengan mudah.
"Beraninya kau menghempaskan seranganku!" ucap ksatria itu.
"Kalau aku gak menghempaskan seranganmu, terus gimana? Kalo kena serangan aku bakalan luka terus mati. Lu banyak maunya aja yah." balas Vino dengan santainya.
Ksatria itu langsung marah seketika, dan ia mulai berlari menuju ke arah Vino untuk menyerangnya kembali. Ksatria itu ingin membunuh Vino secara "jantan", akan tetapi pada saat ia mulai mendekati Vino...
"Krackk.." terdengar keras suara tulang yang patah.
Tulang yang patah itu adalah tulang milik ksatria yang menyerang Vino. Spontan, ksatria langsung menjerit kesakitan."Aaaaahhhhh...." jeritnya seperti wanita. Dan karena hal itulah, ksatria yang menyerang Vino mati ditempat pada saat itu juga.
"Oh, sepertinya kau tidak mudah dilawan." ucap Raja Arshiviste dengan sedikit senyuman.
Raja Arshiviste merasa agak kesal karena Vino membunuh ksatrianya. Dan itu berarti bahwa, Vino merendahkan sang Raja karena kelemahan ksatrianya. Karena merasa dirinya direndahkan, Raja Arshiviste langsung turun dari kuda yang ia tunggangi dan berjalan menuju ke arah Vino.
Sentak, Vino langsung memperlihatkan kuda-kuda beladirinya. Jika dilihat, Vino sangat waspada dengan sang Raja karena ia takut Raja Arshiviste akan menyiksa rakyat di Kerajaan Qovulkh itu.Melihat Vino mewaspadainya, Raja Arshiviste mengeluarkan kata-kata dari mulutnya itu.
__ADS_1
"Apa kau tau Demon Lord yang menyerang beberapa hari lalu?" ucap Raja Arshiviste.
Vino yang mendengar itu pun mulai terlihat mengendorkan kewaspadaannya, sedangkan Raja Arshiviste yang melihat itu tersenyum tipis. Rencana yang sangat sederhana, ternyata berhasil ia gunakan untuk mengendorkan kewaspadaan Vino.
Note: Raja Arshiviste merupakan Raja Kerajaan Obsydaingorth yang sangat licik. Ia akan melakukan apa saja hanya untuk kekuasaan, bahkan keluarganya akan ia korbankan untuk kekuasaan yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan kehidupan dan nyawa.
Raja Arshiviste melanjutkan "ceramah" nya itu. "Demon Lord yang menyerang dunia ini hanyalah Demon level rendah yang tidak memiliki otak. Ia bahkan hanya berada di level Alam Tanah tahap 12." ucap Raja.
Vino pun terkejut dengan perkataan sang Raja. Ia tidak menyangka bahwa makhluk yang sangat berbahaya itu, ternyata berada di level yang sangat rendah. Namun, sekarang Vino tidak memikirkan tentang level. Karena, yang harus ia pikirkan sekarang adalah cara untuk mengusir Raja Arshiviste.
"Hmm...Apakah yang dikatakannya itu benar? Tapi aku tidak boleh memikirkan itu dulu sekarang. Yang harus aku pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya aku membuat Raja brengsek ini pergi dari sini." ucap Vino dalam hati.
Sang Raja terus berbicara untuk membuat kewaspadaan Vino menurun. Setelah ia menemukan "timing" atau waktu yang tepat, ia akan menyerang Vino tanpa basa-basi lalu membunuhnya didepan semua orang.
Tak lama kemudian, kewaspadaan Vino menurun. Hal ini sesuai dengan apa yang Raja Arshiviste perkirakan. Hanya dengan kata-kata saja, ia sudah bisa menipu lawannya. Melihat Vino menurunkan kewaspadaannya, Raja Arshiviste langsung menyerang Vino dan memberikan serangan yang sangat kuat.
"Serangan Udara gaya kelima: Pedang sihir." serangan pedang yang memiliki daya sihir kuat, menyerang Vino secara cekatan.
"Cakaran Petarung gaya pertama: Cakaran peledak." ucap Vino sembari melancarkan serangan itu ke arah serangan Raja Arshiviste.
Kedua serangan itu akan berhantaman. Vino yang mengetahui akibat dari serangannya, langsung menjauh. Serangan yang Vino lancarkan, dapat menyebabkan ledakan kecil yang menghalangi pandangan. Dengan menggunakan kekuatan itu, Vino akan mendapatkan kesempatan untuk menyerang Raja Arshiviste.
Sementara itu, Raja yang tidak mengetahui serangan yang dilancarkan Vino hanya berdiam diri saja. Ia merasa bahwa serangan Vino tidak ada apa-apanya. Jadi, Raja Arshiviste hanya berdiam diri saja. Vino yang melihat Raja Arshiviste tidak bergerak dari tempatnya berdiri, mulai tersenyum kegirangan. Vino mengira bahwa Raja Arshiviste akan mendapatkan serangan darinya dan Vino memiliki kesempatan untuk menyerang.
"Apa? Dia tidak beranjak dari tempatnya berdiri? Hahaha. Dia pasti tidak mengetahui apa akibatnya jika seranganku mengenai serangan miliknya." ucap Vino.
Note: Jarak antara serangan Vino dan Raja Arshiviste cukup jauh, jadi serangan mereka membutuhkan waktu untuk mengenai target yang mereka incar.
Namun, kegirangan Vino dihilangkan pada saat serangannya mengenai serangan Raja Arshiviste.
"Duarrr.." ledakan kecil dengan asap hitam pekat menghalangi pandangan. Vino langsung menyerang Raja Arshiviste pada saat asap masih menghalangi pandangan semua orang.
Sedangkan Raja Arshiviste masih tetap berada di tempatnya berdiri. Ia tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri itu. Dan pada saat Vino menyerang, Raja Arshiviste tiba-tiba menghilang dari tempat ia berdiri.
__ADS_1
"Slash..." suara sayatan yang tidak mengenai apapun.
Vino yang tidak merasakan keberadaan Raja Arshiviste mulai bingung sekaligus panik. Ia tidak mengetahui bahwa Raja brengsek itu bisa menghilangkan dirinya sendiri.
Tiba-tiba...
"Dakk." kepala Vino ditendang oleh Raja Arshiviste. Ia pun terhempas ke arah rumah yang hancur tadi.
"Aaaahh.." Vino kesakitan karena tendangan Raja Arshiviste. Ia tidak mengira bahwa Raja Arshiviste benar-benar bisa menghilangkan dirinya sendiri.
"Apa yang terjadi? Apa barusan Raja sialan itu menghilang? Bagaimana bisa? Apakah dia menggunakan jurus penghilang diri? Atau ada kemungkinan lain?" beberapa pertanyaan terus muncul dibenak Vino.
Hal tersebut memanglah wajar bagi seorang pemula yang hanya berada di tingkatan Alam Petarung tahap 1. Akan tetapi, hal itu sangat aneh jika dibandingkan dengan prinsip kehidupan.
Penulis: "Coba kalian pikirkan, bagaimana jika ada orang yang bisa menghilangkan dirinya sendiri? Bagaimana reaksi kalian?
Jawaban:
A. Senang sekaligus heran.
B. Biasa aja.
C. Lari ada wibu.
Yang mana jawaban kalian? Komen dibawah yah. Makasih."
Bagaimanakah kelanjutannya?
Saksikan episode selanjutnya!
●●●●●●●●●●
Note: Maaf telat. Tadi masih liat Yutub, jadi lupa kalo harus nulis novel. Hehe. Maap semuanya. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.
__ADS_1