Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Pertemuan Tak Terduga II


__ADS_3

Demon Lord dan para pasukan monsternya mulai memasuki Kerajaan Qovulkh. Beberapa rakyat Kerajaan Qovulkh yang tidak mengikuti perintah Demon Lord, maka akan terbunuh.


Sedangkan bagi mereka yang menurut, maka akan diberi waktu untuk hidup. Pada saat Demon Lord masuk, suara jeritan orang-orang sudah berada di mana-mana.


Anak-anak, remaja, bayi, orang tua, semuanya dibunuh jika mereka tidak menurut. Demon Lord mengetahui bahwa mereka pasti akan memberontak jika dibiarkan saja.


Jadi, ia berinisiatif membuat peraturan "Siapa yang tak patuh, maka ia akan dibunuh!" seperti itulah peraturan dari penguasa baru ini (Demon Lord).


Pada saat ia sedang duduk di atas takhtanya, Demon Lord merasakan keberadaan manusia didekatnya. Sontak, ia langsung mencari keberadaan manusia tersebut.


"Đį/|\æñą /|\åñųßįæ įþű¿ (Dimana manusia itu?)" ucapnya sembari mencari keberadaan manusia didekatnya.


Tak lama kemudian, Demon Lord menemukan sebuah kamar yang terletak tak jauh dari tempat takhtanya berada. Ia mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut.


Dan terbukalah pintu kamar itu, Demon Lord pun masuk untuk melihat siapa manusia yang ada di dalam kamar tersebut.


Lalu Demon Lord melihat seorang wanita cantik dengan rambut berwarna biru bertelinga kelinci yang tidak lain adalah Fleira, ia sedang tidur lelap di atas kasur yang lembut.


"ßįæľæñ¡ |○ęřæñįñýæ ķæű þįđűř đį ßįñį¡ (Sialan! Beraninya kau tidur di sini!")" kata Demon Lord sembari berteriak.


Spontan, Fleira langsung terbangun dari tidurnya dan melihat sekitar untuk mengetahui siapa yang sedang berteriak.


Fleira terkejut melihat sesosok manusia berwarna hitam dan memiliki tanduk serta sayap. Sedangkan warna matanya adalah merah pekat seperti darah.


"Siapa kamu?!" kata Fleira ketakutan.


"Æķű æđæľæh Đę/|\øñ Ľøřđ ßæñğ qəñğűæßæ ķęřæjææñ įñį. (Aku adalah Demon Lord sang penguasa kerajaan ini.)" kata Demon Lord.


Fleira terlihat bingung dengan apa yang didengarnya. Ia tidak mengerti apa yang dikatakan Demon Lord karena Demon Lord menggunakan bahasa Monster.


"Aku tidak tahu apa yang kau katakan!" kata Fleira kebingungan.


Sentak, sang Demon Lord langsung menarik rambut Fleira dan pergi membawanya ke penjara bawah tanah.


●●●


Vino dan Zaylin sedang terlihat kebingungan. Mereka bertatap-tatapan seolah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Siapa kamu?" kata Zaylin.


"Lah, kamu juga siapa?" balas Vino bertanya.


Sesaat, mereka berpikir mengapa mereka bisa menggunakan bahasa yang sama. Padahal mereka berbeda dimensi.


"Bentar, kita ini beda dimensi ya?" tanya Zaylin.


"Iya, kok kamu tau?" kata Vino sembari bertanya kembali.


"Iya, soalnya tiba-tiba ada pintu kayak portal teleportasi di udara. Jadi, aku pikir itu pecahan dimensi mungkin." jelas Zaylin.


"Oh iya, kamu benar." ujar Vino membenarkan perkataan Zaylin.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, kita kok bahasanya sama?" pertanyaan Vino membuat mereka semua kebingungan.


"Lah iya yak. Kok bisa sama?!" kata Zaylin.


Namun, mereka tidak memikirkan hal tersebut terlebih dahulu, melainkan mereka mencoba berperang dengan para Monster dari pecahan dimensi yang lain.


"Boomm..Boom...Boom..." suara ledakan beruntun yang memunculkan pecahan dimensi di berbagai tempat.


Vino dan Arisa mulai bergegas pergi meninggalkan Zaylin dan teman temannya.


Akan tetapi pada saat mereka ingin meninggalkan Zaylin dan teman-temannya, mereka dihentikan oleh Zaylin yang masih ingin bertanya.


"Stop!" perintah Zaylin kepada Vino dan Arisa.


"Ada apa?!" ucap Vino bertanya.


"Kalian mau kemana?" kata Zaylin.


"Kami akan pergi menghabisi para monster yang sedang berkeliaran. Mereka pasti akan mengganggu manusia dan membunuh manusia." jelas Vino.


Zaylin pun meminta kepada Vino agar ia bisa mengikuti mereka.


"Aku ikut! Teman-temanku pasti akan ikut juga." kata Zaylin.


Vino dan Arisa mulai berpikir. Vino dan Arisa tidak tega jika ada salah satu dari mereka (Zaylin dan teman-temannya) terluka pada saat pertempuran.


Pada akhirnya, Vino dan Arisa memperbolehkan Zaylin dan teman-temannya untuk mengikuti mereka.


Setelah mereka berkenalan, Vino mulai menanyakan penyebab Zaylin berada di pecahan dimensi.


"Zaylin, kamu kok bisa ada di pecahan dimensi?" tanya Vino.


Zaylin pun menjawab "Aku tidak sengaja membuka sebuah pintu dimensi pada saat aku marah. Aku mengeluarkan kekuatanku secara berlebihan dan itu tak terkendali olehku." jelas Zaylin.


Lantas, Vino bertanya mengapa Zaylin marah sampai-sampai membuka pintu dimensi.


"Apa yang membuatmu marah?" tanya Vino balik.


Teman-teman Zaylin yang mendengar itu langsung terdiam dan mereka terlihat sangat sedih.


Vino pun merasa tidak enak dengan pertanyaan yang diajukannya, ia pun memutuskan agar Zaylin tidak perlu menjawab pertanyaannya.


Akan tetapi, Zaylin tetap menjawab pertanyaan Vino.


"Temanku dibunuh. Ia dibunuh oleh Raja Iblis secara brutal. Aku tidak bisa menolongnya, karena aku terlalu lemah." jelas Zaylin sambil meneteskan air matanya.


Vino dan Arisa yang mendengar itu merasa simpati kepada Zaylin dan teman-temannya. Mereka mencoba untuk tidak bertanya kembali.


Namun, Zaylin mulai bertanya kepada Vino. Ia bertanya apakah ia bisa membuat orang yang sudah mati menjadi hidup kembali.


"Vino, apa kamu tau cara buat orang yang udah mati hidup kembali?" tanya Zaylin dengan rasa sedih yang tak tertahankan.

__ADS_1


Sentak, Arisa langsung menjawab "Aku tau." jawabnya dengan mengacungkan tangan.


Perkataan Arisa membuat perasaan semua orang kembali seperti semula karena masih ada harapan untuk menyelamatkan teman Zaylin.


"Bagaimana caranya?!" kata Zaylin.


"Kita harus membunuh Demon Lord dan menggunakan inti kekuatannya untuk dikombinasikan dengan kekuatan kristal milik Tuan Vino." jelas Arisa.


"Namun, kita harus membunuh Demon Lord terlebih dahulu untuk mengambil inti kekuatannya. Dan kita juga harus mengambil inti kekuatan tersebut sendiri." lanjut Arisa menjelaskan.


"Tidak apa-apa, selama itu masih bisa menyelamatkan temanku." ucap Zaylin menghapus air matanya.


"Oh iya, siapa nama temanmu yang dibunuh Raja Iblis itu?" tanya Vino kepada Zaylin.


"Namanya adalah Ais. Ia adalah orang yang menyelamatkanku saat aku tegeletak di hutan sedirian. Aku bahkan tidak mengetahui kenapa aku berada disana. Hanya saja, aku mengetahui bahwa aku pernah berasal dari Bumi." jelas Zaylin kepada Vino.


Vino yang mendengar itu langsung terkejut. Ia terkejut karena mendengar bahwa Zaylin juga berasal dari Bumi.


Spontan Vino langsung mengatakan kepada Zaylin bahwa Vino juga berasal dari Bumi. Mereka berdua terkejut tak terkendali.


Mengingat bahwa Bumi merupakan tempat tinggal paling berharga untuk Vino dan Zaylin. Akan tetapi, mereka saling percaya bahwa mereka benar-benar berasal dari Bumi karena reinkarnasi.


●●●


Demon Lord menarik rambut Fleira dan membawanya ke penjara bawah tanah. Disana, ia menyiksa Fleira hingga tubuhnya memar dan berdarah-darah.


Suara jeritan dari Fleira sangat keras. Sebelumnya Fleira sempat melawan, akan tetapi itu dihalang dengan mudah oleh Demon Lord.


"Aahhhh....Saakiittt....Tiiidaaaakkkk...." jerit Fleira kesakitan.


Demon Lord yang melihat itu hanya tersenyum sinis. Bukannya malah membiarkan Fleira dikurung, ia malah menyiksanya terlebih dahulu untuk kesenangan dirinya.


Setelah puas menyiksa, Demon Lord mengurung Fleira di penjara bawah tanah tersebut.


Demon Lord yang keluar itu bukan karena ia sudah benar-benar puas menyiksa Fleira, namun ia sudah bosan dengan Fleira karena ia sudah hampir mati atau sekarat.


Fleira sudah berada di ujung tanduk kematian, tetapi Tuhan masih memberikan kehidupan bagi Fleira untuk melihat mayat ayahnya yang sudah mati.


●●●


Sementara itu, Vino, Arisa, Zaylin, dan teman-teman yang lainnya pergi melawan para monster yang sedang berkeliaran keluar dari pecahan dimensi.


Pada saat mereka sedang "asyik" membunuh para monster, tak disangka tiba-tiba muncul sebuah ledakan besar yang menghempaskan mereka semua.


"Duuuuuaaaaaaaaarrrrrrrrrrrr......" suara ledakan yang sangat besar terjadi, bahkan suara ledakan tersebut mencapai ke Kerajaan Qovulkh.


Lantas, apakah yang akan terjadi dengan Vino dan kawan-kawan?


Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●

__ADS_1


Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.


__ADS_2