Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Pecahan Dimensi Terbentuk Kembali


__ADS_3

Di Benua Seyuuji ratusan bahkan ribuan monster dan iblis sedang berdiam diri disana. Mereka mencari makan dengan memakan tumbuhan sebagai pengganjal rasa lapar mereka. Walaupun satu daun tanaman saja sudah membuat mereka kenyang untuk waktu yang lama, akan tetapi jumlah mereka sangatlah banyak. Entah berapa tanaman dan tumbuhan yang harus dikorbankan untuk menahan rasa lapar mereka. Namun karena Benua Seyuuji tak pernah ditinggali manusia, maka benua tersebut tidak ada gunanya bagi kehidupan manusia dan ada baiknya jika benua tersebut menghilang saja, begitula pikir semua orang tentang Benua Seyuuji itu. Akan tetapi berbeda dengan yang lain, Vino malah menginginkan Benua Seyuuji dilestarikan dan kehidupan disana harus terpelihara. Tentu saja keinginan Vino sangatlah mustahil karena ada ribuan orang yang tak pernah menginginkan Benua Seyuuji ada, dan pastinya mereka akan menolak pendapat Vino untuk menjaga Benua Seyuuji ini.


Disebuah Kerajaan bernama Kerajaan Qovulkh, Vino terlihat sedang berbicara dengan seseorang di kamar pribadinya dan itu adalah Miyuki. Miyuki menceritakan semua hal tentang dirinya itu, disaat Miyuki menjelaskan tiba-tiba terjadi getaran yang cukup kuat. Getaran tersebut sampai-sampai bisa membuat Vino terjatuh seketika karena akibat dari getaran yang cukup kuat itu. Sontak Vino langsung berteriak karena terkejut, "Apa itu?!" tanya Vino bingung. Miyuki yang mendengar pertanyaan Vino langsung menjawab "Aku tak tahu. Apakah itu akibat dari....Tidak! Tidak mungkin!" Miyuki terlihat sedang ingin mengatakan sesuatu, namun ia tak mengatakannya. Seketika Miyuki berlari keluar dari kamar Vino. Melihat itu Vino langsung ikut berlari dan menahan tangan Miyuki agar ia tak berlari.


"Ada apa?! Apa yang terjadi?!" Vino bertanya kepada Miyuki. Beberapa pertanyaan merujuk kepada Miyuki, sementara itu Miyuki tak menanggapi pertanyaan Vino. Lantas Vino pun berlari mengikuti Miyuki, tak lama kemudian Miyuki menuju ke sebuah gua tempat tambang. Gua tersebut adalah Gua yang sering digunakan oleh rakyat Kerajaan Qovulkh sebagai tempat untuk menambang. Seketika Vino pun heran melihat Miyuki, "Mengapa Miyuki kesini? Apa ada sesuatu yang penting di dalam gua itu?" ujar Vino dalam hatinya yang kebingungan.


Tiba-tiba, Miyuki menoleh ke belakang dan melihat Vino masih mengikutinya. Sentak Miyuki langsung berkata "Aoyama, mengapa kau mengikutiku?!" ucap Miyuki. Vino pun menjawab "Tentu saja aku penasaran, dan lagi kau tak menjawab pertanyaanku." balas Vino. Miyuki yang mendengar balasan Vino langsung terdiam, tak berselang lama Miyuki kembali mengatakan sesuatu.


"Tempat kelahiranku telah diserang. Dan jika kau menghalangiku maka kau akan kubunuh, walaupun kau itu kuat tapi bukan berarti aku tak bisa mengalahkanmu!" perkataan Miyuki memerintahkan Vino untuk tidak ikut campur. Namun, Vino tak mendengarkan perkataan Miyuki dan ia terus mengikuti Miyuki dan masuk ke gua itu. Disaat Vino terus mengikuti Miyuki, tiba-tiba saja Miyuki berhenti dan seketika Miyuki pingsan. Spontan Vino langsung memapah tubuh Miyuki yang tiba-tiba pingsan itu. "Oi, Miyuki! Apa yang terjadi denganmu!" Vino mulai panik. Akan tetapi ditengah kepanikan Vino, tiba-tiba saja ia terpikirkan perkataan Miyuki. "Tempat kelahiranku telah diserang!..." begitulah perkataan Miyuki sebelumnya. "Kalau begitu, aku harus menuju ke Benua Seyuuji untuk menyelamatkan tempat kelahiran Miyuki." ucap Vino menanamkan tekad yang kuat didalam hatinya.

__ADS_1


...****************...


Disisi lain, Arisa sedang berlarian kesana-kemari mencari keberadaan Vino yang entah kemana. "Tuan berada dimana?" Arisa kebingungan mencari Vino. Ia juga tak tahu harus melakukan apa, karena hanya Vino lah satu-satunya orang yang dapat memerintahkan Arisa untuk melakukan sesuatu. "Setelah guncangan tadi, Tuan pergi kemana, ya?" ujar Arisa yang terus kebingungan akibat mencari Vino.


Waktu telah berlalu begitu cepat, Arisa masih lah belum menemukan keberadaan Vino. Walaupun Arisa sudah mencari ke semua tempat, akan tetapi ia masih tak mbemukan Vino. "Hahh...Mengapa Tuan menghilang?" ucap Arisa mengeluh sembari menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Apa jangan-jangan, Tuan diculik oleh wanita itu?" pikir Arisa yang tidak-tidak mengenai Miyuki. "Aaah...Seharusnya aku buang saja wanita itu. Kalau begini, Tuan tidak bisa menjadi milikku." ucap Arisa cemberut sambil terus menjelek-jelekkan Miyuki. Setelah Arisa puas menjelek-jelekkan Miyuki, ia pun menghembuskan nafasnya dan kembali mencari Vino yang menghilang.


"Apa ini? Mengapa tanaman ini bergerak? Setahuku, tak ada satu tanaman pun yang pernah bergerak sendiri kecuali mereka menemukan mangsa yang tepat. Dan itupun hanya ada beberapa saja serta tanaman seperti itu hanya ada di Bumi. Lalu mengapa tanaman rambat ini mengincarku? Pasti ada yang salah." ucap Vino memiliki perasaan buruk di dalam hatinya. Seketika Vino pun mengeluarkan kekuatannya dan menyulut api untuk menakuti tanaman rambat itu. "Wush..." api muncul di hari telunjuk Vino, setelah itu Vino langsung mendekatkan api tersebut ke tanaman rambat yang melilit kakinya. Seketika tanaman rambat itupun melonggarkan diri dan menjauh dari Vino. "Hahahah, akhirnya bisa lepas juga." ujar Vino merasa beruntung.


Setelah tanaman rambat dikaki Vino sudah hilang, ia pun langsung berjalan mencari keanehan yang ada di Benua Seyuuji itu.Tak lama kemudian Vino menemukan sebuah retakan di udara dan tepat didepan mata Vino. "Apa ini? Apa ini retakan dimensi?" ucap Vino terus melihat retakan di udara tersebut dengan teliti. Tiba-tiba, Vino melompat jauh kebelakang untuk menjaga jarak dengan ratakan tersebut. "Sial, ini retakan dimensi. Jika sampai aku terlalu dekat dengan retakan itu, maka aku akan diseranh oleh kawanan monster dan iblis." ujar Vino yang sudah memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. "Untuk saat ini aku harus santai, jangan berlebihan. Hufff...." Vino menghembuskan nafasnya agar kekhawatirannya menghilang.

__ADS_1


"Oke, aku sudah merasa lebih lega. Selanjutnya aku harus mempersiapkan kekuatan serangan dan pertahanan milikku. Juga aku harus menyiapkan kuda-kuda beladiri yang terbaik dan mudah digunakan. Jika kawanan monster dan iblis terdapat ratusan atau ribuan, maka aku harus menggunakan kuda-kuda beladiri monyet serigala." ujar Vino memperkirakan dan mempersiapkan serangan juga kuda-kudanya itu. Setelah Vino selesai mempersiapkan semuanya, tiba-tiba "Tuang..." retakan dimensi tersebut pecahan dan terjadilah pecahan dimensi. Seketika mengeluarkan ratusan bahkan ribuan monster dari pecahan dimensi tersebut.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●


Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.

__ADS_1


__ADS_2