Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Berpindah ke Alam Semesta Lain I


__ADS_3

Vino dan gurunya tertawa terbahak-bahak karena hal yang tidak jelas. Sedangkan Arisa yang melihat mereka hanya memandang dengan wajah heran.


"Huh...Kenapa mereka jadi gila begini?" Arisa terheran-heran.


Penulis: "Maap yah. Mereka emang gila dari lahir." ungkap sang penulis tentang kelakuan Vino dan gurunya.


Setelah lama berbincang, Vino dan gurunya itu mulai memperkenalkan diri. Dan ternyata nama guru Vino adalah Xiao Zan.


"Nak, siapa namamu?" tanya guru Vino.


"Nama saya adalah Aoyama Fueshi, guru." balas Vino.


"Oh. Salam kenal, namaku adalah Xiao Zan. Aku berasal dari keluarga dengan marga 'Xiao'." jelas Xiao Zan.


Vino pun menganggukkan kepalanya dan memberikan hormat kepada Xiao Zan, mengingat bahwa Xiao Zan adalah gurunya. Setelah mereka selesai berkenalan, mereka pergi ke Istana Vino dan mulai berbincang-bincang kembali.


Sementara itu Arisa yang masih heran melihat mereka berdua, juga pergi ke Istana untuk menyiapkan suguhan seperti camilan dan teh hangat sebagai rasa hormat kepada Xiao Zan.


Setelah semuanya siap, Arisa pergi menyuguhkan cemilan dan teh untuk Xiao Zan. Xiao Zan yang diberi suguhan tersebut, langsung menerimanya seakan memang mengharap untuk mendapatkan makanan gratis.


"Tuan Zan, ini silahkan." ucap Arisa sopan.


"Wah. Terima kasih. Kalau begitu aku tidak akan sungkan." jawab Xiao Zan sembari memakan cemilan dengan lahap sekali.


Penulis: "Inilah contoh-contoh orang yang tidak sopan, jadi mohon untuk tidak ditiru."


Xiao Zan: "🗿" ucap Xiao Zan membalas perkataan sang penulis.


...****************...


Setelah Xiao Zan makan dengan puas, ia pun mengatakan sesuatu kepada Vino dengan muka yang sangat serius.


"Fueshi, apa kau tau Alam Semesta ada berapa?" tanya Xiao Zan dengan wajah serius.


Vino yang melihat gurunya itu pun mulai berpikir dengan serius, Vino berpikir bahwa hal-hal yang ia ketahui terlalu sedikit. Namun, Vino tetap mencoba untuk menjawab.


"Apakah Alam Semesta yang guru maksud?" tanya Vino balik.


Spontan, Xiao Zan langsung memukul meja didepannya. Dan berkata "Apa kau tak tahu alam semesta itu ada berapa? Haish...Baiklah, akan aku jelaskan. Alam semesta yang aku maksud adalah alam semsta yang ada di dunia ini. Dan yang harus diketahui ada 6 Alam Semesta yaitu:



Alam Semesta Supreme Universe

__ADS_1


Alam Semesta Cold Universe


Alam Semesta Heitur Alheimur


Alam Semesta Maximus Universum


Alam Semesta Universitas Mortis


Alam Semesta Basso Universe." jelas Xiao Zan.



Vino pun menganggukkan kepalanya yang berarti ia mengerti dengan apa yang Xiao Zan jelaskan.


"Sekarang kita sedang berada Alam Semesta terendah, yaitu Alam Semesta Basso Universe." lanjut Xiao Zan.


Vino mengerti dengan apa yang Xiao Zan katakan. Namun, mengapa Arisa tidak pernah memberitahunya tentang Alam Semesta ini. Karena Vino memikirkan hal itu di otaknya, Arisa pun menjawab "Itu karena kekuatan Anda masih belum cukup untuk mengetahui tentang alam semesta ini Tuan." jawab Arisa.


Note: Arisa itu bisa membaca pikiran Vino, jadi Arisa bisa tahu pemikiran Vino. Oh iya, di dunia Vino, kekuatan adalah segalanya. Jadi, kalo Vino mau tahu tentang alam semesta, Vino harus punya kekuatan yang cukup. Soalnya kalo kekuatannya nggak cukup, telinga Vino bakalan meledak terus Vino mati deh. Kenapa bisa mati? Karena alam semesta di dunia Vino tidak boleh sembarangan disebut. Gitu. Paham kan? Oke lanjut.


...****************...


Setelah Vino mengetahui tentang alam semesta, Vino diberi tahu tentang cara meningkatkan kekuatan hanya dalam sekejap.


Vino yang mendengar ucapan Xiao Zan, mulai meremehkan tentang menaikkan kekuatannya karena ia sudah mempunyai ruang kultivasi.


Sementara itu, Xiao Zan yang melihat reaksi Vino menyeringai. Nampak dari sudut bibirnya, sebuah senyuman tipis. Dan hal itu, membuat Vino bertanya-tanya kepada Xiao Zan.


"Guru, memangnya bagaimana cara meningkatkan kekuatan secara cepat? Apakah cara itu efektif? Apakah cara ini sangat instan?" beberapa pertanyaan menuju kepada Xiao Zan.


Xiao Zan pun menjawab "Caranya adalah dengan mengkombinasikan kekuatan kegelapan dan kekuatan kristalmu, lalu melatih kekuatan itu secara bersamaan. Cara ini bahkan lebih efektif dan lebih instan daripada berkultivasi di ruangan kultivasi." jelas Xiao Zan.


Mendengar perkataan gurunya, Vino memperlihatkan reaksi haus kekuatan. Muka Vino terlihat seperti anjing yang ingin mengonggong dan meminta makanan didepan tuannya.


Penulis: "Jijik bego!" teriak sang penulis kepada Vino.


Vino memperlihatkan sisi menjijikkannya itu, akan tetapi itu malah membuat Xiao Zan ingin mengajarinya lebih dalam tentang dunia ini.


"Sebentar, guru tahu darimana kalau muridmu ini memiliki ruang kultivasi?" tanya Vino secara mendadak.


Mendengar pertanyaan Vino, Xiao Zan pun tertawa. "Hahahah" tawanya terbahak-bahak sembari memukul meja. Ia tidak menyangka bahwa Vino akan menanyakan pertanyaan sekonyol itu.


"Hadeh...Aku kira kau mau tanya apa, ternyata hanya ini?" jawab Xiao Zan.

__ADS_1


"Aku bisa tau kau memiliki ruangan kultivasi, itu karena aku telah memiliki skill pendeteksi tempat. Dan aku bisa melihat tempat itu berharga atau tidak." lanjut Xiao Zan sembari menjelaskan.


Hal tersebut, diluar perkiraan Vino. Vino tidak menyangka bahwa guru "tol*l" nya itu mempunyai skill yang sangat hebat. Vino pun akhirnya mengakui bahwa gurunya itu sangat hebat.


...****************...


Waktu telah berlalu begitu cepat, tak terasa Vino dan Xiao Zan berbicara hingga matahari terbenam.


"Oh, sudah malam. Sekarang waktunya kau berlatih setelah ini." ucap Xiao Zan sambil menengok Vino menggunakan ekspresi yang meremehkan Vino.


"Baik guru. Tapi bisakah Anda tidak meremehkan saya? Saya merasa tersinggung." jawab Vino.


"Wakakakaka..." Xiao Zan tertawa.


"Baiklah. Kalau begitu, ayo berlatih." ajak Xiao Zan.


Vino pun menganggukkan kepalanya dan mengikuti Xiao Zan yang sedang keluar dari Istana miliknya.


Sedangkan Arisa, ia pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan agar Vino dan Xiao Zan bisa makan malam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Vino sedang berlatih sangat keras. Bahkan ia tidak diberi waktu istirahat oleh gurunya itu. Namun, Vino tetap melakukan apa yang Xiao Zan perintahkan.


"Hiak...1...2...3...Hiak...1...2...3..." teriak Xiao Zan menghitung gerakan Vino.


Vino berlatih seperti orang yang sangat pro. Ia melakukan gerakan Push-Up, Sit-Up, Pukulan beruntun, Tendangan beruntun, dan latihan-latihan lain.


...****************...


"Hmm...hm...hm...🎶..." suara Arisa bernyanyi pelan. Lirihan lagunya sangat indah, bahkan bisa membuat pembaca jatuh cinta kepadanya.


"Hari ini Tuan dan gurunya sedang berlatih, jadi aku harus membuatkan mereka makanan yang sangat enak agar mereka senang." ucap Arisa dalam hati.


Penulis: "Enak yah punya istri imut, aku pengen juga sih. Tapi aku jomblo. Wkwkwk."


Dari luar istana, terdengar suara teriakan Vino yang sedang berlatih. Arisa yang mendengar hal itu, merasa senang dengan apa yang Vino lakukan. Ia sangat senang jika Tuannya bekerja keras untuk suatu hal, dan itu membuat Vino terlihat keren.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●

__ADS_1


Note: Maaf telat, tadi saya masih sekolah temen-temen. Oh iya, buat hari ini dan seterusnya, saya akan update novel ini 1 episode saja. Dan apabila ada waktu luang, saya akan update lebih dari 1. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.


__ADS_2