
Segel yang sudah menahan Xzavierus selama bertahun-tahun, kini mulai retak dan hampir terbuka. Sontak beberapa prajurit yang mehat hal tersebut segera melaporkan berita akan segel Xzaverius. Segel Xzaverius sangatlah jauh dari kerajaan, karena segel yang ada terdapat di sebuah hutan besar dan luas. Tentu saja, hal tersebut dilakukan oleh Raja Zoro untuk melindungi Kerajaannya agar tidak mengalami masalah untuk yang kedua kalinya. Namun, hal tersebut justru terjadi dan membuat semua orang kembali panik. Beruntungnya, kabar akan retaknya segel Xzaverius masih belum tersebar ke telinga penduduk dan hanya para prajurit yang mengetahui hal tersebut. Para prajurit juga berjanji untuk tidak membocorkan hal tersebut keoada penduduk yang ada. Karena, masa lalu yang kelam itu tak bisa dihilangkan hanya sekejap mata.
"Hah...Hah...Haah..." salah seorang prajurit berlari terengah-engah menghampiri Raja Zoro yang sedang bersantai. Melihat hal tersebut, seketika Raja Zoro langsung berdiri dari tempatnya duduk dan menanyakan pertanyaan kepada prajurit itu. "Ada apa?! Apa yang terjadi?!" ujar Raja Zoro menanyakan pertanyaan sembari memapah tubuh prajurit itu. Prajurit itu seketika memberi hormat kepada Raja Zoro, ia membungkukkan badannya lalu berlutut tepat didepan Raja. Sembari terus menarik nafas agar tak terengah-engah, sang prajurit pun terus menarik nafas agar suaranya bisa terdengar jelas oleh sang Raja. Tak lama kemudian, prajurit itu langsung menyampaikan pesan yang dibawanya. "Raja, segel yang Raja buat untuk menahan Xzaverius telah terbuka." ujarnya sembari mengerutkan dahi menghadap sang Raja. Prajurit itu terlihat ingin mengalihkan pandangannya karena merasa malu terhadap Raja. Ia merasa malu sebab tak bisa melindungi segel tersebut, dan kini segel tersebut malah retak dan hampir hancur. Sang prajurit terus menerus menyalahkan dirinya sendiri. Ditengah-tengah emosi yang menyakitkan itu, Raja Zoro seketika berteriak. "Apaaa! Bagaimana bisa segel itu terlepas?!" ujar Raja Zoro.
"Padahal baru lima tahun aku menyegelnya, tapi mengapa bisa retak?! Bukankah ia seharusnya sudah mati?! Bagiamana bisa dia meretakkan segel itu?!" lanjut Raja Zoro terheran-heran.
Secara cekatan, Raja Zoro langsung memerintahkan para prajurit dikerajaanna untuk bersiap. Ia pun juga mengambil perlengkapan yang dibutuhkannya agar bisa bertahan dalam peperangan melawan Xzaverius nanti. "Semua prajurit bersiap, kita akan berperang lagi kali ini!" ujar Raja Zoro dengan lantangnya. Ia memimpin selayaknya Raja yang tak gentar akan peperangan, seperti dalam cerita novel.
Penulis: "Bekkhh...." gajelas, abaikan saja.
...****************...
__ADS_1
Disisi lain, Vino dan Arisa sedang menanyakan beberapa hal kepada wanita yang mereka selamatkan tempo hari. "Siapakah namamu?" ujar Vino menanyakan nama wanita itu. Wanita itu terdiam mendengar pertanyaan Vino, sepertinya ia tak ingin Vinoengetahui namanya. Semenara itu, Arisa yang melihat reaksi wanita didepannya seketika langsung mendekat dan duduk disamping wanita itu.
Wanita itu mencengang melihat Arisa yang mau mendekati dirinya, secara tiba-tiba ia pun hampir mengeluarkan air matanya. "Hmmph.." hidungnya mulai memerah karena hal tersebut. Yap, wanita yang diselamatkan Vino dan Arisa adalah wanita yang tidak pernah dibesarkan dengan rasa kasih sayang oleh orang tua mereka.
Secara spontan, Arisa langsung menanyakan apa yang terjadi pada wanita itu. "Apa yang terjadi? Mengapa kau hampir menangis?" tanya Arisa sembari memeluk wanita disampingnya. Tak berselang lama, wanita itu pun menjawab "Aku tidak pernah dibesarkan dengan kasih sayang oleh orangtua ku, jadi aku terharu ketika melihat kalian berusaha untuk mempedulikan ku. Terima kasih." ujarnya diikuti dengan air matanya yang secara tiba-tiba menetes. Wanita itu menangis seketika. Namun, tangisannya tak bertahan dalam waktu lama. Hana dalam beberapa menit tangisan wanita itu telah menghilang. Mukanya memerah, begitupula dengan hidungnya yang mancung juga ikut memerah.
*Beberapa menit kemudian
"Aku datang dari Benua Utama, Aku bisa sampai kesini karena terjadinya insiden pecahan dimensi." balas QinQin menjawab pertanyaan Arisa. Mendengar hal tersebut, seketika Arisa langsung merinding. Ia tak mengetahui bahwa manusia dapat mengalami dampak dari pecahan dimensi, karena di Benua Grogonut ini tak ada satupun manusia yang menghilang karena insiden pecahan dimensi. Hal tersebut dikarenakan usaha Vino dan semua orang untuk melindungi benua mereka.
"Lalu, mengapa kau bisa diserang beruang itu?" tanya Arisa untuk yang ketiga kalinya. Lagi-lagi QinQin menjawab dengan polosnya "Aku sedang kelelahan, waktu itu aku beristirahat di sebuah pohon. Dan aku menemukan madu disana, aku pun mencoba mengambil madu tersebut akan tetapi itu terlalu tinggi sehingga aku tak bisa menggapainya. Setelah itu, aku mencoba mengambil buah yang ada di pohon tersebut tetapi juga tidak bisa, namun keberuntungan melanda ku. Buah-buahan yang aku inginkan tiba-tiba jatuh dari pohon." ucap QinQin. Ariaa dan Vino mengangguk mendengar cerita QinQin.
__ADS_1
"Saat itu aku sadar bahwa itu bukan keberuntungan, akan tetapi kesialan. Ternyata yang menjatuhkan buah-buahan itu adalah beruang besar yang sedang bersandar di pohon itu. Dan itu adalah pohon yang aku buat istirahat. Karena merasa khawatir, aku pun melihat dibalik pohon itu, seketika beruang itu langsung menoleh ke arahku dan terus mengejar ku. Namun anehnya, dia seperti sudah memprediksi bahwa aku pasti ada disana. Dan lagi, dia tidak memakanku melainkan seperti ingin mempermalukan aku." lanjut QinQin bercerita. Sentak Vino langsung melotot. "Oh.." ucapnya sembari melotot setelah mendengar cerita QinQin. Sepertinya Vino mengetahui sesuatu.
Arisa dan QinQin yang melihat mata Vino melotot, seketika langsung penasaran. "Apa kau mengetahui sesuatu?" ujar QinQin. "Tuan, apa terjadi sesuatu?!" tanya Arisa secara lemah lembut. Secara cekatan Vino lansung menjawab, "Beruang itu adalah Miyuki." balas Vino dengan santainya. Secara bersamaan, QinQin dan Arisa berteriak "Hah?" mereka berteriak secara bersamaan setelah mendengar perkataan Vino. Seelah itu, Vino pun menjelaskan secara detail tentang apa yang ia ketahui.
"Beruang itu adalah Miyuki. Akhir-akhir ini, entah kenapa Miyuki mengalami stress setelah perterunganku dengan Demon Lord kedua. Sepertinya ia telah mengingat sesuatu. Dan lagi, ia sepertinya kesal dengan Arisa yang terus mengomelinya. Dan pada akhirnya, ia menjadi beruang untuk melampiaskan stressnya itu. Dan pada saat menjadi beruang Miyuki mencari wanita yang seksi untuk dijahili. Yap, Miyuki merobek-robek baju dan pakaian mereka seperti yang ia lakukan padamu tempo hari." ujar Vino menjelaskan.
Bagaimanakah kelanjutannya?
Saksikan episode selanjutnya!
●●●●●●●●●●
__ADS_1
Note: Maap temen-temen, udah tiga hari nggak update soalnya saya capek. Mohon dimaklumi yah. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.