Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Pembangunan Berskala Besar


__ADS_3

Vino dan yang lainnya mengambil beberapa beton dan baja untuk membantu para pekerja bangunan. Para pekerja bangunan tersebut telah disewa oleh Vino untuk membangun kerajaan miliknya. Tak tanggung-tanggung, Vino menyewa sekitar 560 orang pekerja untuk membangun Kerajaan Qovulkh. Yah walaupun masih kurang, akan tetapi Vino memilih untuk melakukan pembangunan sesuai dengan kapasitas pekerja disana. Yang artinya, Vino memilih semua pekerja yang ada di Kerajaan Qovulkh dan tidak meminta bantuan kepada kerajaan lain.


"Baiklah semuanya, kerjakanlah sesuai dengan gambar yang aku berikan" ujar Vino memberi perintah. "Baik Pak." seketika semua pekerja mengangguk dan memberikan hormat kepada Vino. Dan mereka pun berbondong-bondong membangun benteng-benteng yang sudah Vino gambarkan. Akan tetapi, sebelum membuat benteng-benteng tersebut, para pekerja memperbaiki beberapa bangunan yang ada di bagian Utara, Selatan, Timur, dan Barat kerajaan.


Mereka semua saling bekerja sama hingga tak terasa matahari sudah berada tepat diatas kepla mereka. Yap, saat ini sudah siang dan waktunya untuk beristirahat. Akan tetapi, sebelum beristirahat Vino dan yang lainnya membersihkan diri dengan cara mandi dan beribadah untuk berdo'a kepada Tuhan Yang Maha Esa.


***


Beberapa saat kemudian, Vino dan yang lainnya serta seluruh pekerja beristirahat bersama dengan makan siang bersama. Tak terasa, suasana di hari itu sangatlah ramai. Penuh dengan kebahagiaan, dari jauh terdengar suara ramai para pekerja bersenda gurau dan membicarakan hal-hal tidak jelas. Vino yang melihat itu tak pernah merasakan hal tersebut. Hatinya berdegup kencang karena suasana yang penuh akan kebahagiaan. Mengapa Vino merasa gugup? Itu karena Vino tak pernah diperlakukan seperti mereka oleh orang tua maupun saudara Vino.


Setiap hari, ayah dan ibu Vino sibuk mencari nafkah. Mereka selalu pulang malam dan itu sekitar pukul 6-7 malam. Yah walaupun masih memiliki waktu untuk berbicara dengan anak, akan tetapi orang tua Vino harus berangkat pagi (sekitar pukul 4 pagi orang tua Vino sudah bekerja dan tidak ada di rumah). Hal ini terus berlanjut setiap hari kecuali hari Minggu (akhir pekan). Pada akhirnya, setiap hari Vino dan saudara-saudaranya harus memasak sendiri atau membeli makanan cepat saji untuk sarapan dan makan siang. Sementara saudara-saudara Vino, mereka tak pernah berbincang-bincang dengan Vino bahkan hampir setiap hari mereka tak pernah berkata apapun kepada Vino. Setiap hari, rumah Vino dipenuhi dengan suara sunyi dan tenang. Tidak ada hiburan sama sekali. Oleh karena itu, Vino mulai menonton anime, membaca manga, novel, membaca komik, mendengarkan musik, dan lain sebagainya untuk hiburan hidupnya. Akan tetapi hal ini tak bisa menyingkirkan semua kebosanan dan kesunyian di rumah Vino. Walaupun rumah Vino cukup mewah, akan tetapi setiap hari disana hampir tidak ada suara sama sekali (kecuali suara kipas).


"Ahh....Sialnya hidupku. Tapi aku masih bersyukur telah dilahirkan dalam keadaan itu. Aku bersyukur bisa memiliki Ayah dan Ibu yang bekerja keras, dan aku bersyukur memiliki saudara-saudaraku didunia sebelumnya (sebelum reinkarnasi). Terima kasih Tuhan..." ujar Vino bersyukur. Tak terasa, air mata Vino menetes setu persatu. Hidung Vino mulai memerah. Vino mendongakkan kepalanya ke langit dan melihat keindahan langit pada siang hari.


"Tuan, Anda baik-baik saja?" tanya Arisa khawatir setelah melihat Vino menangis. Secara cekatan, Arisa segera mengambil sapu tangan yang selalu ia bawa disakunya (buat jaga-jaga kalo selesai makan atau minum). Lalu Arisa mengusap air mata Vino dengan tersenyum. "Jika ada masalah, Tuan bisa mengatakannya kepaa saya." ucap Arisa dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Penulis: "Cih..."


Seketika, pada saat itu juga Vino melihat bayangan keluarganya ada di belakang Arisa. Spontan ia tersenyum dan memejamkan matanya. Taka lama kemudian, Vino pun mengalihkan pandangannya ke langit lagi dan berkata "Aku hanya tak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini. Jadi aku berpikir, punya banyak teman itu sangat enak... Hehe." jelas Vino sembari tersenyum kembali.


*Setelah selesai istirahat*


"Baiklah semuanya, saatnya kembali bekerja!" ujar Vino menumbuhkan kembali semangat para pekerja.


"Baikk...." balas mereka serentak sembari mengangkat tangan kanan mereka secara bersamaan. Pad saat itu, Vino pun tersenyum sekilas.


***


"Wæhæį ķæłįæñ ßęmųæ ýæñģ męñjæđį ŕæķýæþķų, pæþųhłæh ķępæđæķų đæñ łæķųķæñ ßęmųæ pęŕįñþæhķų! Jįķæ þįđæķ ķæłįæñ æķæñ męñjæđį ßępęŕþį męŕęķæ. (Wahai kalian semua yang menjadi rakyatku, patuhlah kepadaku dan lakukan semua perintahku! Jika tidak kalian akan menjadi seperti mereka.)" ujar Raja Iblis sembari menunjuk abu yang berasal dari bekas mayat iblis-iblis yang ia bunuh sebelumnya.


Serentak, semua iblis pun berlutut dan menundukkan kepala mereka. Mereka mengakui bahwa Raja Iblis mereka sangatlah kuat dan egois bahkan ia sangat sadis dan juga tak mengenal ampun. Dan insting mereka mengatakan bahwa "Sebaiknya patuhi perintah Raja Iblis jika tidak ingin dibunuh." begitulah insting yang ada diotak mereka. Bagaimana pun juga, Raja Iblis adalah penguasa mutlak yang ada di dunia bawah, jadi mau atau tidak mau mereka harus patuh pada Raja Iblis.

__ADS_1


***


Kembali kepada Vino, ia sedang membantu para pekerja untuk membangun kembali beberapa bangunan di Kerajaan Qovulkh. Dan tentu saja, pembangunan itu membutuhkan waktu yang lama namun sesuai dengan perkiraan Vino.


Lima hari setelah pembangunan bangunan, Vino dan para pekerja lainnya mulai mengambil bahan-bahan yang sudah disiapkan di dalam gudang. Lantas, mereka semua lun mengambil bahan-bahan tersebut hingga tak bersisa. "Yosh, semuanya mana semangat kalian?" ujar Vino bertanya kepada para pekerja, apakah mereka masih memiliki semangat atau tidak. Secara spontan, mereka berteriak dan mengangkat tangan kanan mereka. "Hoaaaaaaa!!!!" ujar mereka berteriak yang mengartikan "Siap!".


Penulis: "Sebenernya itu kata 'iyo' dalam bahasa Jawa dan artinya adalah 'iya' didalam bahasa Indonesia." begitu kata penulis


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●


Note: Maaf ya temen-temen beberapa hari ini nggak update karena nunggu penjadwalan collab novel hihi. Ditunggu episode selanjutnya. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.

__ADS_1


__ADS_2