Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Kehancuran Kerajaan Tyelors IV


__ADS_3

Vino menggunakan trisula yang keluar dari lautan itu. Jika kalian bertanya-tanya tentang trisula tersebut, maka jawabannya adalah trisula tersebut merupakan gabungan benda-benda yang ada di lautan. Setelah mulai terbentuk, Vino pun mengucapkan mantra untuk memanggil trisula tersebut. Akan tetapi kekurangan dari trisula tersebut adalah terlalu banyak menghabiskan energi dan kebanyakan orang jarang menggunakan trisula tersebut sebagai senjata, lain halnya dengan para penjaga lautan seperti manusia ikan dan makhluk-makhluk lautan lainnya.


Ledakan yang Vino buat mulai menghancurkan beberapa gunung dan meruntuhkan ratusan bangunan di Kerajaan Tyelors serta membuat lubang yang sangat besar, jika diperkirakan luas lubang tersebut sama halnya dengan sebuah kota di sebuah kerajaan. Yap, ledakan yang Vino buat menghasilkan lubang yang sangat besar. Dan tentu saja, semua orang yang melihat Vino mulai ketakutan. Mereka mulai menggigil karena ketakutan mereka akan Vino. Disaat Vino tengah membunuh Tieyang, seketika badai semakin besar dan petir pun sering menyambar ke tanah hingga membunuh ratusan orang. Hal tersebut merupakan hal yang tak wajar sekali menurut para ahli arkeologi & kimia di Kerajaan Tyelors, namun menurut pemikiran seluruh orang hal yang mereka alami adalah hal yang memang masuk akal namun ada juga beberapa orang yang menganggap kekuatan Vino tak masuk akal sama sekali.


Setelah Vino selesai membunuh Tieyang, ia pun mendongakkan kepalanya dan melihat ke sekitar. Setelah itu, tiba-tiba saja Vino berlari secepat kilat dan ia mulai membunuh orang-orang yang ia lihat serta menghancurkan bangunan yang masih berdiri, baik itu yang masih utuh maupun yang sudah hampir hancur. "Slash..crak...Boom...Wushh.." Vino membunuh orang-orang yang masih hidup di Kerajaan Tyelors itu, Vino juga menghancurkan beberapa bangunan yang masih tersisa. Seketika, semua orang dari Kerajaan Tyelors mulai berlarian kesana-kemari. Dan ditengah-tengah kepanikan mereka, tiba-tiba beberapa iblis yang menjadi pengikut Tieyang mulai datang. Sontak, mereka langsung menanyai informasi kepada orang-orang. "Apa yang terjadi?" tanya mereka menggunakan bahasa manusia. Dan orang yang mereka tanyai pun langsung membalas pertanyaan iblis itu. "Ada orang yang membalaskan dendam, Raja Tieyang telah mengusiknya, jadi ia marah dan akan menghancurkan Kerajaan ini." jelasnya. Sentak semua iblis yang datang pun marah, mereka tak menyangka bahwa akan ada orang yang membalaskan dendam demi sebuah kerajaan payah dan tak layak ada itu. "Cih... Hanya untuk kerajaan yang payah dan tak layak ada itu, dia sampai-sampai mempertaruhkan hidupnya. Dasar bego!" ucap salah satu iblis bernama Qianlong.


Note: Qianlong adalah pemimpin para iblis yang akan menjadi pasukan dan tameng raja, jadi ia sebagai pemimpin tak akan membiarkan raja mereka diserang terang-terangan oleh orang yang payah seperti Vino.


Penulis: "Padahal Tieyang dah mati. Kalian telat datangnya, yaelah!"


...****************...

__ADS_1


Serangan kehancuran Vino masih tak terhenti, ia terus membunuh dan menghancurkan Kerajaan Tyelors itu. Tak berselang lama, para iblis pun berjalan dari arah barat kerajaan. Ya, mereka berjalan dari arah Kerajaan Obsydaingorth yaitu kerajaan tertinggi di benua Gorgonut ini. Saat ini kerajaan tersebut akan digunakan rakyat Kerajaan Tyelors sebagai tempat mengungsi mereka. Disaat para iblis datang menuju istana kerajaan, mereka dikejutkan dengan Vino yang telah memiliki sebuah giok. "Apa itu giok milik Tuan?!" ucap salah seorang iblis disamping Qianlong. Spontan Qianlong pun terkejut, "Apa?!" secara cekatan ia pun kembali melihat leher Vino yang sedang marah itu. Dan betapa terkejutnya Qianlong akan giok yang dipakai Vino. Giok yang dipakai Vino adalah giok yang akan diberikan kepada seseorang yang telah mengalahkan pemimpin para iblis, yaitu Tieyang sebagai raja para iblis di Kerajaan Tyelors ini.


"A-a-a-apa Tuan Tieyang dikalahkan?!" semua iblis terkejut melihat giok yang Vino pakai itu. Mereka tak menyangka bahwa mereka sudah terlambat dan gagal dalam melindungi raja para iblis. Sekarang mereka pun kecewa, mereka kecewa karena mereka harus mencari raja iblis baru lagi lalu menjadikan raja iblis tersebut sebagai tumbal untuk kekuatan mereka. Yaps, sedari awal mereka tak bersungguh-sungguh ingin mengikuti Tieyang, akan tetapi mereka menjadikan Tieyang sebagai raja iblis untuk dijadikan tumbal kekuatan. Mereka juga tak akan rugi jika beberapa teman mereka telah terbunuh, karena jika mereka telah selesai menjadikan Tieyang sebagai tumbal maka semua teman iblis mereka akan hidup kembali. Hal ini dinamakan sebagai "Bangkit Dari Kematian Berdarah", menurut para ahli sejarah kematian berdarah ini juga bisa disebut 'Bloody Death' yang biasa dialami oleh para iblis dan ras jahat-jahat lainnya.


"Sialan, jika begini kita harus mencari tumbal lagi!" ucap Qianlong kesal akan perbuatan Vino.


"Kalau begitu, kenapa kita tidak menjadikan orang yang telah membunuh Tieyang sebagai raja kita yang baru lalu menjadikannya tumbal?" ujar salah seorang iblis dibelakang Qianlong. Sentak Qianlong pun menoleh dan menjawab "Kau benar juga, Quinlang. Kalau begitu, ayo kita buat dia menjadi raja." ucap Qianlong dengan senangnya.


Disaat para iblis mendekati Vino, tiba-tiba saja Vino berlari menuju mereka. Sontak mereka pun terkejut dan menunjukkan wajah yang waspada. Para iblis waspada akan kelakuan Vino, mereka berhati-hati agar tak menyebabkan Vino menyerang mereka. Mereka ingin menyelesaikan masalah baik-baik dan tanpa pertarungan. "Tuan tenang, dengarkan saya terlebih dahulu." ucap Qianlong memulai pembicaraan. Seketika Vino pun terdiam, hal tersebut merupakan kesempatan bagi para iblis untuk mencuci otak Vino dengan kata-kata. "Tuan, bagaimana jika Tuan menjadi raja kami?" ujar Qianlong dengan senyuman bohongnya.


Vino yang mendengar hal tersebut hanya terdiam seperti patung, ia tak menjawab pertanyaan para iblis didepannya itu. Setelah lama menunggu, para iblis mulai kesal dengan perilaku Vino. Pada akhirnya mereka pun bertanya kembali kepada Vino. "Tuan, apakah Tuan ingin menjadi raja kami?" tanya Qianlong kembali. Namun usaha Qianlong untuk mencuci otak Vino sia-sia, dan tak disangka juga Vino malah mengeluarkan trisula lautan miliknya dan mulai menghancurkan iblis-iblis didepannya itu. Boom! Duar! Ngek!" ledakan terjadi dan menyebabkan seluruh iblis yang ada di hadapan Vino mati seketika. Dan setelah membunuh para iblis itu, Vino bergegas menuju keramaian orang-orang yang sedang berlindung. Tak berlangsung lama, Vino telah sampai di keramaian orang-orang yang sedang berlindung itu. Rakyat Kerajaan Tyelors yang melihat itu langsung berlari terbirit-birit setelah melihat Vino. Sontak Vino langsung mengacungkan trisulanya dan membuat petir paling besar dan terdahsyat yang pernah ada.

__ADS_1


"Grruh...Pew...Tuasssttt..." petir terus menyambar mereka semua hingga populasi manusia di Kerajaan Tyelors punah.


...****************...


Setelah beberapa saat, badai dan petir yang Vino munculkan mulai mereda dan akhirnya berhenti. Dari kejauhan nampak seseorang sedang terbang sembari mengacungkan trisulanya. Seketika orang tersebut melesat pergi ke Kerajaan Qovulkh. Sekarang Kerajaan Tyelors telah musnah dan hanya menyisakan pecahan-pecahan kecil bangunan dan mayat-mayat yang tak bernyawa serta beberapa gunung yang runtuh, juga lubang yang sangat besar. Semua itu telah membuat Kerajaan Tyelors hancur tak bersisa. Sementara itu di Kerajaan Berlyoncana, seseorang sedang melihat ke langit. Ia merasa heran akan apa yang telah terjadi selama ini. Siapakah orang itu?


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●

__ADS_1


Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.


__ADS_2