
Kekuatan Vino telah ia keluarkan dan membuatnya dapat menyembuhkan diri. Kekuatan Vino tersebut bukanlah semata-mata kekuatan yang biasa, akan tetapi kekuatan gabungan dari seluruh energi milik Vino sehingga membuat kekuatan penyembuh tersebut menjadi sangat hebat. "Huft..Kalau begini aku pasti aman..." ucap Vino sembari mengelap keringat di dahinya. Setelah Vino menyembuhkan diri, ia pun berbalik ke arah Tieyang. Seketika, Vino langsung mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat. Keinginan membunuh Vino bangkit lagi, Vino sekarang sedang mengalami haus darah. Ia bahkan bisa membunuh siapa saja apabila ada seseorang didekatnya.
Sementara Tieyang yang melihat Vino mulai ketakutan, ia gemetaran selayaknya orang yang kedinginan karena mandi air dingin di pagi hari. "Sial, brengsek ini kenapa memiliki niat membunuh yang sangat kuat?!" Tieyang mulai ketakutan dengan kekuatan Vino. "Aku harus memikirkan strategi!" ucap Tieyang didalam hatinya. Ia berniat untuk memikirkan strategi agar bisa mengalahkan Vino. Namun sialnya, Vino secara cepat berlari ke arah Tieyang. Pada awalnya Tieyang sudah mengambil ancang-ancang untuk menahan serangan dari Vino dan serangan Vino adalah serangan pukulan, jadi Tieyang mengambil ancang-ancang untuk menahan tinjuan Vino itu. Akan tetapi, Vino malah mengubah gerakan serangannya dan mengganti serangan tersebut menggunakan tendangan. "Tendangan Angin!" ucap Vino sembari mengubah gerakannya itu. Sontak Tieyang pun terkaget-kaget karena Vino yang merubah gerakannya. Dan karena hal itulah, pertahanan Tieyang menurun sehingga ia mudah diserang oleh Vino.
"Bukk..." Vino menendang kaki Tieyang hingga membuatnya terjatuh. Pada saat itu juga, Vino langsung menginjak kepala Tieyang dan menendang kepala kurang ajarnya itu. "Puakh.." Vino menendang kepala kurang ajar milik Tieyang itu. Hal tersebut membuat Tieyang merasa kesakitan, sentak ia pun berteriak seperti bayi yang baru lahir. "Aaaaahhhh....Sakit....Sialan kau! Akan kuhancurkan kau!" ujar Tieyang yang terus memaki-maki Vino. Karena merasa dirinya direndahkan, Tieyang pun berdiri dan menghadap Vino sembari memegangi kepalanya yang sakit itu.
Melihat Tieyang kesakitan, Vino mendengus dan menghinanya. "Hehh...Begitu saja sudah sakit, apalagi nanti?! Jika kau ingin hidup maka mohonlah ampun kepadaku, dengan begitu aku akan membuatmu mati tanpa merasakan sakit. Hahaha!" ujar Vino mengejek Tieyang. Tiba-tiba, Tieyang mengeluarkan seluruh kekuatan penuhnya dan tak berselang lama cuaca di Kerajaan Tyelors berubah menjadi gelap gulita seperti akan terjadi badai besar. Tieyang memiliki niat membunuh yang lebih besar daripada Vino. Spontan Vino yang merasakan ada perubahan cuaca itupun, langsung mengerutkan keningnya, lantas ia berkata "Sepertinya ini akan menjadi serius mulai saat ini." ucap Vino sembari melihat Tieyang.
Disisi lain Arisa, Woshu, dan seluruh rakyat Kerajaan Qovulkh sedang berduka atas kematian Xiao Zan. Mereka sangat sedih melihat kematian Xiao Zan yang tak layak untuknya itu, dan diantara semua orang yang sedang bersedih, Arisa lah yang paling sedih diantara mereka semua. Bagaimana tidak? Arisa sudah bersama dengan Xiao Zan selama beberapa bulan, namun ia merasakan kesenangan dan kegembiraan saat bersama Xiao Zan dan lagi Xiao Zan merupakan guru pertama tuannya yaitu Vino. Hal tersebut tentu saja membuat Arisa rindu akan petualangan yang ia alami. Entah berapa kesenangan yang ia lalui bersama dengan Xiao Zan, Arisa pasti akan mengingat kenangannya bersama Xiao Zan itu.
"Aku tak menyangka akan terjadi seperti ini, jika Tuan mengetahui hal ini maka ia akan marah besar." ujar Arisa meramal apa yang akan terjadi dengan Vino untuk selanjutnya.
...****************...
Pertarungan antara Vino dan Tieyang masihlah berlanjut. Pertarungan mereka bahkan hampir menapaki waktu 1 jam, akan tetapi apalah daya mereka? Mereka akan bertarung mati-matian karena keegoisan mereka itu.
Note: Sekarang akan saya jelaskan mengenai akibat dari pertarungan Vino dan Tieyang. Akibat dari pertarungan mereka, yaitu:
__ADS_1
Membuat kerusakan tanah.
Menghancurkan setengah gunung.
Menghancurkan beberapa bangunan dan
rumah.
istana kerajaan.
Mengalami luka-luka.
Dan itulah akibat dari pertarungan Vino dan Tieyang. Bagi teman-teman sekalian, jangan meniru aksi mereka dirunah ya.
__ADS_1
Waktu telah berlalu begitu lama, Vino dan Tieyang masih tetap bertarung. Namun, saat ini mereka sudah mengalami luka yang sangat fatal dan membuat mereka saling menyerang dengan keadaan yang sempoyongan. "Hah...Hah...Hah...Kau hebat juga...sampai bisa mengimbangiku." ucap Tieyang dengan sombongnya dengan nafas yang terengah-engah. Lantas Vino pun menjawabnya "Tentu saja...heh..." balas Vino dengan nafas terengah-engah juga.
Disaat mereka saling menatap, tiba-tiba saja Vino meenghilang dan muncul dibelakang Tieyang. "Wush..." Vino muncul dibelakang Tieyang hanya dalam satu detik. Sontak Tieyang yang merasakan keanehan dipunggungnya itupun langsung menoleh, namun pada saat ia menolehkan kepalanya seketika pukulan yang sangat keras menghantam wajah miliknya itu. "Poookkk..." pukulan keras tesebut menghantam wajah Tieyang. Tieyang yang menerima pukulan dari Vino, langsung terhempas jauh dari tempatnya berdiri. Ia terlempar hinggaenembus beberapa rumah rakyat kerajaannya sendiri.
"Bunggg...Buakk...Pokk...Duar!" Tieyang terhempas hingga membuat lubang di beberapa rumah. Meliht hal tersebut, Vino pun merasa senang. Akhirnya ia bisa membuat Tieyang kesakitan hingga pingsan. Sementara itu, Tieyang yang terhempas sedang pingsan hingga tak bergerak sama sekali. Sedangkan Vino yang merasa kegirangan itupun mendekati Tieyang yang sedang tergeletak pingsan di tanah. "Hmm...Sepertinya ia sudah pingsan dan kalah. Karena aku telah membalaskan dendamku, maka aku harus memeriksa keadaannya dulu lalu pergi." Vino langsung memeriksa keadaan Tieyang. Pada saat memeriksa, Vino tersenyum girang. Ia tersenyum karena keadaan Tieyang saat ini sedang sekarat dan hal tersebut membuat Vino senang sekali. Namun karena kesenangannya itu, ia sampai lupa jika ia harus membalaskan dendam untuk kehancuran kerajaannya.
Tanpa berpikir panjang, Vino terbang pergi ke kerajaan miliknya. "Wush..." ia terbang melesat menuju kerajaan tercintanya itu. Dan tak lama kemudian, Vino sampai di kerajaan tercintana yaitu Kerajaan Qovulkh. Pada saat ia sampai di kerajaannya, Vino langsung berlari menuju istana kerajaan untuk menemui Arisa, Xiao Zan, dan para rakyatnya. Tak berlangsung lama, Vino telah sampai didepan istana ia pun segera masuk ke dalam istana miliknya. Pada saat ia masuk kedalam istana, seketika ia merasakan suasana yang penuh duka. Sontak, Vino pun langsung menghampiri keramaian. "Ada apa ini?!" tanya Vino kebingungan. "Ah raja? Anda sudah pulang?" ucap salah seorang rakyatnya yang mendengar perkataan Vino.
"Iya, apa yang terjadi saat aku pergi?" tanya Vino balik karena rasa penasarannya. Mendengar pertanyaan tersebut, semua orang pun terdiam. Sontak, Vino pun menggelengkan kepalanya. Secara cekatan ia masuk ke kerumunan orang-orang itu dan meneribos mereka. Spontan Vino langsung terkejut hingga membuat dirinya diam tak bergeming sedikitpun. Ya, Vino menjumpai mayat Xiao Zan dengan Arisa dan Woshu disampingnya.
Bagaimanakah kelanjutannya?
Saksikan episode selanjutnya!
●●●●●●●●●●
Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.
__ADS_1