Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Tieyang Sang Murid Laknat II


__ADS_3

Tieyang sedang tersenyum menatap eksperimen yang ia lakukan. Dengan lirih, ia tertawa seperti Mak Lampir yang mendapatkan mangsa.


"Xixixixi, jadilah eksperimenku! Jadilah eksperimenku! Niscaya kau akan mendapatkan kebahagiaan yang sangat murni daripada kebahagiaan lainnya!" ucap Tieyang sembari terus mengaduk kuali yang berisi ramuan dan beberapa makhluk yang sedang dijadikan eksperimen.


Beberapa makhluk yang Tieyang kumpulkan contohnya adalah zebra, singa, serigala, kelinci, dan hewan mamalia lainnya. Sedangkan Tieyang yang terkadang juga bosan, juga menyiksa hewan ovipar seperti kura-kura, ikan, cumi-cumi, burung walet, burung camar, elang, dan hewan lainnya. Dan hal itu merupakan keseharian Tieyang disaat gurunya tidur.


Pada saat gurunya tidur, Tieyang akan bermalam di pohon tersebut hingga tengah malam, dan setelah itu ia akan kembali ke rumah gurunya. Sementara itu, Xiao Zan tak pernah menengok keadaan muridnya pada saat malam hari karena ia tak ingin mengganggu waktu tidur Tieyang. Jadi apabila Tieyang sedang tidak berada di kamarnya, maka Xiao Zan tidak akan memeriksa apakah muridnya sedang tidur atau tidak.


Hal inilah yang menjadikan hati Xiao Zan cukup khawatir dengan keadaan muridnya. Dan alasan Xiao Zan khawatir adalah karena muridnya selalu bangun terlambat. Ini bukanlah hal yang wajar jika kita memikirkan hal tersebut secara logika. Namun, itu bukanlah alasan utama Xiao Zan khawatir dengan muridnya.


Alasan utama Xiao Zan khawatir adalah karena muridnya terlihat suka sekali membunuh hewan, contohnya pada saat berburu. Pada saat berburu Tieyang suka sekali mencari hewan yang ingin ia makan maupun dijadikan eksperimen seperti sapi dan babi.


Namun pada suatu hari, hal tersebut terungkap oleh kelakuan Tieyang yang diam-diam (mengendap-endap) pergi ke ruangan milik Xiao Zan saat ia pergi.


°°°°°°°°°Planet Zieyang, awal tahun baru°°°°°°°°°


"Tieyang, aku akan pergi dulu. Aku ingin menghadiri rapat alkemis sampai nanti sore. Jika kau ingin makan, maka pergilah berburu sendiri!" ucap Xiao Zan melangkahkan kaki sembari keluar dari klinik miliknya.


"Baik guru. Hati-hati dijalan." balas Tieyang.


Melihat muridnya itu, Xiao Zan pun tersenyum dan mulai terbang selayaknya seorang petarung yang kuat. Sementara, sang murid juga tersenyum tetapi dibalik senyumannya terdapat sebuah rahasia yang sangat berbahaya.


"Wuussshh..." Xiao Zan terbang dan pergi meninggalkan klinik dan muridnya itu. "Selamat jalan guru! Hati-hati dijalan!" teriak Tieyang berbohong.

__ADS_1


Ya, semua perkataan Tieyang sedari dulu merupakan kebohongan. Ia hanya ingin merampas kekuatan, derajat, dan kekayaan milik gurunya itu. Namun ia pernah berkata jujur, yaitu pada saat ia mengatakan bahwa orang tuanya sudah tiada. Orang tua Tieyang memang sudah tiada dan ketiadaan orang tua Tieyang disebabkan oleh Tieyang sendiri. Tieyang membunuh kedua orang tuanya seperti para psikopat yang berada di dunia kita.


...****************...


Disisi lain, Xiao Zan sedang terbang di atas langit dengan rasa khawatir. Ia ingin mengetahui rahasia apa yang disembunyikan oleh muridnya itu, dan ia berinisiatif untuk berbohong. Xiao Zan mengatakan kepada muridnya bahwa ia ingin menghadiri rapat alkemis, namun hal itu adalah hasil dari kebohongan Xiao Zan.


Penulis: "Jangankan perkumpulan alkemis, perkumpulan ketua kelas aja udah kayak perang aja suasananya. Apalagi pertemuan para alkemis, pasti pada perang tuh. Jadi, jarang sekali jika ada pertemuan alkemis bahkan alkemis tingkat tinggi tak pernah menghadiri rapat alkemis, baik itu di kerajaan maupun di luar kerajaan."


Sontak karena Xiao Zan sudah tidak tahan untuk mengetahui rahasia muridnya, ia pun berbalik kembali ke klinik miliknya. Rasa penasaran yang sudah lama Xiao Zan pendam, kini sudah meledak-ledak seperti gejolak api di Neraka.


Tak lama kemudian Xiao Zan sudah sampai diatas atap kliniknya. Ia pun perlahan turun sehingga langkah kakinya tak mengeluarkan suara. Setelah turun Xiao Zan berjalan seperti seorang maling yang ingin mencuri, langkah kaki miliknya tak terdengar oleh Tieyang.


Sementara itu, Tieyang sedang menggeledah ruangan milik gurunya itu. Ia mencari sebuah buku tentang racun agar bisa ia gunakan untuk menyiksa manusia. Begitulah pikir Tieyang pada awalnya, namun semua itu berubah pada saat Xiao Zan memergokinya yang sedang menggeledah.


Dari belakang Tieyang ada seseorang yang sedang mengawasinya, dan itu adalah Xiao Zan. Xiao Zan terkejut melihat muridnya itu, selama ini ia mengira bahwa muridnya adalah anak baik dan ramah. Namun semua hal positif tentang muridnya itu, hangus dalam sekejap karena ia mendapati muridnya sedang menggeledah ruangan rahasia miliknya. Sontak, Xiao Zan pun meneriaki muridnya itu.


"Tieyang! Apa yang kau lakukan?!" teriak Xiao Zan.


Tieyang pun terkejut, seketika ia langsung membalikkan badannya sembari menyembunyikan sesuatu. Tieyang nampak sedang merahasiakan sesuatu di mata Xiao Zan. Lantas Xiao Zan menarik tangan muridnya itu, dan ia melihat di tangan muridnya terdapat buku alkemis tentang racun berbahaya nan mematikan. Buku tersebut telah disimpan oleh Xiao Zan sejak lama, ia menyimpan buku tersebut bukan karena ia takut dengan racun, akan tetapi ia sudah tak ingin menjadi ahli racun dalam sejarah. Dan pada akhirnya ia menyembunyikan buku tersebut, lalu berhenti menjadi ahli racun. Akan tetapi, masa lalu Xiao Zan terkuak karena perbuatan Tieyang yang mencuri buku tersebut.


"Tieyang, apa yang ingin kau lakukan dengan buku itu?!" ucap Xiao Zan marah, dari wajahnya terlihat urat-urat yang membentuk wajah kesal.


"Aku ingin menyiksa makhluk hidup, guru! Aku ingin membunuh, menyiksa, dan hal menyenangkan lainnya." balas Tieyang dengan pikiran gilanya.

__ADS_1


Penulis: "Tentu saja saya sebut Tieyang itu gila, karena perbuatan dan reaksinya itu seperti para psikopat. Coba teman-teman bayangkan, apa yang akan terjadi apabila kalian bertemu dengan psikopat?. Nah, hal inilah yang membuat Xiao Zan marah besar dan sampai ingin memukul muridnya itu.


Rasa kesal Xiao Zan sudah tak terkendali, ia ingin memukul muridnya itu. Namun Xiao Zan tetap menahan emosinya. Tak lama kemudian emosi Xiao Zan pun dapat dikendalikan. Tiba-tiba...


"Crussshhh..." darah bercucuran dari leher milik Xiao Zan.


Ternyata Tieyang menusuk leher Xiao Zan menggunakan belati kecil. Ukuran belati itu hampir seperti pisau yang digunakan pada saat memasak, namun ukurannya lebih kecil lagi. Sekonyong-konyong Xiao Zan menjauh dari muridnya itu. Tak disangka, muridnya selama ini adalah orang yang sangat gila. Ia bahkan menyakiti gurunya untuk kepentingannya sendiri.


"Tieyang, apa maksudmu?! Kenapa kau melukai gurumu ini?!" ujar Xiao Zan berteriak. Teriakan Xiao Zan membuat darah di lehernya mengalir semakin deras, sehingga Xiao Zan harus berhenti berbicara untuk sementara waktu.


Setelah mendengar pertanyaan dari gurunya itu, Tieyang tersenyum. Ia sama sekali tak takut dengan gurunya itu, bahkan ia malah ingin melawan gurunya. "Heh...Guru, apa maksudmu? Sudah sepatutnya aku menyerangmu, karena suatu hari nanti guru akan menjadi lemah dan tak berdaya. Jadi aku akan membunuh guru, agar guru tetap menjadi kuat di Neraka. Lalu aku akan menjadikan mayat guru sebagai ganti eksperimenku... Hahahaha... Bagaimana rasanya ya? Aku menantikan mayat guru!" ucap Tieyang dengan wajah menjijikkan.


Hal itu membuat hati Xiao Zan remuk seketika. Ia tak menyangka bahwa muridnya akan mengkhianatinya, lalu bagaimana dengan kerja kerasnya selama ini? Xiao Zan merawat Tieyang hingga ia sembuh, Xiao Zan juga mengajari teknik beladiri kepada Tieyang hingga membuat Tieyang dapat menciptakan jurus sendiri.


"Mengapa?... Mengapa?!...Mengapa semua ini terjadi?!" ucap Xiao Zan dalam hatinya.


Tak terasa air mata Xiao Zan menetes, ia sudah tak kuasa menahan sakit hati yang ia alami itu. Sementara itu, Tieyang yang melihat gurunya menangis pun tertawa lantang. "Hahahahaha, guru kenapa menangis? Apakah guru merasa terharu akan 'kesetiaan' muridmu ini? Hahaha...Tenang saja guru, aku akan membuat mayat guru menjadi berguna nantinya." ucap Tieyang.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●

__ADS_1


Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.


__ADS_2