Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Menuju Pecahan Dimensi


__ADS_3

Vino tergeletak di tanah dan terkurung di sebuah ruangan kecil dengan dibatasi besi. Ya, Vino sekarang sedang berada di penjara bawah tanah Kerajaan Qovulkh.


Ia tergeletak tidak sadarkan diri dengan keadaan tubuh penuh luka karena telah di siksa oleh para penjaga penjara itu.


Dari kejauhan, nampak sebuah cahaya yang mengarah ke sebuah tempat. Disana adalah tempat sang Raja singgah di takhtanya.


Nampak sang Raja yang angkuh itu sedang berdiam diri dengan muka kesal dan marah.


"Sialan! Berani-beraninya ia melukai puriku!" ucapnya diselimuti nada marah.


"Raja, Anda tenang saja. Kami pasti akan membunuh orang brengsek itu." kata salah satu penjaga penjara bawah tanah sembari membungkukkan badannya menghadap sang Raja.


Vino yang sedang tergelatak itu, tiba-tiba bangun dan merasakan seluruh tubuhnya sakit. Ia mulai mengingat-ingat apa yang terjadi dengannya.


"Aduuh...Dimana ini? Kenapa aku ada disini?" tanya Vino kepada dirinya sendiri.


"Oh iya, tadi aku pingsan di jurang. Tapi kenapa tiba-tiba aku ada disini?" kata Vino.


"Ah sudahlah, yang penting sekarang...Aku belom makan dari pagi woi!!" ucapnya acuh dan hanya memikirkan perutnya.


"Author, kasih aku makanan lah weh!" mintanya memelas.


Penulis: "Enak ajah. Nanti aja. Toh, kamu udah ga laper karena dapat kekuatan dari batu kristal itu." balas sang penulis.


"Oh iya yah. Aku nggak ngerasa laper. Wkwkwk." ucap Vino tertawa.


Tak lama kemudian, tiba-tiba datang seorang penjaga yang membawa tombak besi. Ia tiba-tiba membuka kunci penjara Vino.


Vino yang melihat itu, mengira bahwa ia sudah dilepaskan. Akan tetapi, yang terjadi malah sebaliknya.


"Wah, Tuan. Terima kasih sudah membebaskanku." ucap Vino berterima kasih.


Penjaga itu menyeringai mendengar ucapan Vino. Tiba-tiba ia menendang kepala Vino dan berkata "Siapa yang melepaskanmu? dasar bocah tengik!" ucap penjaga.


Vino yang mendengar itu hanya berdiam diri, ia sudah tidak ingin bertengkar lagi. Ia bahkan tidak ingin terjadi pertempuran, karena ia sudah merasa sangat kelelahan.


●●●


Di penjara yang lain, nampak seorang wanita sexy yang sedang duduk memikirkan sesuatu. Wanita itu tidak lain adalah Arisa. Ia sedang memikirkan cara bagaimana ia keluar dari penjara tersebut, sekaligus menyelamatkan Vino.


"Hmm...Aku harus gimana? Gimana cara nyelamatin Tuan yah? Aku harus pikirkan rencana dulu. Toh, aku juga nggak tau dimana Tuan."


Waktu telah berlalu, Arisa memikirkan sebuah cara yang paling tepat untuk kabur dari penjara tersebut. Dan ia menemukan sebuah cara agar bisa kabur dan menyelamatkan Vino.


"Oh, aku tau!" ucapnya dalam hati.


●●●

__ADS_1


Vino yang sedang berhadapan dengan sang penjaga, mulai kesal dan bosan dengan apa yang ia alami. Mau tidak mau, ia harus bertengkar (adu mekanik) dengan sang penjaga.


Ia mencoba untuk berdiri dan melawan penjaga itu. Vino mulai berdiri di hadapan penjaga tersebut. Ia mulai mengeluarkan kekuatan apinya ditangan sebelah kirinya.


Penjaga tidak melihat apapun karena Vino menyembunyikan kedua tangannya di belakang sakunya.


Karena penasaran, sang penjaga memerintahkan Vino untuk membuka kedua tangannya.


Vino hanya menuruti kemauan penjaga itu. Saat Vino mulai membuka tangannya, sang penjaga mulai terlihat fokus dengan tangan Vino.


Vino merasa kesempatan ini adalah kesempatan yang baik untuk ia gunakan sebagai trap (jebakan) untuk membakar muka sang penjaga dan membunuhnya.


●●●


Arisa berdiri dari tempat ia duduk dan mulai berjalan ke arah penjaga di depan tempat ia terkurung.


Ia mulai merayu sang penjaga agar tidak kuat "iman" dan mulai mencoba untuk "menerkamnya".


"Oh penjaga, apakah Anda ingin merasakan kelembutan "gunungku" ini? Atau Anda ingin memasukkan sebuah "tongkat" ke dalam "jurang" yang rapat diantara kakiku?" goda Arisa membuat sang penjaga tidak kuat iman.


Sang penjaga tiba-tiba mulai mengambil kunci penjaranya dan membuka pintu penjara Arisa. Setelah ia membuka pintu penjara Arisa, Arisa mulai menyentuh tubuh bagian dada sang penjaga dan merayunya lagi.


Akan tetapi, tangan Arisa seperti sedang mencoba untuk mencuri sesuatu. Ternyata ia sedang mencoba untuk mencuri belati yang ada pada punggung penjaga tersebut.


Dengan hati-hati, Arisa mengambil belati tersebut secara perlahan sembari terus merayu penjaga tersebut.


Tak berlangsung lama, Arisa akhirnya dapat mengambil belati itu. Dan secara kasar, ia tusukkan belati itu kepada sang penjaga.


Akhirnya, sang penjaga pun diam. Dan Arisa mendapatkan peluang untuk kabur dari penjara itu.


"Syatt..." suara penggalan kepala sang penjaga terdengar nyaring.


"Akhirnya bisa kubunuh. Aku sekarang harus pergi menyelamatkan Tuan." kata Arisa dalam hati.


●●●


Vino sedang mencoba untuk menipu sang penjaga juga. Ia membuka tangannya dan memunculkan sebuah api untuk membakar wajah sang penjaga.


Sontak, sang penjaga merasa kesakitan dengan apa yang ia alami. Ia merasa seperti sedang disiksa di neraka.


"Ahhhh....Panaasss....Panaassss....Aahhhh..." jeritnya dengan keras.


Tak lama kemudian, suara tersebut terdengar oleh penjaga lain. Vino yang mendengar suara langkah kaki sedang mendekat, mulai bersembunyi di belakang pintu penjara utama.


"Ada apa?!!" teriak salah satu penjaga dengan menanyakan apa yang sedang terjadi.


Setelah mereka masuk ke tempat Vino dikurung, mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat.

__ADS_1


Mereka melihat salah satu teman mereka (penjaga) sedang terbakar dan kesakitan sembari berguling-guling di tanah, mereka langsung panik.


Salah satu penjaga memerintahkan penjaga lain untuk memanggil penyihir untuk menyembuhkan luka bakar.


Namun, ......


"Wushh..." suara kobaran api yang sangat besar membakar penjara tempat Vino dikurung dan di siksa itu.


Suara teriakan para penjaga menggelegar diantara kobaran api tersebut. Beruntungnya, Vino sudah menyiapkan mantra agar dapat membuat sebuah tempat menjadi senyap (sama seperti peredam suara. Bedanya cuma pake mantra) dan tidak dapat didengar oleh orang lain.


●●●


Arisa sedang lari kesana kemari untuk mencari Vino dan ia berniat untuk menyelamatkannya. Akan tetapi ia tidak menemukan Vino. Dan pada saat terakhir, ia menemukan satu penjara yang belum ia periksa.


Saat akan membuka pintu, ada seseorang yang tiba-tiba menepuk bahu Arisa.


Sentak, Arisa kaget dan langsung menengok siapa yang menepuk bahunya. Dan ternyata, orang yang menepuk bahunya itu adalah Vino.


Ternyata Vino sudah bisa keluar dari penjara tersebut. Mereka pun pergi meninggalkan penjara itu dan kabur dari Kerajaan Qovulkh.


●●●


Esok harinya di Kerajaan Qovulkh, sang Raja sedang merasa marah diiringi rasa ingin balas dendam kepada Vino dan Arisa.


"Dasar!" geramnya sembari memukul kursi takhtanya.


"Cepat cari mereka!" perintah sang Raja.


"Baik." suara para pasukan sang Raja menerima perintah yang diberikan.


Sementara itu, Vino dan Arisa yang sudah berhasil keluar dari Kerajaan Qovulkh mulai berjalan mengelilingi wilayah Kerajaan Qovulkh agar mereka bisa keluar dari sana.


Di tengah perjalanan, Vino menemukan mayat seorang pasukan yang telah ia bunuh pada saat pertempuran. Ia melihat disana bahwa, mayat itu masih menggunakan pakaian yang sangat bagus.


Tanpa pikir panjang, Vino mengambil baju yang dikenakan mayat tersebut dan menggunakannya untuk pergi menjelajah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*Beberapa jam kemudian....


Mereka menemukan sebuah Dungeon rahasia yang sangat tinggi nan besar. Mereka menemukan Dungeon tersebut di sebuah hutan antara Kerajaan Qovulkh dan Kerajaan Goldenforth. Daerah itu juga bisa disebut dengan julukan "Daerah Netral".


Daerah itu sering Vino dengar dari para petualang yang sedang makan atau minum di sebuah bar. Ia mendengar kabar bahwa Daerah tersebut terdapat sebuah Dungeon yang sangat tinggi dan besar.


Kini Vino melihat apa yang dikatakan oleh para petualang itu ternyata benar dan Dungeon tersebut memang benar-benar ada.


●●●●●●●●●●

__ADS_1


Note: Buat level Vino, sekarang Vino ada di level Alam Tanah tahap 6 yah (karena pengaruh kekuatan kristal yang Vino serap). Tadi lupa nulis. Hehe. Maap yah teman-teman, saya lupa. Mohon dimaafkan 🙏.


Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.


__ADS_2