
"Haaahh..." suara teriakan Vino terdengar hingga ke dapur tempat Arisa memasak.
Arisa yang mendengar teriakan Vino tersenyum tipis. Ia senang karena Vino bekerja keras akan suatu hal yang ia inginkan. Sementara itu, Vino sedang berlatih dengan gurunya yaitu Xiao Zan.
"Huff...Huff...Guru, selanjutnya...Apa lagi?" tanya Vino dengan Nafas terengah-engah.
Xiao Zan yang mendengar itu, tersenyum mendengus. Dari matanya terlihat kilatan cahaya seperti ingin mempermainkan muridnya.
"Sekarang kamu lawan aku!" ucapnya dengan sekilas terdapat kilatan cahaya dimatanya.
Penulis: "Ada yang janggal nih."
...****************...
Arisa telah selesai membuat makanan, ia pun menyiapkan 3 piring untuk diletakkan di meja makan. Ia juga menyiapkan 3 gelas yang berisikan teh untuk mereka.
"Nah. Makanan udah selesai. Sekarang buat teh." ucap Arisa senang.
Note: Kenapa 3 piring dan 3 gelas? Karena orangnya ada tiga. Jadi, Arisa juga ikut makan-makan.
Arisa membuat makanan dengan elegan seperti seorang istri yang menunggu kepulangan suaminya. Hal itu membuat saya sebagai penulis merasa iri dengan Vino.
Karena saya iri kepada Vino, saya pun akan menjatuhkan bencana kepada Vino nantinya. Namun, karena saya masih memiliki hati, saya akan menjatuhkan bencana kepada Vino setelah mereka makan-makan saja.
...****************...
Vino terkejut dengan perkataan Xiao Zan, ia tidak menyangka bahwa ia akan melawan Xiao Zan secepat itu. "Bentar, aku sudah mengira kalau guru akan melawanku nantinya. Tapi mengapa secepat ini?" ucap Vino dalam hati.
"Apa? Tuan akan melawan guru?" Arisa kaget. Walaupun ia bisa membaca pikrian Vino, tapi mengapa Vino harus bertarung dengan Xiao Zan? Begitulah pikir Arisa.
Setelah mengetahui pemikiran Vino, Arisa bergegas keluar dari istana dan melihat pertarungan Vino dengan Xiao Zan. Disana Arisa melihat pertarungan antara Vino dan Xiao Zan.
"Hakk...Hakk...Hiatt..." Vino melancarkan serangan beladiri kepada Xiao Zan.
Arisa mengira bahwa kekuatan Vino sudah cukup untuk melawan Xiao Zan, namun pemikirannya salah. Ternyata, serangan Vino dihalang oleh Xiao Zan dengan mudah.
__ADS_1
"Serangan Beladiri: kekuatan Spirit...Bola Api...Sihir Air...Angin Penidur...Gelembung void..." teriak Vino melancarkan serangan beberapa kali. Namun, serangannya tetap bisa ditahan oleh Xiao Zan dengan mudah.
"Sepertinya ini tidak mudah. Aku harus mengeluarkan kekuatan maksimalku." ucap Vino dalam hati.
Seketika, terdengar suara sorakan dari halaman depan istana. "Semangat Tuan! Anda pasti bisa melakukannya!" Arisa bersorak dari halaman depan istana.
Tak terasa, sorakan Arisa mulai membuat Vino bersemangat dan ingin mengalahkan Xiao Zan. Tak lama kemudian, Vino langsung menyerang Xiao Zan layaknya seorang petarung. Ia menyerang kesana-kemari seperti emak-emak beli micin di warung.
Melihat semangat Vino, Xiao Zan lantas berkata "Fueshi, sebenarnya kau itu kuat. Namun, kau harus berpikir menggunakan otakmu untuk menyerang, baik itu aku atau orang lain." ucap Xiao Zan memberi Vino nasehat.
Vino pun terdiam, ia tidak melancarkan satu serangan pun setelah Xiao Zan memberi ia nasehat. Saat Vino sedang terdiam, Xiao Zan mulai mendekatinya dan ingin memeriksa apakah Vino pingsan atau terjadi sesuatu yang lain kepadanya.
Akan tetapi, pada saat Xiao Zan sudah sangat dekat dengan Vino, Vino tiba-tiba melancarkan serangan. Hal itu membuat Xiao Zan terkejut. Sontak, ia langsung menghindari serangan Vino. Tetapi, waktu sudah tidak cukup. Jadi, Xiao Zan menahan serangan Vino menggunakan kekuatan kakinya.
"Wush..." angin berhembus kencang akibat serangan Vino yang ditahan oleh Xiao Zan.
Seranan Vino yang telah ditahan, masih bisa membuat Xiao Zan terluka. Kaki Xiao Zan mengeluarkan darah tepat dimana ia menahan serangan Vino. Sentak, Xiao Zan langsung tertawa lantang.
"Hahahaha...Tak kusangka kau hebat juga Fueshi." ucapnya memuji sembari tertawa lantang.
"Terima kasih guru. Tapi, apakah kaki guru baik-baik saja?" ucap Vino bertanya tentang kaki gurunya. Ia sedikit khwatir kepada kaki Xiao Zan, karena ia telah mengeluarkan setengah kekuatannya dalam pertarungan itu.
Sementara itu, Arisa langsung memangil mereka berdua untuk makan malam.
"Semuanya, saatnya makan malam." kata Arisa memanggil mereka dengan ekspresi gembira.
Setelah Arisa memanggil mereka berdua, mereka pun langsung memasuki istana dan makan malam bersama. Pada awalnya, mereka sangat lahap dengan makanan yang dibuat oleh Arisa. Namun, pada saat terakhir mereka sudah tidak kuat untuk makan lagi, karena makanan yang Arisa buat terlalu banyak.
...****************...
Setelah Vino dan Xiao Zan kekenyangan, mereka pun pergi ke kamar mereka masing-masing untuk tidur.
"Guru, disini ada kamar untuk guru tidur. Jika berkenan, guru bisa tidur di kamar tersebut." ujar Vino sembari menunjuk kamar yang ia maksud.
Xiao Zan pun menganggukkan kepalanya yang menandakan bahwa ia setuju dengan perkataan Vino. "Baiklah kalau begitu. Aku mau tidur dulu ya." kata Xiao Zan melambaikan tangannya kepada Vino sembari berjalan menuju ke kamar.
__ADS_1
Dan mereka semua pun tidur untuk menunggu esok hari.
...****************...
Alam semesta yang sangat luas memperlihatkan pemandangan bintang yang sangat indah. Mereka ada beribu bahkan jutaan ribu bintang. Namun, keindahan itu hanya bisa kita lihat sementara saja, karena alam semesta merupakan tempat yang paling berbahaya di dunia ini.
"Rooaaaarrrr....." suara geraman sesuatu.
Nampak dari kejauhan, seekor naga laut sedang menyerang serigala bersayap. Mereka bertarung dan saling menyakiti satu sama lain. Mereka bertarung selayaknya seorang petarung yang ingin bertahan hidup, dan yang bertahan hidup itulah yang akan selamat.
Ketegangan masih terus berlanjut, mereka saling menyerang menggunakan kekuatan speisal milik mereka sendiri. Dan kekuatan mereka menyebabkan alam semesta itu mengalami getaran yang lumayan kuat.
Hal ini tidak bisa kita pungkiri, karena mereka bertarung sengit dengan kekuatan yang bahkan melebihi kekuatan kristal milik Vino. Akan tetapi, hal tersebut masihlah wajar jika dibandingkan sistem di Bumi yang menggunakan orang lain untuk memuaskan diri sendiri.
Note: Yang dimaksud "menggunakan orang lain untuk memuaskan diri sendiri" adalah menggunakan kekuasaan untuk memberikan perintah kepada seseorang dan menyakiti seseorang tanpa harus mengotori tangan kita sendiri. Contohnya: Menyewa pembunuh untuk membunuh seseorang.
"Sialan kau! Dasar serigala brengsek!" ucap sang naga kesal.
"Apa yang kau maksud? Apa kau ingin aku menghancurkanmu?!" balas serigala bersayap.
Dan mereka pun bertumbuk lagi (adu mekanik) selayaknya pemain ML Tanker dan pemain ML yang menggunakan Hero fighter dan assassin.
"Boom! Duar! Ngek! Boom! Duar! Ngek!" ledakan beruntun akibat serangan mereka berdua.
...****************...
Esok harinya, Vino, Xiao Zan, dan Arisa sedang bersiap-siap untuk pergi ke alam semesta lain. Namun, Xiao Zan malah ingin pergi ke planet lain.
Penulis: "Yaelah. Padahal judulnya 'Pergi ke Alam Semesta Lain'. Hadeh..." penulis menghela nafas dengan kasar.
Mereka pun pergi meninggalkan Kerajaan Qovulkh dengan menggunakan sebuah Ark besar nan ellegant.
Bagaimanakah kelanjutannya?
Saksikan episode selanjutnya!
__ADS_1
●●●●●●●●●●
Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.