
Vino mengatakan kepada QinQin dan Arisa bahwa Miyuki stres karena terus ditegur oleh Arisa. Hal ini menyebabkan Miyuki berkeinginan untuk menjahili seseorang. Dan benar saja, Miyuki menjahili para wanita yang ia temui disekitar hutan Kerajaan Qovulkh lalu merobek-robek pakaian yang dikenakan para wanita yang ia temui. Mungkin hal ini bisa disebut kekesalan dan bukan stres, namun Vino masih mengatakan bahwa Miyuki stres karena terus ditegur oleh Arisa.
"Ah sepertinya itu benar." ujar Arisa sembari sedikit tersenyum tipis. Melihat Arisa tersenyum, Vino langsung berkata "Ohh..." ucap Vino sembari menganggukkan kepalanya. Seketika Vino segera berdiri dari tempat ia duduk dan berjalan keluar dari Istana. Melihat hal tersebut, Arisa kembali bertanya-tanya kepada QinQin. Disana mereka bercerita segala macam hal baik itu tentang Miyuki, Istana, dan lain sebagainya.
Sementara Vino, keluar mencari Miyuki yang sedang menyamar menjadi seekor beruang besar. Pada awalnya Vino merasa bahwa ia akan menerima beban lagi akan tetapi keberuntungan beada di pihaknya. Tak lama setelah keluar dari Istana, secara tiba-tiba Miyuki keluar dari hutan tepat didepan Vino. Spontan Vino langsung menangkap Miyuki dan menjewer telinga miliknya. "Aduhhhh....." ujar Miyuki sembari berteriak kesakitan. Tak berselang lama, bentuk tubuh Miyuki langsung berubah menjadi manusia karena jeweran Vino. "Fueshi, itu sakit! Mengapa kau menarik telingaku?!" tanya Miyuki dengan polosnya. Vino pun menjawab pertanyaan Miyuki yang tak masuk akal itu. "Itu tentu saja karena kau berbuat cabul kepada wanita disekitar sini. Padahal kau itu wanita juga, tapi mengapa kau malah menjahili wanita lain? Apa kau suka sesama jenis?" ujar Vino sembari menanyakan sebuah pertanyaan. Mendengar pertanyaan Vino, seketika Miyuki berteriak dan menyangkal perkataan Vino. "Tentu saja tidak! Dasar Fueshi bodoh!" ujar Miyuki dengan wajah memerah.
Sentak, Vino langsung menarik tangan Miyuki dan membawanya ke Istana. Menyadari bahwa tangannya disentuh oleh laki-laki yang mengagumkan, wajah Miyuki pun semakin memerah. "Ah sial! Dasar tidak peka!" ucap Miyuki didalam hatinya. Vino terus menarik tangan Miyuki sampai masuk ke dalam Istana. Disana, Vino memerintahkan kepada Miyuki untuk tidak melakukan kesalahan lagi. "Miyuki, jika kau melakukan itu lagi, aku akan menghukumnya loh. Jadi aku mohon kepadamu untuk tak melakukannya lagi lain kali." perkataan Vino terdengar jelas ditelinga Miyuki. Mendengar hal tersebut, Miyuki langsung menkawabnya dengan nada agak kesal namun terdengar imut. "Tentu saja dasar bodoh! Aku berjanji tak ak melakukannya lagi." begitulah perkataan Miyuki saat membalas perkataan Vino. Vino tersenyum karena Miyuki telah berjanji seperti itu, "Baiklah. Kalau begitu aku akan keluar dulu." secara tiba-tiba Vino keluar dari Istana dan terbang melesat entah kemana.
...****************...
__ADS_1
Disisi lain, Raja Zoro dan pasukannya telah berada dimedan perang yakni ditempat tersegelna Xzaverius. Sesosok pemimpin yang gagah berani memimpin para pasukan sembari mengacungkan senjatanya. Ia menaiki kuda yang biasanya digunakan untuk perang dengan memakai armor. Raja Zoro memimpin para prajurit dan pasukannya menuju medan perang. "Prajurit, persiapkan diri kalian!" teriak Raja Zoro dengan lantangnya memerintahkan kepaa seluruh prajurit untuk bersiaga apabila terjadi sesuatu.
"Kratak!" retakan yang erada di segel Xzaverius terjadi lagi. Kini retakan mulai menyebar hingga ke kakinya. "Akankah bencana terjadi lagi? kita masih bekum tahu, namun apabila Tuhan menghendaki pasti semua orang akan selamat. " begitulah pikir Raja Zoro mengenai retakan yang terjadi pada segel Xzaverius ini. Masihlah mustahil jika segel tersebut dapat ditembus akan tetapi jika Xzaverius sangatlah kuat, maka itu bisa jadi mungkin. Pikiran Raja Zoro sudah tak karuan, ditengah-tengah kekhawatiran Raja Zoro itu tiba-tiba saja ada seorang prajurit yang memanggilnya. "Raja! Raja! Raja!" jerit prajurit itu memanggil Raja Zoro. Sementara Raja Zoro tak mendengar jeritan prajurit itu karena pikiranna sedang kacau. "Raja!!!" prajurit berteriak sekuat tenaga memanggil sang Raja. Seketika, Raja Zoro langsung terkejut dan menoleh ke arah prajurit itu. "Ada apa?" tanya Raja Zoro.
"Apakah Raja baik-baik saja?" balas sang prajurit yang menanyakan pertanyaan pula kepada sang raja. Raja Zoro yang mendengar pertanyaannya tak dijawab ia pun segera turun dari kudanya dan berkata "Aku baik-baik saja. Apa yang ingin kau katakan?" tanya Raja Zoro. Sontak sang prajurit langsung berlutut dan mengarahkan kepalanya ke tanah, ia tak berani menghadap wajah sang Raja. Tak berselang lama, ia pun mengatakan bahwa ada seorang pemuda yang mengatakan bahwa ia ingin bergabung melawan Xzaverius dan membantu kita. "Raja, saya menemui seorang pemuda di barisan belakang sana yang ingin melawan Xzaverius dan membantu kita." ucap Sang prajurit. Seketika Raja Zoro pun terkejut stelh mendengar hal itu, ia tak menyangka bahwa akan ada seorang pemuda yang ingin membantunya untuk mengalahkan Xzaverius.
"Bawa dia kesini!" peintah Raja Zoro. "Baik!" Prajurit membalas perkataan Raja Zoro sembari mundur dengan hormat. Sang prajurit itupun memanggil pemuda itu dan membawanya ke hadapan sang Raja. "Ini adalah pemuda yang saya bicarakan tadi." ucap prajurit dengan membawa seorang pemuda yang tampan. Pantas, sang Raja pun segera menolehkan kepalana menghadap wajah pemuda itu. "Sepertinya aku pernah melihatmu, apakah kita pernah bertemu?" tanya Raja Zoro kepaa pemuda didepannya. Yap, Raja Zoro tidak salah jika dia merasa pernah bertemu dengan pemuda itu karena pemuda yang ada didepan Raja Zoro adalah Vino yang merupakan Raja dari Kerajaan Qovulkh.
Setelah Vino menjadi Raja, ia tak menampakkan kesenangan sedikitpun di wajahnya seolah-olah ia tak menyukai dirinya sebagai Raja. Namun Vino merasa cukup senang karena ia bisa diterima di Kerajaan Qovulkh yang konon katanya para penduduk di Kerajaan ini sangat membenci manusia karena mereka semua adalah penduduk Ras Hewan. Vino yang terpilih menjadi Raja itu, mulai dimasukkan ke berita tulis di Benua Grogonut. Pada akhirnya, Vino menjadi terkenal sebagai pemimpin termuda di Benua Grogonut ini. Akan tetapi berita yang tersebar luas itu sampai di Kerajaan Goldenforth. Raja Zoro tak mengetahui apapun tentang Vino, tapi yang pasti ia pernah melihat foto Vino di berita tulisan itu.
__ADS_1
*Kembali ke Medan perang
Raja Zoro merasa bahwa ia pernah melihat Vino. Namun ia masih ragu apakah memang benar ia melihat Vino sebelumnya, tapi yang jelas Raja Zoro berterima kasih kepaa Vino karena telah datang untuk membantu mereka. "Aku senang kau disini nak! Baiklah, setelah ini kita harus berusaha untuk mengalahkan Xzaverius. Kalau kau menjadi beban dan tewas, aku tak akan bertanggung jawab karena kau bukanlah satu-satunya orang yang menderita disini." jelas Raja Zoro mengenai aturan yang harus dilakukan saat berperang. Ini adalah pengalaman kedua Vino dalam berperang. Jadi, ia harus bersungguh-sungguh agar bisa memenangkan perang ini.
Bagaimanakah kelanjutannya?
Saksikan episode selanjutnya!
●●●●●●●●●●
__ADS_1
Note: Maaf teman-teman, kemarin nggak update soalnya kucingku sakit. Jadi mau ngerawat kucing dulu. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.