Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Kerajaan Milik Vino I


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


5 bulan telah berlalu, Vino yang meyakinkan diri untuk tinggal dan membantu rakyat di Kerajaan Qovulkh sedang berdiam diri di sebuah jurang. Jurang tersebut adalah jurang tempat Fleira tidur.


Disana, Vino menemukan sebuah lubang kecil di sela-sela gua yang ditutupi oleh sebuah batu besar. Arisa yang mengikuti Vino, spontan langsung memberitahukan sesuatu tentang lubang tersebut.


"Tuan, lubang ini adalah lubang hasil galian. Ini mungkin tempat persembunyian atau semacamnya Tuan. Lebih baik, sekarang Tuan masuk kedalam saja sambil memeriksa. Siapa tahu, Tuan akan mendapatkan barang bagus." ucap Arisa.


Vino pun mengangguk dan mulai memasuki lubang tersebut bersama Arisa. Mereka pergi menelusuri lubang tersebut lumayan lama, akan tetapi mereka masih belum menemukan apa-apa. Namun, pada saat mereka ingin keluar, Arisa melihat sebuah tempat kecil seperti kamar atau tempat penyimpanan.


"Tuan, lihat!" ucap Arisa sembari menunjuk tempat tersebut.


"Ayo kita ke sana, Tuan. Mungkin kita akan menemukan harta." ajak Arisa.


"Baiklah." balas Vino mengangguk.


Mereka pun pergi menuju ke tempat itu. Disana Vino dan Arisa melihat sebuah tempat tidur, mereka heran.


Kenapa ada tempat tidur disini?" tanya Vino.


Karena merasa penasaran, Vino mulai melihat bagian bawah kasur untuk memeriksa apakah ada sesuatu dibawah kasur tersebut.


Hanya dengan mengangkat bagian bawah kasur sedikit saja, sebuah cahaya berkilau langsung keluar dari celah-celah bagian kasur yang diangkat Vino. Vino pun merasakan sinar yang menyilaukan mata, akan tetapi Vino tetap mencoba untuk membuka bagian bawah kasur.


"Waahhh...Ada harta karun." ujar Vino girang.


"Tapi kenapa dibawah kasur?" Vino mulai betanya-tanya dengan apa yang ia lihat.


Vino pun menoleh ke wajah Arisa. Arisa yang melihat Vino menatapinya, hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


Mereka tidak tahu jawaban dari apa yang mereka temukan. Akan tetapi, hal itu sudah tidak dipikirkan oleh Vino. Ia langsung mengambil harta itu. Lalu, ia menyimpan harta tersebut di penyimpanan "rahasia" milik Arisa.


●●●

__ADS_1


Setelah menyimpan semua harta karun, Vino mencoba membalikkan kasur tersebut dan pergi memeriksa bagian bawah kasur. Vino yang sedang memeriksa, tidak melihat apapun selain tanah kosong dan dinding rata.


"Hmmm...Kok nggak ada apa-apa yah?" tanya Vino.


Karena haus akan kekayaan, Vino mulai meraba-raba tanah dan tembok itu. Dan secara tak sengaja, Vino menekan sebuah tombol berwarna hitam yang warnanya sama dengan tembok dibawah kasur itu.


"Cklek" bunyi tombol ditekan.


Setelah itu, tiba-tiba salah satu sisi tembok yang berada di depan Vino bergeser dan memperlihatkan sebuah ruangan luas seperti lapangan sepak bola, disana Vino bisa berkultivasi untuk menuju ke level berikutnya.


Ruangan itu kaya akan energi dan sumber daya yang sangat besar. Dalam beberapa hari, Vino bahkan bisa menerobos 2 level yakni level Alam Tanah dan Alam Petarung.


Sementara itu, Arisa yang melihat Vino sedang berkultivasi hanya duduk sambil menunggu Vino selesai berkultivasi.


●●●


Beberapa jam telah berlalu, level Vino meningkat secara drastis setelah ia berkultivasi. Saat ini, Vino berada di Alam Tanah tahap 12. Vino ingin menerobos dan masuk ke Alam Petarung tahap 1.


"Hah...Aku udah level Alam Tanah tahap 12. Selanjutnya aku harus menerobos level ini dan lanjut ke level berikutnya." ucap Vino dalam hati.


"Wah, hanya dalam hitungan detik aku bisa menerobos ke Alam Petarung. Bagaimana jika aku tinggal beberapa hari disini? Pasti aku akan mencapai level berikutnya dengan mudah. Tapi, jangan sekarang deh. Aku sudah membuat Arisa lama menunggu. Aku harus pergi." ucap Vino.


Tak lama setelah Vino berkultivasi, ia pergi menutup kembali ruangan tempat ia berkultivasi dan pergi meninggalkan bagian bawah kasur. Setelah Vino keluar, Vino melihat Arisa yang sedang tergeletak tidur karena terlalu lama menunggu.


"Buset, baru beberapa jam juga. Dah tidur aja." ucap Vino.


Vino pun akhirnya menggendong Arisa dan membawanya keluar dari lubang rahasia itu. Vino berjalan perlahan agar ia tidak membangunkan Arisa yang sedang tertidur lelap itu.


●●●


Setelah mereka keluar, Vino membawa Arisa pergi ke Kerajaan Qovulkh untuk ditempatkan di penginapan. Disana, Arisa bisa tidur diatas kasur yang empuk.


Pada saat Vino sampai di Kerajaan Qovulkh, Vino melihat beberapa rakyat sedang sibuk menata dagangan mereka. Vino terheran-heran dengan mereka, "Apa yang mereka lakukan? Apakah ada seseorang yang memiliki kuasa tinggi akan datang?" tanya Vino kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


Namun, karena penasaran Vino langsung bertanya ke salah satu pedagang Kerajaan Qovulkh.


"Maaf Tuan, apa yang terjadi? Kenapa semua orang terlihat sibuk hari ini?" tanya Vino.


"Sekarang ada Raja dari Kerajaan Obsydaingorth yang akan datang kemari. Jadi warga sedang mempersiapkan dagangan mereka agar dibeli." balas pedagang itu.


Vino yang mendengarnya pun langsung mengucapkan terima kasih. Ia bergegas pergi ke penginapan untuk menempatkan Arisa yang sedang tidur itu, di kasur yang empuk dan nyaman.


Pada saat di penginapan, Vino membayar penginapan selama 3 hari. Lalu, Vino meletakkan Arisa diatas kasur yang empuk itu. Dan Vino bergegas pergi dari tempat penginapan, lalu menuju ke sebuah rumah yang hancur. Disana, Vino bisa mengintip kegiatan semua orang. Ia juga bisa melihat siapa yang akan datang ke Kerajaan Qovulkh tanpa harus menemui orang tersebut secara langsung.


Tak lama kemudian, orang yang dibicarakan oleh pedagang sebelumnya muncul. Terlihat dari kejauhan, seorang manusia gagah yang menunggangi kuda dan ia dikawal oleh beberapa ksatria dibelakangnya, mereka sedang menuju ke kerumunan warga Kerajaan Qovulkh.


Vino yang melihat itu, mulai mengerutkan dahinya. "Apakah seoang Raja memiliki pandangan yang sombong dan jijik seperti itu? Apakah ia ingin menjajah kerajaan ini?" begitulah pemikiran Vino tantang Raja yang menunggangi kuda itu.


Sang Raja berjalan menuju kerumunan, diiringi hentakan para ksatria yang berada di belakangnya. Pada saat mereka hampir sampai di kerumunan warga, para ksatria langsung bergerak maju dan memberikan hormat kepada sang Raja.


"Hormat kepada Raja Arshiviste Dragoon." teriakan para ksatria secara bersamaan.


"Dragoon?" ucap Vino berbisik kepada dirinya.


"Apakah nama seseorang disini sangat berpengaruh jika itu adalah nama kekuasaan atau nama yang berkasta tinggi?" ucap Vino berbisik.


Sementara itu, sang Raja hanya berjalan. Ia tidak menoleh ke salah satu penduduk pun di Kerajaan Qovulkh. Di otak sang Raja, ia hanya memikirkan kekuasaan.


Tujuan sebenarnya sang Raja datang ke Kerajaan Qovulkh adalah untuk menjadikan Kerajaan Qovulkh sebagai wilayah Kerajaan Obsydaingorth. Dengan kata lain, ia ingin menguasai Kerajaan Qovulkh.


Namun, Vino tidak mengetahui hal itu. Ia hanya tidak suka dengan keberadaan sang Raja yang sangat sombong itu. Tiba-tiba sang Raja langsung mengeluarkan sihir pedang api untuk membunuh salah satu penduduk. "Pedang Api." ucap sang Raja.


Spontan, Vino yang mendengar itu langsung menghancurkan tembok kayu didepannya dan berlari untuk menghalang serangan sang Raja.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!

__ADS_1


●●●●●●●●●●


Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.


__ADS_2