Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Kombinasi Kekuatan


__ADS_3

Vino mengeluarkan kekuatannya dengan tidak sabaran. Ia membuat Demon Lord kehilangan stamina, karena ledakan yang bertubi-tubi dari hasil kekuatan Vino.


"Kekuatan: Ledakan Bumi." Vino mengucapkan rapalan untuk kekuatannya.


Sontak, Ledakan keluar dari dalam tanah dan menghantam Demon Lord tersebut. Ledakan tersebut terus dilancarkan oleh Vino secara terus-menerus.


Hanya dalam waktu beberapa menit, Vino hanya dapat membuat luka sebesar bola pingpong di perut Demon Lord.


"|-|æ|-|æ|-|æ...(Hahaha...)" Demon Lord tertawa dengan bahasa Monster.


Vino yang tidak mengerti akan bahasa Demon Lord, langsung menggunakan skill translate (terjemah) yang memang skill tersebut sudah ada sejak Vino datang ke dunia ini.


"Skill translate." ucap Vino.


Seketika, suara tertawa Demon Lord mulai terdengar jelas dan Vino akhirnya bisa mngetahui apa yang Demon Lord itu bicarakan.


●●●


Sementara itu, Zaylin sedang melawan Raja Iblis yang beringas itu.


"Sialan kau!" ejek Zaylin kepada Raja Iblis.


Raja Iblis hanya tersenyum tipis melihat Zaylin yang sedang menyerangnya itu. Ia seakan-akan tidak peduli dengan keberadaan Zaylin yang sedang menyerangnya itu.


"|-|æ|-| đæßæř /|\æñűßįæ. (Hah dasar manusia.)" ucap Raja Iblis sembari menghela nafas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa saat telah berlalu, Zaylin sedang menyerang Raja Iblis dengan kekuatannya. Akan tetapi, ia masih belum bisa melukai Raja Iblis tersebut.


Mengetahui bahwa ia tidak bisa mengalahkan Raja Iblis, Zaylin langsung meneriaki Vino yang kehilangan akalnya itu.


"Vinoo!!!!!" teriak Zaylin menggema.


Spontan akal Vino langsung kembali. Vino merasa seakan dirinya telah terhisap kedalam kemarahan.


Demon Lord yang berada di depan Vino mulai merengek, karena ia tidak bisa membuat Vino terpengaruh ke dalam kemarahan.


"Dasar manusia sialan!" begitulah ucap Demon Lord dalam bahasa manusia.


Sementara itu Zaylin yang sudah bisa membuat Vino kembali sadar, ia meminta tolong kepada Vino agar bisa membantunya untuk mengalahkan Raja Iblis.


"Vino! Bantu aku mengalahkan Raja Iblis!" pinta Zaylin dengan berteriak.


Vino pun mengangguk, dan tiba-tiba Vino menstransfer sebagian energi kekuatan kegelapannya kepada Zaylin. Dan seketika, Zaylin memunculkan "Dark Armor" di seluruh tubuhnya kecuali bagian kepala.


Zaylin yang merasakan kekuatannya sedang berapi-api, mulai menengok dan mengancam ke arah Raja Iblis.


Seketika, Zaylin langsung berlari menuju Raja Iblis dan menyerangnya. Suara ledakan terdengar dimana-mana akibat serangan Zaylin.


●●●


Sedangkan Vino yang sudah memiliki akalnya kembali, mulai mengumpulkan kekuatan Kristal dari spirit kegelapannya untuk digabungkan.


Tak berselang lama, kekuatan Vino sudah berkumpul dan menciptakan sebuah pedang Iblis yang berasal dari "Alam Bawah" tempat Demon Lord berasal.


Demon Lord yang melihat itu terkejut, "Bagaimana bisa manusia yang lemah memiliki pedang Iblis?" begitulah pikir Demon Lord tentang Vino.


Belum sempat Demon Lord berpikir, Vino langsung menyerang Demon Lord.

__ADS_1


"Srash.." pedang Iblis yang dipegang Vino memotong tangan kiri Demon Lord dan membuat Fleira jatuh dari genggaman Demon Lord.


"Æææææææ|-|-|-|-|-|-|.... (Aaaaahhhhhh....)" Demon Lord menjerit dengan keras.


Tangan kirinya telah terpotong akibat serangan pedang Iblis milik Vino. Sedangkan Vino yang melihat itu merasa senang, ia akhirnya bisa melukai Demon Lord dengan luka yang lumayan fatal.


Tak lama kemudian, Demon Lord berdiri dan mencoba meraih tubuh Fleira. Demon Lord ingin membunuh Fleira agar bisa membuat Vino lepas kendali karena kemarahan.


Sementara itu, Vino yang melihat Demon Lord ingin meraih tubuh Fleira, bergegas menyerang Demon Lord agar ia terbunuh.


Namun, usaha Vino sia-sia. Demon Lord sudah mendapatkan tubuh Fleira. Secara cekatan, Demon Lord langsung menusuk tubuh Fleira menggunakan tangannya. Lalu, ia meledakkan tubuh Fleira.


"Boom!" suara ledakan yang tidak terlalu besar membuat tubuh fleira tidak bersisa. Dan Fleira mati pada saat itu juga.


Vino yang melihat itu mulai terlihat marah. Tiba-tiba...


"Duaaarr...." ledakan kekuatan berada di sekitar Vino dan membuatnya kehilangan akal kembali.


Vino menyerang Demon Lord tak henti-henti. Ia menyerang Demon Lord menggunakan kekuatannya yang sangat besar itu.


Dan dari kekuatan Vino, tanah terbelah menjadi dua dan membuat jurang yang sangat dalam. Suara ledakan terjadi dimana-mana.


Bagaimana perasaan Vino yang melihat temannya sendiri dibunuh di depan matanya. Tentu saja hal itu membuatnya marah.


...----------------...


Demon Lord kewalahan menghadapi Vino yang ingin menghancurkannya. Ia disiksa, dibanting, diledakkan, dihantam, ditendang sejauh 5 KiloMeter, diinjak-injak seperti seekor ulat daun.


Keganasan Vino yang ingin membunuh Demon Lord tidak bisa dihentikan, bahkan para monster yang melihat itu mulai masuk kembali dalam pecahan dimensi namun hanya beberapa saja.


Vino menyerang Demon Lord dengan sangat sadis. Vino seperti kehausan darah karena Demon Lord yang membunuh Fleira.


●●●


Tak terasa, Zaylin meneteskan air mata di pipinya. Rasa kesedihan diselimuti dengan kemarahan itu, sudah tidak tertampung lagi. Ia merasa sangat marah dan bersalah.


Sungguh tidak ada yang tahu, bahwa kapan kita mati. Itulah yang dipikirkan Zaylin pada awalnya. Namun, apakah itu alasan Raja Iblis untuk membunuh Ais.


Memikirkan hal itu saja sudah membuat Zaylin marah tak berujung. Apalagi memikirkan semua teman-temannya mati.


Vino dan Zaylin merupakan satu kesatuan jika mereka disamakan. Hal itu karena mereka memiliki kepribadian yang hampir sama sejak mereka datang ke dunia ini.


●●●


Vino menyerang Demon Lord dan Zaylin menyerang Raja Iblis. Itulah hal yang sedang mereka lakukan saat ini. Dan akibat dari kekuatan mereka adalah dunia hampir terbelah menjadi dua, pecahan dimensi semakin banyak, monster sedang menjarah dunia.


Kini, Vino dan Zaylin sudah merasakan kemarahan yang sangat sakit. Namun, mereka sudah mencoba untuk menampung kemarahan mereka itu. Akan tetapi tetap tidak bisa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu sudah berlalu, Demon Lord dan Raja Iblis sudah mendapatkan luka yang sangat fatal. Bahkan mereka tidak bisa menggerakkan tubuh mereka lagi. Itu karena mereka terus menerus diserang oleh Vino dan Zaylin.


Tak terasa, Demon Lord dan Raja Iblis mulai melemah. Dan seketika....


"Wussshhh...." tubuh mereka hancur tak bersisa dan hanya memunculkan sebuah batu pusaka (inti kekuatan).


Ya, dengan kata lain Demon Lord dan Raja Iblis sudah mati. Mereka sudah tidak ada di alam ini lagi. Dan itu karena kekuatan Vino dan Zaylin yang menyerang mereka habis-habisan.


Seketika, semua monster musnah dan pecahan dimensi lambat laun mulai menghilang.

__ADS_1


●●●


Setelah Demon Lord dan Raja Iblis mati, Vino dan Zaylin seketika langsung tergeletak karena kelelahan.


Mereka bertarung dari pagi hingga sore dengan makhluk brengsek yang berasal dari "Alam Bawah" itu.


Akan tetapi, hal itu tidak menghalangi mereka untuk berdiri dan membuat Ais (teman Zaylin) hidup kembali.


Mereka berjalan sempoyongan. Zaylin membawa Ais ditangannya untuk dihidupkan kembali. Sedangkan Vino, ia mengambil inti kekuatan yang sudah dikeluarkan oleh Demon Lord.


Mereka bersama-sama mengumpulkan kekuatan dan mencoba untuk menghidupkan Ais kembali. Setelah lama sekali mencoba, Vino dan Zaylin tidak dapat menghidupkan Ais kembali.


"Oi Vino! Apa maksudnya ini?! Apa kau tidak bisa menghidupkan Ais kembali?!" ucap Zaylin kesal.


"Sabarlah! Aku sedang mencoba! Ayo kita coba lagi." balas Vino menenangkan Zaylin.


Pada akhirnya, mereka mencoba kembali. Namun, hasilnya tetap nihil (tidak ada yang terjadi).


Sontak, Zaylin langsung mengangkat kerah baju milik Vino dan berkata "Sialan! Kau tidak bisa menghidupkannya?!" kata Zaylin.


Vino hanya terdiam, dan tak lama setelah itu Vino mengeluarkan kata-katanya.


"Maaf, aku sudah mencoba!" balas Vino.


Sentak, Zaylin memukul wajah Vino. Ia merasa kesal dengan Vino yang tidak bisa menghidupkan Ais kembali.


Namun, bukannya malah berdiam diri, Vino malah menyentak Zaylin dan meneriakinya.


"Aku juga tidak tahu hal itu! Kau pikir hanya kau saja yang sedih?! Aku juga sedih! Teman yang baru saja kukenal sudah dibunuh oleh Demon Lord brengsek itu." teriak Vino kepada Zaylin.


Sedangkan Zaylin yang mendengar itu hanya berdiam sembari mengeluarkan air matanya. Ia tak kuasa menahan kesedihan yang sudah meluap-luap di dadanya itu.


Akan tetapi, ia mencoba untuk kuat dan meninggalkan Vino secara pasrah.


"Hah...Sudahlah jika kau memang tidak bisa membuatnya hidup. Terima kasih atas bantuanmu, yang tidak membantu sekali." ucap Zaylin meninggalkan Vino dengan membawa mayat Ais di gendongannya.


Zaylin pergi meninggalkan Vino dan memasuki pecahan dimensi. Disana, Zaylin menguburkan mayat Ais dan berdo'a untuknya.


Beberapa saat setelah berdoa, Zaylin kembali keluar dari pecahan dimensi dan membawa teman-temannya itu.


Sementara itu Vino yang melihat Zaylin sedang berlalu-lalang melewati pecahan dimensi, hanya berdiam diri. Ia hanya meratapi mayat Fleira yang tergelatak ditanah, dengan kedaan perut berlubang.


●●●


Setelah Zaylin selesai membawa teman-temannya, ia langsung pergi meninggalkan Vino tanpa berkata sepatah kata pun. Disisi lain, Vino juga pergi meninggalkan Zaylin dan hanya duduk disamping mayat Fleira.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa saat setelah kesedihan Vino berakhir, Vino pergi ke pecahan dimensi dan menyobek kain bajunya. Lalu, Vino mengigit jarinya hingga mengeluarkan darah dan menuliskan beberapa patah kata di kain tersebut.


Disana ia menuliskan "Sampai jumpa lagi" di kain tersebut. Setelah itu, ia melemparkan kain tersebut ke dimensi Zaylin dan merapalkan mantra untuk menutup pecahan dimensi.


"Wushh..." pecahan dimensi tertutup.


Vino hanya berdiam diri setelah pecahan dimensi tersebut tertutup.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!

__ADS_1


●●●●●●●●●●


Note: Maaf baru upload, tadi masih sekolah. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.


__ADS_2