Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Masa Lalu Vino [ Edisi Spesial ]


__ADS_3

-----------------------Bumi, tahun 2035------------------------


Vino yang berumur 7 tahun sedang bermain bersama teman-temannya. Ia terlihat sedang memainkan permainan kelereng yang biasanya dimainkan oleh anak-anak.


"Faris, kamu bisa lemparin kelerengmu?" tanya Vino kepada temannya.


"Nih." ucap Faris sembari melemparkan kelerengnya.


Vino pun menangkap kelereng yang Faris lemparkan dan melajutkan permainan. Saat Vino akan menembakkan kelerengnya kepada kelereng lain, seketika temannya berkata "Cepetan!" ujar Gilang menunjuk Vino.


"Iya, cepetan!" lanjut Dhani.


Vino pun menganggukkan kepalanya dan mulai melemparkan kelerengnya ke arah kelereng lain dihadapannya itu. "Tok.." bunyi kelereng Vino mengenai kelereng lain. Formasi kelereng di depan Vino pun berantakan, dan mengeluarkan beberapa kelereng dari garis yang sudah ditentukan.


"Hore! Aku menang!" ucap Vino senang.


Teman-temannya pun merengek. "Yah, Vino menang. Aduh, Vino emang hebat. Gak bisa dikalahin!" ujar Gilang dan Dhani diikuti Faris yang mengangguk.


"Hahaha...Aku hebat, kan? Hahaha!" kata Vino gembira.


Setelah kegirangan Vino selesai, Vino mengambil beberapa kelereng yang keluar dari garis (yang sudah ditentukan). Sementara itu Faris mengatakan kepada Vino untuk mengembalikan kelerengnya.


"Vino, kembalian kelerengku! Kan kamu tadi pinjam kelerengku?" ucap Faris.


Sentak Vino langsung memberikan kelereng yang ia pinjam dan mengucapkan terima kasih kepada Faris. "Ini. Makasih ya." ucap Vino.


Setelah Vino selesai mengambil kelereng yang ia menangkan, semua teman-teman Vino pun pulang ke rumah mereka masing-masing. Mereka pergi karena sudah waktunya mereka pulang dan makan. Vino yang melihat teman-temannya pulang, juga pulang kerumahnya dengan berjalan kaki.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa menit telah berlalu, Vino akhirnya sampai di rumah tercintanya itu. Ia pun mengetok pintu rumahnya dan membuka pintu rumah yang sangat besar nan tinggi. Tak lupa, Vino mengucapkan salam saat masuk ke rumahnya.


"Ceklak.." pintu terbuka dan memperlihatkan Vino yang sedang berdiri membuka pintu.


Vino berjalan memasuki rumah yang luas dengan dinding mewah selayaknya istana raja. Ia berjalan tanpa ragu-ragu dan masuk ke kamar pribadi miliknya.


Kamar Vino dihiasi dengan hiasan tradisional khas Jawa zaman kuno. Vino memang suka sejarah, bahkan ia sangat menyukai hal-hal yang berbau dengan sejarah.


Hiasan dikamar Vino terbuat dari tulisan kuno khas Jawa yakni "Hanacaraka". Begitulah orang-orang menyebut tulisan Jawa kuno itu. Setelah Vino memasuki kamarnya, Vino menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


Ia meraih daun pintu kamarnya dan menutup pintu yang memiliki tulisan Jawa kuno bertuliskan "Vino". Vino menutup pintu kamarnya dan meletakkan kelereng yang ia dapatkan di kotak mainannya.


"Nah, kelereng ini aku mainin nanti malem. Terus besok aku balikin lagi." ucap Vino.


Note: Konsep permainan di tempat Vino adalah jika menang, bisa meminjam kelereng selama seminggu dan setelah waktu yang ditentukan sudah terlewat, maka harus dikembalikan kepada pemiliknya. Akan tetapi, Vino hanya meminjam selama 1 hari dan mengembalikan kelereng yang ia dapatkan kepada pemiliknya.


...****************...


Terdengar dari kejauhan, suara langkah kaki dari tangga lantai 2 dan sedang menuju ke lantai 1.


"Loh, Vino udah pulang?" ucap seorang wanita dengan pakaian daster pink.


"Iya. Aku udah pulang Bu." balas Vino kepada Ibunya.


Ibu Vino berjalan menuju kamar Vino dan meraih gagang pintu kamar milik Vino. Ia membuka pintu kamar Vino, lalu mengatakan kepada Vino untuk makan siang.


"Vino, habis ini kamu makan ya?! Terus tidur siang!" ucap Ibu Vino.


"Oke, Bu." balas Vino sembari meletakkan tangan kanannya di alis kepalanya. Dengan kata lain, Vino melakukan hormat seperti pada saat upacara bendera Merah Putih.


Penjelasan: Ibu Vino adalah orang yang sangat peduli kepada Vino. Ia bernama Wulandari Putri yang berparas cantik dan imut, pada saat ia masih muda. Ibu Vino merupakan satu-satunya orang yang selalu berada di rumah karena ayah Vino sedang berada di luar negeri, disana ayah Vino mendapatkan uang yang sangat banyak. Jadi, Ibu Vino tidak perlu bekerja lagi.


Sedangkan Ayah Vino, ia bernama Alexander Fadhli. Nama Ayah Vino berasal dari nama ilmuwan dalam sejarah. Dan orang tua dari Ayah Vino menamakan ayahnya sebagai Alexander karena hal tersebut. Ayah Vino tidak bisa pulang ke Indonesia karena ia masih harus bekerja mencari nafkah untuk biaya kehidupan istri dan anaknya. Namun, Ayah Vino pulang ke Indonesia setahun sekali.


...****************...


Vino makan dengan lahap seperti seorang kera yang sedang kelaparan. Ibu Vino yang melihat anaknya makan dengan lahap, terlihat senang dan ia mulai tersenyum tipis. Lalu, ia menyalakan Televisi dan melihat berita terbaru.


"Huaaghhh..." Vino bersendawa dan mulai berjalan menuju ke kamarnya kembali.


Setelah sampai di kamarnya, Vino beranjak ke tempat tidurnya dan tidur siang.


Penulis: "Enak yah bisa tidur siang. Sekarang aku nggak boleh tidur siang 😭".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu telah berlalu dan jam dinding di rumah Vino menunjukkan pukul 03.05. Lantas, Vino pun terbangun dari tidur nyenyaknya.


"Huaahhh..." Vino meregangkan tubuhnya sembari menguap.

__ADS_1


Vino keluar dari kamarnya dan pergi mandi untuk menyegarkan badan. "Wushh.." suara air bercucuran membasahi tubuh Vino.


Tak lama kemudian, Vino pun menggunakan sabun miliknya dan membasuh tubuhnya. Setelah ia selesai menggunakan sabun, ia pun menggosok gigi serta melakukan hal-hal seperti biasa pada saat kita mandi.


Tak berselang lama, Vino sudah selesai mandi dan ia sudah mengenakan pakaian miliknya. Sontak, Vino langsung melaksanakan ibadah.


* Lima menit kemudian...


Vino pergi keluar dari rumahnya dan berjalan-jalan untuk pergi bermain sendirian. Vino memang suka bermain dengan teman-temannya, akan tetapi ia lebih suka bermain sendiri.


Penulis: "Saya juga sama." ucap penulis yang tiba-tiba muncul seperti demit (setan).


Vino berlarian kesana kemari. Ia sangat senang hanya dengan berlari saja. Namun, kesenangan miliknya hanya sesaat saja. Pada saat Vino sedang asyik berlari, tiba-tiba terdengar suara jeritan anak kecil.


"Haaa...Hiks..Hiks..Hiks.." suara tangisan anak kecil dari semak-semak.


Vino menghampiri semak-semak tersebut dan menemukan seorang anak kecil berjenis kelamin laki-laki sedang menangis karena terjatuh. Spontan Vino langsung memeriksa luka yang anak itu alami dan menutup luka anak itu.


"Tunggu sebentar ya!...Nah sudah." kata Vino sembari menutup luka anak itu.


Beruntung Vino membawa perban kecil disakunya. Jika tidak, mungkin anak itu akan menangis terus-menerus. Sementara itu, anak laki-laki yang Vino selamatkan mulai berhenti menangis. Terlihat di lutut kanan anak itu, terdapat sebuah perban yang menutupi lukanya. Anak itu merasa senang karena lukanya tertutup.


Karena sudah berhenti menangis, Vino menanyakan nama anak tersebut.


"Siapa namamu?" tanya Vino.


"Namaku Rio. Makasih udah nyembuhi lukaku." balas anak tersebut sembari berterima kasih.


Note: Dan begitulah pertemuan antara Vino dan Rio. Mereka bertemu sedari kecil, dan memang mereka sahabat yang sangat cocok sekali. Apabila Vino mengalami masalah, Rio akan membantu Vino. Begitu juga sebaliknya...


...****************...


"Guru, kita akan sampai di Planet Octhophus kan?" tanya Vino kepada Xiao Zan.


"Iya, tapi kita harus mengamati pertarungan mereka lebih lama lagi. Karena, kita bisa mendapatkan pengetahuan hanya dari pertempuran." jelas Xiao Zan.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!

__ADS_1


●●●●●●●●●●


Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.


__ADS_2