Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Kesedihan Tak Tertahankan


__ADS_3

Pecahan dimensi tertutup, dan Vino hanya berdiam diri meratapi mayat Fleira. Namun, tak berlangsung lama Vino mulai berjalan menuju mayat Fleira.


Lalu, Vino duduk bersilah disamping mayat Fleira. Tampak raut wajah Vino sangat kecewa, akan tetapi sudah tidak ada yang bisa dilakukannya.


Vino harus merelakan kematian Fleira dan mendo'akannya agar Fleira bisa tenang di alam sana.


Setelah agak lama Vino meratapi mayat Fleira, Vino mulai menggendong tubuh Fleira dan membawanya untuk dikuburkan. Vino menggali tanah dan mengukur tubuh Fleira agar tempat kuburnya muat untuk Fleira.


Tak lama kemudian, makam sudah siap dan Vino menggendong mayat Fleira untuk dimasukkan ke dalam kubur. Rasa kesedihan menyelimuti hati Vino.


Ia tidak rela bahwa teman yang baru ia kenal itu terbunuh karena keberingasan Demon Lord brengsek itu. Tanpa berpikir panjang, Vino langsung menguburkan mayat Fleira dan mendo'akannya.


●●●


Arisa tiba-tiba terbangun, ia merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya dan membuat Arisa berjalan dengan mengerutkan dahi akibat kesakitannya itu.


Pada saat Arisa terbangun, ia mulai mengingat-ingat hal apa yang terjadi sebelumnya. Ia mengingat bahwa ia terkena ledakan akibat kekuatan Demon Lord dan Raja Iblis.


Dan Arisa ingat bahwa teman-teman lainnya juga terkena ledakan tersebut. Namun, disekitar Arisa hanya ada Arisa seorang diri dan tidak ada siapa pun disekitarnya.


Arisa bingung, mengingat bahwa mereka semua terkena ledakan dan terlempar jauh, pasti beberapa dari mereka ada yang pingsan dan terluka parah. Akan tetapi, anehnya Arisa tidak melihat mereka semua.


Karena merasa bingung, Arisa beranjak dari tempatnya pingsan dan pergi berkeliling untuk melihat keadaan.Pada saat Arisa berkeliling, ia melihat lubang besar akibat ledakan, tanah yang terbelah dan membentuk jurang, kumpulan api-api kecil di setiap lubang hasil ledakan. Arisa terkejut karena semua hal itu. Ia tidak percaya bahwa semuanya hanya berakhir begitu saja.


"A-a-a-apa yang terjadi di sini?" tanya Arisa kepada dirinya sendiri sembari melihat sekeliling.


"Apakah perangnya sudah berakhir? Kalau begitu dimana yang lainnya? Dimana Tuan? Dimana Zaylin dan teman-teman lainnya?" pertanyaan terus muncul di kepala Arisa.


Karena Arisa tidak menemukan jawaban, akhirnya Arisa pergi ke salah satu lubang bekas ledakan. Disana ia melihat jejak darah yang menuju ke sebuah tempat. Sentak, Arisa mengikuti jejak tersebut tanpa pikir panjang.


Tak lama kemudian, nampak dari kejauhan sesosok manusia sedang berdo'a didepan makam seseorang yang telah mati.


"Siapa itu?" tanya Arisa kepada dirinya.


"Oh itu Tuan." ucap Arisa gembira.

__ADS_1


"Tuaaaannn..." teriak Arisa dengan lantang memanggil Vino.


Vino yang mendengar itu langsung menoleh. Namun, rekasi Vino hanya biasa-biasa saja setelah melihat Arisa.


Arisa yang melihat reaksi Vino merasakan ada hal yang aneh. Spontan Arisa pergi mendekati Vino dan duduk disampingnya.


"Tuan, Anda kenapa? Apakah terjadi sesuatu?" tanya Arisa.


Vino yang mendengar perkataan Arisa hanya berdiam diri. Ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun kepada Arisa. Namun, tak lama kemudian Vino mengatakan kepada Arisa bahwa Fleira telah mati.


"Arisa..." perkataan Vino terpotong.


Dengan menguatkan hatinya, Vino memberitahukan hal duka kepada Arisa. "Arisa, F-Fleira t-telah m-mati." ucap Vino dengan perkataan yang terbatah-batah.


Sentak, Arisa terkejut dengan apa yang didengarnya. Arisa tidak percaya bahwa Fleira telah mati, akan tetapi rasa tidak percayanya itu dihilangkan dengan makam disampingnya yang bertuliskan "Disini tempat peristirahatan terakhir Putri Fleira."


Arisa langsung lemas seakan ia sudah tak kuasa menghadapi takdir tersebut, akan tetapi Vino mencoba menenangkan Arisa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah Arisa lebih tenang, Vino pergi meninggalkan Arisa yang sedang berada di samping makam Fleira itu. Tak terasa pada saat Vino pergi meninggalkan Arisa, ia meneteskan air matanya. Rasa kesedihan yang sangat mendalam sudah berada di hati kecil Vino. Akan tetapi, Vino mencoba untuk tegar dan merelakan kematian Fleira.


●●●


Arisa yang mendengar cerita Vino hanya menganggukkan kepalanya. Ia tak tahu bahwa kekuatan Vino masih belum cukup untuk membangkitkan mayat seseorang.


Sedangkan Vino, ia hanya bisa pasrah dan percaya kepada Tuhan bahwa ini merupakan takdir yang dipilih oleh-Nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah mereka lama berbincang, mereka akhirnya pergi ke Kerajaan Qovulkh untuk melaporkan kematian Fleira. Pada saat perjalanan, mereka hanya melihat pohon, rumput, daun, kayu, dan batu saja. Mereka tidak melihat sisa monster yang sedang berkeliaran di hutan. Mereka pun bernafas lega dan pergi melanjutkan perjalanan mereka kembali.


Tak lama kemudian, mereka telah sampai di Kerajaan Qovulkh. Disana, Vino dan Arisa memberitahukan kepada rakyat Kerajaan Qovulkh tentang kematian Fleira.


"Wahai para rakyat yang terhormat. Saya disini ingin melaporkan bahwa Putri Kerajaan Qovulkh yang bernama Fleira Arviasthinata, telah gugur dalam pertempuran melawan para monster dari pecahan dimensi." jelas Vino.

__ADS_1


Para rakyat yang mendengar itu hanya bisa pasrah tak berdaya, karena mereka sudah tidak bisa mendapatkan pemimpin lagi.


Karena kekhawatiran mereka, Vino mulai mencalonkan diri sebagai kandidat raja berikutnya.


"Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya, bagaimana jika saya disini akan mengajukan diri sebagai kandidat raja berikutnya?" ucap Vino dengan penuh percaya diri.


Namun, hal tersebut tidak disetujui oleh rakyat Kerajaan Qovulkh.


"Yang benar saja! Apa kau bisa memimpin ras Hewan menuju kejayaan?! Raja kandidat sebelumnya saja belum berhasil, Apalagi kau?! Selain itu, kau adalah manusia! Manusia dilarang di kerajaan ini!" ucap rakyat menolak usulan Vino.


Vino yang mendengar itu langsung mengatakan "Bagaimana jika saya sebagai kandidat raja berikutnya, akan tinggal disini dan membantu aktivitas rakyat Kerajaan Qovulkh agar bisa kembali seperti semula? Dan saya berjanji, akan membantu tanpa mendapatkan bayaran. Serta, saya akan membuat kerajaan ini lebih maju!" ucap Vino dengan perasaan tak gentar.


Rakyat Kerajaan Qovulkh pun mulai berdiskusi untuk memutuskan usulan mereka bersama. Setelah lama menunggu, akhirnya mereka menjawab usulan Vino.


"Baiklah kalau begitu." jawab mereka semua serentak.


Vino pun menganggukkan kepalanya dan memulai kehidupan barunya di Kerajaan Qovulkh yang hampir hancur itu. Dan Arisa yang mengikuti Vino, juga membantu Vino membuat kerajaan itu kembali seperti semula.


●●●


Di sebuah dimensi lain, Zaylin sedang merelakan kematian Ais. Ia kecewa dengan Vino yang tidak bisa menghidupkan Arisa kembali.


"Hah...Padahal kau bilang, kau bisa menghidupkannya kembali." ucap Zaylin menghela nafas.


Zaylin pun langsung pergi untuk memulai kehidupan barunya juga. Ia pergi menjalani kehidupannya itu bersama teman-temannya.


-----KEHIDUPAN BARU VINO TELAH DIMULAI-----


Petualangan Vino akan segera dimulai, disana ia akan melawan orang-orang yang kuat. Akan tetapi, kekuatan Vino sekarang masih belum cukup. Jadi, saksikan terus kelanjutan Novel ini.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!


●●●●●●●●●●

__ADS_1


Note: Maaf kalau telat. Tadi masih ada urusan, jadi setiap hari Sabtu saya bakalan update novelnya terlambat. Mohon maaf ya semua. Mohon dimengerti. Terima kasih.


Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.


__ADS_2