
Setelah Vino melihat mayat Xiao Zan yang sedang tergeletak itu, seketika ia pun mengucurkan air mata. Tak terasa ajr mata tersebut lama kelamaan menjadi deras hingga membuat wajah Vino penuh akan kehampaan.
"Bagaimana? Bagaimana ini bisa terjadi?" pikir Vino dengan apa yang ia lihat. Kesedihan Vino mulai menumpuk hingga membuat dadanya sesak untuk bernafas, namun Vino tetap menguatkan dirinya lalu menghampiri Arisa juga Woshu yang berada di samping mayat Xiao Zan. "Apa yang terjadi?" tanya Vino sembari duduk didekat mayat Xiao Zan itu. Spontan Arisa dan Woshu langsung kaget. Mereka tak menyangka bahwa akan ada Vino didekat mereka.
Sebenarnya mereka tak ingin memberitahukan Vino apa yang terjadi dengan Xiao Zan, namun takdir berkata lain dan malah membuat Vino pulang ke istana Kerajaan Qovulkh. Tentu saja hal tersebut diluar pemikiran Arisa dan Woshu, karena hal itulah mereka mencoba menenangkan Vino. Akan tetapi semuanya sudah terlambat.
"Tuan?!"
"Raja?!"
Perkataan Arisa dan Woshu keluar secara bersamaan. Vino yang mendengar hal tersebut pun mengangguk dan mengatakan "Iya, ini aku." ucap Vino sembari menyentuh tangan kanan Xiao Zan. Sementara itu, Arisa dan Woshu masih tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Hal tersebut merupakan kejadian yang diluar perkiraan mereka, sudah sewajarnya jika mereka tak percaya akan hal itu. "Apa yang terjadi dengan guru?" tanya Vino yang secara mendadak mengungkit penyebab kematian Xiao Zan. Sentak Arisa dan Woshu yang mendengar pertanyaan Vino langsung terdiam seperti batu. Mereka tak mengeluarkan sepatah kata pun dari mulut mereka. Seketika Vino pun bertanya kembali dengan nada yang agak tidak mengenakkan (tidak bersahabat).
"Apa yang terjadi dengan guru?!" Vino berteriak sampai-sampai suaranya terdengar hingga keluar istana. Tiba-tiba saja semua orang memalingkan wajah mereka, sontak Vino yang melihat itupun menjadi kebingungan. Tiba-tiba...
__ADS_1
"Apa yang terjadi?! Kenapa kalian tak menjawabku?!" Vino berteriak hingga suaranya serak. Arisa dan Woshu pun merasa ketakutan dengan intimidasi Vino, mereka tak berani menjawab pertanyaan Vino karena mereka takut hal itu akan membuat Vino marah besar hingga kehilangan jati dirinya. Namun, salah seorang warga malah membocorkan kejadian tentang Xiao Zan sebelumnya. "Raja, saya tahu. Tuan Xiao mengalami luka inti kultivasi yang menyebabkan dirinya mengalami kelemahan. Akibat dari hal tersebut, ia pun secara perlahan-lahan mulai menyerap energi negatif dari luka inti kultivasi secara tak sengaja. Yang berarti luka tersebut telah menyebar ke seluruh tubuh Tuan Xiao hingga membuatnya tak sehat dan sakit-sakitan." ucap salah seorang warga yang ada disana.
"Pada saat Tuan Xiao sadarkan diri, Tuan Woshu 'sang pencinta hal medis' ini melakukan penyembuhan kepada Tuan Xiao. Namun usahanya sia-sia saja. Tuan Xiao tetap menjadi lemah dan lama-kelamaan membuat dirinya kesakitan hingga ia mati." lanjut salah seorang warga itu. Mendengar hal tersebut, Vino pun mengangguk dan berterima kasih kepada salah seorang warga yang menjawab pertanyaan Vino itu. Disisi lain, Arisa dan Woshu mengira bahwa Vino tak akan marah dengan apa yang terjadi saat itu, namun na'asnya Vino tetap marah.
"Boom!" aura dan energi disekitar Vino berubah menjadi hawa membunuh yang sangat kuat bahkan, semua orang sampai terhempas cukup jauh dari Vino.
Penulis: "Untung istananya luas, jadi warganya masih amanlah."
Melihat Vino seperti itu, Arisa pun memegang erat tangan Vino dan berkata "Ja-Jangan Tuan..." ucap Arisa menghentikan Vino. Ia sudah mengira apa yang akan terjadi dengan Vino untuk selanjutnya, karena itulah Arisa menghentikan Vino secepatnya. Namun sialna, Vino malah tak mendengarkan perkataan Arisa. Vino berbalik arah dan langsung pergi meninggalkan semua orang diistana, ia melesat terbang kembali ke Kerajaan Tyelors. Tujuan Vino kali ini bukan untuk membalaskan dendam, akan tetapi sebagai peringatan kematian Xiao Zan. Dan ia ingin menghancurkan Kerajaan Tyelors untuk hari peringatan kematian Xiao Zan itu.
...****************...
Tak lama kemudian, Vino telah sampai di Kerajaan Tyelors. Segera Vino langsung menghentakkan kakinya dan membuat gempa serta gemuruh petir juga badai. "Bruk..." sebuah bangunan roboh dan hancur karena hentakan Vino ant mengakibatkan gempa tersebut. Pada saat itu juga, petir menyambar beberapa orang dari Kerajaan Tyelors hingga tubuh mereka hitam pekat dan akhirnya menjadi abu. Segera setelah itu, Vino memunculkan hujan badai yang sangatlah berbahaya. "Bum! Gruh!" gemuruh petir dan badai terdengar hingga ke seluruh sisi Kerajaan Tyelors. Sontak, teriakan orang-orang menggema di telinga Vino. "Hahahah...Aku akan membuat guru senang dengan ini....Hihihihi..." ujar Vino tertawa atas perbuatannya itu. Ia sama sekali tak menyesali perbuatannya hang sangat keji tersebut.
__ADS_1
Penulis: "Ya sudah pasti jika Vino tak menyesalinya di awal, karena tidak ada yang namanya 'menyesal sebelum berbuat' yang ada hanyalah 'menyesal setelah berbuat'."
Gemuruh petir dan badai terus menerjang Kerajaan Tyelors hingga kerajaan mereka terporak-poranda, belum selesai disitu Vino segera mencari Tieang selaku Raja Kerajaan Tyelors dan tak lama kemudian Vino telah menemukan Tieyang. Saat ini ia masih pingsan dan tak sadarkan diri. Seketika, Vino pun menarik rambut Tieyang ke atas hingga tubuhnya terangkat dan menghadap Vino. "Sialan kau! Kau telah membunuh guruku! Dengan ini aku akan membuatmu mati tak menyisakan apapun!" ujar Vino kesal dengan perbuatan Tieyang yang semena-mena terhadap Kerajaannya.
Tiba-tiba dari arah langit turun sebuah trisula lautan yang terbentuk dari benda-benda di lautan. Trisula itu melaju ke arah Vino dan seketika, Vino pun mengeluarkan kekuatannya dan membuat trisula tersebut dapat ia gunakan. "Wush..." angin badai berhembus karena kekutan milik Vino. Tak berselang lama, Vino pun menggunakan trisula tersebut untuk membunuh Tieyang. "Booom!" ledakan besar terjadi hingga membuat tanah yang menjadi pijakan Vino menghilang dalam sekejap, sehingga membuat lubang yang sangat besar sekali.
Tak hanya sampai disitu, Vino juga merobek-robek tubuh Tieyang hingga menjadi potongan-potongan kecil seperti sate ayam. Setelah ia memotong tubuh Tieyang, Vino langsung mengeluarkan kekuatan kristalnya dan membuat ledakan yang lebih besar hingga membuat potonan tubuh Tieyang hilang seketika. "Booooooooooooommmmmm....!" ledakan yang lebih besar terjadi dan mengakibatkan beberapa gunung runtuh dan ratusan bangunan di Kerajaan Tyelors hancur tertimpa tanah dari hasil ledakan.
Bagaimanakah kelanjutannya?
Saksikan episode selanjutnya!
●●●●●●●●●●
__ADS_1
Note: Mohon maaf teman-teman, saya kemarin nggak update soalnya masih ada tugas. Hehehe. Mohon dimaafkan. Semoga kalian sehat semua. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.