
"Tuk...Tuk...Tuk.." suara sepatu kuda berjalan melewati pasar Kerajaan Qovulkh. Dari Kejauhan, seorang pemuda laki-laki berteriak. "Arisa!" ujarnya berteriak. Yap, pemuda tersebut adalah Vino yang sedang erkeliling kerajaan untuk melihat bagian-bagian kerajaan yang akan dibangun.
Setelah mendengar teriakan tersebut, Arisa pun secara spontan langsung menoleh dan ia pun terkejut. "Tuan!" Arisa secara tiba-tiba berteriak sembari berlari kepada Tuannya itu. "Puk" Tak disangka Arisa melompat ke arah Vino tanya edang menaiki kuda itu. "Heh? Arisa kenapa lompat?!" begitulah pikir Vino akan kelakuan Arisa yang secara tiba-tiba melompat padanya. Seketika "Boing" gunung kembari menabrak wajah Vino. Pada saat itu, Vino merasakan keajaiban dunia yang amat menyenangkan. "Oh, ini kah keajaiban dunia itu? Kalau bisa begini terus, akan kulakukan. Tapi itu nggak boleh sih." ujar Vino yang merasakan empuknya gunung kembar tersebut diselimuti dengan kehangatan yang nikmat.
Penulis: "Berpikirlah positif."
Namun, secara tiba-tiba sebuah pukulan mengarah kepada Vino. Pada saat itu Vino sangatlah lengah, hingga dirina tak menyadari datangnya pukulan tersebut. "Pok..." suara pukulan yang sangat keras terdengar hingga ujung pasar. Dan saat itu juga, Vino terkena pukulan itu lalu pingsan ditempat dengan muka lebam setelah terkena pukulan yang datang entah darimana. Arisa pun terkejut "Tuan?!" ujarnya. Tak lama kemudian, ia pun menoleh ke arah kanannya dan melihat 3 orang wanita sedang mengarahkan tangan mereka ke arah Vino. Yap, mereka lah yang memukul Vino.
Diana, Tiana, dan juga Miyuki memang memiliki rasa suka kepada Vino. Akan tetapi, karena Vino tidak terlalu terbuka kepada mereka, pada akhirnya mereka merasa cemburu.
Penulis: "Astaga, jangan ditiru ya adik-adik."
Diana, Tiana, dan Miyuki tiba-tiba mengucapkan perkataan yang sama dan secara bersamaan pula. "Arisa! Kenapa kau melakukan itu?!" tanya mereka dengan nada bicara yang keras. Seketika Arisa pun memiringkan kepalanya dan bertanya kembali. "Melakukan apa?" tanya Arisa.
"Sial, sepertinya Arisa sudah terkena pesona Fueshi. Ahhh! Aku merasa iri!!" ujar Miyuki sembari menepuk-nepuk dahinya.
__ADS_1
***
Tak lama kemudian, Vino terbangun dari pingsannya dan segera berdiri. Seketika ia pun mengeluarkan peta di sakunya dan menjelaskan tentang pembangunan-pembangunan yang akan dilakukan. "Semuanya, di bagian utara Kerajaan, Selatan Kerajaan, Barat, dan juga Timur kerajaan ini kita akan melakukan pembangunan secara besar-besaran. Dan kita akan membangun benteng dengan beton, batu, baja, dan besi yang tentu saja kuat dengan ketebalan sekitar 3 meter dan 3 lapis ketebalan." ujar Vino dengan kepercayaan dirinya itu. Seketika, mata semua orang yang mendengar perkataan Vino melotot. Bahkan QinQin sampai pingsan karena mendengar perkataan Vino.
Arisa: "Anu...Tuan." ujar Arisa memanggil Vino.
Vino: "Kenapa Arisa?" Vino bertanya kenapa Arisa memanggil dirinya.
Arisa: "Kalau kita melakukan pembangunan secara besar-besaran seperti ini, apakah tidak memerlukan uang yang sangat banyak?" tanya Arisa yang merasa khawatir akan rencana Vino.
Karena Vino merasa bahwa mereka tidak akan percaa dengan ceritanya, maka Vino langsung mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan yang tak terbatas isi dan luas di dalam cincin penyimpanan itu. Bahkan, seekor monster, dan iblis pun bisa dimasukkan ke dalam cincin penyimpanan itu. Sontak, Vino mengeluarkan semua koin emas dan perak yang ia kumpulkan selama lebih dari 1 tahun ini. "Brukk..." koin emas menumpuk setinggi rumah warga. Pada saat itu, semua orang terkejut akan uang yang Vino dapatkan. Bahkan sebagian dari mereka menggosokkan mata mereka karena merasa tak percaya akan kenyataan itu.
Secara cekatan, Woshu Xing seorang dokter yang dulu pernah mencoba untuk menyelamatkan Xiao Zan yakni guru Vino. "Tuan, apakah tak berlebihan jika menggunakan uang sebanyak ini untuk membangun kerajaan yang kecil seperti ini?" tanya Woshu Xing. Namun, bukannya malah menjawab Vino malah bertanya kembali kepada Woshu Xing. "Oh dokter Wu (Woshu), kenapa Anda disini?" tanya Vino dengan mengalihkan perhatian. Pada saat itu juga, sebuah sepatu hak tinggi melayang ke arah Vino. "Pok...." bunyi suara sepatu hak tinggi itu mengenai kepala Vino. "Jangan malah tanya 'Kenapa' !!! Kau seharusnya tidak mengalihkan topik pembicaraan, Fueshi!" ujar Miyuki dengan urat lehernya yang tegang dan dengan urat kepalanya yang membentuk tanda tambah.
Penulis: "Kayak gini 💢, tapi bentuknya agak miring."
__ADS_1
QinQin pun mencoba untuk menenangkan Miyuki yang sedang diluar kendali itu. "Sudah, sudah kak Miyuki. Kakak harus tenang, karena Kak Aoyama pasti tidak akan melakukan hal yang berlebihan." ujarnya sembari mengelus-elus punggung Miyuki. "Iya juga sih, tapi Fueshi mengalihkan pertanyaan orang lain. Menurutku itu kurang sopan saja. Maaf Fueshi." ucap Miyuki dengan jari telunjuk yang menggaruk-garuk pipinya. Sementara itu.....Kepala Vino bocor 🗿.
"Iya..." ujar Vino sembari mengacungkan jempol akan tetapi karena kepalanya yang bocor, Vino pun seketika pingsan. Miyuki pun merasa panik "Ahhh..? Fueshi mati!!!!!!Aaaaaaaa! Sialan! Siapa yang melakukan ini pada Fueshi?!!" ucap Miyuki dengan rasa marah. "Bukankah itu kau?!" balas Tiana dengan muka sepele (nggak peduli).
Miyuki: "🗿. Iya juga yah..." Miyuki kini tersadar akan kesalahannya. Miyuki merasa bersalah karena telah membuat kepala Vino mengucurkan darah yang begitu banyak dan deras pula. Ia sangat menyesali akan hal tersebut. Namun, ditengah-tengah penyesalan itu Woshu Xing tiba-tiba saja mengatakan bahwa Vino masih hidup dan hana pura-pura mati. "Sudahlah, kau tak perlu menyesalinya. Karena....Tuanmu ini hanya pura-pura pingsan saja." jelas Woshu Xing.
"Apa???!!!!!" Seketika Miyuki pun mengambil kembali sepatu hak tingginya dan langsung menginjak punggung Vino. "Bukk..." suara injakan yang sangat mantap. "Ah...Aduh...Aduh...Duh..Duh...Oke...Oke.. Aku mina maaf! Okeh?! Aku minta maaf kok. Aku cuma bercanda." Vino menjerit kesakitan karena injakan Miyuki. Dan sayang sekali, pada saat itu juga Vino benar-benar pingsan dan tak sadarkan diri.
"Ah, dia pingsan." Ucap Woshu Xing dengan jelas. Spontan, semua orang pun menggelengkan kepala mereka karena kelakuan Raja mereka bersama dengan rekan-rekan Raja Fueshi selalu melakukan hal yang tak masuk akal dan diluar nalar. Sentak, Woshu Xing segera menyembuhkan kepala Vino yang mengeluarkan darah dan membawa Vino ke dalam kamar yang ada di Istana kerajaan.
Bagaimanakah kelanjutannya?
Saksikan episode selanjutnya!
●●●●●●●●●●
__ADS_1
Note: Maaf teman-teman, selama seminggu saya nggak update yah soalnya habis sakit sih. Jadi selama 2 hari saya sakit dan sisanya saya beristirahat buat menyembuhkan diri. Maaf yak temen-temen. Hehe. Maafin yak. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.