Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Keterhubungan Dalam Hidup


__ADS_3

Disebuah klinik sederhana, seseorang sedang menutupi luka di leher miliknya. Sedangkan anak kecil yang berada di depannya sedang tersenyum seperti orang gila.


"Tieyang! Apa maksudnya ini?!" itulah hal yang ingin dikatakan Xiao Zan, namun ia harus berhenti berbicara agar tak menambah luka di lehernya.


Pada saat itu, Xiao Zan mengeluarkan air mata karena pengkhianatan muridnya. Dan hal itu malah membuat muridnya semakin menjadi-jadi. "Hahahahaha, guru kenapa menangis? Apakah guru merasa terharu akan 'kesetiaan' muridmu ini? Hahaha...Tenang saja guru, aku akan membuat mayat guru menjadi berguna nantinya." ucap Tieyang.


Perkataan Tieyang merupakan hal yang sangat tak lazim untuk seorang anak kecil yang polos, dan hal ini membuat Xiao Zan sangat marah sehingga Xiao Zan mulai menyerang muridnya itu untuk memberinya pelajaran.


"Wush..." Xiao Zan berlari ke arah Tieyang sembari mengeluarkan kekuatan cahaya miliknya.


Seketika dari tangan kanan milik Xiao Zan muncul sebuah cahaya yang sangat menyilaukan mata, Tieyang yang melihat itu pun langsung menutup matanya dengan menggunakan tangan. Dan tiba-tiba...


"Pokkk..." suara pukulan tangan seseorang yang mengenai perut Tieyang.


Sontak setelah itu, Tieyang pun pingsan tak sadarkan diri di lantai klinik. Xiao Zan yang melihat itu langsung membawa murid laknatnya ke sebuah hutan dan meletakkan Tieyang di bawah pohon besar. Setelah semuanya selesai, Xiao Zan bergegas kembali menuju ke klinik miliknya dan mulai melupakan kehadiran sang murid dalam hatinya.


Tak disangka, perasaan Xiao Zan terhadap muridnya sangatlah besar. Bahkan ia sudah menganggap muridnya itu sebagai anaknya sendiri. Akan tetapi sialnya, sang murid malah mengkhianati Xiao Zan dengan membuat ramuan berbahaya dan racun-racun.


...****************...


1 bulan kemudian...


Xiao Zan telah melupakan Tieyang seluruhnya. Seiring berjalannya waktu, keadaannya mulai membaik dan membaik. Ia sudah bisa hidup sendiri dan menjalani keseharian santainya itu dengan merawat para pasien yang ada.


Entah bagaimana keadaan Tieyang, Xiao Zan sudah tak mempedulikannya lagi. Walaupun sang murid sudah ia anggap sebagai anak semata wayangnya, akan tetapi ia tetap tak ingin menemui sang murid karena hal yang tak lazim tersebut.


Waktu telah berlalu begitu cepat, Xiao Zan yang kini sudah membaik mulai berpindah dari Kerajaan Goldenforth menuju ke Kerajaan Obsydaingorth. Pada awalnya Xiao Zan mengemasi barang-barang miliknya dengan meletakkan barang tersebut ke dalam sebuah tas yang cukup besar. Dan setelah semua barang-barang yang ia butuhkan sudah siap, Xiao Zan mulai mengambil perabotan di kliniknya lalu menjual perabotan tersebut.


Dari hasil jual perabotan, Xiao Zan mendapatkan 370 koin emas sekali jual. Memang perabotan milik Xiao Zan cukup unik dan disenangi oleh para rakyat disana, bahkan ada yang ingin membeli perabotan miliknya itu dengan harga berapapun atau dengan kata lain sesuai dengan yang diinginkan oleh Xiao Zan.


"Ck, ck. Bisnis memang yang terbaik." ucap Xiao Zan sembari berjalan meninggalkan klinik miliknya.


Note: Klinik milik Xiao Zan telah dijual, dan pada saat itu juga langsung ada yang membeli klinik Xiao Zan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


3 jam kemudian, Xiao Zan telah sampai di Kerajaan Obsydaingorth. Disana Xiao Zan tak mendirikan klinik untuk pengobatan, melainkan ia mendirikan tempat penjual obat. Dan bagi orang yang ingin menjual obat-obatan, Xiao Zan akan memberikan kompensasi dengan memberikan harga jual yang cukup murah. Hal itu membuat para pembuat obat merasa senang dan mereka berbondong-bondong menjual obat kepada Xiao Zan.


Note: Jadi singkatnya, Xiao Zan buat toko yang digunakan sebagai tempat untuk orang-orang menjual obat. Dari hasil obat-obat itu, Xiao Zan bisa mendapatkan uang dengan membelinya. Bahkan Xiao Zan dapat menjual kembali obat-obatan miliknya.


"Hah...capeknya..." Xiao Zan menghela nafas.

__ADS_1


"Aku sudah bekerja keras, sekarang aku sudah memiliki obat yang cukup banyak. Nah, obat-obat ini akan aku jual di Kerajaan sebagai bentuk penjualan yang mungkin sangat murah dan efisien. Dengan begitu aku akan untung besar." ucap Xiao Zan dengan memikirkan rencana untuk selanjutnya.


Keseharian Xiao Zan tak pernah berubah, yang ia lakukan hanya menjual dan membeli obat. Dan hal itu selalu dilakukannya setiap hari, dari pagi hingga sore.


...****************...


5 tahun kemudian...


Pada suatu saat, Xiao Zan membuka toko miliknya dan melaksanakan aktivitasnya kembali. Pada saat ia sedang sibuk menangani pelanggan, tiba-tiba dari arah barat jalan muncul iblis dengan tubuh yang kuat. Sontak semua orang pun langsung berlari dan bersembunyi di rumah mereka masing-masing.


"Aaaahhh...Iblis! Itu iblis! Lari!!" teriak salah seorang pelanggan Xioa Zan.


Semua orang berlari tak karuan karena iblis itu. Sementara sang iblis hanya terdiam melihat orang-orang berlarian, ia tak berniat untuk memakan manusia untuk saat ini. Namun na'asnya, iblis itu malah pergi menuju ke toko milik Xiao Zan dan menghancurkan toko miliknya.


"Gruaakkk...boom...Pow.." toko Xiao Zan runtuh, obat-obatan milik Xiao Zan pun hancur tak bersisa.


Seketika, Xiao Zan marah dan langsung memukul wajah sang iblis. Iblis itu terhempas dan menabrak sebuah pohon, hanya karena kekuatan Xiao Zan. Tiba-tiba, raja dan para ksatrianya pun datang. Mereka bertanya kepada Xiao Zan tentang apa yang terjadi.


"Apa yang terjadi?" tanya Raja Arshiviste.


Xiao Zan menjelaskan apa yang terjadi secara detail. Tak lama kemudian, percakapan mereka selesai dan hanya menyisakan pertarungan yang sangat sengit antara Raja Arshiviste dan sang iblis. Xiao Zan yang melihat pertarungan menghela nafas dengan kasar. "Huhh..." ia sangat tak ingin melihat pertarungan.


Xiao Zan pun membalikkan badannya, ia berniat untuk tidur agar tak memiliki kemarahan didalam hatinya. Namun, tiba-tiba saja sang iblis meneriaki Xiao Zan.


Spontan Xiao Zan langsung menolehkan kepalanya dan mengarahkan pandangan ke arah sang iblis lalu berkata "Apa yang kau maksud itu aku?" tanya Xiao Zan. Sang iblis menganggukkan kepalanya yang menandakan ia memang memanggil Xiao Zan. Lantas, Xiao Zan bertanya kembali kepada sang iblis.


"Ada perlu apa kau denganku?" tanya Xiao Zan.


Namun pertanyaan Xiao Zan tak kunjung ia jawab. Pada saat Xiao Zan mulai bosan menunggu jawaban sang iblis, seketika di sekitar Xiao Zan muncul beberapa ledakan yang membuatnya terpental jauh dari tempat ia berdiri.


"Boom...!"


Dan dari ledakan itu, tiba-tiba muncul sebuah pecahan dimensi yang mengeluarkan beberapa iblis dalam satu pecahan dimensi. Xiao Zan merasa panik karena hal tersebut, sebelumnya pecahan dimensi sudah ditutup oleh para Dewa. Akan tetapi, mengapa pecahan dimensi malah muncul kembali.


"Apa yang terjadi? Mengapa ada pecahan dimensi? Bukankah pecahan dimensi sudah ditutup oleh para Dewa? Mengapa pecahan dimensi masih ada?" pertanyaan muncul di dalam benak Xiao Zan.


"Sial! Kalau begini caranya, aku harus menahan serangan sekaligus mengalahkan mereka semua!" ucap Xiao Zan menetapkan tekad di dalam hatinya. Tak berselang lama, Xiao Zan berdiri dan mulai menyerang para iblis tersebut.


...****************...


Pertarungan tak henti-henti, Xiao Zan sudah mulai kelelahan dengan munculnya para iblis yang tiada habisnya itu.

__ADS_1


"Apakah masih belum selesai? Bagaimana ini?!" kata Xiao Zan dengan sedikit kepanikan dalam dirinya.


Tiba-tiba...


"Duar! Boom! Duar! Boom! Duar! Boom!" suara ledakan beruntun yang sangat keras, bahkan suaranya dapat terdengar hingga ke Kerajaan Obsydaingorth. Xiao Zan pun terkejut akan apa yang ia dengar.


Keterkejutan Xiao Zan belum selesai, ia sudah dikejutkan lagi dengan para iblis yang masuk kembali ke pecahan dimensi. Hal itu membuat semua orang kebingungan, "mengapa mereka masuk kembali ke pecahan dimensi? Bukankah mereka ingin memakan manusia?" begitulah pikir orang-orang.


"Apa yang terjadi disini?" ucap Xiao Zan terheran-heran.


Tak lama setelah itu, iblis yang meneriaki Xiao Zan mulai mendekati Xiao Zan. Setelah cukup dekat, sang iblis langsung mengatakan kepada Xiao Zan tentang maksud dibalik penyerangan para iblis.


"Hei manusia!" ucap sang iblis.


Xiao Zan langsung menoleh dan berkata "Ada apa lagi?!" tanya Xiao Zan.


"Aku akan memberitahu kau tentang alasan kami menyerang saat ini. Jadi penyerangan ini bukan berasal dari diri kami sendiri. Akan tetapi, kami diperintah untuk menemukanmu." jelas sang iblis sembari menunjuk ke arah Xiao Zan.


"Dan siapakah orang itu?" tanya Xiao Zan kembali.


Mendengar pertanyaan Xiao Zan, sang iblis tersenyum tipis. "Orang itu adalah Raja dari segala raja, dialah Dewa Tieyang!" balas sang iblis.


Sontak, Xiao Zan terkejut. Ia tak menyangka dengan apa yang ia dengar. Seketika Xiao Zan pun hanya terdiam seperti patung batu di tengah jalan.


Sementara itu, sang iblis pun kembali masuk kedalam pecahan dimensi lagi. Dan secara tiba-tiba, pecahan dimensi pun hilang dan hanya menyisakan bekas ledakan saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu telah berlalu, Xiao Zan tetap terdiam seperti patung. Akan tetapi...


"Puk.." bahu Xiao Zan ditepuk oleh Raja Arshiviste dan membuat Xiao Zan kembali sadar.


Melihat kawannya sudah sadar, Raja Arshiviste pun membawa Xiao Zan pergi menuju ke Kerajaan Qovulkh dan pada akhirnya, Xiao Zan bertemu dengan Vino disana.


... Keterhubungan Dalam Hidup...


Next Episode: Lanjutan dari "Teman Baru II".


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!

__ADS_1


●●●●●●●●●●


Note: Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.


__ADS_2