
Ledakan yang sangat besar menimpa Vino dan teman-temannya. Ledakan tersebut sangat besar hingga suaranya mencapai ke Kerajaan Qovulkh.
Asap ledakan menghalangi pandangan, namun setelah asap menghilang, tak disangka Vino dan teman-temannya sedang terkapar diatas tanah.
"Uhuk..uhuk..uhuk.." suara Vino terbatuk karena terkena ledakan diikuti dengan suara teman-temannya yang kesakitan.
Mereka semua terkena ledakan itu secara langsung. Akan tetapi, mereka masih selamat karena berkah dari Tuhan.
Pada saat mereka semua sudah terbangun, mereka dikejutkan dengan kemunculan pecahan dimensi yang sangat besar. Pecahan dimensi itu sebesar ledakan nuklir yang mengenai suatu wilayah.
"A-a-a-apa itu?" tanya Vino terbatah-batah.
Namun, mereka semua tidak ada yang menjawab pertanyaan Vino. Belum sempat tenang karena ledakan, mereka dikejutkan lagi dengan ribuan monster yang keluar dari pecahan dimensi itu.
"|/æh, đįßįñį æđæ |○æñýæķ /|\æñűßįæ. (Wah, disini ada banyak manusia.)" begitulah ucap salah satu monster yang keluar dari pecahan dimensi itu.
Spontan, Vino, Zaylin, Arisa, dan teman-teman lainnya langsung berdiri dan mencoba melawan mereka semua.
Akan tetapi, kekuatan mereka belum cukup. Masing-masing dari mereka semua melawan ratusan monster. Dan itu masih belum cukup untuk menghabisi mereka semua.
●●●
Demon Lord yang mendengar suara ledakan tersenyum tipis. Ia tahu bahwa suara ledakan tersebut adalah suara pecahan dimensi yang sangat besar.
Demon Lord bahagia karena pecahan dimensi yang besar itu, dapat memunculkan ribuan bahkan jutaan monster dalam sekali tampungan.
Setelah Demon Lord mendengar suara ledakan, ia bergegas memanggil pasukannya dan membawa pasukan tersebut menuju ke tempat pecahan dimensi.
●●●
Vino dan teman-temannya sudah mulai kewalahan menghadapi ribuan bahkan jutaan monster tersebut.
"Sialan! Ini tidak ada habis-habisnya." ucap Vino kesal.
"Bertahanlah!" balas Zaylin menyemangati Vino.
Disaat mereka hampir putus asa dengan para monster tersebut, Arisa memberitahukan mereka bahwa kekuatan Vino dan Zaylin masih bisa menyelamatkan mereka semua.
"Tuan, Anda bisa menggunakan kekuatan kristal Anda untuk membunuh mereka." kata Arisa menumbuhkan semangat mereka.
"Tuan Zaylin juga bisa menggunakan kekuatan Anda untuk membunuh mereka." lanjut Arisa.
Sontak, mereka langsung semangat kembali. Vino dan Zaylin mulai mempersiapkan diri untuk melawan para monster.
Vino, Zaylin, Arisa, Nourma, Attin, Dafid, dan Hafiz mulai mempersiapkan strategi untuk menyerang para monster. Mereka semua bersembunyi dan berpikir untuk strategi penyerangan.
●●●
Disisi lain, Demon Lord sedang dalam perjalanan menuju ke pecahan dimensi yang besar itu.
Demon Lord menuju ke sana dengan membawa para monster yang sudah mengenakan armor, dari hasil jarahan mereka di Kerajaan Qovulkh.
__ADS_1
Tak lama kemudian, mereka hampir sampai ke pecahan dimensi. Dari kejauhan, mereka sudah melihat ribuan monster yang keluar dari pecahan dimensi yang sebesar ledakan nuklir.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak berselang lama, Demon Lord dan pasukan monsternya sudah sampai di tempat pecahan dimensi.
Mereka melihat beberapa orang sedang melawan para monster yang keluar dari pecahan dimensi tersebut.
Sedangkan Vino dan teman-temannya terkejut, kerena mereka bertemu dengan Demon Lord.
Hanya dengan pertemuan yang singkat itu, mereka semua langsung beradu kekuatan dan dengan kata lain mereka bertumbuk.
Vino menyerang Demon Lord, diikuti Zaylin yang menyerang Demon Lord juga. Mereka menyerang Demon Lord tanpa basa-basi. Namun, serangan mereka tidak berdampak apapun bagi Demon Lord.
"Sial! Kekuatan kita belum cukup." ucap Vino gelisah.
"Kalau begitu, aku akan mengeluarkan kekuatanku." kata Zaylin sembari merapalkan mantranya.
"Booommm...." ledakan hasil dari rapalan Zaylin mengenai Demon Lord.
Sekumpulan asap putih menghalangi pandangan semua orang. Tak lama kemudian, asap itu menghilang dan memperlihatkan Demon Lord yang masih berdiri tegak.
"Aahhh!!!! Kenapa?! Apakah itu belum cukup?!" ucap Zaylin kesal diiringi kemarahan.
Vino yang melihat Zaylin mengeluarkan kekuatannya, tidak mau kalah dengan Zaylin. Vino mengeluarkan kekuatan kristalnya juga.
"Boom...Duarr...." suara ledakan beruntun terus menerus.
"Kenapa masih belum berdampak?!" kata Vino.
"Aku tidak tahu, mungkin kita harus mengeluarkan kekuatan maksimal kita." balas Zaylin sembari menelan salivanya.
...----------------...
Di sisi lain, Arisa, Nourma, Attin, Dafid, dan Hafiz sedang menyerang para monster dengan strategi yang mereka rencanakan.
Nourma dan Attin menyerang dengan menggunakan panah, sedangkan Dafid dan Hafiz menyerang monster menggunakan pedang. Dan Arisa menggunakan kekuatan kegelapannya untuk memunculkan ledakan agar bisa membunuh puluhan monster dalam sekali serang.
●●●
Waktu telah berlalu begitu cepat, Monster yang keluar dari pecahan dimensi tidak ada habisnya.
Zaylin dan Vino menyerang Demon Lord tak henti-henti. Namun, kekuatan mereka masih belum cukup kuat untuk menyerang Demon Lord.
Pada saat Zaylin dan Vino sedang menyerang Demon Lord, tiba-tiba sesosok makhluk yang hampir sama dengan Demon Lord keluar dari pecahan dimensi yang besar itu.
Zaylin terkejut dengan apa yang ia lihat. Tanpa pikir panjang, Zaylin langsung menyerang sosok yang mirip dengan Demon Lord tersebut.
Zaylin menyerangnya tanpa belas kasih. Zaylin langsung mengeluarkan kekuatan besarnya itu. Dan terjadilah sebuah ledakan yang membuat semua monster menghilang dalam sekejap.
"Dddddhhhhhhuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaarrrrrrr......." ledakan tersebut sangat besar, hingga membuat lubang yang seluas 9 hektar dan bahkan lebih.
__ADS_1
Vino, Nourma, Arisa, Attin, Dafid, dan Hafiz terhempas jauh dari tempat mereka berada. Mereka semua mengalami luka bakar yang sangat parah, dan beberapa dari mereka ada yang pingsan.
Sementara itu, orang yang masih bertahan adalah Vino dan Zaylin saja. Sedankan, teman Vino dan Zaylin yang masih bisa bertahan adalah Nourma dan Attin. Namun, mereka sudah tidak bisa bertarung lagi.
●●●
Zaylin menyerang sosok tersebut tanpa basa-basi. Ia menyerang seakan memiliki dendam yang tidak bisa terbalaskan kepada sosok tersebut.
Vino yang sedang kesakitan karena pendarahan akibat ledakan, mencoba untuk berdiri.
Dan Demon Lord yang sangat kuat itu, akhirnya bisa dilukai dengan menggunakan kekuatan Zaylin.
Vino mulai berjalan ke arah Zaylin dan mengatakan sesuatu kepadanya. "Zayliiiinnnnn!!! Dengarkan akuu!!!!" jerit Vino kepada Zaylin.
Sentak, Zaylin yang mendengar suara Vino langsung menoleh dan pergi menjauh dari sosok itu.
Zaylin pergi untuk membantu Vino agar ia (Vino) bisa berjalan.
"Apa Vino?!" kata Zaylin bertanya.
"Dengar! Kita harus bekerja sama! Aku akan menggunakan kekuatan kristalku secara maksimal, dan menggunakan kekuatan kegelapanku sebagai tambahan untuk menyerang. Sedangkan kau, Zaylin. Kau akan menyerang menggunakan kekuatan "gila" mu itu dan membunuh sosok itu diikuti dengan bantuan kekuatan kegelapanku." jelas Vino.
Note: Sosok yang dimaksud Vino adalah sosok yang hampir sama dengan Demon Lord, ia adalah Raja Iblis yang membunuh teman Zaylin. Dan nama teman Zaylin yang dibunuh itu adalah Ais.
Tak lama setelah itu, Zaylin memberitahukan kepada Vino bahwa sosok yang ia lawan adalah orang yang membunuh Ais. Vino pun terkejut, akan tetapi keterkejutannya dihilangkan dengan pasukan monster yang keluar dari pecahan dimensi.
Setelah agak lama mereka mempersiapkan strategi, mereka mulai menyerang target mereka masing-masing.
Vino menyerang Demon Lord dan ratusan pasukannya, sedangkan Zaylin melawan Raja Iblis dan ratusan monster lainnya.
●●●
*Beberapa saat kemudian...
Vino yang melawan Demon Lord mulai mengeluarkan kekuatan kristalnya. Kekuatan kristal Vino, membuat luka Demon Lord bertambah.
"Hahahah, rasakan itu! Dasar Demon brengsek!" ucap Vino kasar.
Mendengar itu, Demon Lord langsung mengeluarkan sebuah cahaya di tangan kirinya. Pada saat cahaya itu mulai memudar, terlihat sosok wanita berambut biru dan bertelinga hewan, sedang berada di tangan Demon lord.
Ya, wanita tersebut adalah Fleira yang sedang sekarat. Melihat itu, Vino mulai marah dan membuat kekuatannya tak terkendali, hingga membuatnya kehilangan akal pada saat menyerang. Vino menyerang tanpa memikirkan keadaan di sekitarnya dan apa akibat dari kekuatannya itu. Dengan kata lain, sekarang Vino seperti seorang psikopat yang ingin membunuh mangsanya.
Kekuatan Vino itu, membuat ledakan besar disaat ia menyerang Demon Lord.
Lantas, apakah yang akan terjadi dengan mereka semua? Akankah mereka berhasil menyelamatkan dunia?
Saksikan episode selanjutnya!
●●●●●●●●●●
Note: Mohon maaf kalau telat, tadi saya masih sekolah yah. Maklum lah, masih anak sekolahan. Wkwkwk.
__ADS_1
Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.