Bangkit Dari Kematian Berdarah

Bangkit Dari Kematian Berdarah
Hidup Santai Sejenak


__ADS_3

Diana, Tiana, dan Vino telah menjadi teman seperjuangan. Akan tetapi Arisa dan Xiao Zan masih tak mengetahui bahwa Vino telah berteman dengan mereka. Karena hal itu, Vino pun bergegas memberitahukan kabar baik tersebut kepada Arisa dan Xiao Zan.


"Aku harus memberitahukan hal ini kepada Arisa dan guru." ucap Vino dalam hati.


Spontan Vino bergegas berlari menuju dapur tempat Arisa berada, tak lama kemudian Vino telah sampai di dapur tempat Arisa berada itu. Disana ia melihat Arisa sedang sibuk memasak, segera setelah itu Vino memberitahukan kabar baik yang dimilikinya kepada Arisa. "Arisa, aku punya kabar baik." ujar Vino mendekati Arisa yang sedang memasak.


Arisa yang mendengar suara Vino pun menolehkan kepalanya. Dan tiba-tiba saja, Vino berada di belakangnya dan tubuh Vino sangat dekat sekali dengan Arisa, bahkan Arisa dapat mencium bau 'segar' milik Vino. Dan seketika, muka Arisa memerah dan membuatnya tak fokus memasak.


"Ehm...Tuan sangat dekat!" ucap Arisa dalam hatinya.


Perasaan Arisa bercampur aduk menjadi satu karena Vino yang tak kunjung menjauh darinya. Ia tak kuat menahan pesona Vino yang menurut Arisa sendiri, Vino sangatlah gagah dan sangat cocok sekali baginya. Ditengah-tengah keromantisan Arisa, tiba-tiba saja Vino mengatakan kepada Arisa bahwa ia memiliki teman baru.


"Arisa, aku punya kabar baik untukmu. Aku memiliki teman baru. Mereka adalah Naga Laut dan Serigala Bersayap itu, mereka bernama Diana dan Tiana. Sekarang mereka sudah menjadi temanku." ucap Vino kepada Arisa dengan nafas yang bahkan dapat dirasakan oleh Arisa.


Sementara itu, Arisa yang mendengar perkataan Vino tiba-tiba saja terdiam. Ia tak bergerak sedikitpun setelah mendengar perkataan Vino. Vino yang melihat Arisa, merasa ada yang aneh dengan Arisa. Sontak Vino pun menyentuh bahu Arisa dan menepuknya.


"Puk.." tepukan tangan di bahu Arisa yang ramping.


"Arisa, kamu kenapa?" tanya Vino sembari terus menepuk bahu Arisa.


Tak lama kemudian, Arisa membalikkan badannya dan menghadap ke arah Vino. Tak berselang lama, Arisa juga meletakkan tangan miliknya ke dada Vino. Vino yang merasakan ancaman dari Arisa pun terdiam dan tak bergerak sedikitpun.


Seketika, Arisa mendorong Vino hingga jatuh. Secara cekatan, Arisa langsung duduk di perut Vino. Tak hanya duduk saja, Arisa juga menarik kerah baju milik Vino dan berkata "Tuan!" Arisa berteriak.

__ADS_1


"Kenapa Tuan selingkuh?!" ucap Arisa dengan muka memerah.


Note: Ya, Arisa sedari dulu memang mencintai Vino. Akan tetapi Vino tidak peka sedikitpun. Hal itu malah membuat Arisa semakin mencintai Vino. Namun, Vino terlalu sering bertemu dengan wanita dimanapun itu (walaupun hanya teman). Dan hal tersebut membuat Arisa cemburu dengan kelakuan Vino, selama ini Arisa telah menahan perasaannya terhadap Vino dan sekarang ia sudah tak bisa menahan hal tersebut.


Vino yang mendengar perkataan Arisa pun terdiam. Ia tak mengetahui maksud dibalik perkataan Arisa. "Bentar, Aku selingkuh?! Kapan aku selingkuh?! Ehm.....Kayaknya bukan itu, deh. Apa Arisa sakit hati, ya?" ucap Vino dalam hatinya.


Tak lama setelah itu, Vino tiba-tiba saja memeluk Arisa dan mengatakan kepada Arisa bahwa Vino tak berselingkuh. "Arisa, kamu tenang aja. Aku nggak selingkuh, selain itu aku juga belum pernah menikah. Jadi tak mungkin aku akan berselingkuh. Lagian, aku tak mencintai siapapun untuk saat ini." ucap Vino sembari terus memeluk Arisa. Arisa yang mendengar perkataan Vino pun bertanya balik. "Benarkah itu Tuan?" tanya Arisa. "Iya." balas Vino dengan suara lembut.


Perkataan Vino membuat Arisa meronta-ronta dan membuatnya ingin menikahi Vino. Dan karena hal ini, Arisa malah memeluk Vino dengan erat. Bahkan hingga 'Anu' nya menyentuh Vino. Sementara itu, Vino yang merasakan 'keindahan dunia' pun menunjukkan wajah yang merah seperti cabai. Ternyata Vino juga tak kuat menahan pesona dari Arisa, akan tetapi tetap saja Vino tidak peka. Hal ini tidak bisa kita pungkiri karena Vino bukanlah orang yang pernah merasakan 'cinta'.


Penulis: "Sial, cewekku...!"


...****************...


Keromantisan di dapur telah selesai, dan Vino telah memberitahu Arisa bahwa hal yang Arisa pikirkan adalah sebuah kesalahpahaman serta diluar perkiraan Vino. Setelah semuanya selesai, Vino bergegas menuju ke tempat Xiao Zan berlatih untuk memberitahukan kabar baik tentang teman baru Vino.


"Guru...!" ucap Vino berteriak sembari terus berlari.


Sontak Xiao Zan langsung menoleh. Setelah menolehkan kepalanya, ia melihat murid bodohnya sedang berlari ke arahnya. Melihat hal itu, Xiao Zan tersenyum tipis. Dan tiba-tiba ia memunculkan sebuah angin sebesar pintu rumah yang berputar menuju ke arah Vino, Vino pun berlari terbirit-birit karena angin tesebut.


Note: Vino tidak dapat menahan kekuatan gurunya, karena Vino tak memiliki kekuatan angin juga untuk menahan serangan tersebut.


"Guru! Kenapa guru melakukan ini?! Kalau begini aku tidak bisa mendekati guru." ucap Vino sembari terus berlari menghindari angin yang mengejarnya.

__ADS_1


"Hahahah...Itu karena aku ingin menyiksamu. Hahahah..." Xiao Zan tertawa keras.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu telah berlalu, angin yang mengejar Vino mulai menghilang dan menyisakan Vino yang sedang terengah-engah. Xiao Zan yang melihat Vino, merasa cukup senang karena bisa menyiksa murid yang patuh kepadanya. Seketika, Vino tiba-tiba saja berlari lagi ke arah Xiao Zan. Saat sudah dekat, Vino mengatakan kepada gurunya bahwa ia memiliki teman baru.


Note: Kali ini Xiao Zan tidak menyiksa Vino lagi.


"Guru...Aku... Memiliki...Teman...Baru..." ucap Vino dengan nafas terengah-engah dan membuatnya berbicara terbatah-batah.


Xiao Zan yang mendengar Vino, menganggukkan kepalanya. "Apakah mereka adalah Naga Laut dan Serigala Bersayap?" tanya Xiao Zan. Lantas Vino pun menganggukkan kepalanya yang menandakan bahwa perkataan Xiao Zan memang benar.


...****************...


Setelah Vino memberitahu Xiao Zan kabar baik yang Vino miliki, ia pun mengajak Xiao Zan untuk pergi sarapan bersama yang lainnya. "Guru, ayo kita sarapan. Yang lainnya sudah menunggu." ucap Vino mengajak. Xiao Zan mengangguk dan ia berjalan keluar dari tempat latihan tersebut menuju ke ruang makan yang digunakan sebagai tempat untuk makan bersama. Sedangkan Vino yang melihat gurunya itu pun langsung berdiri dan mengikuti sang guru.


Tak lama kemudian, semua orang telah berada di ruang makan. Arisa yang melihat semua orang telah berkumpul pun berkata "Baiklah. Karena semua orang telah berkumpul, maka kita akan makan bersama." ucap Arisa. Semua orang pun bergembira akan hal tersebut, dan mereka semua mulai makan bersama selayaknya keluarga yang sangat bahagia.


Note: Yah, walapun mereka bukan keluarga sih.


Bagaimanakah kelanjutannya?


Saksikan episode selanjutnya!

__ADS_1


●●●●●●●●●●


Note: Mohon maaf atas keterlambatannya teman-teman. Kemarin saya nggak update, soalnya saya masih ke Surabaya. Mohon maaf atas keterlambatannya. Mohon dimaklumi ya teman-teman. Stay tune buat next episode. Terima kasih semuanya.


__ADS_2