BATTLE CRY

BATTLE CRY
Beginning


__ADS_3

Zaman Kehancuran diawali dengan munculnya pusaka sihir dan Grimoire terhebat.


Yang belakangan di ketahui oleh Pemuda itu di sebar oleh The First Wizard, ketika menghadapinya di bukit mayat.


"Khukuku... manusia memang lemah, mereka dengan mudahnya ku buat hancur tanpa perlu mengotori tanganku sendiri." Senyum memenuhi wajah pria tampan yang terlihat muda di hadapan pemuda itu padahal, usianya saja sudah tidak terhitung lagi.


"Kau!!, Rupanya kau yang membuat semua ini!!" Teriak pemuda itu.


"Mereka dengan mudahnya kuadu domba"


Pemuda itu menggeretakkan giginya, tangannya mengerat. Sektenya, teman temannya dan seluruh nyawa yang terenggut oleh akal bulus pria di hadapannya, ia memasang kuda-kuda bersiap menyerang. Ia menutup mata dan berkonsentrasi penuh. Aura berwarna emas terkobar dari tubuhnya.


Rambut panjangnya berkibar kibar terkena angin. Namun angin itu bukanlah angin alami melainkan awal sebuah teknik, teknik yang bahkan konon pernah menghancurkan bulan ke dua di langit Benua ini


Pemuda itu tengah memasang kuda kuda dengan memegang erat pedang di pinggangnya yang masih tersarung, bersiap untuk mengeluarkannya.


Lama kelamaan angin berpusar di sekelilingnya lalu di ikuti awan mendung yang juga berputar dengan Pemuda itu sebagai porosnya.


Semakin tebal dan hitam awan di langit yang berbentuk seperti pusaran air, sementara pria di hadapan Pemuda itu hanya tersenyum tipis.


Lalu petir mulai menyambar nyambar dan ikut memutari pemuda itu. Petir itu terus menyambar tubuh pemuda berambut putih itu namun ia tidak bergeming dan masih menutup matanya.


Badai yang sangat dahsyat terjadi, yang pada awalnya hanya mendung sekarang kilatan cahaya terus menyebar.


Tanah ikut bergetar seolah bumi hendak terbelah karena jurus terlarang ini.


Ia awalnya ragu untuk menggunakan jurus ini namun jika ia tidak segera membunuh pria di hadapannya maka seluruh manusia akan berakhir tragis seperti mayat mayat di sekitarnya.


Jurus ini adalah jurus terakhir sekaligus terlarang dari Kitab Pedang Semesta, sekali tebasan dapat menghancurkan sebuah bulan sekalipun. Dahulu di langit benua ini memiliki dua buah bulan yang berdampingan dan bulan yang satunya telah terbelah dan hancur karena pengguna jurus ini menebas ke arah langit malam waktu itu.

__ADS_1


Pemuda itu membuka mata, matanya mengeluarkan cahaya,


"Penghancur Dunia!!"


Seluruh sesuatu yang melintasi garis tebasan pedang itu hancur, sebuah tebasan yang suara dan guncangannya terasa di seluruh daratan dan lautan.


Gemuruhnya menggelar seakan langit sedang jatuh.


"Argh... kekuatan apa ini!!!" Pria berwajah tampan itu berusaha melindungi tubuhnya dengan seluruh energi sihirnya, " tidak mungkin seorang manusia memiliki kekuatan sedahsyat ini!!!"


Setelah itu Tidak terlihat apa apa selain warna putih yang terang menyilaukan.


Sebuah jurus yang membuat seluruh Energi Pemuda itu habis dan otot, tulang serta organ dalam nya terluka parah, namun ia hanya bisa mengeluarkan sepuluh persen kekuatan jurus itu.


'aku belum bisa mengeluarkan kemampuan penuh jurus ini namun skala kerusakan yang disebabkannya sangat besar, mengalahkan bencana di manapun' mulutnya sudah tidak bisa mengeluarkan suaranya


'Aku menang!!, Dengan begini dunia akan selamat.' ia tersenyum sambil tersengal nafasnya. Ia rasa sebentar lagi nyawanya akan melayang karena menggunakan jurus itu.


"Lumayan bocah!!!" Baru saja ia hendak menutup mata. Suara itu bagai petir di siang bolong di telinganya


"Hahahaha" tawa pria yang terbaring itu terdengar,


Lalu ia bangkit berdiri sekuat tenaga.


'tidak mungkin!!' teriak batin Andros


"Sesaat saja aku terlambat menggunakan seluruh energi sihirku maka di pastikan aku akan terbelah dan mati dengan jurus itu" pria itu berdiri dan berusaha tersenyum sinis walau keringat dingin mengalir di pelipisnya.


Sungguh sejak ratusan ribu tahun ia hidup baru kali ini dia merasa nyawanya terancam. Sejak memakan Buah Kekuatan yang begitu mengerikan kedahsyatannya,

__ADS_1


Buah itu dan pohonnya dianggap suci oleh penduduk di sekitarnya. Sebuah pohon yang besar menjulang tinggi melebihi apapun, bahkan dahan terendahnya saja tersembunyi di balik Awan.. Konon di puncak dahan paling tinggi pohon ini sampai menyentuh pondasi surga.


Buah itu berisi kekuatan mengerikan, jadi dianggap sakral dan menjadi buah terlarang.


"Ternyata ada kekuatan lain yang hampir sama dengan sihir, bahkan pengarahannya saja tidak bisa di hentikan langsung dengan kemampuan regenerasiku namun kekuatan itu akan lenyap selamanya." ia memberi jeda pada kalimatnya lalu menambahkan "dan membinasakan umat manusia" lalu ia tertawa lantang.


Pemuda itu hanya bisa mengumpat di dalam hati, matanya sudah merabun dan akhirnya jatuh.


'inikah kematian?, Ayah, ibu tunggu aku di sebrang sana' pandangannya menggelap.


Ia seperti sedang jatuh dalam jurang gelap. Tidak terlihat apa yang ada di jurang itu namun ia terkejut.


sesuatu muncul dari kegelapan itu, ia melihat sepasang mata yang merah menyala menatapnya. Dan suara mengerikan yang selalu mengganggu mimpi dan alam bawah sadarnya.


"Kau belum boleh mati!, Jika kau mati maka aku akan mati pula. Karena itu aku akan mengambil lagi tubuhmu untuk sementara."


Setelah itu ia tidak merasakan apa apa.


---


****Untuk Para Pembaca yang Budiman.


Ini Merupakan Cerita kedua yang saya publish. Dengan karya ini saya berharap pembaca sekalian terhibur, dan tolong jika ada kesalahan dalam penulisan mohon maaf.


Ini adalah Cerita buatan pemula jadi harap maklum.


salam sejahtera dari Author Owl's buat kalian :)


dan jangan lupa tinggalkan like dan komen karena setiap like dan komen akan menambah gairah penulis ketika sedang menulis, juga jangan lupa bagikan ke teman-teman kalian**.

__ADS_1


__ADS_2