
Semakin mereka berjalan suasana menjadi begitu dingin, Andros memutuskan untuk langsung keluar tapi Vena memaksa untuk masuk lebih dalam, Andros yang merasa penasaran juga akhirnya masuk lebih dalam sampai mereka menemukan sesuatu yang berpendar dari balik batu.
Mereka melihat kijang itu berdiri dengan tegap lalu menyentuhkan kaki nya di sebuah pintu di dalam gua ini. Pintu itu memancarkan aura yang menarik dan di hiasi ornamen yang indah.
Kijang itu masuk dan melirik ke belakang seolah mengetahui jika Andros dan Vena sedang mengikutinya. Mereka berdua penasaran mematikan obor lalu berjalan pelan memasuki pintu itu.
Pintu itu berisi lorong gelap yang dingin. Tapi di dindingnya terdapat kristal kecil yang bersinar redup dan sedikit memperlihatkan jalan.
Ketika mereka masuk pintu itu langsung tertutup dan terkunci.
"Sial, kita terjebak!!" Vena mengumpat keras lalu menggedor pintu itu namun sia sia.
"Tidak ada pilihan lain, kita harus mencari jalan lain. Mungkin saja di ujung lorong ini terdapat jalan keluar, semoga" Andros mengeluarkan pisaunya dan meningkatkan kewaspadaan, mungkin saja lorong ini berisi jebakan.
Vena mengangguk lalu berjalan pelan di belakang Andros, Andros mengeluarkan keringat dingin dan detak jantungnya bertambah cepat. Dan ia merasa semakin mereka masuk oksigen semakin sedikit dan tipis.
"Sulit sekali bernafas disini" Vena berusaha memasukkan udara ke dalam paru-parunya namun hanya sedikit oksigen yang dapat ia hirup.
Andros masih dapat bernafas dengan stabil karena menggunakan teknik pernafasan Matahari dan Bulan meski seiring waktu ia juga kesulitan menarik nafas.
"Aku... sudah tidak kuat.." Vena terjatuh pingsan di belakang Andros.
"Vena!" Andros mengangkat tubuh Vena dan berlari secepat mungkin ke depan. Sudah tidak mungkin untuk kembali karena mereka sudah berjalan cukup lama.
Andros berlari dan berkonsentrasi di saat yang bersamaan, ia tidak boleh kehilangan fokusnya karena jika pernafasannya kacau maka ia tidak bisa membawa mereka berdua keluar dari lorong ini.
__ADS_1
Vena sudah pingsan dan denyut jantungnya melambat Andros memaksakan kakinya dan ia merasa kepalanya hendak pecah dan paru-parunya seperti mengerut.
Ia menyesali keputusannya untuk mengikuti kijang itu, ia tertatih dan melihat sebuah kristal yang mengeluarkan sinar terang dan menerangi sebuah pintu di ujung lorongnya.
'itu dia, bertahanlah Vena' Andros berlari lalu mendobrak pintu itu. Ketika masuk pintu itu langsung tertutup kembali dan syukurnya di sebalik pintu itu berisi udara yang dapat di hirup.
Seketika Andros menarik nafas dalam-dalam lalu dengan cepat melepas topeng Vena, Ia bernafas dengan lega dan ia lihat gerakan naik turun pada dada Vena yang menandakan gadis itu sudah dapat bernafas.
Mereka hanya berbaring di situ sambil mengatur nafas, Vena terbangun lalu terbatuk-batuk dan bertanya di mana mereka.
Andros menggeleng dan menerawang sekeliling, mereka berada di sebuah ruangan besar yang memiliki rak berisi buku buku tua dan manuskrip yang tidak terhitung jumlahnya. Seperti perpustakaan raksasa.
Andros membantu Vena untuk berdiri dan menuntunnya berjalan karena kakinya terkilir, ruangan ini memiliki penerangan berupa obor yang menyala di tiang dan meja ruangan ini.
Andros bertanya tanya mengapa obor ini masih menyala padahal jika dilihat dari debu di ruangan ini sudah lama tempat ini tidak terjamah manusia.
Andros mengambil salah satu buku lalu membersihkan sampulnya, sampul itu terbuat dari kulit lalu memiliki ornamen perak yang indah. Andros membawa buku itu dan menyalakan sebuah lilin di meja tempat Vena duduk lalu Andros duduk di kursi Dan berniat membacanya.
Ia membuka halaman pertama dan membelalakkan matanya.
"Kitab Tinju Perak!"
Andros terkejut karena buku ini berisi Kitab Bela Diri. Kitab seperti ini sangat sulit di dapatkan di Geateria Kingdom. Andros terus membuka halamannya dan benar saja, Kitab ini berisi cara menguasai Pukulan Perak belum lagi disini di paparkan tentang penyaluran tenaga dalam ke setiap serangan.
"Ini bukanlah kitab bela diri yang di padukan dengan Sihir tapi tenaga dalam!" Andros tidak berhenti terkejut ketika membuka lembar demi lembar kitab itu.
__ADS_1
Vena yang juga penasaran bertanya kepada Andros mengenai tenaga dalam. Dan Andros menjelaskan tentang tenaga dalam kepada Vena.
Vena terkejut karena ada ilmu semacam itu di dunia ini dan yang lebih mengejutkan bagi Vena adalah Andros yang tidak bisa menggunakan sihir sama sekali.
"Jadi bagaimana kau memiliki kemampuan seperti itu?," Tanya Vena.
"Aku telah menjalani latihan fisik yang sangat berat selama lima tahun itu yang membuat kemampuan fisikku kuat dan aku mempelajari tenaga dalam yang dapat membuat tenaga fisikku bertambah beberapa kali lipat. Juga mempelajari ilmu pedang dan pukulan yang di wariskan ayahku" Vena mendengarkan cerita Andros dengan tidak percaya.
Lalu Andros menunjukkan segel yang dibuat oleh Scar di perutnya. Segel berbentuk bundar dengan corak unik yang tergambar di perut Andros.
"Aku tidak bisa menggunakan sihir karena tubuhku tidak bisa menyerap Energi Sihir, disebabkan makhluk yang di segel di tubuhku ini." Vena menatap segel itu dengan serius sekali lagi ia terkagum dengan pemuda di hadapannya ini.
Pemuda ini tidak menyerah akan kemampuannya yang terbatas dan tetap berusaha meski dunia seakan mengutuknya lalu melupakannya.
Andros kembali melihat lihat tumpukan buku dan manuskrip itu. Andros merasa hendak melompat karena kegirangan, semua buku itu merupakan kitab dan Manuskrip berharga yang langka.
Andros begitu bersemangat membuka kitab kitab itu dan melihat isinya satu persatu hingga terdengar suara yang keras.
---
Vena memalingkan wajahnya yang memerah lalu kembali memakai topengnya untuk menutupi wajahnya, meski memakai topeng Andros tau jika gadis itu tengah malu.
"Aku lupa jika kita belum makan apapun." Andros menggaruk kepalanya. Tapi yang ia Pikirkan adalah bagaimana Paman Ozo dan Hazel di luar sana, mereka pasti khawatir.
Andros bangkit lalu menerawang sekitar, mungkin saja kijang itu masih di sini. Ia berjalan melalui rak rak itu dengan obor di tangannya. Lalu matanya menangkap seberkas cahaya di ujung ruangan.
__ADS_1
Andros setengah berlari menuju cahaya itu dan ia kembali terkejut, itu merupakan sebuah pintu yang terbuka sedikit hingga cahaya matahari dari luar masuk kedalam ruangan itu.