BATTLE CRY

BATTLE CRY
Lontara 11: Kemampuan Pedang


__ADS_3

"Aiyo! Bocah, Silahkan di lihat!, Disini tempat terbaik untuk mencari senjata pedang dan sejenisnya." Seorang Paman dengan janggut hitam dan sedikit bekas luka bakar di wajahnya tersenyum lebar.


"Ah, iya Paman. Saya akan melihat lihat" Andros mulai menelusuri toko itu.


Banyak jenis senjata pedang dengan berbagai bentuk dan ukuran.


"Hahahaha, bagaimana koleksiku?, Aku suka pergi ke banyak tempat dan mengoleksi pedang pedang mereka....."


Paman itu dengan semangat menjelaskan satu satu pedang yang ada di tokonya. Paman itu benar-benar mencintai pedang.


"Nah, ini Night Slayer Sword. Pedang ini dapat menyatu baik dengan semua jenis Elemen" Paman itu menunjukkan pedang dengan sarung gelap.


"Maaf, Paman aku tidak butuh pedang seperti itu, aku perlu pedang dengan tingkat ketajaman tinggi dan memiliki berat yang bagus tapi dengan ukuran pedang biasa." Jelas Andros.


Paman itu mengerutkan dahinya sambil sesekali mengelap keringat karena panas tungku anak buahnya yang tengah menempa.


"Jarang sekali orang meminta pedang seperti itu, biasanya orang akan mencari pedang yang menyatu dengan sihir mereka. Namun kau berbeda anak muda, kau tidak bergantung dengan sihirmu. Aku suka gayamu Bocah!" Paman itu masuk dan keluar dengan pedang yang lebih panjang dari pedang biasa dan melengkung sempurna sehingga terlihat indah. Dengan sarung pedang berwarna putih dengan corak unik.


"Ini Namanya Snowflake Katana, Katana adalah jenis pedang bermata satu dari salah satu negeri di timur sana. Pedang ini sudah 10 tahun bersamaku karena tidak bisa di aliri sihir jadi tidak ada yang berniat membelinya, lagipula pedang ini sangat berat walau bentuknya tipis dan ramping seperti ini tidak banyak yang bisa dengan bagus memainkannya." Paman membiarkan Andros memakainya.


"Ayo ke belakang, jika kau memainkannya disini maka toko ini bisa berantakan." Paman mengajak Andros kebelakang, andros mengikuti Paman itu dan lupa kalau ia mengajak Cyana kemari sedangkan Cyana dari tadi melihat lihat bagian Pisau dan Dagger. Andros tidak sadar jika Cyana tertarik dengan itu.


Andros sampai di belakang dan langsung memainkan pedangnya.


"Hm... ketajamannya mengagumkan, beratnya juga sempurna sedikit panjang tapi tidak masalah. Aku beli ini Paman." Andros terkagum kagum dengan pedangnya ini, ia terkejut ada pedang seperti ini. Awalnya Andros tidak berharap banyak Karena pedang yang seperti kemauannya sangat jarang ada bahkan langka.


Sementara Paman itu tertahan nafasnya melihat gerakan pedang Andros tadi, begitu cepat, tanpa celah dan kuat.


"Anak muda, aku belum pernah melihat teknik pedang seperti itu. Mau latih tanding denganku?"


Sebuah kehormatan bagi seorang ahli pedang untuk bertarung dengan Ahli pedang lainnya. Setelah melihat kemampuan Andros Paman itu tidak bisa menahan diri untuk tidak berduel dengan Andros.


"Baik Paman, dengan senang hati" Andros memberi hormat. Paman itu mengambil pedang andalannya lalu maju dan membalas hormat.


Mereka berdua diam dengan kuda kuda, tidak ada yang berinisiatif menyerang. Di bagian belakang toko ini adalah hutan sehingga tidak ada yang memerhatikan mereka saat ini.


Tidak sabar lagi, Paman itu menyerang Andros. Setiap serangannya tidak mengandung sihir namun kekuatannya diatas orang rata rata, Andros menangkis dan menghindar dengan teratur seperti tidak terganggu sama sekali dengan kekuatan yang di keluarkan Paman itu.


'anak ini seberapa besar tenaga fisiknya?, Mampu menahan setiap seranganku tanpa masalah' batin Paman. Ia mulai meningkatkan kekuatan dan memanfaatkan setiap momentum dari gerakannya untuk menambah daya hancurnya.

__ADS_1


Semakin lama mereka bertukar jurus semakin jelas pula perbedaan kekuatan mereka, Paman itu mulai tidak teratur nafasnya sedangkan Andros masih stabil.


Paman ini semakin bingung, tidak peduli sebanyak apa kekuatan yang di keluarkannya Andros bisa mengimbanginya.


'Anak ini lebih besar kekuatannya dariku!!' batin Paman. Ia cukup percaya diri dengan kekuatan fisiknya namun Andros membuat kepercayaan diri itu menguap seketika.


Andros mulai mengubah pola serangannya, dan membuat Paman itu kesulitan dengan mudah. Paman tidak menyangka, selain kekuatan fisik, kecepatan Andros juga luar biasa.


"Jurus Seratus Pedang, Teknik ke-34. Tarian Bangau putih!"


Pertarungan itu selesai dengan pedang Andros hampir menyentuh batang leher Paman itu.


"Aku... aku menyerah" Paman mengucurkan keringat dingin.


Andros menyarungkan pedangnya lalu memberi hormat, lalu ia memuji pedangnya ini. Dengan panjangnya yang seperti itu membuat jangkauan serangan Andros bertambah.


"Sebelum Paman menggunakan pedang, senjata yang Paman gunakan adalah Kapak bukan?" Andros bertanya.


"Wah, bagaimana bisa kau mengetahuinya anak muda"


"Teknik Paman tadi bukanlah teknik berpedang, tapi teknik menggunakan kapak yang menitik beratkan pada kekuatan serangan, sedangkan pedang itu lebih fleksibel selain kekuatan, pengguna pedang juga harus lincah dalam memainkan pedangnya."


"Anak muda sebuah kehormatan bagiku bisa berduel dengan Ahli pedang berbakat sepertimu, bisa aku tau namamu?"


Andros tersenyum.


"Aku Andros putra Benedict" Andros memberi hormat.


"Aku Smithy putra Webber" Paman itu mengenalkan diri.


Ketika mereka berdua kembali, terlihat anak anak mengelilingi seorang gadis kecil yang menatap berbinar sebuah Belati unik.


"Ah, aku lupa kalau aku mengajak Cyana."


"Hm... gadis itu memiliki bentuk wajah yang unik" celetuk Paman Smithy


"Paman tau sesuatu?"


"Tidak, aku belum pernah melihat seseorang dengan rambut perak sebelumnya, juga bentuk wajahnya terlihat asing meski aku bisa merasakan ia akan tumbuh menjadi gadis yang cantik nantinya."

__ADS_1


Paman Smithy mendekati Cyana lalu mengambil Belati yang ia pandang sejak tadi.


"Gadis kecil ini matanya bagus, ia bisa melihat kualitas senjata dengan matanya" Paman lalu menjelaskan kalau belati yang ia pandangi tadi adalah sebuah belati dari sebuah kaum yang sangat suka bertempur di selatan. Tapi belati ini di buat dari bahan khusus sehingga dapat memantulkan sihir, tidak banyak senjata yang dapat melakukannya kecuali seorang dengan tingkat penguasaan pedang yang tinggi.


Bentuk belati mereka unik, mata belati itu lebarnya seukuran pedang biasa namun panjangnya seukuran belati biasa dan memiliki gagang yang pendek.


Andros bisa melihat binar mata gadis itu dan akhirnya membeli pedang Barunya dan belati itu.


Sebelum memberikan belati itu, Andros berlutut di depan Cyana dan memegang bahu gadis itu.


"Ingat Cyana, belati itu hanya untuk keadaan darurat. Kau tidak boleh melukai orang lain dengan senjata itu"


Cyana sedikit mengerti dan mengangguk.


Belati itu tersarung rapi di pinggang Cyana. Sementara Snowflake katana terpaut di punggung Andros.


Mereka berdua berjalan beriringan dan melihat keributan di bazar, terlihat seorang pemuda berbaju bangsawan memukuli anak yang terlihat seperti pengemis.


"Oi, hentikan!" Suara Andros terdengar di telinga si bangsawan muda lalu mengerutkan dahinya.


"Siapa kau beraninya menghentikanku"


Bocah pengemis itu mengerang di tanah kesakitan.


"Sudahlah ia cuma anak kecil, jangan memukulinya" hanya Andros yang bersuara sementara yang lain mengabaikan saja, tidak ada yang berani menegur bangsawan di desa ini.


"Cih, dasar keras kepala. Penjaga tangkap orang itu!" Dua orang pengawal maju ingin meringkus Andros.


Belum sempat pengawal itu mendekat, Cyana melompat lalu menyerang kedua pengawal itu sekaligus.


Kedua penjaga itu tersungkur jatuh dengan serangan tendangan telak di leher mereka.


Cyana mencabut belatinya lalu hendak maju menyerang si bangsawan muda, merasa dirinya terancam bangsawan itu langsung lari. Cyana hendak mengejarnya lalu Andros menghentikannya.


'membelikannya senjata adalah ide buruk!' Andros menjerit dalam hati.


---


**Dukung terus petualangan Andros dengan meninggalkan like dan jangan lupa untuk membagikannya ke teman teman kalian!!

__ADS_1


sampai jumpa di chapter selanjutnya**!!


__ADS_2