
"Kakek, Mohon Izin untuk masuk." Zang mengetuk pintu lalu terdengar jawaban dari dalam dan mereka berdua masuk.
Terlihat seorang pria paruh baya yang tengah duduk sambil meminum secangkir teh.
"Ah, Nak Andria. Senang melihatmu" ucap Kakek Guo lalu mereka membahas tentang hal mendasar bagi seorang murid di sekte ini.
Andros bangun pagi sekali, ia sekarang tengah berdiri di depan seekor kijang putih dengan konsentrasi penuh.
Ia melakukan latihan pernafasan Matahari dan Bulan. Weiss memperhatikan itu sambil mengitari Andros.
"Ilmu pernafasanmu cukup bagus, mungkin itu adalah salah satu ilmu pernafasan terbaik di zamannya. Namun dengan tenaga dalam seperti itu, tidak mungkin kau dapat menandingi mereka yang menggunakan sihir."
Lalu Weiss tiba-tiba mengeluarkan cahaya yang menyilaukan dari tubuhnya dan menjelma menjadi seorang manusia. Wujudnya nampak seperti pria yang berusia tiga puluh tahun dan memakai baju putih.
"Guru bisa melakukan hal seperti itu?" Andros terkagum di buatnya, Weiss adalah Magic Beast yang berjenis Spirit Beast. Mereka adalah hewan yang memiliki jiwa dan pikiran layaknya manusia. Dalam tingkatan khusus mereka dapat menjelma menjadi manusia.
"Ikuti aku" Weiss mengajak Andros masuk ke perpustakaan dan berjalan pelan diantara rak itu.
Lalu Weiss mengambil Sesuatu dari atas rak, sebuah buku yang nampak usang. Baik kertas maupun sampulnya. Lalu menyerahkannya kepada Andros.
Andros membuka isinya dan membacanya. Dan melebarkan matanya.
"Kitab Bintang Naga"
Andros membaca sekilas, isinya hampir mirip dengan lembaran pernafasan Matahari dan Bulan yang ia dapat dari ayahnya. Hanya saja Kitab ini menjelaskan lebih lengkap dan jauh lebih baik kualitasnya. Dipastikan jika kitab ini merupakan ilmu tenaga dalam tingkat tinggi.
"Aku ingin kau mempelajari kitab ini dengan tekun. Seharusnya dengan kitab ini kau bisa menembus penguasaan tingkat tinggi dari tenaga dalam." Pesan Weiss lalu pergi meninggalkan Andros yang sedang antusias membaca kitab itu.
Weiss berjalan keluar lalu masuk ke dalam hutan. Andros membaca pelatihan kitab ini memiliki beberapa tahap. Pertama adalah Penempaan tubuh, yang kedua adalah pemurnian tenaga dalam dan yang terakhir adalah Pengukuhan Jiwa.
Pertama tama Andros pergi ke luar dan menemui Vena yang sedang mencoba untuk bercocok tanam. Ia menanam benih benih dari buah yang dia dapat.
__ADS_1
Andros pamit kepada Vena untuk berlatih di atas air terjun, Vena hanya mengangguk dan memperingatkan Andros agar berhati-hati.
"Kalau begitu, Aku berangkat" Dengan senyuman khasnya Andros pamit.
Andros mengangguk lalu berjalan ke arah air terjun itu, sementara Vena hanya melihat punggung Andros yang semakin lama semakin jauh.
Vena mengingat lagi angan angannya untuk hidup di sebuah tempat yang damai beberapa hari yang lalu, ia tertawa kecil lalu pergi ke tepi danau untuk mengambil air.
Andros mencari lokasi yang bagus untuk memulai latihannya dan menemukan sebuah lokasi yang bagus.
Beberapa saat kemudian Weiss datang dengan membawa beberapa buah buahan yang terlihat asing bagi Andros.
"Baiklah kita akan memasuki tahap pertama dari Penempaan tubuh...."
Penempaan tubuh ialah proses seseorang memperkuat jasadnya, organ luar maupun dalam. Untuk menampung tenaga dalam yang besar di butuhkan tubuh yang kuat pula karena jika menggunakan tenaga dalam yang besar dengan tubuh yang lemah maka akan berakibat fatal.
Sedangkan Penempaan tubuh di bagi menjadi beberapa bagian yaitu, Pembentukan tulang, pengubahan otot dan pembersihan Darah.
Kualitas tulang di bedakan berdasarkan kekuatannya. Yang pertama adalah Tulang Serigala putih, tulang serigala kuning dan tulang serigala hitam. Lalu tulang Harimau Merah dan Tulang Harimau Biru. Ini merupakan batas dari tingkat tertinggi yang dapat capai oleh para pendekar. Namun dengan Ilmu dari kitab bintang Naga dikatakan seorang pendekar dapat menembus tingkat tulang selanjutnya yaitu Tulang Naga Emas.
'kualitas raganya sangat buruk dan tenaga dalamnya sangat payah. Aku ragu anak ini dapat melampaui pencapaian Arias' pikir Weiss.
"Baiklah, gunakan sumber daya yang telah kukumpulkan ini lalu serap khasiatnya menggunakan teknik dari Kitab itu" setelah memberi arahan Weiss pergi lagi namun ia mendekati bibir tebing lalu Weiss terlihat berjalan di udara sebelum melesat cepat ke dalam hutan.
Andros kagum dengan apa yang baru saja di lakukan gurunya. Yang Andros ketahui, Seorang Magician dapat melayang di udara hanyalah mereka yang memiliki tingkat penguasaan tinggi pada Elemen Spirit Root yang mereka miliki, adapun kasus seperti Paman Ozo ketika pertarungan melawan para bandit. Ia memusatkan Sihir api di kedua telapak kakinya lalu memfokuskannya hingga sekecil mungkin lalu meledakkannya sehingga dapat menghasilkan daya tolak di kedua kakinya yang sekilas terlihat seperti terbang.
Sekarang di hadapan Andros terdapat Tiga jenis buah buahan yang berbeda. Yang pertama adalah Buah yang terlihat seperti Apel namun kulit buahnya seperti tanah retak yang mengeluarkan cahaya dan memancarkan hawa panas. Selanjutnya ada Buah pisang yang berwarna biru dan mengeluarkan hawa dingin. Sedangkan yang terakhir adalah buah yang bentuknya sedikit aneh dan mengeluarkan lendir hijau dari dalamnya.
Andros menelan ludahnya, ia punya firasat buruk tentang ini. Pertama ia coba menyentuh apel itu, dan benar saja Ia seperti memegang bara api. Lalu Andros memegang pisang biru itu, pisang itu terasa dingin sekali. Andros membuka kulit pisang itu dan mendapati jika dalamnya berwarna biru.
Dengan hati-hati Andros menggigit setengah pisang itu lalu hawa dingin merembes keluar dari tubuhnya. Ia coba menyerap hawa dingin itu lalu menggunakannya untuk meningkatkan kualitas tulangnya.
Sudah satu jam ketika ia memakan pisang itu dan tubuhnya sekarang menggigil hebat, lapisan es mulai terbentuk di kulit dan rambutnya serta Bibirnya membiru lalu setelah menyerap seluruh khasiat dari Pisang itu ia pingsan di tempat.
__ADS_1
Ketika Andros terbangun, Weiss terlihat bermeditasi di sampingnya. Andros meraba tubuhnya dan menyadari jika lapisan es tersebut telah menghilang.
"Berapa lama aku pingsan, Guru?" Andros merasakan tulangnya ngilu serta sakit di sendi tubuhnya.
Lalu Weiss menyuruh Andros untuk duduk di hadapannya. Andros menurutinya lalu kedua tangan Weiss menyentuh punggung Andros dan membantunya memulihkan kondisi Andros.
Weiss membantu Andros menyerap khasiat pisang itu. ia bisa melihat anak ini memiliki pemahaman yang cepat serta memiliki bakat dalam ilmu tenaga dalam. Weiss menyadari jika Andros memiliki Struktur tubuh yang bagu ototnya juga sudah memasuki tahap pelatihan, Weiss menduga Andros telah melakukan latihan fisik sebelumnya namun itu tidaklah cukup.
Lalu tiba-tiba Weiss merasakan sesuatu menatapnya. Ia langsung melepaskan tangannya dari punggung Andros, meski sekilas Weiss merasakan nafsu pembunuh yang sedemikian pekatnya.
'ada sesuatu yang tersegel di tubuh anak ini.' batin Weiss.
Meski merasa seperti itu, Weiss lebih memilih untuk tidak menghiraukan perasaanya barusan dan memilih untuk melatih Andros lebih jauh.
Karena pada dasarnya Penempaan tulang adalah proses menghancurkan tulang lalu membentuknya lagi menggunakan tenaga dalam. Cara itu belum cukup ampuh, jadi Weiss memerintahkan Andros untuk memakan pisang biru itu lalu memasang kuda-kuda bertahan.
"Ingat, aku akan terus menyerangmu. Jika kau tidak berhasil mempertahankan kuda-kudamu maka nyawamu bisa terancam" Weiss lalu memasang kuda-kuda menyerang. Dan melepaskan serangan pukulan dan tendangan kepada Andros.
Setiap serangan Weiss yang begitu keras Andros merasa tulangnya patah namun dengan fokus ia memulihkannya serta memperkuatnya dengan khasiat dari Pisang biru itu.
Nafas Andros putus putus, rasa nyeri ketika tulangnya patah membuatnya hampir kehilangan konsentrasi. Di sisi lain Weiss terkesan dengan daya tahan muridnya ini, jadi ia meningkatkan kekuatan serangannya setiap melancarkan sebuah pukulan Secara bertahap.
Hal itu terus di lakukan hingga sore hari, lalu ketika di akhir latihan Andros merasakan sakit yang amat luar biasa. Suara tulang hancur terdengar dalam tubuhnya.
"Arrgghh......"
Setelah beberapa lama, suara itu hilang dan Andros langsung jatuh berlutut.
"Bagus, Kau sudah mencapai kualitas tulang serigala Hitam. Aku terkesan dengan peningkatanmu ini muridku"
Meski tau Andros sebenarnya sudah hampir mencapai tahap ini namun tetap saja menembusnya dalam waktu waktu sehari bukanlah hal yang biasa.
"Terima kasih, Guru" Andros mencoba mengatur nafasnya.
__ADS_1
Lalu Weiss mengakhiri latihan itu dan membiarkan Andros istirahat dan latihan akan di lanjutkan keesokan harinya.
Andros kembali ke pondokan itu dengan langkah tertatih, meski merasa tubuhnya lebih kuat dari sebelumnya namun mental dan staminanya terkuras habis.