BATTLE CRY

BATTLE CRY
Lontara 36: Terjebak


__ADS_3

Andros membuka pintu itu dan matanya di sambut pemandangan yang luar biasa indah. Sebuah Pemandangan alam yang ditutupi warna hijau serta langit yang biru cerah, telinga Andros mendengar suara kicauan burung burung dan suara air terjun. Terlihat di seberang sana terdapat air terjun yang begitu deras dan tinggi hingga menimbulkan pelangi di atasnya.


Sepertinya perpustakaan ini terletak di perbukitan, terlihat jalanan landai yang terbuat dari bebatuan yang di susun dan telah rusak. Di bagian kiri terlihat pepohonan raksasa yang tingginya tidak seperti pohon pada umumnya.


Dan di sebelah kanannya terdapat danau luas yang menjadi akhir air terjun tersebut yang memiliki sungai yang mengalir ke dalam hutan.


Andros menghirup udaranya, sangat murni dan bersih. Suasananya sangat sejuk meski matahari bersinar terik di angkasa.


Andros kembali ke dalam dan mendapati Vena sedang memegangi kakinya yang terkilir, ia meringis sedikit lalu melihat ke arah Andros.


Andros tersenyum tipis kepada Vena lalu mendekati gadis itu dan memegang kaki gadis itu.


"Aku akan memperbaikinya, tapi ini akan sedikit sakit."


Vena hanya mengangguk lalu Andros melepaskan sepatu Vena, terlihat kulit putih yang mulus serta kuku jari kakinya bersih yang terlihat mengkilap.


Andros sedikit memijat pergelangan Vena lalu Andros menggerakkan pergelangan kaki Vena ke atas dengan di kejut lalu terdengar bunyi sendi tergeser diikuti rintihan pelan dari Vena.


"Sudah selesai" Andros berdiri lalu tersenyum kepada Vena.


"Terima kasih" ucap Vena dengan lembut, tanpa sadar ia menatap kedua mata Andros dalam dalam.


Andros melihat tubuhnya sendiri mencari cari apa yang salah.


"Ada yang salah denganku?" Andros mengerutkan dahinya.


Vena segera mengendalikan dirinya. Dan pura pura batuk untuk menghilangkan suasana canggung.


"Ah, tidak aku hanya berpikir kamu sangat baik." Vena mengucapkan itu sambil melipat kakinya.


"Hm, benarkah?"

__ADS_1


"Ya, dan terimakasih untuk itu"


Andros hanya membalas senyuman Vena lalu teringat jika di luar perpustakaan ada pemandangan bagus.


"Mari ikut aku, aku akan menunjukkan sesuatu" Andros mengulurkan tangan dan di sambut Vena dengan senang hati.


Andros menuntun Vena menuju pintu itu, dengan hati hati Vena melangkah lalu ketika sampai di depan pintu itu Andros membukakan pintu itu perlahan.


Sinar matahari menyilaukan Vena seiring terbukanya pintu itu. Mata Vena di sambut pemandangan luar biasa, yang membuatnya melebarkan mata.


"Indahnya..." Vena tidak bisa berhenti tersenyum di balik topengnya. Ia bahkan hampir mengeluarkan air mata karena menakjubkannya pemandangan di hadapannya ini.


Vena melepaskan topengnya lalu membiarkan sinar matahari menyentuh wajah nya. Ia menutup matanya dan menikmati semilir angin, paras yang cantik itu seakan berkilau terkena cahaya hangat sang mentari.


Andros melihat itu dan tersenyum tipis. Ia juga menutup matanya dan menikmati suasana itu bersama Vena.


---


Andros dan Vena menuruni bukit kecil itu, berjalan perlahan ke danau besar di depan sana. Air danau itu tampak jernih hingga cahaya matahari dapat menembus dasarnya, tampak jelas dasar danau yang berisi bebatuan berwarna warni dan tanaman sejenis Rumput laut di dalamnya, juga terdapat ikan ikan kecil yang berenang renang di dasar danau.


Andros juga ikut membasuh wajahnya lalu meminum langsung air dari danau itu.


"Air ini sungguh menyegarkan!, Cobalah Vena!" Andros mengambil air dengan kedua tangannya lalu menyodorkannya kepada Vena.


Vena sedikit malu tapi menyibak sedikit rambut panjangnya ke telinga lalu minum dari tangan Andros. Dan benar saja, air itu terasa ringan dan segar.


Lalu suara keras lagi terdengar dari perut Vena. Dengan cepat ayu wajahnya menjadi merah seperti tomat sedangkan Andros tertawa kecil.


"Haha, tunggu sebentar. Aku akan menangkapkan ikan untukmu." Andros berdiri lalu memotong dahan dari sebuah pohon di dekat mereka. Andros menggunakan pisau dari Paman Ozo untuk menajamkan salah satu ujung tombak itu. Dan pergi ke daerah berbatu besar di tepi danau.


Andros melompat ke bebatuan besar itu dan mencari ikan yang terjebak diantara bebatuan.

__ADS_1


Vena hanya duduk di tepi danau yang dangkal sambil merendam kedua kakinya, air ini terasa sejuk sekali.


Vena merendam kedua kakinya dan beberapa saat kemudian ia merasa sesuatu mencubit kakinya. Vena melihat kakinya sekarang di kerumuni ikan berukuran sangat kecil yang berwarna putih. Ikan ikan itu menggigiti kaki Vena, dan itu terasa sangat geli.


"Kakiku ini bukan makanan loh" Vena tertawa kecil kepada ikan ikan itu Tapi Vena hanya membiarkan ikan ikan itu saja. Sambil melihat burung burung yang terbang ke sana kemari. Kicauan mereka terdengar sangat jelas, sepertinya sudah lama manusia tidak menjamah tempat ini.


Setelah beberapa waktu Andros kembali membawa tiga ikan dan sebuah udang batu berukuran besar di tangannya.


"Hei, Vena. Lihat apa yang ku temukan" seru Andros sambil mengangkat udang itu tinggi tinggi.


"Kau sepertinya terlihat senang sekali, ada apa?" Andros heran karena melihat Vena yang tersenyum terus sedari tadi.


"Tidak, bukan apa apa" Vena bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Andros.


---


Langit sudah berwarna biru gelap dengan siraman warna oranye di cakrawala air terjun itu.


Andros mengambil beberapa ranting kering dan dedaunan kering. lalu dengan mudahnya ia membuat bara menggunakan kayu dan daun itu lalu meniupnya pelan dan api langsung menyala dari bara kecil itu.


"Kau sepertinya pandai dalam hal ini" Vena memuji kemampuan Andros, ia mengakui jika pemuda di hadapannya ini sangat bisa diandalkan dalam berbagai situasi.


"Yah, karena tidak memiliki sihir. Aku harus bisa bertahan hidup tanpa itu kan?. Jadi aku harus menggunakan akal dan tenagaku." Andros melemparkan kayu kayu kecil untuk menjaga api itu tetap hidup.


Cara seperti Andros ini memang sangat jarang di gunakan oleh orang orang karena mereka dapat dengan mudahnya membuat api kecil menggunakan sihir.


Vena juga telah mengembara selama beberapa Minggu ini tapi, ia selalu menginap di sebuah desa apabila telah malam, ia belum pernah benar-benar tidur di alam bebas. Jadi ia agak menyesal karena tidak membawa perbekalan yang bagus.


Andros membersihkan sisik lalu membuang isi perut ikan ikan itu dan mencucinya. Ketiga ikan itu telah tertusuk oleh ranting dan siap di bakar.


Andros memberikan setusuk ikan kepada Vena dan membakar ikan miliknya, Vena juga ikut membakar ikan miliknya.

__ADS_1


Langit telah berwarna kelabu dengan titik putih kecil yang bertabur di atasnya. Malam bagai Kanvas hitam dengan taburan kerlip cahaya redup nan indah.


Hanya suara samar dari air terjun dan api unggun yang terdengar di keheningan malam ini. Angin malam bertiup dari danau dan membuat Vena menggigil sebentar.


__ADS_2