BATTLE CRY

BATTLE CRY
Lontara 53: Arak


__ADS_3

"Hei, ayolah Paman"


"Ayo!"


Beberapa Pemuda dan pria lainnya ikut membujuk Scar, Mereka semua mabuk. Lalu seorang pemuda lain datang lalu memiting kepala Scar.


"Ayolah, pasti Paman tidak bisa mengalahkanku... aku paham kok."


"Apa kau bilang!"


Scar langsung tersulut emosinya, dan Raiden hanya menggeleng mendengar ajakan para penduduk itu. Akhirnya Scar ikut minum di meja mereka. Sementara Raiden mulai mencari tahu informasi tentang Sleepy Death Forest.


"Oh, tuan ingin mencari informasi tentang hutan terlarang itu?" Ucap orang tua yang di tanya oleh Raiden.


"Ya, meski sedikit"


"Hm, hutan itu sebenarnya memiliki banyak misteri karena hanya sedikit orang yang berani menjelajahinya. Dan juga setiap para penjelajah itu hilang tanpa jejak di hutan itu."


Raiden sedikit kecewa karena tidak mendapat info yang banyak meski begitu ia tidak memiliki banyak waktu, ia akan tetap memasuki hutan itu esok hari.


"Oh, tapi ada sebuah ekspedisi setahun yang lalu. Seorang Magician di sewa untuk menjadi pengawal namun 12 orang yang dikirim hilang termasuk si Magician kecuali seorang anak muda. Ketika kami menemukannya ia sudah setengah gila, sejak saat itu tidak ada lagi yang berani memasuki hutan itu."


Raiden mengelus dagunya, ia bisa menggali informasi dari pemuda yang dimaksud tapi ketika Raiden hendak bertanya suara berisik terdengar dari meja sebelah.


"Dasar bocah tengik, kau akan teler lebih dahulu!"


"Hahaha, orang tua seperti mu tidak akan bisa mengalahkanku"


"Kau berani juga, Yang kalah harus telanjang loh... hahaha"


"Oke, kuterima tantangannya orang tua!!"


"Baiklah, semuanya malam ini aku traktir!" teriak pemuda itu


"Ooouuuuu!!" Para pengunjung ikut bersorak.


Sekarang Scar berdiri berseberangan dengan pemuda itu, serta banyak orang mengelilingi mereka menyorakinya.


"Bah, boleh juga kau anak muda!"


"Kau juga orang tua!"


Sudah gelas ke Sebelas namun belum ada yang jatuh. Scar sendiri sudah mulai berkunang kunang. Lalu seseorang muncul dari panggung seorang gadis cantik dengan sitar di tangannya.


"Selamat malam, para pengunjung." Gadis itu menundukkan kepala.


"Uooh, itu Xuexue!" Seorang pengunjung mendekat panggung.


"Halo, Adik Xue kau terlihat cantik juga malam ini!"


Wanita cantik bernama Xuexue itu dielu elukan para pengunjung rumah makan sekaligus Bar ini.


"Nah, jika tuan ingin tau lebih lanjut Kakak gadis itu adalah pemuda yang selamat dari ekspedisi itu."

__ADS_1


"Ah, baiklah terima kasih"


"Aha, bukan masalah. Bagaimana?.. kau minum malam ini" orang tua itu mendekatkan gelas kayu miliknya.


"Baiklah, bersulang"


"Bersulang"


Beberapa saat kemudian si gadis itu mulai memainkan sitar miliknya. Lagu yang dimainkan adalah lagi yang cukup terkenal di Kerajaan ini. Orang orang mulai menyanyikan lirik sumbang untuk mengiringi musik yang dimainkan sementara Scar sudah pening dan ia hanya mengenakan Pakaian dalamnya Sementara pemuda di hadapannya sudah sepenuhnya telanjang.


"Bwahahaha lihat, kau tidak bisa mengalahkanku anak muda, kau sudah tidak memakai apa apa lagi!, Lagi pula apa apaan itu?. tusuk gigi saja lebih besar dari milikmu Bwahahaha"


"Heh, jangan senang dulu pak tua... aku masih memiliki pertahanan terakhir"


Scar melihat lebih teliti jika dilihat lebih dekat maka pemuda itu memakai penjepit rambut kecil di dekat telinganya. Ketika melihatnya semua orang ikut tertawa.


"Bwahahaha apa apaan itu!? kau bersikap sok keren padahal sudah tak memiliki sehelai benangpun! Aku suka gayamu anak muda bwahahaha!"


"Ronde selanjutnya akan kubuat kau telanjang pak tua.. kita akan bertanding dengan yang ini!!"


Pemuda itu mengeluarkan kendi dari balik meja ketika pemuda itu membuka tutupnya aroma alkohol yang kuat tercium.


"Apa apaan itu!"


"Itu arak haram dari Selatan, dimana dia mendapatkannya". Orang orang mulai ribut melihat arak itu.


Sementara Scar gemetaran tangannya.


Arak haram dari rumah yoba di selatan adalah arak buatan yang paling kuat di kelima kerajaan, sepertiga gelas saja sudah cukup membuat pemabuk kelas berat tepar. Anak muda itu tersenyum sinis.


"Bagaimana Pak tua?!, Lanjut?!"


"Kau kira aku akan takut!!"


Akhirnya mereka berdua hampir pingsan hanya karena seperempat gelas dari arak itu. Lalu pelayan mendatangi Raiden dengan wajah panik.


"Maaf tuan, ada yang aneh dengan kendi ini. Kami sudah mengisi satu tanki arak murah tapi arak itu lenyap tak bersisa di dalam kendi ini"


Pelayan itu meyerahkan kendi itu dengan tangan bergetar. Lalu Raiden menjelaskan jika kendi ini kendi istimewa yang dapat menampung 500 liter air di dalamnya.


"Oh jadi tuan ini seorang Magician?"


"Ya begitulah, Oh iya ini bayarannya"


Raiden menyerahkan dua keping emas, tapi pelayan itu meminta uang pecahan yang lebih kecil karena harga satu tanki arak murah hanya 30 perak.


"Sudahlah ambil saja, sebagai gantinya aku ingin memesan dua kamar menginap untuk malam ini"


"Baiklah, tuan akan saya laksanakan" tapi sebelum pelayan itu pergi Raiden mencegahnya.


"Dan aku ingin kau panggilkan Xuexue ke kamarku Setelah ini" pelayan itu segera berubah raut wajahnya.


"Maaf tuan, tapi Xuexue bukan wanita yang seperti itu.... di desa ini tidak ada wanita seperti itu, mohon maaf sekali" pelayan itu sedikit takut karena menolak permintaan Raiden mengingat Raiden juga seorang Magician.

__ADS_1


Pelayan itu menundukkan kepalanya berkali kali namun Raiden hanya tertawa kecil.


"Bukan, bukan begitu saya hanya ingin bicara" Raiden mengeluarkan senyum hangatnya


"Tapi tuan tolong berhati hati, anak pedagang paling kaya di desa ini di kabarkan menyukai Xuexue. dia mencelakai semua lelaki yang mendekati gadis itu."


"Baiklah saya mengerti, Terima kasih" Raiden mengangguk dan pelayan itu hanya mengangguk dan pergi.


Meski disini desa yang cukup ramah tetapi keberadaan Magician sepertinya adalah hal yang lumrah, mengingat biasanya para Magician itu akan bertindak sok kuasa. Raiden hanya menggeleng dan melihat Scar yang sudah tidak memiliki sehelai benang pun terkapar tidur di kursi, terlihat pula pemuda yang ia lawan itu berdiri di atas meja dan mengangkat kedua tangannya.


"Aku mem... hik hik... menang... hik" mata pemuda itu sudah setengah tertutup. Berdiri tanpa busana sambil memegang gelas arak miliknya.


Raiden Menggeleng pelan sambil menghela nafas, sulit untuk percaya sebenarnya jika pria yang terkapar tanpa busana itu adalah seorang Three Star Wizard


---


"Rin kau tunggu disini, aku akan membawa Vena kesini"


Kucing besar itu menggeleng sambil mengeong.


"Tidak, kau tidak boleh ikut"


"Rawr!" Kucing itu menggeleng.


"Uh, kau ini keras kepala sekali. Kau tetaplah disini agar kita bisa bersiap untuk kabur."


Kucing itu menggeleng dua kali sambil mengendus, Andros mulai berpikir kucing ini memiliki sedikit sifat majikannya yang keras kepala.


"Kamu pasti akan membuat mereka curiga dan waspada, apalagi ukuran tubuhmu yang besar"


"Nyaw!" Rin mengeong lalu seketika tubuhnya mengecil seukuran kucing dewasa. Lalu masuk ke dalam baju Andros sehingga pemuda itu terlihat seperti buncit.


Kepala kucing itu menyembul keluar dari baju Andros lalu mengeong.


"Huh, baiklah. Ayo!"


Andros menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya bergerak melalui celah celah penjagaan dan bersembunyi di balik bebatuan.


Karena kecepatan dan langkah begitu ringan Andros dengan mudah memasuki sarang dari Silver Head Ant. Tapi ia bertemu satu hambatan, yaitu jalan bercabang pada lorong ini.


Rin menyembul keluar dari kerah baju Andros dan mulai mengendus, setelah beberapa saat Rin menolehkan kepalanya ke satu arah, membuat Andros berpikir jika kucing ini lebih mirip anjing.


Andros terus berjalan ke dalam, semakin dalam jalan lorong ini menurun sehingga Andros harus berhati-hati agar tidak langsung jatuh dan menimbulkan keributan.


karena di sepanjang lorong ini ada bebatuan yang bercahaya jadi ia sama sekali tidak kesulitan berjalan.


Mereka berdua akhirnya sampai ke sebuah ruangan besar dengan ukiran yang unik, ruangan ini kosong.


"Sepertinya ini ruangan sang ratu"


Tidak ada tanda-tanda dari Vena namun Rin tidak menunjukkan arah lagi dan hanya melihat sekeliling sebelum matanya mengarah ke arah singgasana kosong di undakan ruangan ini.


"Ini aneh, kita terlalu mudah untuk masuk ke sini"

__ADS_1


__ADS_2