BATTLE CRY

BATTLE CRY
Lontara 01: Keluarga Sederhana


__ADS_3

"Kak Andros ayo!!, Kita harus cepat atau kita akan terlambat!!" Seorang gadis kecil berlari sambil berteriak pada bocah yang lebih tua 5 tahun darinya.


"Andria kau terlalu cepat, jangan tinggalkan kakakmu ini" bocah itu berusaha mengimbangi adiknya yang memiliki kecepatan lari di atas anak anak seusianya.


Mereka berlarian menuju stadium duel di pusat desa. Setelah sampai dan masuk ke dalamnya, keduanya tidak berhenti berdecak kagum. Terutama gadis kecil bernama Andria itu, matanya seperti bersinar sinar sedari tadi.


Mereka sekarang sedang menyaksikan turnamen yang diadakan sekali setahun oleh kepala desa untuk melihat bakat baru yang ada di desa ini


Suasana stadium sangat sesak oleh penduduk maupun pengembara, turnamen ini cukup terkenal di kalangan rakyat bawah maupun bangsawan.


Pertandingan itu adalah sebuah duel antara penyihir, mereka saling menyerang sampai salah satu dari mereka menyerah atau wasit terpaksa menghentikan pertarungan apabila situasi tidak terkendali.


Kedua bocah itu menyaksikan dengan antusias, bahkan ketika pulang mereka tetap membahasnya di perjalanan.


"Hei, kak tadi kakak berambut ungu itu sangat cantik dan kuat. Ia juga menunjukkan sihir yang indah." Kata Andria sambil tersenyum di atas gendongan sang kakak.


"Ya, benar. Kakak tadi salah satu penyihir terbaik di desa."


"Apakah aku juga bisa sepertinya?"


"Ya tentu, kau akan melampauinya suatu saat. Aku yakin itu!"


Dengan semangat Andros berlari menggendong adiknya pulang kerumah sementara si adik mengangkat tinggi tinggi baling baling kertasnya ke langit.


-------


Di dunia ini sihir adalah segalanya, dimana orang biasapun menggunakan sihir untuk kebutuhan sehari-hari.


Seperti mencuci menggunakan elemen air, mereka yang memiliki Spirit Root elemen air sangat berguna jika digunakan untuk mencuci maupun menyiram tanaman.


Spirit Root adalah Organ gaib dan berisi Elemen jiwa dari seseorang. Setiap orang memiliki satu Spirit Root Semakin banyak jenis elemen pada spirit Root seseorang maka ia dapat menggunakan setiap elemen sihir yang ada pada spirit rootnya.


Namun sihir juga terdapat di alam sehingga banyak makhluk yang berubah dari binatang biasa menjadi Magic Beast, yaitu hewan yang dapat menggunakan sihir dan kebanyakan dari mereka merugikan manusia.


Namun semakin banyak elemen pada spirit Root seseorang maka semakin sulit pengendalian terhadap kekuatannya. Bahkan tidak bisa mengeluarkannya. Jadi seseorang yang hanya memiliki satu elemen pada spirit rootnya adalah orang yang sangat berbakat dalam hal sihir. Karena kecepatan perkembangannya akan sangat mengerikan.

__ADS_1


"Wow Andria, kau hebat sekali bisa menggunakan sihirmu dengan stabil di usia 5 tahun." Andros meloncat kesenangan mengetahui adiknya bisa mengeluarkan sihir air dengan mudah.


"Water Magic - Rain Splash!" Andria mengangkat tangan dan mengeluarkan butiran air yang melesat keudara dan jatuh pada tanah ladang mereka.


"Keren, dengan begini aku tidak perlu menimba air di sumur lagi" andros tertawa geli.


"Masa kamu kalah dengan adikmu, jika kamu bisa menyiram dua petak ladang hari ini ayah akan memberikanmu sebuah pedang kayu yang kamu minta, bagaimana?!" Ayah Andros yang sedang mencangkul menantang anaknya yang periang itu.


"Pedang kayu, siap!" Seperti mendapat pencerahan Dengan cepat Andros menimba air di sumur lalu menyirami ladang.


Hari itu cuaca sedang bagus, bunga bunga mulai menunjukkan pesonanya yang mereka simpan ketika musim dingin. Hewan hewan mulai keluar dari tempat persembunyiannya, berlomba untuk mendapatkan pasangan. Sementara di ujung petak sawah terdapat rumah sederhana dari kayu.


Terlihat wanita yang sedang menjahit, wajahnya masih segar dan cantik meski sudah berusia 37 tahun. Ia menggumamkan sebuah lagu sambil menjahit. senyum tipisnya itu begitu mempesona seakan burung akan berhenti berkicau untuk memperhatikan kecantikan wanita itu. Ia duduk di teras lalu melihat ke satu arah, senyumannya makin melebar karena yang datang adalah suaminya.


"Ah, tidak ada bosan bosannya aku melihat senyum itu. Senyum yang mampu membuat burung berhenti berkicau, pemangsa menunduk, dan Bunga bunga terhenyak. Aku yakin jika burung Phoenix yang keindahannya melegenda itu akan malu melihat kecantikanmu, sayang."


"Kamu selalu merayuku dengan kata katamu, suamiku" wanita itu mulai berdiri dan mengambil kain untuk membersihkan keringat suaminya.


"Semoga panen kita yang selanjutnya akan menjadi panen yang besar." Kata sang suami dengan semangat sambil meminum teh hangat.


"Andria sepertinya cukup berbakat, ia sudah bisa mengeluarkan sihirnya pada usia lima tahun, anak biasa saja memerlukan waktu 9 tahun dan paling cepat hanya delapan tahun."


"Itu bagus, tapi..."


"Kenapa sayang?" Tanya sang suami.


"Aku khawatir dengan Andros, ia sebentar lagi akan berumur 11 tahun tapi belum bisa mengeluarkan sihirnya. Aku khawatir karena anak anak lain mengejeknya dan mengucilkannya." Wajah wanita itu menjadi khawatir. Pandangannya mengarah ke anak sulungnya yang membawa ember berisi air dengan setengah berlari.


Pria itu diam sebentar lalu memegang bahu istrinya


"Tenang saja, jika teman temannya mengucilkannya. Kita akan menjadi temannya, kita bisa menjadi orang tua sekaligus sahabat baginya, belum lagi ada Andria yang selalu lengket padanya ia tidak akan sendirian, juga aku yakin suatu saat ada yang akan berteman dengannya dan bila saat itu terjadi maka itulah teman sejatinya.." Sang suami memegang tangan istrinya sambil melihat ke arah kedua anaknya itu.


"Hihi, itu lah kenapa aku memilihmu, kamu selalu dapat diandalkan, cerdas dan penyayang." Wanita itu menyenderkan kepalanya ke bahu suaminya. Lalu mereka memanggil Andros dan Andria untuk makan siang.


Andros memakan makanannya dengan lahap. Ia tidak boleh kalah dengan adiknya atau harga dirinya sebagai Abang akan jatuh.

__ADS_1


Andros harus bisa mengungguli adiknya dalam kekuatan fisik karena adiknya adalah seorang gadis namun memiliki otak yang cerdas. Ia tidak boleh kalah.


"Haha bagus bagus, makan yang lahap itu akan membantumu dalam pertumbuhanmu" ayahnya tersenyum lebar.


"Hng.. nggung... hng.." kata Andros.


"Hei habiskan dulu makanan di mulutmu kak." Ujar Andria, Andros menelan makanannya lalu berkata.


"Ayah masih punya ramuan hijau itu, aku menginginkannya setelah makan."


"Kenapa kakak mau minum cairan yang pahitnya sampai keubun ubun itu." Kata Andria.


"Kata nenek tua di sudut desa katanya minuman itu bisa meningkatkan energi sihir. Kau pun harus minum itu Andria" Kata andros berbinar.


"Ah tidak, aku tidak mau. Pahit." Kata Andria sambil berekspresi lucu.


"Ayolah rasa pahit itu bisa mengingatkan kita bahwa kehidupan itu pahit."


"Hahahaha, ayah dan ibu lihat. kakak mulai berbicara seperti nenek di sudut desa"


"Jangan jangan kakakmu jatuh cinta pada nenek itu hahahaha" ibunya mulai membuat lelucon.


"Ah, lebih baik aku jatuh hati sama ibu saja. lebih cantik." Andros tertawa.


"Eh, tidak boleh ibumu ini milik ayah tau." Ayahnya bertingkah seperti mengamankan ibunya.


"Ah andria juga deh" Andria juga ikut memeluk ibunya.


"Ah, tidak ada yang mau sama kakak. Kakak sama nenek di sudut desa saja deh." Lalu semuanya tertawa. Makan siang itu begitu hangat walau sederhana.


---


**Hallo, Reader sekalian.


Untuk cerita Battle Cry. saya akan usahakan akan update sehari sekali. jadi tunggulah dengan sabar karena orang sabar pantatnya lebar.

__ADS_1


sekian and bye bye**.


__ADS_2