
Andros berpikir sebuah ide, namun sangat beresiko.
"Kakek, bisa beri tahu aku seberapa tinggi ilmu dari pemimpin bandit ini?"
"Hanya ada satu orang yang memiliki tingkat Silver Mage, yaitu pemimpin mereka. Sedangkan anak buahnya memiliki tingkat penguasaan Paling tinggi di Pro Magician." Ujar kepala desa.
"Baiklah, kami akan membereskan mereka. Paman Ozo, bisa kuserahkan pemimpin mereka kepada mu?"
Paman Ozo berfikir sebentar, ia merasa ini bukan ide yang bagus.
"Tunggu sebentar Andros, masalah ini tidak sesederhana itu. Jika kita gagal maka para bandit itu akan menyerang desa ini." Paman Ozo berfikir pasti para bandit itu mengetahui jika yang mengirim mereka adalah desa tani ini.
Meskipun Paman Ozo dapat mengalahkan mereka semua sekaligus tapi kondisi nya akan terluka parah.
Andros kembali berfikir. Awalnya caranya adalah menyelamatkan para Sandra terlebih dahulu lalu menghadapi mereka semua namun jika situasi tidak terkendali dan mereka kabur, itu sama saja dengan menimpakan masalah kepada desa ini.
Lalu Andros mendapatkan sebuah ide. Dengan memberi Racun yang dapat menidurkan mereka.
"Tidak semudah itu, ahli sihir dapat mendeteksi ahli sihir lain jika tidak menggunakan sihir khusus atau Magic Tool yang dapat menyembunyikan keberadaan. Aku tidak memiliki satupun skill atau Magic Tool seperti itu" Paman Ozo menjelaskan jika masing masing dari ahli sihir dapat merasakan kekuatan sihir dari ahli sihir yang lain. Tergantung tingkatan ilmunya.
"Kalau soal itu serahkan padaku." Andros mengacungkan jempolnya.
Kakek tua hanya melihat sambil terbius sedari tadi, namun ia memiliki harapan besar pada kedua orang ini.
Karena sudah mulai gelap, Andros dan Paman Ozo pamit untuk mencari penginapan karena rumah kepala desa tidak memiliki kamar lebih.
Mereka berjalan hingga menemukan sebuah penginapan sederhana yang menjadi satu dengan restoran.
Mereka masuk namun pengunjung tidak ramai, hanya terlihat beberapa orang saja yang sedang memakan hidangan murah.
Paman Ozo dan Andros duduk di meja dekat jendela sehingga dapat melihat ke arah langit malam.
__ADS_1
Mereka memesan menu yang seadanya karena persediaan restoran kebanyakan di serahkan kepada bandit gunung itu.
Paman Ozo melahap makanannya dengan santai sedangkan Andros mengunyah sambil menatap langit malam.
Sreeek!!
Ia mendengar suara semak semak. Andros mengalirkan Tenaga dalam pada kedua matanya dan melihat sebuah siluet bayangan di balik semak semak.
"Siapa di sana!!?" Seru Andros. Karena merasa ketahuan, siluet itu langsung kabur. Andros tidak tinggal diam, ia melompat dari jendela dan mengejar bayangan itu. Ia khawatir jika itu mata mata musuh. Sementara Paman Ozo mengikuti namun keluar melalui pintu.
Siluet itu dengan cepat berlari dan meliuk di rumah warga namun Andros menguasai ilmu meringankan tubuh yaitu Jejak Angin. Ini membuatnya dapat bergerak gesit meski tanpa tenaga dalam miliknya.
Ketika di gang buntu ia menangkap siluet itu, ia kaget karena siluet itu ternyata seorang anak kecil. Sekitar tujuh atau enam tahun.
"Maaf, tuan muda. Tolong maafkan saya, karena lancang melihat tuan muda sedang menyantap makanan." Ucap bocah itu sambil meminta maaf dengan suara bergetar. aku
Penampilan Andros seperti Pendekar Sihir membuatnya takut. Apalagi karena pedang putih panjang di pinggang Andros.
Bocah itu menjawab dengan ragu ragu namun sebelum itu menjawab perutnya menjawab terlebih dahulu.
Kruuuk!
"Hahaha, ternyata kamu sedang lapar. Baiklah ayo ikut aku." Andros mengeluarkan senyum khasnya lalu menarik tangan bocah itu.
Ketika Paman Ozo bertemu mereka ia heran melihat seorang bocah yang asing. Karena tidak memiliki sihir yang bisa mempercepat langkah Paman Ozo tertinggal jauh dari Andros dan bocah itu.
"Siapa bocah itu?" Tanya Paman Ozo.
"Dia.... siapa nama mu ya?" Tanya Andros.
"Mantha." Jawab bocah itu dengan ragu.
__ADS_1
Akhirnya Paman Ozo paham situasinya dan menyetujui jika Mantha ikut bergabung dengan mereka.
Ketika hidangan baru datang, mata Mantha seperti bersinar sinar. Ia sudah dua hari tidak makan namun walau bagaimanapun laparnya ia tetap menjaga sopan santun dan menunggu untuk di suruh menyantap hidangan itu. Paman Ozo tersenyum melihat sikap bocah laki laki itu laku mempersilahkannya makan terlebih dahulu.
Mantha makan dengan lahap, rupanya Mantha ini seorang anak yatim piatu dari Desa ini, keluarganya di bunuh ketika bandit gunung itu pertama kali tiba di desa.
Andros mendengarkan dengan seksama lalu menguatkan tekadnya, jangan sampai ada anak anak yang menjadi yatim piatu seperti Mantha akibat perbuatan orang yang menyalahgunakan kekuatan seperti para bandit itu.
---
Di pagi hari Andros dan Paman Ozo melihat situasi desa lalu mengamati gerak-gerik para bandit itu, markas bandit itu merupakan tenda tenda sederhana yang di kelilingi pagar kayu yang tinggi. Terdapat lima puluh dua bandit di sana.
Juga ada kurungan besi yang berisi wanita wanita desa yang setengah telanjang menatap dengan tatapan kosong. Andros ingin segera menghajar kelompok itu namun Paman Ozo menenangkannya dan mengingatkannya untuk ikut rencana awal.
Rencananya adalah mereka akan meracuni mereka di saat senja, karena menurut kepala desa. Para bandit itu akan mulai berpesta dan minum minum pada saat itu, sengaja pada saat itu karena jika keracunan itu tidak merata maka akan ada orang yang curiga.
"Eh, tunggu sebentar" ketika pulang kembali desa Paman Ozo baru terpikir suatu hal yang penting.
"Aku tidak bisa membuat obat tidur, hanya Alchemist yang dapat meracik sesuatu seperti itu." Betapa konyolnya mereka, dari kemarin membicarakan racun namun tidak kepikiran jika ia tidak menguasai Alchemy.
Paman Ozo mulai memijat keningnya, tapi Andros lalu memberi tahu jika ia tahu satu dua hal tentang Alchemy. Itu membuat Paman Ozo lega.
Ayah Andros meskipun seorang Sword Magician namun juga memiliki sedikit kemampuan Alchemy. Dan berkat ayahnya ia berhasil mendapatkan ilmu itu.
Sambil menunggu, mereka berdua sedang berada di sekitar rumah kepala desa. Andros sedang duduk bersila di atas sebuah pohon yang sudah di tebang sambil menutup mata.
Sedangkan Paman Ozo sedang mengajarkan beberapa sihir dari Grimoire yang pernah ia pelajari kepada mantha. Grimoire adalah sebutan buku buku yang menyimpan teknik sihir dan ilmu tentang sihir. Berisi berbagai sihir, mulai dari serangan, pemulihan, pendukung dan lain lain. Singkatnya mereka adalah Kitab Sihir.
Mantha mulai mengumpulkan energi sihir atau Mana yang ada di sekitarnya dengan mengumpulkan energi sihir secara bertahap maka akan memperluas dan memperdalam kolam Mana pada diri seseorang. Mantha menyerap sihir selama 3 jam lalu muncul perubahan pada tubuhnya. Tubuhnya mengeluarkan ledakan Energi dan Mantha merasa tubuhnya lebih bugar dan rasa laparnya hilang.
---
__ADS_1
Tolong berikan dukungan kalian dengan memberikan like di setiap Chapter dan bagikan ke teman-teman kalian, setiap dukungan kalian amat berharga bagi saya!