BATTLE CRY

BATTLE CRY
Lontara 07: Murid Tato Besi Vs Lembah Alam


__ADS_3

"Lihatlah kekuatan keadilan, tangan besi pembawa kebenaran. Iron Magic - Iron Skin." Kedua tangan Strand menjadi besi lalu maju menyerang.


"Kau terlalu percaya diri. Earth Magic - hundred barikade." Zang menghentakkan kakinya.


Ratusan tombak dari tanah melesat ke arah Strand. Strand makin lebar tersenyum lalu menyambut setiap tombak itu. Sekali pukul tombak yang berdatangan langsung hancur, tapi semakin lama ia semakin kesulitan karena kecepatan tombak tombak itu semakin cepat.


"Wind Magic - Tempest!" Strand mengalirkan energi sihir bentuk angin ke tangannya.


Gerakan Strand makin cepat dan ringan, dengan mudah dia menghancurkan tombak itu, namun sebelum seluruh tombak tanahnya habis Zang memakai sihir yang lain.


"Earth Wind Magic - Sand Storm!" Zang menerbangkan debu debu yang ia buat dengan anginnya dan menciptakan badai mini di sekitar Strand. Untuk menghalangi pandangan Strand.


Sand Storm adalah Sihir campuran dari Earth Magic dan Wind Magic. Sihir campuran seperti ini tidak asing di kerajaan ini tapi untuk melakukannya di butuhkan pengendalian sihir yang tinggi.


Ia membuat sebuah silinder tanah di tangannya lalu menambahkan sihir angin ke dalam silinder itu.


"Earth Wind Magic - Hand Canon" sebuah peluru dari tanah keras melesat melalui silinder itu.


Karena pandangannya terhalangi, Strand tidak bisa mengetahui serangan dan akhirnya perutnya terkena peluru itu.


'Sial, meskipun hanya tanah. Rasanya sakit sekali.' batin Strand.


Yang membuat peluru itu capat adalah angin di dalam silinder itu, sehingga tercipta pelontar mini dengan daya serang yang bagus.


Zang tidak berhenti di situ, ia berlari berputar mengelilingi badai yang ia buat sambil menembakkan pelurunya. 'meski kau memiliki elemen lanjutan, tidak akan kubiarkan kau menang'


Strand tidak bisa lolos dari badai pasir yang di buat Zang, karena setiap ia bergerak badai itu juga ikut bergerak seolah-olah menjadikan Strand sebagai pusatnya. Ia juga tidak bisa menghilangkannya dengan sihir angin miliknya karena ia hanya menguasai satu sihir angin, yaitu Tempest.


Tempest berfungsi sebagai peningkat kemampuan fisik pengguna sehingga terasa ringan dan cepat. Strand hanya berfokus untuk meningkatkan sihir besinya agar energi sihir berfokus pada spirit besi miliknya.


Strand tidak bisa menghindar, tubuhnya di penuhi lebam. Ia menggunakan tangan besinya untuk menghalangi tembakan itu.


Tetapi semakin lama ia terkena peluru itu, Strand mulai mengetahui polanya karena Zang hanya berlari berputar.


'kena kau Rubah Gendut'


Dengan mantap, Strand menangkap salah satu batu lalu menggunakan Tempest dan melemparkan batu itu ke luar badai pasir.

__ADS_1


Zang yang lengah karena merasa diatas angin. terkejut karena kepalanya di hantam oleh sebongkah batu dari dalam badai itu.


Seketika Zang kehilangan kendali atas sihirnya dan badai itu menghilang.


"Sudah cukup, berhentilah bersembunyi dan hadapi kepalan tanganku."


Strand berdiri di hadapan Zang yang masih terduduk karena kehilangan keseimbangan Dan jatuh. Kepalanya terasa berputar putar karena batu yang di lemparkan Strand mengenai pelipisnya, membuat penglihatannya kabur.


"Iron Magic - Barier!" Strand memukul tanah lalu muncul tembok dari besi di sekeliling mereka.


Zang kembali sadar lalu menggunakan teknik bela diri yang diajarkan kakeknya, dengan menggunakan sihir elemen tanah ia membuat serangan pukulan dan tendangannya menjadi lebih kuat.


Zang mengeluarkan seluruh kemampuannya namun Strand dengan mudah menangkis serangan itu.


Setelah Zang kehabisan stamina Strand tersenyum lebar..


"Sekarang giliran ku."


Strand melesat kan sebuah pukulan berkecepatan tinggi yang menghantam perut Zang, seketika Zang langsung muntah darah. Tidak hanya sampai disitu.


Strand mengeluarkan jurus pukulan andalannya.


"Ora ora ora ora ora!" Seru Strand ketika melancarkan pukulan itu.


Dengan waktu hitungan detik seluruh pukulan itu mendarat di tubuh Zang. Wasit datang menghentikan Strand sebelum menyatakan Strand sebagai pemenang.


"Bisakah kau melihat kekuatan keadilan di pihakku, Zang dari lembah alam. Kau lemah"


Ia menolak masuk satuan pasukan manapun karena itu bertanding hanya untuk sebagai sebuah promosi bagi sekte Tato Besi. Itu membuat juri kesal.


Strand meninggalkan arena dengan mantap sedangkan Zang tidak bisa menggerakkan tubuhnya, beberapa tulangnya patah. Andai ia terlambat menggunakan sihir tanah di dadanya untuk mengurangi daya hancur tangan besi Strand maka ia pasti kehilangan nyawanya.


Sementara penonton terbius melihat pertandingan dua jenius sihir itu.


---


"Tuan Putri, Anda harus mengerti. Perwakilan Keluarga kerajaan sangat di perlukan Untuk menjaga nama baik keluarga kerajaan." Seorang wanita sepuh berusaha membujuk Gadis yang terbaring di kasur mewah dengan malas itu.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, aku mau tidur" jawab gadis itu sambil melilitkan selimut di tubuhnya.


Tuan Putri itu adalah Putri Elvena, Putri kerajaan Geateria. Ia terus mengeluh karena di paksa menggantikan pangeran mahkota untuk menghadiri perekrutan para Kesatria.


Di dalam kereta ia terus memanyunkan bibirnya yang merah muda alami.


"Ingat tuan putri, kamu harus bisa menjaga sikap agar rakyat kita tahu bahwa mereka punya Tuan Putri yang Cantik, Anggun, dan Cerdas." Kata wanita itu.


"Ya ya, cepat selesaikan ini lalu pulang."


Tuan Putri memiliki sifat yang tidak suka pertarungan sihir walau memiliki Energi Sihir yang besar sebagai bangsawan. dan merupakan jenius yang muncul seribu tahun sekali.


Ia begitu benci dengan pertarungan dan peperangan sihir sehingga ia malas menghadiri acara ini.


Bahkan ketika sampai di kursi juripun ia tidak berhenti mendecakkan lidah.


Belum lagi suasana hatinya sedang buruk karena diganggu oleh beberapa bangsawan muda dan murid utama sekte-sekte karena Kecantikannya dan berusaha untuk mencari perhatian.


Selama ia menyaksikan pertandingan ia tidak terlihat tertarik. Meskipun menjadi juri, ia tidak berkomentar banyak.


Sementara banyak peserta yang berusaha menarik perhatian sang putri dengan kebolehannya.


Dengan malas ia menyaksikan pertandingan selanjutnya. Nama dua orang peserta disebutkan.


"Peserta selanjutnya memiliki banyak prestasi di usia muda. Dengan Ilmu sihirnya ia berhasil menghancurkan markas perampok yang meresahkan seorang diri, kita sambut Qian dari Sekte Lembah Alam." Host menyebutkan dengan suara meledak ledak.


Tuan Putri tidak bergeming ia tahu bahwa menghancurkan markas perampok seorang diri di usia semuda itu hanya di lebih lebihkan agar terlihat luar biasa.


"Yang menjadi lawannya, seorang Pemuda yang misterius yang datang dari ujung desa. Ia menutupi kekuatan sihirnya namun memiliki kemampuan luar biasa pada babak penyisihan, kita sambut Andros.


Tuan Putri menaikkan alisnya, bukan hal mudah untuk orang biasa lolos seleksi jika bukan berasal dari keluarga bangsawan tapi lolos tanpa menggunakan sihir, ia tidak bisa membayangkannya.


Para penonton yang datang dari luar desa mulai menduga duga kemampuan Andros sedangkan penonton yang tinggal di desa ini hanya tertawa geli. Dan sebagian tidak percaya Andros bisa melalui babak penyisihan.


---


**Dukung terus Battle Cry dengan memberi like dan bagikan ke teman-teman kalian sampai jumpa di chapter selanjutnya

__ADS_1


Setiap Dukungan kalian begitu berharga bagi Author** >\\<


__ADS_2