
"Kau sudah membaca kisah hidup si pendekar, anak muda" seekor kijang putih muncul dari belakang mereka dan menghadap danau tanpa melirik Andros. Itu adalah kijang yang sama yang telah membawanya ke tempat ini.
"Ya, tapi aku tidak sepaham dengannya..." Andros mengatakan itu dengan tenang.
"Kijang itu bisa berbicara!" Vena melompat kaget, meski di dunia sihir ada Magic Beast yang dapat berbicara namun itu sangatlah jarang.
"Senior,... bagaimana aku memanggil mu?" Andros mencoba bersikap sopan.
"Panggil saja aku Weiss" kijang itu mengalihkan pandangan ke Andros Lalu ke toples berisi cairan merah itu.
"Sepertinya ia menginginkanmu sebagai tuan"
"Apa?, Apa senior tahu tentang benda ini?" Andros melihat toples itu lalu mengangkatnya.
"Itu adalah Senjata yang menakutkan di masanya, dengan senjata itulah Arias berhasil mencapai puncak dunia persilatan"
Andros makin mengerutkan dahi, apa yang di maksud senjata oleh Weiss sedangkan yang di lihatnya sekarang hanyalah lendir merah yang terlihat hidup.
"Bukalah wadah itu dan kau akan mengetahuinya"
Dengan hati hati Andros membuka penutup wadah itu lalu benda merah itu lompat ke wajah Andros.
"Arggh... apa yang kau lakukan?" Andros coba menyingkirkan benda itu dari wajahnya namun sia sia. Vena coba membantu namun benda itu tidak dapat di pegang. Cairan itu masuk ke tubuh andros melalui mulut.
"Apa itu?" Andros merasa sesuatu bergerak gerak di dalam tubuhnya.
"Arrgghh... panas" Andros mencoba melepas bajunya karena ia merasa sangat panas di dadanya.
"Apa yang terjadi padanya?" Vena bertanya kepada Weiss dengan panik.
"Tenanglah, Temanmu akan baik-baik saja." Dengan tenang Weiss memperhatikan perubahan pada kondisi Andros.
Perlahan rasa panas di tubuhnya hilang lalu Andros merasa aliran darahnya semakin lancar dan tubuhnya bertenaga.
__ADS_1
"Apa yang terjadi padaku senior?" Andros memperhatikan tubuhnya yang mengepulkan asap tipis.
"Kau baru saja memasuki tahap pertama pembersihan darah." Weiss kembali menatap danau lalu melanjutkan kalimatnya. "Aku akan melatihmu. Kau bilang bahwa kau tidak sepaham dengan Arias si pendekar, maka tunjukkanlah jawabanmu sendiri. Aku ingin melihatnya"
Andros tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan namun Setelah pertempuran di markas Para Bandit dan melihat kemampuan Paman Ozo ia merasa sangat membutuhkan Kekuatan.
"Jika begitu, Murid akan menurut" Andros keluar dari pondokan lalu berlutut hormat.
Vena menggaruk kepalanya jika Andros berlatih di sini maka mereka akan tinggal di tempat ini lebih lama.
"Tapi Andros, bagaimana tentang cara keluar dari sini. Bukankah Paman Ozo akan mencarimu?"
"Untuk itu kalian tidak bisa melakukan sesuatu, pintu masuk dan keluar dimensi ini hanya akan terbuka lima tahun sekali."
Andros dan Vena mengerutkan dahinya lalu Weiss menjelaskan tempat mereka berada sekarang memiliki segel khusus yang membuatnya hanya dapat terbuka Lima tahun sekali.
Weiss mengatakan jika tempat mereka sekarang merupakan tempat yang bernama 'Paradise Lost Realm'. Merupakan habitat bagi para Magic Beast serta Demonic Beast dan tumbuhnya berbagai sumber daya yang berharga. Karena tidak pernah tersentuh tangan manusia, tempat ini menjadi kaya akan sumber daya. Di tempat inilah Arias berlatih dan ketika di akhir hayatnya ia membuat tempat tinggal di pintu masuk dimensi itu lalu mengumpulkan ilmu bela diri dan menyembunyikannya di tempat ini.
Vena merasa waktu lima tahun itu sangat lama, dan ayahnya juga pasti akan mencarinya.
Andros berpikir sejenak lalu bertanya. "Mengapa Anda melakukan semua ini guru?"
"Hm, entahlah ada sesuatu yang membuatku sedikit tertarik tentangmu"
"Apa itu guru?"
Weiss mengingat dahulu ia pernah mendengar ramalan jika akan ada seorang pemuda yang menjadi muridnya, pemuda itu akan berjasa besar karena menyelamatkan dunia dari iblis.
"Tidak, lupakan" Weiss menggeleng pelan.
Andros hanya kebingungan lalu pergelangan tangannya memuncratkan darah segar.
Darah itu berwarna merah gelap dan setelah keluar semua, darah yang berwarna merah menyala muncul dari tempat keluar darah tadi.
__ADS_1
Darah itu melayang lalu membentuk sebilah pedang di tangan Andros. Pedang itu memantulkan cahaya matahari dengan sangat indah. Seluruh bagian pedang itu berwarna merah karena terbentuk dari darah Andros, lengkungannya terlihat sempurna. Andros menggenggam pedang itu dengan takjub.
"Sepertinya Pusaka itu cocok padamu."
Andros memainkan pedangnya dengan lincah, ia memeragakan beberapa gerakan dari kitab Seratus Pedang.
"Baiklah, latihan kita akan di mulai besok. Aku harus pulang." Weiss pamit lalu berlari menuju hutan, di ujung hutan terdapat seekor kijang betina yang memiliki jenis yang sama dengan Weiss. Lalu kedua spirit Beast itu memasuki hutan meninggalkan Andros dan Vena.
"Kurasa ini tidak terlalu buruk bukan?" Tanya andros kepada Vena.
"Kita tidak memiliki pilihan lain bukan?" Vena berlagak tenang padahal ia sedang memikirkan hal lain, terdampar di dimensi lain bersama seorang pemuda selama lima tahun, hal ini tidak ada di dalam daftarnya.
---
Yazel mendatangi salah satu lokasi terlarang di sekte menara iblis, ia berjalan melewati tumbuhan liar yang sangat lebat hingga mencapai sebuah bangunan yang terlihat angker dari luar.
Ia masuk ke dalam dan hanya ada satu lorong di bangunan ini. Jeruji besi terlihat berderet rapi di sepanjang lorong. Yazel melewati mereka dengan tenang, beberapa makhluk terlihat di dalam setiap jeruji itu.
Mereka merupakan tahanan yang di jadikan kelinci percobaan oleh pemilik gedung ini, bagian tubuh para tahanan ini sudah tidak jelas. Ada yang memiliki wajah setengah kelelawar, memiliki badan seperti buaya, maupun melata seperti ular.
Yazel hanya melirik pada tahanan itu lalu berjalan menuju sebuah pintu hitam di ujung lorong.
Yazel menghela nafas lalu mengetuk pintu ini, sejujurnya ia sangat tidak ingin berurusan dengan pemilik tempat ini tapi ia sangat membutuhkan informasi darinya.
"Ya~" terdengar jawaban dari dalam, suara wanita yang terdengar enerjik.
Pintu itu perlahan terbuka lalu muncul seorang wanita yang memakai baju minim dengan darah di sekujur tubuhnya, dan wanita ini juga memiliki dua tanduk di kepalanya serta sayap kelelawar di punggungnya, ekornya bergerak-gerak di pinggulnya.
"Ah, Ketua Yazel... kau membutuhkan informasi dariku ya?" Wanita itu tersenyum menggoda.
"Sudahlah cepat berikan informasi itu" ucap Yazel dingin
"Aah, Dingin sekali. Bagaimana jika ketua lepas topeng aneh itu dan bermain bersamaku sebentar?" Wanita itu mengulurkan tangan hendak menyentuh topeng batu milik yazel namun tangannya langsung di tepis oleh Yazel.
__ADS_1
"Jika ada orang yang menerima ajakanmu, kurasa orang itu sudah kehilangan akalnya." Yazel menggeleng pelan. Wanita di depannya adalah salah satu tetua Menara Iblis, kekuatannya hanya sedikit di bawah Yazel. Bagian tubuh yang tidak wajar tumbuh di tubuhnya karena ia menggunakan Grimoire yang bernama 'Demonic Queen Grimoire' yang dapat meningkatkan Energi Sihir secara signifikan dengan menggunakan Demonic Core.