
Trang!!
Tapi bukannya tertusuk pedang itu langsung patah menjadi dua ketika mengenai tubuh pria itu, Andros membelalakkan matanya dan Vena memakai topengnya lalu menyerang Pria itu menggunakan belatinya.
Tapi sudah terlambat pria itu tersadar dan menangkap tangan Vena. Vena berusaha lepas namun ia merasa energi listrik mengalir ke tubuhnya dan membuat syarafnya menjadi kacau.
"Thunder Magic - Stun" Vena langsung kehilangan kendali atas tubuhnya. Matanya masih bisa melihat namun seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak. Vena mulai panik dan mulai meronta namun sia sia.
Dengan satu tendangan yang mengarah pada perut Andros, pemuda itu terlempar dan memuntahkan darah segar. Andros benar benar lupa jika senjata miliknya itu sudah mulai tumpul karena sudah lama ia gunakan untuk berburu dan membunuh beberapa orang tadi, pedang itu menjadi tumpul dan rapuh karena darah. Belum lagi ketika ia gunakan adu pedang pada duel dengan Paman Ozo yang kualitas pedangnya jauh lebih baik darinya.
Andros memegangi dadanya dan terbatuk-batuk. Karena kualitas senjata Andros itu tidak terlalu bagus, pedang itu tidak dapat menahan tenaga dalam secara terus menerus. Aliran tenaga dalam memaksa pedang itu sampai mencapai batasnya dan akhirnya patah.
"Dasar, jika aku tidak menggunakan Baju besi, pasti aku sudah terluka parah tadi." Ucap pria itu sambil melepas bajunya.
Terlihat sebuah baju besi berwarna hitam dan bercorak kuning.
"Bagaimana, Iron Wound Armor milikku?" Pria itu tersenyum bengis ke arah Andros.
Pria itu menyadari jika saja ia tidak memakai baju besi ini nyawanya bisa melayang karena serangan seperti tadi. Sedangkan jika ia hanya menggunakan baju besi biasa maka baju itu akan tembus jika beradu dengan serangan pedang Andros, baju miliknya tidak tertembus Karena Baju Pelindung yang ia pakai merupakan Magic Tool Profound- Mid Tier berbentuk baju pelindung.
Pria itu tertawa bengis lalu memerintahkan bawahannya yang tidak keracunan membunuh Andros. Sedangkan ia mulai menjilati bibirnya karena melihat Vena yang terkulai lemah tidak berdaya.
"Sedangkan Kau nona, mari ikut aku ke tenda milikku. Meskipun aku kehilangan para budak milikku tapi aku bisa menikmati dirimu. Yah, seratus orang seperti mereka tidak lah sebanding dengan kecantikan dan keindahan tubuhmu" pria itu mengeluarkan senyum mengerikan yang bisa membuat perempuan mual jika melihatnya.
Vena berusaha memulihkan diri dengan sihir namun sia- sia, Sihir pria ini lebih kuat darinya. Apalah daya seorang pro Magician melawan seorang Silver Mage.
Vena mengeluarkan tatapan nanar meminta tolong kepada Andros namun Andros yang sudah kehabisan stamina dan terluka parah tidak bisa berbuat apa-apa. Mengeluarkan suara pun tidak bisa. Dengan pikiran campur aduk ia melihat Vena di bawa oleh pria itu.
__ADS_1
Sementara para bandit mendekat dengan berdecak kesal.
"Sial, gadis itu cuma bisa di pakai ketua. Andai aku melihatnya lebih awal." Seorang bandit mengambil pedang yang tergeletak di tanah.
"Baiklah, apa yang akan kami lakukan terhadapmu?" Salah satu bandit menyenggol Andros dengan kakinya.
"Langsung bunuh kah?"
"Ah, tidak asik. Bagaimana jika kita jadikan sasaran untuk main lempar pisau?"
"Dia bisa saja mengumpulkan sihirnya yang habis dan kembali menyerang."
"Dasar otak udang, mengumpulkan energi sihir tidak secepat itu. Lagi pula jika terkumpul itu tidak akan cukup untuk menghadapi kita semua."
"Tapi, yang lain sedang keracunan. Kita tidak bisa main begitu saja. Bos bisa membunuh kita"
Bandit itu lalu mengikat Andros dengan tali temali dan mulai mengurus jasad dan teman mereka yang keracunan.
Tanpa ada yang mengetahui Andros tengah mengumpulkan tenaga dalamnya yang hilang, ia sengaja pura pura pingsan sedari tadi agar dapat ruang untuk memulihkan Tenaga dalam miliknya. Untung saja para bandit tidak langsung membunuhnya sehingga ia punya cukup waktu untuk mengumpulkan tenaga dalam dan memakai Teknik yang seharusnya belum boleh ia gunakan dari Kitab Seratus Pedang.
Sebenarnya teknik ini belum boleh ia gunakan karena Circle dan kekuatan organ dalam miliknya belum cukup, efek sampingnya dapat melukai organ dalam dan mencederakan otot bahkan nyawanya bisa melayang, Tapi itu harga yang harus ia bayar Karena kesalahan yang ia perbuat
Andros terus melakukan teknik pernafasan, ia terbiasa di latih untuk melakukan teknik pernafasan terus menerus Bahkan ketika tidur. Awal belajar teknik pernafasan ini ia merasa kepalanya mau pecah karena terus menerus berkonsentrasi dan organ dalamnya seakan hendak hancur karena berlatih mengalirkan tenaga dalam. Tapi karena berlatih secara terus menerus organ dalam dan otot-ototnya menjadi lebih kuat.
Ia harus cepat sebelum Vena mengalami hal mengerikan yang sama dengan para gadis desa yang di culik.
Setelah beberapa saat, tenaga dalamnya telah cukup.
__ADS_1
'Jurus Seratus Pedang, Teknik ke-100. Aliran Penuh' ledakan energi keluar dari tubuh andros, jantungnya berdetak lebih kencang dari seharusnya, ia mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuh. Membuat kekuatan fisiknya meningkat beberapa kali lipat dan luka lukanya tidak terasa lagi karena ia dapat mengendalikan adrenalinnya.
Urat urat syarafnya terlihat menyembul keluar, lalu tali itu putus karena tidak kuat mengikat tenaga Andros. Nafas Andros berat dan dalam, ia berfikir bahwa akan bagus menyelamatkan vena sebelum terlambat.
Tanpa suara ia melompat tinggi dan berlari menuju tenda si pemimpin bandit. Tenda itu sangat besar dan panjang Andros mendarat di depan Tirai lalu menyingkapnya. Ia menatap dingin ke arah pria itu, sedangkan Vena sudah kehilangan kesadaran di atas tempat tidur.
Tangan dan kaki Vena terikat dan terlihat Rantai leher yang biasa di gunakan pada budak terpasang di lehernya, raintai itu terikat dengan ranjang.
Pria itu masih belum sadar jika ada Andros yang mengawasinya sejak tadi. Ia sedang menyiapkan sesuatu yang Andros tidak tahu apa itu, namun yang Andros syukuri adalah seluruh baju Vena masih terpasang di tubuhnya. Hanya saja topengnya terlihat pecah di lantai.
Andros mengepalkan tangannya dengan erat, ia berjalan mendekati pria itu dengan amarah yang membara. Jika saja makhluk yang ada di tubuhnya tidak di segel, mungkin saja ia sudah mengamuk sekarang.
"Hoi"
Pria itu langsung merinding, ia merasakan tatapan membunuh datang dari belakangnya, ia langsung melompat mundur dan mengambil pedangnya.
"Trik apa yang kau gunakan bocah tengik?, Aku tidak bisa mendeteksi kekuatan sihirmu" pria itu memasang kuda-kudanya.
"Itu tidak penting, yang penting adalah melenyapkanmu sekarang!" Andros juga memasang kuda-kuda bertarungnya. Selain belajar teknik pedang sebagai teknik serangan, Andros juga belajar jurus tangan kosong.
"Ingin membunuhku?, Kau pasti bercanda. Lihatlah kondisimu" Pria itu percaya diri jika ia pasti keluar sebagai pemenang apa lagi tubuh andros yang di penuhi lebam dan luka, itu membuatnya senang.
"Aku ingin lihat ekspresi temanmu jika aku melihatkan jasad tanpa kepala milikmu kepadanya" pria Itu tertawa keji.
"Kau boleh mencobanya" Andros tersenyum namun senyum itu terlihat mengerikan.
---
__ADS_1
Dukung terus Author dengan memberikan like, komentar, maupun vote yaaaa