
"Aku pulang.." Andros berkata pelan dan Vena yang datang dari arah hutan menyambutnya dan membantu Andros untuk duduk di pondokan.
"Selamat datang... bagaimana latihannya?" Vena bertanya dengan nada lepas.
"Lebih berat dari latihan fisik yang pernah ku lakukan." Andros tersenyum kecil lalu menatap langit yang sudah mulai berwarna oranye.
"Selama di sini apa kamu tidak berlatih?" Tanya Andros sekedar untuk mengisi kesunyian. Tapi Vena tidak langsung membalasnya ia hanya tersenyum lalu menggeleng.
"Aku mulai berpikir untuk berhenti menjadi Magician." Vena tersenyum tipis. Ia sudah memikirkannya, dengan mencari kekuatan ia tidak merasa puas sama sekali. Dengan hidup sederhana seperti ini ia merasa sudah cukup puas.
"Tapi, jika kita kembali ke dunia asal kita. Maka di sana akan menjadi tempat yang berbahaya. Aku jadi khawatir jika kita keluar dari sini"
Lalu Vena mengeluarkan jawaban yang sama sekali tidak ia pikirkan.
"Maka dari itu, Andros maukah kau menjagaku dari sekarang?" Vena mengeluarkan senyumannya dan menatap Andros.
Andros sempat terpesona olehnya. Dan Vena yang sadar jika baru saja mengeluarkan pernyataan yang memalukan segera memerah wajahnya. Jika saja disini ada lubang Vena ingin bersembunyi di dalamnya.
"Ah, tidak lup..." Vena ingin menarik kata katanya namun Andros terlebih dahulu menjawabnya.
"Iya, baiklah." Andros menjawab ringan. Dan itu segera membuat wajah Vena semakin merona seperti Buah delima yang matang.
"K-kalau begitu... janji ya" dengan gugup Vena mengeluarkan jari kelingkingnya dan Andros menggaet dengan jari kelingkingnya dan mengatakan jika ia berjanji.
__ADS_1
Meski seperti itu, Andros masih tidak sadar. Ia hanya berpikir jika Vena ini adalah Saudara perempuannya yang harus ia lindungi. Pemuda itu kelewat polos isi otaknya jadi ia hanya mengangguk ringan.
Malam itu mereka lewatkan dengan canda tawa bersama ikan bakar dan buah buahan segar. Seumur hidup Vena baru ini ia merasa benar-benar senang, jika ia boleh meminta lagi maka ia tidak keberatan jika tidak bisa keluar dari tempat ini.
Lalu mereka tidur di pondokan itu berdua. Andros cepat terlelap karena kelelahan yang ia alami sedangkan Vena melihat wajah tidur Andros lekat lekat. Vena tersenyum sendiri lalu tidur di samping Andros dengan menggenggam tangannya sambil berpikir mengapa mereka tidur di pondokan seperti ini sedangkan di atas bukit sana terdapat sebuah perpustakaan yang sebenarnya cukup nyaman jika di bersihkan.
---
Andros terbangun dari tidurnya, ia merasa sesuatu menggenggam tangannya dan ternyata itu Vena, wajah gadis itu terkesan lugu jika tertidur. Andros hanya tersenyum kecil lalu menyelimuti Vena dengan pakaian luarnya dan menuju danau untuk menyegarkan diri.
Meski langit masih terlihat gelap ia sudah berada di danau, ia berenang dan menyelam. Jika ia bisa keluar dari sini dan mendapat kekuatan yang besar, maka ia bisa melindungi orang yang ia sayangi segenap kemampuannya mengingat dunia sihir merupakan dunia yang berbahaya.
Andros tertawa kecil, mengingat cacian dan makian yang ia dapat dan gelar anak terkutuk yang di sematkan padanya. Membuatnya menjadi lebih bersemangat untuk menjadi kuat, jika ia bisa membuktikan pada penduduk desa bahwa dirinya dapat menjadi kuat walau tidak memiliki sihir.
Tapi, ia berfikir. Kemampuan tenaga dalam saja tidaklah cukup di medan pertarungan, faktor lain seperti ilmu bela diri, senjata serta trik lebih mempengaruhi di dalam sebuah pertarungan. Dalam kitab Bintang Naga sendiri ada ilmu bela diri yang tercantum di situ hanya saja terlalu rumit dan membutuhkan tenaga dalam, dengan jumlah besar untuk memakainya.
Jadi andros kembali membuka buka kitab serta manuskrip di perpustakaan itu. Ia menemukan beberapa kitab dan gulungan yang menarik perhatiannya namun Andros membuka sebuah kitab yang berwarna biru terlebih dahulu, di sampulnya tertulis. Kitab Seribu Pengetahuan, buku super tebal itu menjelaskan banyak hal seperti tanaman ajaib, pusaka, legenda tentang harta terkubur, dan lain-lain.
Ia melihat penjelasan beberapa tanaman yang bagus untuk meningkatkan kualitas tulang lebih cepat dan menemukan informasi mengenai tiga buah aneh yang di beri gurunya.
Pisang biru itu bernama Wicked ice banana, dan cara mengonsumsinya yang benar adalah membakarnya selama satu jam, meski menghilangkan lima puluh persen khasiatnya namun cara untuk menghindari efek sampingnya adalah seperti itu. Andros hanya tertawa kecut membaca penjelasan itu.
Selanjutnya adalah Blaze Heart Apple, buah Apple berapi itu jika di konsumsi langsung dapat membuat tubuh terbakar seketika, Andros bersyukur tidak memakan buah itu pertama kali. Ia mulai heran gurunya ini hendak melatihnya atau membunuhnya.
__ADS_1
Dan terakhir adalah Devils Head Fruit. Yang bisa membuat pemakannya mati dalam satu kali gigit. Andros menaikkan alisnya, ini sudah pasti gurunya hendak membunuhnya.
---
Setelah membaca kitab seribu pengetahuan Andros mengambil sebuah gulungan dan sebuah kitab.
Kitab itu berisi jurus Tapak Harimau Besi. Ia memeragakan beberapa gerakan di dalamnya. Lalu mencoba memukulkan tapaknya pada sebuah batu, ia terkesan satu kali tapak yang ia keluarkan bekas tiga sayatan seperti cakar harimau besar terbentuk di batu itu, namun sekali menggunakannya tenaga dalamnya langsung habis ini menunjukkan bahwa di bandingkan pendekar zaman dulu ia bukanlah apa apa.
Andros melakukan latihan pernafasan dari kitab Bintang Naga untuk mengisi ulang tenaga dalamnya, hasilnya sangat berbeda dari pernafasan Matahari dan bulan yang ia gunakan.
Tenaga dalam yang di hasilkan sedikit lebih murni dan kuat, setelah mengumpulkan tenaga dalam Andros melihat gulungan itu isinya merupakan salah satu ilmu meringankan tubuh yang bernama Jejak Awan petir.
Andros coba mempraktikkannya, dan ia dapat dengan cepat berpindah tempat.
"Ilmu dari perpustakaan itu sangat hebat, jika aku dapat menguasai berbagai jurus dari situ maka aku dapat mengalahkan Magician tingkat Mage dengan mudah" setelah beberapa lama Weiss datang dan mereka melanjutkan latihan pembentukan tulang. Andros menelan ludah lalu memasang kuda-kuda bertahan, bersiap untuk serangan yang datang.
Latihan itu terus di lakukan selama tiga bulan. Pagi hari ia akan membaca di perpustakaan ketika matahari mulai naik Weiss akan menemaninya berlatih dan pulang saat petang, lalu ketika sampai di pondokan Vena akan menyambutnya dengan senyuman hangat serta beberapa makanan untuk Andros malamnya mereka saling berbincang ringan sebelum terlelap.
Kini Andros sudah mencapai tahap tulang Serigala Hitam, ketika dia menyerap khasiat dari Wicked Ice Banana suara retakan tulang terdengar dari dalam tubuhnya. Lalu setelah suara itu reda Andros menarik nafas dalam dalam.
"Akhirnya kau mencapai tulang harimau merah" Weiss sangat terkesan karena perkembangan Andros yang bisa di bilang mengerikan. Anak ini sangat cepat dalam belajar dan juga penerapan dalam praktek sangat tepat dan efisien.
"Lebih sakit dari pembentukan tulang Serigala Hitam" keluhnya, memang semakin tinggi tingkat Penempaan tulang maka efek penyempurnaannya akan lebih sakit.
__ADS_1
"Tapi mulai sekarang akan sulit, karena bukan hal mudah untuk menembus tahap selanjutnya dari Penempaan tulang."